
Masih dalam suasana yang tegang. Putri Kerisia kini membidik tepat pada arah mendaratnya siluman raksasa itu.
Jaraknya sekitar 200 meter lebih, dan ketika sepersekian detik siluman hampir mendarat, tembakan langsung dilontarkan, 'Siuw'.
Kecepatannya melebihi tembakan energi biasa dan mampu menjangkau hingga 1000 meteran, maka suara 'Duar' menjadi bukti energi telah meledak, meledak tepat pada posisi mendaratnya siluman raksasa. Menghanguskan sekujur tubuhnya.
“GWWAAAAAAAAAH ...!”
Sukses! Siluman itu terpapar seluruh ledakan, terlingkupi ledakan panas berapi itu.
Sedetik setelah itu, Putri Kerisia tak mau memberikan kesempatan bagi siluman barang sekejap saja, maka sinar bola energi ungu melesat kembali, lalu 'Duar' sinar meledak pada posisi siluman.
Tak hanya satu kali!
Tembakan sinar energi ungu lagi dan lagi tertembak melesat, 'Duar' 'Duar' 'Duar' 'Duar' suara ledekan mengisi suasana merasuk kentara pada gendang telinga, saat itu ledakan sampai membuat siluman sama sekali tak terlihat, terhalang oleh api dan asap ledakan, terlebih ledakan mampu memberikan penerangan di sekitarnya.
Memberi cahaya, tetapi juga memberikan ketakutan. Lesat dan melesat tembakan energi ungu pada posisi siluman, meledak hebat membentuk panas sekaligus asap hitam yang membumbung menuju langit.
Ledakan membesar, membuat siluman raksasa seperti tak ada di sana.
Tapi sejenak Putri Kerisia berbuntang, menghentikan tembakannya. Karena secara mendadak, dari ledakan itu laser hijau telah melesat kearahnya, kecepatan yang tak dapat dihindari, bahkan sekali pun oleh dua rekannya, mereka tak bisa menghindar!
'BLASSSSSSSH' tersorotlah Putri Kerisia, sekujur tubuhnya tersorot laser hijau mematikan itu. Sedangkan rekan-rekannya pun terkejut dan saat Logia melepaskan genggamannya, secara refleks Arkta langsung menarik Putri Kerisia, melenyapkan formasi serangan rencana A. Dan bersama lenyapnya laser mematikan itu, seketika Arkta membawa Putri Kerisia turun mendarat, diikuti oleh Logia.
Api ledakan mulai berkurang, asap pun mulai berkurang, semua itu cepat sirna karena di sini oksigen tipis.
“GHROOOOOOOAAAAAAR ...!”
Raungan siluman raksasa itu menandaskan kalau eksistensinya masih layak dipermasalahkan.
Dia berdiri, benar-benar berdiri seakan-akan ledakan tadi sama sekali tak memiliki dampak mematikan. Tapi fakta yang cukup mencengangkannya adalah sekujur tubuhnya telah diselimuti api, lebih-lebih rambut lebat dikepalanya terbakar oleh api dan itu terlihat seolah kepalanya memang memiliki rambut api, dia sama sekali tak kepanasan, atau tepatnya, siluman itu telah bermutasi.
Arkta serta Logia telah mendarat, namun hanya Arkta yang berusaha menyembuhkan Putri Kerisia, sang putri bangsa Barat kini terbaring sekarat tak berdaya. Kalau tadi tak cepat-cepat ditarik pastilah Putri Kerisia telah tewas.
Meski dalam kenyataannya Putri Kerisia tak mungkin tewas, dia tetap harus menyembunyikan kemampuan hebatnya.
Di sana Logia berdiri dengan raut muka getir nan dilema. Siluman itu kini tubuhnya diliputi api, malah kepalanya pun telah membara api yang besar, mengisi kembali kekuatannya. Dan hal itu memicu jiwa Logia melontarkan komentar, “Siluman itu sekarang malah bermutasi!”
Mendengar itu, Arkta hanya berujar, “Yang harusnya dipertanyakan itu adalah mengapa siluman itu tiba-tiba muncul dan menyerang?”
Dengan menoleh ke kiri pada Arkta, dengan serius Logia membalas, “Dia siluman, kemungkinannya saat ini, ya ... ingin menyantap kita.”
Tak ada tanggapan berarti dari Arkta, hanya tetap menyalurkan energi ungunya supaya cepat-cepat Putri Kerisia pulih.
