SAMUEL

SAMUEL
BAB 207



“Begitu sam yang terjadi, pria yang ada di foto itu memberikan kotak yang berisi sebuah gelang yang mengatakan jika itu reward karena aku membeli banyak barang dan sejumlah uang itu karena dia mengatakan jika mereka tidak bisa mencek kartu, pembayaran nya di batalkan!”jawab caroline menjelaskan itu dengan suara serak dan hampir habis.


Sedangkan Samuel? Pria itu terlihat menatap datar caroline mendengar penjelasan wanita itu sedemikian rupa mungkin, Samuel terlihat paham dengan yang caroline katakan.


“Lalu bagaimana kau yakin jika dia pelayan di toko tempat kau membeli barang itu?”tanya Samuel sekali lagi.


“Karena dia ada di toko itu dia juga yang merekomendasi kan aku berbagai hal Samuel, kau bisa mencek nya di cctv jangan lewat kan hal kecil Sam.”ucap caroline melanjutkan kata demi kata nya dengan mantap dan jelas.


Pria itu terlihat terdiam entah kenapa perkataan caroline dari sini mulai masuk akal, saat pria itu terdiam seketika sadam yang tadi nya juga dia melihat sebuah pesan masuk dari ponsel nya, pria itu terdiam menatap isi pesan tersebut.


“Big bos,”panggil sadam mengkode pria yang sedang duduk di depan nya itu.


Samuel terlihat memutar wajah nya menatap sadam dan menaikan satu alis nya seolah bertanya dengan maksud apa diri nya memanggil di saat suasana serius ini, sadam mendekat lalu berkata.


“Seperti nya wanita ini benar. Aku menemukan sebuah kejanggalan dan anak buah ku menemukan bukti email yang di hapus dari data pesanan mall tersebut dengan pihak manajer, lalu tuan besar William menunggu di ruang khusus utama sekarang.”jelas sadam mengatakan itu.


“Daddy?”gumam Samuel merasa heran.


Pria itu langsung berdiri dari duduk nya bersiap keluar dari ruangan gelap dan pengap itu tetapi dia yang mengingat kata Lenka yang mengatakan jika caroline tipe wanita yang tidak akan merusak hubungan mereka, ya Lenka yang seorang psikolog dapat membaca reaksi wanita itu apakah dia berkata jujur atau tidak.


Dan benar saja saat pertemuan pertama nya dengan caroline Lenka sudah mengatakan apa yang dia rasakan kepada Samuel, benar saja jika caroline tipe orang sedikit takut takut mendekati Samuel seolah ada seseorang yang mendorong dan memaksa nya untuk melakukan semua hal itu.


Langkah kaki Samuel berhenti di depan pintu pria itu menatap Jastin yang mengikuti nya dengan beberapa pria lain nya.


“Jastin bawa dua wanita itu di ruangan aeros berikan caroline baju bersih, jaga mereka jangan sampai lepas. Aku ingin menyelesaikan semua ini dan menemukan pelaku yang sebenar nya baru aku akan melepaskan mereka, kau yang mengatur jangan sampai kabur.”ujar Samuel berlalu pergi dari sana.


“Lah tuan kok aku sih?”teriak Jastin kepada Samuel yang menjauh dari ruangan itu.


Yah padahal Jastin sudah sangat berharap akan ikut dalam misi besar kali ini tapi dia malah di hadap kan dengan dua tahanan yang harus dia jaga, yang mau tidak mau harus Jastin urus. Pria kecil itu memutar badan nya dan mengeleng.


“Kalian berdua lepaskan mereka,”ucap Jastin.


“Kau melepaskan aku?”tanya caroline dengan senang.


“Mereka tidak menginginkan ku lagi kan? Aku serius berkata dengan jujur,”jelas caroline kepada Jastin.


Ayolah Jastin sama sekali tidak peduli dengan apa yang di katakan oleh caroline, dia hanya ingin duduk santai sambil mengopi dan mencelup kan pisang goreng panas ke dalam minuman nya Arghh pasti sangat nikmat batin pria itu.


“Entahlah nona, tapi big bos kami mengatakan untuk menjaga mu dahulu sampai peran utama nya keluar dari kandang,”


Mungkin bagi Jastin itu adalah hal lucu tapi bagi caroline itu adalah sesuatu yang membuat nya sangat merinding gadis itu yang di lepaskan tali nya hanya dia menunduk dan mendekat kepada mama Samuel yang diam seribu bahasa entah apa yang dia pikirkan karena wajah wanita itu terlihat pucat.


“Mama tidak apa apa?”bisik caroline.


“Line mama tidak menyangka Samuel yang di gosip kan itu memang benar ada nya dia iblis bagaimana Lenka mau menikahi nya, aku sangat takut dan ingin keluar dari sini,”ucap mama biologis Samuel itu.


Ya dari tadi wanita paruh baya itu hanya bisa terdiam ketika mendengar caroline yang di interogasi dia hanya bisa memutar wajah nya, perut nya bergejolak hebat menatap sebuah hewan buas di kandang berada tepat di belakang nya.


Serta bau amis yang sangat menusuk hidung dan ada beberapa tengkorak yang tergantung dengan lama dan posisi gantung diri, entah itu tengkorak manusia atau hanya pajangan saja wanita itu tidak tahu.


Yang dia tahu kebenaran di sini dia tidak akan mendekati Samuel lagi, dia menyesal. Wanita itu ingin sekali muntah menatap lantai ruangan itu yang seolah di selimuti oleh darah yang sama sekali tidak pernah di bersih kan itu.


“Hei wanita peyot itu pucat, apa dia sakit?”tanya Jastin kepada caroline.


“Jangan memanggil nya peyot!”teriak caroline dengan kesal.


“Terserah kau aku tidak peduli, tunggu kenapa wanita peyot itu terus menatap ke segala arah?”


“Hei mama Samuel yang tidak di anggap jika kau ingin tahu kisah kelam ruangan ini mari kita mengopi di ruangan yang lebih baik dari ini, mungkin saja kau ingin tahu jika lantai yang sekarang kau injak tanp alas kaki itu adalah muntahan darah manusia,”


“Atau pun tengkorak hidup itu, ini sangat menarik,”tawa Jastin dengan seram nya.


Bagaimana Jastin bisa tertawa menjelaskan itu semua, caroline yang mendengar itu berusaha mengontrol perut nya agar tidak memuntah kan segala yang ada mendengar hal mengerikan dan yang membuat nya pusing.


‘Aku harap pelaku yang ingin melukai Lenka segera di temukan, agar aku bisa kembali menemui mama dan papa secepat mungkin, ma pa tunggu line di rumah ya.’ Batin gadis dengan hati yang tertonjol.


Drap… drap..


Langkah kaki Samuel yang lebar berjalan melewati beberapa ruangan di markas aeros yang luas itu di ikuti beberapa bodyguard nya, pria itu membuka pelan pintu ruangan khusus kendali markas aeros.


Krit..


“Dad ada apa kau kemari?”ujar Samuel setelah membuka pintu ruangan itu dia dapat melihat seorang pria paruh baya yang masih tampan dengan rambut putih nya itu.


“Sam seperti nya kau salah menangkap tikus kali ini,”