Nurvati

Nurvati
Episode 202: Menghentikan Waktu Berputar. (TAMAT.)



Kesuksesan Nurvati pada kewajibannya tentu langsung berbuah manis. Ada dampak yang muncul.


Nurvati bermeditasi, kembali pada alam kejiwaannya. Dia kembali menemui sang Diri Asli.


Dalam kerlip bintang-bintang. Di angkasa luar inilah Nurvati tengah berdiri di atas telapak tangan kanan sang Diri Asli.


Pertama sayap kanan sang Diri Asli mulai memancarkan sinar kemerahan yang meliputi diri Nurvati. Segala ilmu rahasia Awal dituangkan padanya.


Lalu sayap ke dua kanan-Nya, mulai memancarkan sinar kehijauan pada Nurvati. Segala ilmu rahasia Tengah dituangkan padanya.


Kemudian sayap ketiga kanan-Nya, mulai memancarkan sinar Kehitaman, seperti bayangan yang meliputi Nurvati. Segala ilmu rahasia Akhir dituangkan padanya.


Hingga akhirnya, sayap keempat kanan-Nya mulai memancarkan sinar putih yang meliputi Nurvati. Segala ilmu rahasia Awal, tengah dan akhir pun ditutup oleh ketetapan dalam rahasia kesempurnaan-Nya.


Hingga determinasi jiwanya mulai mendapatkan pencerahan yang baru. Maka secara gamblang Nurvati melihat delapan perwujudannya. Tujuh wujud perempuan dan satu wujud laki-laki. Mereka berdiri di sekeliling Nurvati.


Ada beberapa kelahiran yang telah terjadi pada Nurvati, jiwanya telah mengalami kehidupan yang panjang dan mulai agak sadar mengenai identitas aslinya, hanya saja masih samar.


Tetapi kala ditilik pada dirinya sendiri, secara tidak sengaja, rahasia masa depannya sedikit terungkap, kalau dirinya akan kembali terlahir dalam perwujudan manusia; perwujudan kesepuluh.


Spekulasinya merujuk kalau dirinya memang telah mendapat mandat dari Langit, sehingga mau tidak mau pasti akan menerima takdir itu.


Setelah Nurvati mengetahui sedikit rahasia tersebut. Sang Diri Asli kembali muncul dengan petunjuk baru. “Nurvati ... untuk dapat mencapai tahap selanjutnya, yaitu Diri Sempurna ... membutuhkan mental yang kuat ... kali ini merujuk pada dirimu sendiri, gunakan segenap kemampuanmu hingga dapat meraihnya ... jangan lengah sedikit saja, atau bila tidak ... engkau jatuh menjadi budak sang Dewi Penunjuk Neraka ....”


“... lanjutkanlah hidupmu ... tapi jangan lengah ... bila berhasil hingga batas yang ditentukan ... secara otomatis ... engkau akan dilegalisasi ....”


Nurvati memahaminya, kini dirinya hanya perlu melanjutkan kehidupannya, yaitu melayani masyarakat.


Tak perlu waktu lama. Nurvati yang telah berhasil mencapai ilmu Tujuh Cahaya Sayap Rahasia kembali pada siklus hidup nyatanya.


Dia membuka mata dengan perasaan bugar. Karenanya, pengalaman hidup yang baru mulai sedikit membentuk kejiwaannya pada taraf baru, inteligensinya meningkat. Mirip seperti saat memiliki ilmu Hikmah-nya yang dulu.


Nurvati yang tersenyum begitu tenang nan teduh, mulai memandang pria urakan.


Tentu saja ilmunya perlu diuji lagi. Maka netra hijau Nurvati menilik tajam pria urakan dan secara ajaib Nurvati mengetahui cara agar sang pria urakan dapat kembali normal dalam wujud Pangeran Awarta.


Info Rahasia: [Pria urakan hanya dapat normal setelah puas membantu Nurvati hingga mati. Terdapat perjanjian antara diri pribadi dengan Diri Asli, perjanjian yang tak dapat dihapus. Dia tak menyukai rambutnya sendiri dan bila berdiri di depan cermin saat sendirian dirinya akan bergaya dan merasa keren, lalu sebagainya ....]


Status: [Sehat; 85%. Akan meningkat bila banyak tertawa dan banyak makan saripati hewani ....]


Kelemahan Kesaktiannya: [Sihir Cermin dan Ilmu Diri Asli. Dapat diubah bila dimungkinkan ....]


Nurvati tersenyum lebar tergugah untuk memulai pengujiannya, lantas dengan ilmu Rahasia-Nya, cahaya Putih Sayap-Nya mengubah kelemahan sang pria urakan.


Kini Kelemahan Kesaktiannya: [Takut Batu ....]


Sontak sang pria urakan yang mulanya memegang batu, sekonyong-konyongnya terlonjak kaget dan membuang batu tersebut.


“Apa itu ... aneh! Batu yang aneh!” ujar pria urakan malah jingkrak-jingkrak ketakutan.


Bukan itu saja, Nurvati masih belum usai. Tepat saat sang pria urakan terbang. Nurvati kembali mengubah kelemahan kesaktiannya, menjadi: [Takut pada empat elemen ....]


Jelas saat itu terealisasi, tiba-tiba saja sang pria urakan jatuh pada hamparan bunga-bunga, dia malah pingsan.


Sayangnya Nurvati belum cukup puas. Dengan membiarkan pria urakan terbaring tak sadarkan diri. Nurvati kini memutar badan ke belakang, memandang ribuan bahkan jutaan bunga berwarna-warni.


