SAMUEL

SAMUEL
BAB 144



"Istri ku yang cantik, bidadari ku. Dengar kan suami mu ini, bagaimana pun diri mu, aku akan tetap mencintai mu setulus nya, aku akan menghabiskan segala cinta yang aku miliki hanya untuk seorang Lenka,"ujar Arbian mengatakan itu di ruang rapat saat semua orang sedang serius.


"Ahaha itu sangat romantis sekali, dasar. Hei apa bos Sam memang sebucin itu,"ucap Arbian tertawa renyah mengatakan itu.


Tanpa dia sadari Samuel yang kembali di ruangan nya menuju ruang rapat memasang wajah kesal dan memukul tengkuk pria itu tanpa belas kasihan membuat Arbian menjatuhkan kepala nya ke meja.


Bugh..


"Arghh siaal siapa yang memukul ku hah, berani main belakang, by one sini!"teriak Arbian memutar badan nya langsung berdiri.


Seketika dia berhadapan dengan sang pemimpin aeros yang memasang raut wajah datar dan dingin nya itu, Arbian sontak kaget dan mundur sambil cengegesan.


"By one sampai akhirat?"gumam Samuel kepada sang bawahan itu.


Glek...


Arbian menelan ludah nya kasar ketika mendengar ucapan Samuel, dia mengeleng cepat mengatakan tidak dan menolak ajakan Samuel.


"Eh eh big bos, siapa juga yang berani. Benarkan? Siapa yang berani emang dengan bos kita,"ucap Arbian berusaha membela diri dengan meminta persetujuan teman-teman nya yang ada di ruangan itu.


Mereka hanya diam memasang raut wajah datar mendengar ucapan Arbian, Sadam menaikan bahu nya cuek begitu pun Kevin yang sama sekali tidak peduli dan hanya fokus dengan dokumen nya itu.


"Kau mengatakan kalau big bos sangat bucin,"ucap Sadam seadanya.


Damn bukan nya membantu Arbian, Sadam malah membuat keadaan runyam dengan tatapan Samuel yang masih datar.


"Aku mendengar nya Bian, jangan menjilat ludah mu sendiri. Kau pasti akan tergila-gila dengan seorang wanita, karena itu salah satu takdir kita,"ucap Samuel duduk di kursi utama meja rapat itu.


Huft...


Arbian seketika bernafas lega ketika Samuel sudah menjauhi nya berada dalam jarak yang dekat dengan big bos nya itu bisa membuat nya gila mati kutu karena ketakutan nya yang mendalam.


"Tidak mungkin bos, aku akan melajang sampai mati,"ucap Arbian mengeleng dan menyalakan rokok nya.


"Jika kau mendapatkan wanita bagaimana?"tanya Sadam mulai jahil menyeringai menatap sang sahabat.


Arbian melirik Sadam yang seperti nya sangat penasaran itu, dia menghisap rokok nya dalam lalu menghembuskan nya memenuhi ruangan rapat itu, Samuel tidak mempersalah kan hal itu sama sekali asalkan kinerja mereka baik.


"Dalam konsep mencintai yang sebenarnya? Tidak akan, wanita hanya alat. Tapi mungkin untuk kalian tidak,"


"Jangan menatap ku seperti itu, aku jadi takut, semua orang memiliki pemikiran nya sendiri bukan,"ucap Arbian kepada pria-pria beristri yang menatap nya tajam.


"Okey, i understand. berjanjilah jika kau mendapatkan nya kau akan berpakaian aneh di hari pernikahan mu ahaha,"ucap Sadam tertawa.


"Siaal tidak akan,"ketus Arbian menginjak putung rokok nya kesal.


Bruk...


Samuel memukul meja dengan kuat membuat semua perhatian teralihkan ke arah nya semua orang mulai memasang wajah serius, lalu Samuel melempar berkas itu satu persatu.


"Kurang lebih kalian pasti sudah tahu sistem baru aeros yang aku rencanakan bukan?"tanya Samuel menatap anak buah nya itu.


