SAMUEL

SAMUEL
BAB 70



Umpatan itu di layangkan oleh Sam kepada para pria hidung belang yang tadi terus menatap ke arah gadis nya, tanpa izin atau apa pun Lenka langsung di gendong Samuel untuk meninggalkan tempat.


"Ayo pulang,"ujar Sam mengendong gadis nya itu ala bridle style ke pelukan nya.


Lenka yang tiba-tiba di gendong itu tentu sontak kaget dan takut jatuh langsung mengalungkan tangan nya ke leher Sam, semua orang yang melihat hanya menjadi totonan gratis.


"Sam tapi aku baru sampai, kenapa harus pergi\~,"rengek gadis itu memukul dada bidang Samuel dengan keras menggunakan tangan mungil nya.


Tangan kecil Lenka itu tidak dapat di rasakan oleh Samuel, dia hanya mencuekan rontaan Lenka dan meninggalkan lokasa itu, sedangkan pria yang marah tadi berhadapan dengan Kevin.


"Panggil teman mu, enak saja dia menghina ku lalu pergi,"ketus pria itu masih merangkul kekasih nya.


"Jangan ikut campur, sebaiknya kau tutup mulut dan diam sebelum bos memerintah kan kami untuk meny@yat tubuh mu menjadi bagian terkecil,"jelas Kevin dengan raut wajah datar nya.


Bugh..


Pria itu yang kesal bukan nya mendengar ucapan Kevin tapi dia malah melayang kan pukulan ke wajah pria itu, tapi pukulan itu tidak kena sama sekali, malah dia memukul udara serta membuat tubuh nya berputar dan terjatuh ke tanah.


Hahaha...


Tawa dari semua orang di sana membuat riuh keadaan, dengan kesal pria itu berdiri dan membersihkan jas nya.


"Bocah mencari masalah satu pukulan wakil ketua akan membuat wajah mu retak,"jelas Sadam.


"Ck si@l,"umpat pria itu pergi menarik tangan kekasih nya dari sana.


Huu....


Sorakan terdengar jelas mengejek rombongan pria itu yang pergi tanpa mau menyelesaikan masalah mereka, Agalista yang melihat Kevin sibuk itu dan belum menyadari aksi nya berjalan mundur perlahan mengendap pergi dari sana.


"Kenapa dia ada di sini sih, aku kan mau bersenang-senang,"bisik Agalista pergi menuju sebuah jalanan kampus yang sepi dan bersembunyi di sebalik kursi taman.


Agalista terus celingak celinguk menunggu jika pria itu sudah pergi menjauh dari nya, dia sangat khawatir jika Kevin akan memarahi habis-habisan dan memberitahu kelakuan nya kepada sang daddy.


"Kenapa pria itu ada di sini sih,"ketus Agalista.


"Karena dia mencari tunangan nya yang meninggalkan masalah di rumah,"jawab seseorang.


"Aku tidak begitu, aku hanya mengerjai nya, siapa suruh dia mengatakan akan balas dendam, jahat bukan,"keluh Agalista kembali.


"Hmm ternyata aku jahat setelah kau memakai black card itu sayang,"balas seseorang kembali.


"Aku ti--,"


Perkataan Agalista tercekat seperti nya dia baru menyadari kesalahan nya di mana saat ini, yaitu siapa yang berbicara dengan nya itu, padahal dia rasa sudah berhasil kabur, wanita itu memutar wajah nya pelan bagaikan slowmotion lalu menatap pria yang berwajah datar melipat kedua tangan nya di dada.


"Nona Agalista, apa ada yang bisa di jelaskan?"tanya pria itu dengan senyum mengancam nya.


Sepersekian detik Agalista menatap Kevin hingga akhirnya 1, 2 , 3


Aaaaaaaa


Teriakan mengema terdengar jelas di telinga Kevin, seperti nya gadis itu belum meyadari kalau itu adalah Kevin posisi Kevin yang berdiri di gelap membuat wajah pria itu tidak jelas, Agalista terkejut dan menangis.


