
"Sam Aku sudah bilang Aku baik-baik saja,"ujar seorang gadis yang sedang berbaring dengan wajah cemberut.
Sedangkan pria itu uring-uringan membawakan kompres dan masakan nya ke atas nakas meja kamar itu, Lenka yang menatap itu menatap kesal Samuel yang sangat berlebihan.
"Sam, ayolah,"ujar Lenka duduk dari posisi berbaring nya itu.
"Apa yang kau lakukan, berbaring lagi,"ucap Samuel dengan wajah khawatir kepada gadis nya itu memaksa nya berbaring dengan cara mendorong nya pelan ke kasur.
Bruk..
Tubuh Lenka kembali terbaring di kasur, gadis itu melirik kucing nya yang sudah anteng tidur di atas sofa, karena Samuel melarang nya satu kasur dengan Lenka.
"Biarkan Samuel berbaring bersama ku,"ujar Lenka dengan wajah memelas.
"Baiklah, jika kau memaksa,"ucap Samuel naik ke kasur dan berbaring di samping Lenka.
Brak..
Lenka menendang tubuh Samuel hingga terjatuh ke lantai, gadis itu terkejut karena Samuel yang tiba-tiba berbaring dan memeluk nya.
"Maksud ku Samuel kuadrat,"ketus Lenka menunjuk kucing yang sedang tertidur pulas.
Samuel yang terjatuh dan dengan posisi terduduk di lantai itu memutar wajah nya menatap kucing itu dengan tatapan kesal.
"Kucing si@lan Dia mendapatkan keuntungan dari mu, Dia itu kucing jantang babe," kesal Samuel menatap Lenka dengan wajah tidak terima.
"Pftt Dia seekor kucing Sam, bukan manusia,"ucap Lenka tertawa mendengar rengekan Samuel yang terdengar aneh itu.
"Aku tidak tahu alasan nya, yang penting jangan sampai Dia tidur satu kasur dengan mu, jika itu terjadi kau harus tidur dengan ku terlebih dahulu,"ujar Samuel menyeringai tipis menatap Lenka.
"Terserah,"ketus Lenka menyelimuti badan nya dan memejamkan mata nya.
Pria itu menemani Lenka sampai tertidur lelap, posisi nya Samuel yang duduk di tepi ranjang dengan mengusap surai panjang Lenka.
"Badan nya saja panas, keras kepala,"gumam Samuel yang merasakan panas tubuh Lenka dari usapan pada leher nya.
Sebenarnya pria itu tidak tega meninggalkan Lenka tertidur sendirian, tapi Dia juga tidak mau melanggar peraturan dalam prinsip seorang pria yang telah di ajarkan Daddy nya, jangan pernah tidur satu kamar dengan wanita karena itu berbahaya.
"Aku akan kembali,"gumam Samuel mengecup kening Lenka dan menutup pintu kamar itu dengan pelan.
Suara dentingan spatula beradu dengan alat masak dapur lain nya, membuat Lenka yang tertidur itu mendengus kesal harus bangun di pagi cerah yang indah ini, Dia menatap jam dinding yang masih menunjukan pukul 7 pagi.
Gadis itu berjalan ke kamar mandi, sekalian bersiap untuk pergi ke rumah sakit karena jadwal nya yang seperti nya akan di laksanakan kali ini cukup padat.
"Kau sudah baikan?"tanya Samuel yang duduk di atas meja makan dengan jas yang sudah terpasang rapi.
"Iya,"ucap Samuel dengan raut wajah datar nya memakan makanan nya dan menyodorkan makanan itu ke mulut Lenka.
Gadis itu menerima dengan senyuman nya, walaupun Samuel cuek dan hanya memasang wajah datar, Dia akan tersenyum hanya ketika berhasil mengoda Lenka.
"Enak?"tanya Samuel melihat Lenka yang duduk di samping nya mengangguk antusias.