Mereka semua mengangguk, belum sempat Samuel membuka mulut nya penolakan sudah di dengar oleh nya dari Arbian. Pria itu terlihat berbicara dengan lantang.


Pemimpin aeoros itu menghela nafas nya dia sebenarnya menambah kan itu karena dia tidak mau terlibat banyak urusan di dunia mafia, kecuali berkaitan dengan tugas dari william group.


"Ya, hanya satu pengecualian yaitu perintah dari keluatga william. Kau tahu sistem ini juga bukan keuntungan kecil, kita hanya bekerja untuk para petinggi negara kau tahu? Aku tidak ingin Lenka terseret dengan urusan ku, mungkin saja beberapa kelompok mafia kelas kakap akan masih menganggu aeros,"


"Tapi keputusan ku sudah bulat, ikuti keinginan ku. Aku tahu kalian di sini bukan karena uang, tapi karena kesenangan dan profesi serta keahlian kalian, tapi jangan ragukan ini."


"Mata-mata tidak jauh dari pekerjaan membunuh atau di bunuh, kita mencari informasi tingkat elit. Jadi kalian hanya perlu ikuti perintah ku, jangan menyangkal, atau angkat kaki dari aeros,"tegas Samuel menatap tajam semua orang di sana.


Wakil aeros, serta dua ketua divisi itu terdiam mendengar ucapan pemimpin mereka. Tapi yang dikatakan Samuel memang benar, 11 12 pekerjaan mereka tidak akan berubah beda nya mereka melakukan dan di bayar, bukan berbuat mendapatkan.


"Aku setuju,"


"Aku setuju,"


Ucap Kevin di ikuti Sadam, sedangkan Arbian hanya terdiam. Dia melirik semua orang yang menatap menunggu keputusan nya Arbian mengehela nafas.


"Dasar big bos anda memang terlalu bucin demi nona Lenka sampai merubah hal yang sudah di bangun daddy anda, tapi tolong lah jangan mengusir ku dari aeros. Karena di sini rumah ku,"


"Aku setuju,"ucap Arbian kepada Samuel mengaruk belakang kepala nya dengan datar.


Samuel tersenyum kecil, dia yakin perubahan seperti ini tidak akan membuat aeors goyah sedikit pun. Karena orang-orang yang Sam rekrut bukan orang-orang yang mencari hanya sekedar uang dan gaji yang banyak.


Tapi karena aeros memiliki jiwa solidratis yang tinggi satu sama lain, Samuel tersenyum kecil. Tapi senyuman itu seketika berubah ketika seseorang masuk ke dalam ruangan itu membuat perut Samuel berguncang hebat.


Cklek...


"Bos lapor, tim baru dari informan yang seorang wanita yang anda minta sudah menyetujui untuk datang,"ucap pria pendek yang dapat diketahui anggota tim pengejar dari divisi Arbian itu.


"Loke! Siaal kau sangat busuk!"umpat Samuel berjalan menuju toilet dan memuntahkan isi perut nya.


Seketika Loke yang baru melapor itu memasang raut wajah kaget di bentak oleh sang big bos yang jarang membentak dan biasa nya sering memuji kehebatan menembak nya.


"Bos! Kenapa!"teriak Loke kepada Arbian yang tidak menyangka mendengar pernyataan Sam.


"Ahaha mampus kau sudah membuat mood big bos hancur, kau akan di tendang dari aeros,"tawa Arbian membuat pria pendek itu tambah ketakutan.


Kevin yang melihat itu seketika stay berdiri di depan kamar mandi dan memberikan tisu kepada Sam.


"Ini bos,"


"Hmm, Loke kau busuk pergi lah,"kesal Sam lagi.


"Big bos wajah anda sangat pucat apa anda sakit?"tanya Sadam.


"Kau boodoh, dia bukan seperti sakit tapi seperti pria hamil haha,"tawa Arbian.


Seketika ucapan Arbian membuat semua orang menatap mereka satu sama lain.


"Hamil?"