Hanya saja kala pandangan Logia kembali pada siluman raksasa itu, secara tak terduga, saat siluman berusaha memperkuat kembali tubuhnya; memyembuhkan diri. Haro secara cepat melesat kembali dengan menghantamkan gada berliannya tepat pada kepala siluman raksasa itu.
Tapi ada saat, di mana kala Haro yang hendak menyerang lagi, secara mendadak kepala siluman itu menoleh pada Haro, memandang Haro dengan bola-bola energi nuansa hitam yang melesat dua kali lipat lebih cepat dari sebelumnya.
'Buufs' 'Buufs' 'Buufs' puluhan bola energi itu berhasil menghajar tubuh Haro, mendorongnya ke belakang dengan gada yang terlepas dari genggaman.
Haro langsung terpojok oleh puluhan tembakan energi yang mencecar dirinya, sulit untuk membalas atau menghindar, karena serangan itu begitu cepat, sekedipan mata.
Lebih dari itu, sang siluman melompat dengan tinjuan tangan kanannya yang diarahkan pada Haro, 'Buk' dan itu berhasil mengenainya, 'Woush' Haro terpental sangat jauh, melewati jarak 100 meter lebih, terseret ke tanah hingga mengepul.
Tanah yang berdebam pun menjadi tanda kalau siluman telah mendarat mulus dengan tubuh yang masih diselimuti api.
Syukurnya Haro masih sempat membentuk perisai pelindung nuansa hijau, sehingga dirinya tak terluka begitu parah, namun mantra Kesehatan tetap dirapal demi menghilangkan luka dari bola energi siluman raksasa.
Logia pun melesat terbang, dia menembakkan bola-bola energi nuansa merah pada kepala api siluman raksasa itu.
Sadar akan hal itu, siluman berputar gesit dan netra gelapnya kembali menembakkan sinar hitam pada setiap bola energi Logia.
'Buafs' 'Buafs' 'Buafs' seluruh bola energi beradu dan sirna. Logia terbang mengelilingi sang siluman dengan terus menembakinya oleh bola-bola energi.
Tetapi demikian, siluman raksasa itu pun tak begitu saja pasrah, dia berputar mengikuti arah terbang Logia, terlebih sambil terus menembakkan puluhan bola energi nuansa hitam yang beradu di udara.
Tak lebih dari tiga menit, siluman raksasa lantas mengerahkan segenap kekuatannya, dia berputar cepat tanpa pening, membuat bola-bola energinya lebih unggul ketimbang bola energi Logia.
'Buafs' 'Buuf' 'Buuf' 'Buuf' bola energi yang cepat langsung mengenai Logia, terlalu cepat hingga tak mungkin Logia menghindar.
Maka puluhan tembakan seketika melukai Logia, menghentikannya untuk menembak.
Tapi saat itu berlangsung, Haro telah kembali untuk bertempur, dia melesat dari langit kembali dengan gada berliannya, lalu meluncur dari atas ke bawah 'Siuw' 'Buak' terpukullah kepala siluman raksasa itu hingga tumungkul terkena hantaman dari gada milik Haro. Tapi masih belum melemahkan siluman.
Logia meluncur ke tanah, 'Bruk' dia langsung terkapar di sana, terluka, namun dengan sekejap mata pulih kembali, karena bagaimana pun sihir kesehatannya bekerja cepat.
'Siuw' 'Siuw' 'Siuw' Logia, Arkta serta Putri Kerisia melesat terbang ke atas, tepatnya ke atas langit.
Putri Kerisia pulih sangat cepat, selain berbakat, dia memang tak mungkin mati.
'Buak' 'Buk' 'Buak' 'Buk' kali ini gada milik Haro berusaha memukul dari segala sisi sang siluman, mencari titik kelemahannya dan tentunya siluman ini malah bertahan dengan mencoba menangkis segala hantaman menggunakan ke dua tangannya. Haro bergerak cepat, dan siluman pun masih mampu berdiri dalam bertahan.
“Formasi B!” titah Putri Kerisia.
Kembali Arkta serta Logia memegang sayap Putri Kerisia yang sekaligus kali ini mengalirkan energi sihir mereka.
Ke dua tangan kembali diulur ke depan, telapak tangan Putri Kerisia kembali dibidik pada sang siluman raksasa. Mereka terbang dalam ketinggian 300 meter dari permukaan tanah.
Energi ungu pun memancar kembali, kemudian merekah di depan tangan Putri Kerisia dan telah siap untuk menyerang.