"Pergi kau, hantu si@lan pergi jangan menakut nakuti ku hiks hiks,"tangis Agalista menutup wajah nya dan menyembunyikannnya di dress hitam nya.


"Kau kenapa?"tanya Kevin yang malah panik melihat wanita nya itu kaget melihat diri nya yang datang tiba-tiba padahal Kevin mengikuti nya dengan jalan memutar sedari tadi.


Hiks.. hiks..


"Siapa di sana, kalian berbuat m3sum yah!"teriak satpam itu ingin mempergok mereka berdua.


"Si@l kenapa di saat seperti ini,"ketus Kevin.


Pria itu langsung mengangkat tubuh Agalista ke dalam pelukan nya dan membawa gadis itu menjauh agar tidak ketahuan oleh satpam atau mereka akan berakhir di pos itu sangat memalukan bagi image Kevin.


Mereka berhenti di sebuah pintu masuk fakultas ekonomi, Kevin sesekali melirik dan menurunkan Agalista yang diam, wanita itu menatap Kevin cemberut.


"B0doh kenapa kau menangis,"ketus Kevin mencubit pipi wanita berambut merah itu dengan gemas serta kesal.


"Maaf, aku kira kau setan Kev, habis nya badan mu dari atas aku duduk kesan nya seperti raksasa,"keluh Agalista memberikan alasan nya.


Gyut...


Kevin yang mendengar penjelasan itu kembali menarik pipi Agalista dengan gemas, dia menghela nafas, pipi wanita itu sudah merah akibat tarikan nya.


"Aww sakit,"keluh Aga.


"Karena kau sangat b0doh, sejak kapan kau percaya setan, apa karena kau tinggal di indo sudah lama hah? Padahal kau belum cukup tinggal 2 bulan di sini, dan kau memiliki pistol, gadis mafia macam apa kau tembak saja,"kesal Kevin menceramahi wanita nya itu.


Baru kali ini Kevin bicara panjang lebar alasan nya karena gadis di depan nya saat ini, gadis yang membuat nya kesal sekaligus ingin tertawa karena perkataan abstrak nya.


"Sudahlah sebaik nya pulang, dan terima hukuman mu di rumah!"ketus Kevin menarik tangan wanita itu pergi.


Otak wanita berusia 32 tahun itu tampak loading dengan perkataan Kevin, lalu Agalista yang mengerti maksud Kevin melepaskan gengaman tangan Kevin.


"Hukuman apa,"tanya Aga memastikan.


"Akan aku ajarkan menjadi istri yang baik dan sesungguh nya, itu hukuman mu,"tegas Kevin.


Wajah Agalista seketika memerah bisa-bisa nya Kevin meminta nya hal tidak senon0h itu saat mereka masih tunangan, Agalista kembali berbicara.


"Jangan Kevin, aku masih polos jangan rusah aku, aku belum mau memberikan nya sekarang, jangan buru-buru kau belum mencintai ku, tapi lebih baik jangan, ah pokok nya tidak mau!"teriak wanita itu manja.


"Polos apa ini demi masa depan,"teriak Kevin.


Mereka akhirnya pulang ke apartemen sedangkan saat ini Gisel tampak celingak celinguk mencari Agalista yang tadi di dekat nya.


"Mencari siapa?"tanya seseorang dengan suara berat nya.


"Kak Sadam!"teriak wanita itu terkejut.


"Saya di sini dari tadi,"jawab Sadam seadanya.


"Kak Aga nya mana yah?"tanya Gisel dengan cemberut.


"Dia sudah di bawa pulang wakil ketua,"jelas Sadam.


Gisel tampak berpikir siapa wakil ketua dan dia baru paham ketika Lenka pernah mengatakan itu adalah Kevin.


"Kak Kevin, lah kok di tinggal sih,"gumam Gisel menunduk.


"Saya antar pulang,"tawar Sadam.


"Mmm Kak, apa kau mau menjadi pasangan promi night ku malam ini, sebentar saja,"