Mereka makan dalam satu piring bersama dan sendok yang sama, seolah menegaskan jika mereka memang memiliki hubungan yang dekat, saus tomat tidak sengaja mengenai hidung Lenka, membuat Samuel yang menatap itu mengelap nya dengan tangan nya.
Deg.. deg..
"Sam, jantung ku berdetak, seperti nya Aku bisa gil@,"gumam Lenka memegang dada nya lalu tertawa.
"Sam,"panggil Lenka.
"Call me babe," ujar Samuel yang tidak suka Lenka yang terus memanggil nama nya.
"Babe?"ucap Lenka dengan pengucapan yang canggung.
Pria itu menyeringai kecil menatap Lenka, astaga gadis itu seperti nya sangat berharap menerima perlakuan manis kembali oleh Samuel.
Dengan posisi masih memegang piring, Samuel mendekatkan wajah nya kepada Lenka, pria itu menyeringai lalu menjil@t bibir gadis itu dengan lid@h nya, membuat wajah gadis itu bersemu merah karena malu.
Deg.. deg..
"Jangan mengoda ku,"bisik Samuel pelan mengusap saus tomat yang tersisa di tepi bibir nya.
Lenka membuang wajah dengan wajah kesal Dia meminum air nya dengan cepat dan menyambar tas nya.
"Dasar mesum,"teriak Lenka menutup pintu apartemen.
Sedangkan Samuel yang menatap gadis nya itu marah hanya bisa tertawa puas melihat Lenka yang kembali kesal karena godaan nya itu, Samuel membersihkan piring nya dan berangkat terpisah tanpa Lenka.
"Dia sangat mengesalkan,"kesal Lenka berjalan menuju RS yang dekat dengan apartemen nya itu.
Di sisi lain seorang wanita cantik tersenyum senang, gaya yang berani dengan aksen hitam dan rok mini bewarna hitam serta stocking nya yang berpadu itu, berjalan melengang di trotoar.
Brak..
"Hey what are you doing,"teriak wanita itu berambut merah nyentrik itu kesal mengumpat seorang gadis cantik berjas dokter itu yang tidak fokus berjalan.
Lenka yang baru tersadar sudah menabrak seseorang seketika panik, Dia cepat-cepat membantu mengambilkan tas wanita itu.
"Maaf tante, Aku tidak sengaja,"ucap Lenka memberikan itu.
Gadis itu melirik dari ujung kaki dan ujung rambut wanita itu yang terlihat sangat norak di mata nya, tapi itu tentu cocok dengan Dia terlihat cantik, tapi tunggu ini di indonesia gaya seperti itu di siang hari akan mengundang cemooh dan tatapan.
"Bocah si@lan umur ku masih 34 tahun, jangan memanggil ku tante, mata mu di mana,"kesal wanita itu berjalan melengang pergi meninggalkan Lenka yang mengeleng menatap tingkah nya.
Kevin yang sedang menyetir mobil itu, seketika mendapat panggilan terus menerus seperti sebuah teror, lama pria itu tidak mengangkat membuat nya merasa tidak tahan dan kesal.
"Apa hah?!"teriak Kevin dengan nada kesal.
"Kevin, di mana apartemen Sam,"teriak wanita itu manja.
Seketika Kevin mengalihkan pandangan nya kepada Samuel yang juga menatap diri nya dengan tatapan acuh tak acuh, dan melanjutkan nya dengan melihat tab nya.
"Bagaimana pun cara nya tarik Dia kembali ke Italia,"gumam Samuel kepada Kevin.
Asisten Samuel itu tampak frustasi, ini juga salah nya karena wanita itu, Samuel jadi ikut-ikutan oleh masalah nya.
"Kau datang ke markas, Aku akan berbicara,"ucap Kevin mematikan ponsel nya.
Kevin menatap layar ponsel nya dengan menghela nafas melirik Samuel yang untung saja tidak marah kepada nya.
'Black code si@lan gadis itu sangat tidak cocok untuk ku, sudah mati pun kau menyusahkan ku Dad!' batin Kevin frustasi.