Nurvati

Nurvati
Episode 100: Risiko Kematian Dalam Pertarungan Penyelamatan.



Ketegangan suasana tetap merebak pada setiap orang serta lingkungan sekitar.


'Drap' Zui telah mendarat dengan selamat di atas akar, tatapan fokusnya tertuju pada seluruh anak yang tak sadarkan diri itu. Dia harus lekas-lekas menyelamatkan semuanya.


Bersamaan dengan seekor siluman laba-laba yang menembakkan jaring pada Zui, Zui meniup angin, tanda ilmu Relativitas Waktunya dilakukan lagi.


Jaring berhasil mengenai tubuhnya, membalut tubuh Zui, tetapi anehnya, yang dijerat jaring tersebut adalah laba-laba itu sendiri; mereka bertukar posisi.


Lebih-lebih ke dua tangan Zui telah membentuk trisula emas, yang langsung ditancapkan pada perut siluman tersebut dengan hasil mematikannya.


Ke lima anak terus menembak para siluman laba-laba dan tentunya siluman laba-laba menembakkan jaring dari mulutnya pada anak-anak.


Tangan kanan Darko mendadak terjerat jaring laba-laba, dia tak mampu menghancurkan jaring tersebut dengan energinya. Jelas siluman laba-laba menarik jaringnya dengan ke dua tangannya yang berotot, menarik Darko sebagai buruannya yang tertangkap.


“Argh! Sialan ...,” umpat Darko yang tertarik oleh jaring yang melekat kuat di tangan kanannya.


Netra Quin menatap itu sebagai bahaya, membuatnya bergerak cepat menuju Darko.


'Slash' Quin berhasil memotong jaring laba-laba itu dengan pedang yang dibuatnya.


“Jaring itu menyerap energi!” kata Darko yang mengungkapkan pengalamannya dengan berusaha melepaskan sisa jaring di tangan kanannya.


Hal itu jelas menjadi informasi yang penting bagi seluruh anak.


'Buuff' 'Buuff' 'Buuff' terus berlangsung tembakan bola-bola energi pada para siluman, namun itu nampak tak terlalu berguna.


Membuat jaring-jaring mulai tersebar secara acak, membentuk untaian-untaian jaring lengket yang mempersempit ruang gerak.


“Cepat, gunakan benda tajam dan terus ke atas hutan!” titah Nerta dengan menggenggam dua bilah pisau.


Seluruh anak pun nampak demikian, mereka memotong berbagai jaring dengan benda tajam, terus terbang menuju rimbunnya dedaunan pohon, yang mungkin akan sangat sulit untuk menerobos dedaunan ini.


Menyadari kesulitan itu, Derka membuat sebilah pedang yang lantas mulai memotong dedaunan pohon, menebas segala ranting demi membuka jalan. 'Shrak' 'Shrak', agak sulit memang tapi tetap dilakukan sekeras mungkin, melenyapkan serta menyingkirkan yang menghalangi jalan.


Sedangkan anak-anak lainnya tengah sibuk memotong jaring-jaring laba-laba yang usaha mereka sama sekali terlihat tak berguna. Namun untung bagi mereka masih sanggup menghindari segala jaring laba-laba meski harus berjauhan, itu tak mengurangi daya pertahanan mereka.


'Buuff' 'Buuff' bola-bola energi nuansa merah kembali tertembak dan ini dari Darko.


“Aku sudah membuka jalan, cepat lewat sini!” titah Darko keras-keras.


Semuanya menyadari jalan keluar yang dibuat Darko. Jalan itu bahkan sampai menampakkan sorot cahaya baskara yang menerobos menuju gelapnya hutan.


Arista adalah anak pertama yang berhasil keluar, lalu disusul oleh Gorah, kemudian Quin lalu Darko dan berakhir pada Nerta.


Maka ke lima anak berhasil berada di atas hutan Kematian, bersama terik baskara yang bersinar mereka terbang lebih tinggi.


“Semuanya! Kita serang mendadak!” seru Nerta dengan lantang nan tegas.


Seketika seluruh anak membentuk gunting serta kapak. Lalu 'Woush' semua melesat kembali dan kali ini melesat menerjang rimbun pepohonan dari arah lain.


'Khrosak' Quin muncul dari Tenggara menembus rimbunnya dedaunan dan langsung melesat menuju seeokor siluman laba-laba yang berdiri di batang pohon.