Lalu ilmu Rahasia-Nya kembali digunakan.


Info Rahasia: [Bunga-bunga berwarna-warni ini adalah tanaman hias, di antaranya ternyata memiliki obat untuk menghilangkan stres dan sebagainya ....]


Status: [Sehat 90 % ....]


Beberapa bunga tidak memiliki kesaktian, sehingga dipastikan tak mampu menyerang, oleh sebab itu dapat dibunuh hanya dengan mencabutnya dari tanah.


Sadar kalau tak memiliki hal yang dapat diuji. Nurvati justru berusaha melihat dirinya sendiri menggunakan ilmu Rahasia.


Info Rahasia: [??]


Status: [86/89/87/86 dan kesehatannya terus berubah-ubah tak menentu.]


Kelemahan Kesaktiannya: [???]


Anehnya Nurvati tak dapat mengetahui info rahasianya dengan ilmunya sendiri. Malah kelemahannya pun tak dapat diketahui. Sampai dirinya mengernyit kening kebingungan.


Hanya saja, secara roh, Pangeran Awarta tengah memanggil-manggilnya.


“Nurvati! Apa yang kamu lakukan?”


Spontan Nurvati berbalik badan dengan kaget dan menatap serius tubuh pria urakan yang masih tergeletak.


“Jangan bermain-main dengan realita ... mengapa aku jadi sangat lemah dan lemas?” heran Pangeran Awarta dalam roh.


“Hehehe ... maaf-maaf ya ... aku tadi baru saja mencoba ilmu Rahasia Diri Asli-ku ... membuat Anda memiliki kelemahan yang berbeda ...,” ungkap Nurvati hingga agak malu.


”Apa ...?!“ Pangeran Awarta kaget tak mengentimasinya.


Nurvati bahkan baru tahu kalau yang bicara itu bukanlah roh, tapi jiwa.


Selepas mengetahuinya. Dirinya merenungi perbuatannya sendiri. Sebisa mungkin tak sampai lengah dan melakukan kesalahan. Hingga secara tiba-tiba rahasia kembali terungkap.


Info Rahasia: [Saat menggunakan ilmu Diri Asli secara sewenang-wenang pada makhluk yang memiliki roh, nyawa atau jiwa, konsekuensi yang didapat, adalah neraka Jahanam, tetapi ekspektasi tersebut tak berlaku bila sang roh mengampuni. Secara esensi roh tak memiliki kelemahan atau kekuatan, itu sudah murni adanya ....]


”Nurvati ... apakah itu artinya ... kau tahu rahasiaku?“ tanya Pangeran Awarta agak was-was dan siap untuk menanggung malu.


Mendengarnya, Nurvati malah mulai tertawa, ”Hahahaha ... iya .. iya ... aku baru sedikit melihat hal yang Anda rahasiakan ....“


”Aaaaargh ... seharusnya ... ahk sudahlah ...,“ keluh Pangeran Awarta yang mau tidak mau mesti memasrahkannya. Toh Nurvati memang memiliki kemampuan tersebut dan tak mungkin dihindari.


”... sekarang kembalikan kelemahanku!“ tuntut Pangeran Awarta.


Maka tanpa sungkan Nurvati buru-buru mengubah kelemahan kesaktian Pangeran Awarta, kembali menjadi: [Sihir Cermin dan Ilmu Diri Asli. Dapat diubah bila dimungkinkan ....]


Setelahnya, Pangeran Awarta dapat bangun kembali, tetapi pria urakan itu kembali cerewet dengan sebongkah batunya yang didekap mesra. Dia ceria seperti semestinya.


Mengingat dirinya mulai mendapatkan ilmu yang tak pernah didapatkan sebelumnya. Nurvati mulai mengubah pula penampilannya. Dilakukan demi menghadapi hidup yang baru.


Mula-mula energi hijaunya meliputi tubuhnya, lantas, tiga detik berselang, jaket kulit nuansa hijau tersemat ditubuhnya, tak lupa tas pinggang nuansa hitam pun tersemat di belakang pinggangnya —berfungsi menyimpan pil Energi atau semacamnya— kemudian, syal nuansa kelabu termanifestasi membebat lehernya dan terakhir, rambut hitam panjangnya dipotong sebahu dengan membuat poni yang berjurai rata di dahinya. Selebihnya, rok gaunnya tetap begitu adanya. Terlihat eksentrik namun menarik dalam perspektif ras Peri, khususnya bagi Nurvati yang memang terlihat sesuai seleranya.


Tak lama berselang, dirinya sempat memindahkan semua pil energi dari saku rok gaunnya ke dalam tas pinggang di belakang pinggangnya.


Namun, saat waktu hendak memacu pikirannya untuk melangkah. Nurvati yang mengingat telah mendapatkan ilmu luar biasa itu, nyatanya masih penasaran!


Dirinya penasaran pada rahasia apa yang akan terjadi di alam semesta ini. Untuk itulah, bersama siklus putaran waktu, Nurvati menyempatkan diri mendepang tangan, menyenguk udara segar yang mengalun lembut, lalu berusaha meresapi alam ini.


Info Rahasia: [Masih dalam kerahasiaan, perlu waktu untuk melihatnya ....]


* * *


TAMAT.


* * *


_______________________________________________


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


✅Demi mendukung /menghargai kinerja Author, cukup dengan memberikan Like/Vote poin/koin.


(Bila ada kritik/kesan enggak perlu sungkan untuk menuliskannya dalam kolom komentar. Terima kasih.)


MOHON MAAF BILA TIDAK SESUAI EKSPEKTASI.