Nurvati

Nurvati
Episode 80: Penyihir Yang Diuji.



Ketegangan suasana menjadi lebih pekat, dan dengan masih terbaring di tanah, dalam kekhawatiran Arkta berteriak. “PUTRI KERISIAAA ...!”


Teriakan panggilan khawatir itu dibarengi dengan Logia yang kembali bangkit berdiri, dan tak jauh dari sana, Haro melesat menerjang angin, terbang ke arah siluman raksasa, dari ke dua tangannya bahkan telah menembakkan dua bola energi nuansa hijau pada kepala singa sang siluman.


Seiring mendekati siluman, Haro terus menembakkan bola-bola energi tanpa henti, hingga bola energi berhasil mengenai wajah siluman itu, menghentikan lasernya membuat sang siluman mengaum begitu keras, benar-benar keras, sampai-sampai Haro yang belum sempat menghajar siluman itu, terhenti dengan memegang dua telinganya karena gelombang suara yang begitu memekakan telinga.


Putri Kerisia berdiri dengan selamat, dan Arkta bersyukur atas itu, sekaligus dia lekas bangkit berdiri.


Lalu 'Woush' siluman melompat dengan mengarahkan mulutnya pada Haro, dia hendak melahap Haro. Bersamaan dengan itu, Putri Kerisia pun melesat secepat mungkin demi menyelamatkan Haro.


Tapi kenyataannya itu gagal, Putri Kerisia terlambat sepersekian detik. Siluman sudah melesat lebih cepat hingga mampu melahap Haro dan tanah berdebam keras, bergetar, mengepul, karena siluman telah mendarat kembali pada tanah.


Sedangkan Putri Kerisia telah terbang di ketinggian 50 meteran, memandang kalem namun waspada.


Ekspektasi akan hancurnya tubuh Haro karena dilahap sang siluman pupus, sebab secara mengejutkan Haro menghancurkan gigi-gigi runcing depan sang siluman dengan dua palu yang besar. Membuat sang siluman mengerang yang kemungkinannya kesakitan, karena bagaimana pun Haro menghajar di dalam mulut siluman kepala singa tersebut.


Tak sampai di situ saja, sebuah laser hijau muncul dari mulut siluman itu, berusaha membunuh Haro.


'Blassssh' laser bahkan telah menyentuh tanah hitam hingga berasap.


Namun di arah 30 meteran dari samping kanan sang siluman, telah mendarat pemuda berambut hitam pendek nan klimis, beriris nuansa ungu dengan jubah ungu kebanggaannya, yang sayap kanannya hangus terbakar, dia Haro telah selamat namun harus menanggung luka yang kini buru-buru merapal mantra Kesehatan; penyembuhan. “Gaah ...!”


Laser hijau itu mengarah pada Logia serta Arkta, kemudian 'Woush' mereka melesat terbang ke atas, terhindar dari laser mematikan itu. Hanya saja, laser mendadak menghilang!


Karena secara tidak terduga nan cepat, Putri Kerisia telah menghajar kepala siluman tersebut hingga tumbang, lalu tanah berdebam kembali, mengepul dan bergetar.


Dengan memutar-mutar tongkat emasnya di atas kepala yang memiliki ujung palu, Putri Kerisia berhasil membuat siluman terjatuh.


Tapi belum usai!


Netra gelap siluman itu kini terarah pada Putri Kerisia, dan menembakkan bola-bola energi nuansa hitam pada sang putri.


Puluhan bola-bola melesat cepat pada Putri Kerisa namun secara rahasia, dia telah merapal mantra Cermin, yang niat awalnya adalah tembakan berbalik arah.


Lalu 'Buofs' 'Buofs' 'Buofs'.


Gagal! Mantra itu gagal, Putri Kerisia tertembak puluhan energi hitam itu dan langsung melukainya.


Maka jelas Logia serta Arkta melesat maju, memecah angin, dan Logia langsung menembakkan energi merah pada kepala sang siluman, menghentikan seketika tembakkan dari mata gelap sang siluman.


Bola-bola energi nuansa merah melesat mengarah pada sang siluman, tapi siluman yang masih terbaring nyaman di tanah, memanfaatkan tangan kirinya demi melindungi diri dari belasan tembakan energi merah milik Logia dan 'Buufs' 'Buufs' langsung mengenai tangan kiri siluman itu.


Logia masih melesat dengan dua tangan yang kini menggenggam pedang emas, tetapi saat hendak ditusukkan pada tangan kiri siluman itu, secara tak terkira, ketika tangan kiri siluman disingkirkan, mulut ompong siluman tersebut menganga dengan terarah pada Logia, siap menembakkan laser mematikannya.