'Clap' saat kapak berhasil mengenai kepala siluman itu, Quin dengan membentuk lagi sebilah pedang dari tangan kirinya, dia lantas menebas secara vertikal tubuh siluman laba-laba itu, 'Slash' yang seketika tubuh siluman menjadi terbelah dua dan tewas seketika.


'Khrosak' 'Khrosak' dari Timur Laut Darko menembus rindang dedaunan pohon melesat menuju seekor siluman dan dari arah Selatan Gorah pun menerjang rimbunnya dedaunan pohon melesat menuju seekor siluman.


Di sisi yang berbeda, mereka membiarkan tangan kiri terkena jaring, namun seraya melempar kapak pada siluman tersebut.


'CLAP' 'CLAP'. Kapak berhasil mengenai kepala sang siluman yang langsung membuat Darko serta Gorah, selepas menggunting jaring ditangannya, mereka langsung menebas tubuh siluman secara vertikal dari atas ke bawah, 'Slash' yang langsung membuat siluman-siluman itu tewas seketika.


Tak hanya mereka saja yang berhasil, Arista serta Nerta berhasil membunuh seekor siluman, yang kini tersisa 4 siluman laba-laba lagi.


Di lain sisi, Quin serta Darko telah terbang bersama dengan menembakkan bola energi pada seekor siluman laba-laba yang berdiri di batang pohon.


Saat jaring berhasil mengenai mereka berdua, yang memang ini rencananya: mengalihkan perhatian.


Gorah tiba-tiba melempar kapak pada siluman tersebut, 'Clap' dan berhasil mengenai bahu kanannya.


Secepat mungkin Gorah meluncur dari atas ke bawah dengan pedang yang langsung menebas siluman tersebut 'Slash'.


Siluman pun meluncur ke akar, yang lalu 'Bruk' tewas seketika.


Baru saja Quin serta Darko melepas tubuh dari jerat jaring siluman laba-laba, mereka terpaksa harus kembali terjerat oleh jaring dari dua siluman sekaligus, jaring-jaring mereka melekat kuat pada tubuh Darko serta Quin dan berusaha menangkap mereka.


Tapi itu tak berlangsung lama, Arista serta Nerta telah tanpa terduga berhasil menebas dengan pedang pada masing-masing siluman laba-laba tersebut yang langsung mengakibatkan dua siluman itu meluncur menuju akar pohon dan 'Bruk' tewas seketika.


Namun demikian, Quin serta Darko yang masih terjerat jaring laba-laba masih membutuhkan bantuan untuk lepas dari jeratan jaring.


“Teman-teman tolong aku!”


Itu adalah kalimat permintaan tolong dari Gorah, di pohon lain, dirinya tengah dijaring pula oleh seekor siluman laba-laba.


“Arista, aku akan bantu Gorah!” kata Nerta dengan tegas dan buru-buru melesat pada Gorah.


Arista mengangguk dengan meluncur ke arah jatuhnya Quin serta Darko, mereka jatuh cukup keras pada akar pohon dan pastinya terluka.


Gorah telah dibalut jaring putih laba-laba dan telah ditempelkan pada batang pohon.


Nerta melesat dengan cepat sambil membentuk dua kapak dan langsung melemparnya pada siluman laba-laba yang berwujud setengah manusia itu.


'Siuw' 'Siuw' namun 'Dhap' satu kapak malah menancap pada batang bohon sedangkan satunya lagi jatuh ke bawah, ke dua kapak meleset dari sasaran.


Siluman itu menghindar menuju ke belakang pohon, tetapi dia tak secepat Nerta yang mengikutinya dengan menembakkan bola-bola energi nuansa putih, 'Buuff' 'Buuff' 'Buuff' 'Buuff' seluruh bola energi pun sayangnya meleset.


Tapi ini belum usai, Nerta kembali berputar arah menuju sisi satunya, kembali pada Gorah. Dia terbang cepat-cepat berlawanan arah sekalian membentuk dua kapak lagi.


Maka jelas, saat Nerta berada di samping Gorah, siluman laba-laba itu pun muncul.


'Wush' 'Wush' dua kapak melesat menuju kepala siluman laba-laba, 'Clap' tapi hanya satu kapak yang berhasil menancap ngeri di wajahnya. Terlebih Nerta membentuk sebilah pedang yang dengan pedang itulah, siluman laba-laba yang berdiri di batang pohon itu ditebas tubuhnya oleh Nerta.


'Slash' lalu siluman pun terhunjam menuju akar pohon, 'Bruk' dan langsung tewas terkapar.