'Waannng' laser hijau terarah pada Logia, lantas sedetik ketika hendak menghindar 'Blasssssh' Logia terkena laser mematikan itu.


Logia mengerang kesakitan karena setengah tubuhnya terpapar oleh panasnya laser hijau itu.


Namun tiba-tiba seseorang muncul dari langit 'Wuush' dan 'Bledaar' laser hilang dalam kenyataan, tanah berdebam keras, karena sang siluman terhantam perutnya dan Logia terhunjam ke tanah menanggung luka parah.


Tak sampai di situ saja, Haro telah menyelamatkan Logia, hantaman dari gada berlian milik Haro yang tiga kali lipat lebih besar dari tubuhnya berhasil menghajar perut sang siluman, dia tadi meluncur dari udara membuat kecepatan dari tarikan gravitasi agar mampu membentuk pukulan kuat, dan itu berhasil!


Siluman raksasa itu memuncratkan darah ungu kehitaman dari mulutnya, Haro telah berdiri di atas perut siluman itu dengan gadanya yang masih menyentuh pada perut sang siluman raksasa.


Dan agak jauh dari tempat kejadian, Putri Kerisia telah berlutut terbatuk-batuk di tanah dengan kehilangan tongkatnya entah ke mana, serta ditemani Arkta di samping kirinya.


“Kau tidak apa-apa 'kan Putri Kerisia?” cemas Arkta dengan berlutut pula memegang bahu kiri Putri Kerisia.


Dengan menyernyit kening dalam raut muka serius sekaligus merapal mantra kesehatan; penyembuh. Putri Kerisia malah berujar, “Sihir tak mempan pada siluman raksasa itu.”


Mendengarnya Arkta hanya sengap mengernyit kening kebingungan.


Maka dengan marah, tangan kanan sang siluman melayang pada Haro berusaha memukulnya. Sadar akan hal itu, Haro yang lebih cepat dari pukulan tangan siluman, berhasil melompat terbang ke atas, terhindar dari pukulan sang siluman.


Terus terbang setinggi mungkin masih memegang gada berliannya, Haro sekali lagi berniat berusaha menghajar siluman tersebut.


Tentu saja sang siluman enggan kalah, dia bahkan buru-buru bangkit berdiri dengan menengadahkan wajah pada langit, tepatnya memandang fokus pada Haro. Sedetik kemudian, siluman pun melompat setinggi mungkin ke arah Haro sedangkan Haro mulai terjun kembali dengan mengarahkan gadanya pada siluman tersebut.


Tanah sempat berdebam, angin agak berembus kencang, siluman telah melompat dengan mulut yang menganga berniat melepaskan lagi laser hijau mematikannya. Dan saat jarak sudah memungkinkan, laser hijau dilepas dari mulut sang siluman mengarah pada Haro.


Haro menyadarinya, dia melempar saja gadanya pada mulut siluman itu, yang secara cepat pula gada tersebut seketika tersorot laser hijau mematikan siluman itu, dan Haro telah membaca mantra Cermin agar sekiranya laser tersebut bisa berbalik arah, begitu rencananya.


Tapi ketika laser menerjang Haro, keadaan semakin menegangkan saat sihir cerminnya anehnya sihir itu tidak bekerja!


Haro tersorot laser hijau itu, beberapa detik seluruh tubuhnya tersorot laser hijau tersebut, 'Blassssssh'.


Sontak dia berteriak kesakitan. “AAAAAAAAAARRRRRRGH ...!”


Untungnya lompatan siluman itu tak setinggi posisi Haro, sehingga terpaksa sang siluman meluncur kembali ke darat dengan laser yang harus dihilangkan.


Dan Haro yang menanggung luka parah kemudian terhunjam pula ke darat, lemah tak berdaya, jatuh dari ketinggian 200 meter ke permukaan tanah.


Seketika tanah berdebam, bergetar hingga mengepul sekaligus membekas, karena siluman telah mendarat dengan sempurna dengan kakinya yang kokoh, dia selamat seakan luka di perut dan giginya nampak tak berdampak.


Tapi tak jauh dari sana, Putri Kerisia telah berada di samping kanan Logia yang terbaring luka. Energi ungu nampak menyelimuti bagian tubuh Logia; dia sedang memyembuhkan diri.


Sedangkan Arkta berhasil menangkap tubuh Haro, bahkan telah mendarat dengan selamat di tanah. Arkta membaringkan tubuh Haro yang sekarat, dan ia tengah lekas-lekas menyembuhkannya sebelum Haro tewas.