
Suasana masih tegang bahkan jauh lebih menegangkan, karena Haro seharusnya sudah mati, hanya tinggal satu detik berada dalam laser dia pasti mati, selain itu, Arkta pun sangat sigap, walau dirinya agak konyol, tapi dalam menyelamatkan rekannya dia lumayan gesit.
Sang siluman belum puas, dia melirik ke arah Arkta yang tengah berjuang menyembuhkan Haro menggunakan sihir kesehatannya. Lebih dari itu, siluman itu malah melesat cepat menuju Arkta yang berada 140 meter darinya.
Dan mulut ompong siluman itu menganga kembali, segera melepaskan lagi laser hijau mematikannya.
'Wuush' ketika sudah 40 meteran siluman itu melompat bahkan ketika laser hijau baru menyala dimulutnya, tiba-tiba 'Siuw' Putri Kerisia melesat cepat, dan suara tanah berdebam, bergetar hingga mengepul mengisi ruang dalam jarak 100 meteran dari posisi Arkta.
“Huuuft ... hampir saja,” ujar Arkta penuh syukur dengan berdiri sambil menyalurkan energi nuansa ungu penyembuhannya pada Haro.
Lantas 'Buak' 'Buk' 'Buak' 'Buk' kepala siluman itu dihajar oleh Putri Kerisia dengan ke dua tangan yang berbalut energi merah.
Namun demikian, sang siluman yang terbaring tak diam begitu saja, tangan kirinya dimanfaatkan untuk memukul balik Putri Kerisia, dan nyatanya itu berhasil!
'Buak' Putri Kerisia terhempas sejauh 45 meter ke tanah dan untungnya bisa mendarat mulus dengan ke dua kakinya.
Tapi tunggu dulu!
Sang siluman malah mengerang kesakitan, karena secara tak terduga ketika tangan kirinya meninju tubuh Putri Kerisia, Putri Kerisia juga membuat dua pedang yang bersamaan dengan tinjuan sang siluman dua pedang itu ditancapkan pada telapak tangan sang siluman.
“GWAAAAH ...!”
Siluman itu bangkit dari terbaring lantas mencabut dua pedang itu yang kemudian dilempar ke sembarang tempat.
Putri Kerisia tak punya banyak waktu, dia berdiri dengan tegap seraya menembakkan puluhan bola-bola energi nuansa merah pada sang siluman.
Tak mau kalah, netra gelap sang siluman raksasa pun ikut menembakkan bola-bola energi nuansa hitam, puluhan bola energi itu meluncur pada Putri Kerisia.
'Buafs' 'Buafs' 'Buafs' 'Buafs' puluhan bola energi itu saling beradu dan hancur sebelum mengenai targetnya. Mereka terus dan terus mengeluarkan tembakan bola-bola energi, beradu lalu hancur.
Kendati faktanya, Putri Kerisia pun bisa saja mengalahkan siluman ini dengan mudah menggunakan ilmu sang Diri Asli, akan tetapi melihat situasi tak memungkinkan, atau dengan kata lain adanya rekan-rekan akademinya yang membuat Putri Kerisia tak mau mereka menyadari kalau dirinya mampu mencapai ilmu Pengenal Diri, ini bisa menjadi gosip nantinya.
Sementara Putri Kerisia tengah sibuk mengadu kekuatan bola-bola energinya dengan sang siluman raksasa.
Logia mulai bisa memulihkan kembali tubuh bagian kirinya yang hangus terbakar, perlahan namun pasti dirinya akan sembuh.
Sedangkan Haro tak dapat berbuat apa pun, dia tak bisa bicara, terpejam dan kalau saat ini dia berusaha kembali melawan siluman itu, kemungkinan besarnya dia akan mati. Maka Arkta secepat mungkin menyembuhkan Haro.
Siluman tersebut pun juga terpaksa harus meladeni Putri Kerisia, kalau tidak dia akan diganggu terus oleh wanita kerajaan itu.
'Buafs' 'Buafs' 'Buafs' 'Buafs' seluruh bola energi yang beradu pecah dan tak melumpuhkan target. Oleh sebab itu, siluman tak ingin didesak, maka mulutnya menganga dan seketika melepaskan lagi laser hijau menuju Putri Kerisia, 'Zrasssssh' laser mengenai tanah, dan langsung mengenai Putri Kerisia.
Hanya saja, Putri Kerisia tak sebodoh itu, dia telah membuat perisai pelindung seperti cangkang telur yang membungkus tubuhnya, namun demikian, itu artinya Putri Kerisia tak dapat lagi menembakkan bola energi, karena ke dua tangannya kini tengah menyalurkan energi demi membentuk perisai.
Kekuatan energi bisa saja disalurkan lewat mata atau kening, tergantung memusatkan kekuatannya, akan tetapi sang pengguna tak dapat memanifestasikan kekuatan energi itu secara bersamaan, tak dapat membentuk dua atau tiga ilmu sekaligus; tak mampu menembak bola energi dan membuat perisai secara berbarengan. Karena energinya akan membuat gelombang radiasi yang berlebih menjadi tak terbendung sehingga bila terjadi malah mampu menghancurkan pusat energi yang lalu menghancurkan tubuh.
Hanya mampu bertahan Putri Kerisia di dalam perisai energi pelindungnya, laser sedari tadi menyorotnya tak henti ditambah bola-bola energi yang terus tertembak padanya.
Bahkan dalam keadaan yang terbilang genting ini raut muka Putri Kerisia tetap melukiskan masa bodoh dengan sikap santai yang tersirat dan terpaksa gestur tubuh anggun sang wanita terhormatnya lepas untuk sementara.
Siluman tak mau banyak membuang waktu, dia berlari kearah Putri Kerisia dengan laser yang dilenyapkannya namun bola-bola energi dari netra gelapnya tertembak terus berkesinambungan
'Bamm' 'Bamm' 'Bamm' sang siluman raksasa berlari agak melompat, lantas saat telah berada dekat pada Putri Kerisia, kaki kanannya melayangkan satu tendangan keras ke depan, seperti seorang yang menendang bola sepak. Dan saat itu terjadi bola energinya sempat lenyap.
'Buk' suara itu berhasil memberi bukti kalau Putri Kerisia terpental jauh ke belakangnya sejauh 300 meter dengan terseret ke tanah membentuk kepulan yang pekat.
Belum sampai di situ saja, siluman kembali berlari, secepat mungkin dirinya berlari menghampiri Putri Kerisia, terlebih netra gelapnya terus menembakkan bola-bola energi hitam pada Putri Kerisa, yang mana bola energi hitam itu hanya mampu menjangkau jarak radius hingga 200 meter saja, tetapi begitulah, tanah berdebam karena siluman itu berlari cepat pada Putri Kerisia.
'Bamm' 'Bamm' 'Bamm' mendengar hentakan kaki siluman raksasa, Putri Kerisia masih berdiri dengan berlindung dengan perisai energinya.
Jelas bola-bola energi kembali tertembak pada Putri Kerisia yang lalu bola energi itu hancur karena menabrak perisai Putri Kerisia.
Tiga detik kemudian sang siluman kali ini menghentikan sejenak tembakan bola energinya, kini kaki kanannya diangkat, lalu dihunjamkan telapak kakinya pada Putri Kerisia 'Bldaar' tanah berdebam keras, retak dan mengepul, tapi menyadari Putri Kerisia mampu bertahan dengan perisainya, membuat sang siluman kembali lagi menginjak Putri Kerisia dengan telapak kakinya, hingga tanah kembali berdebam, kepul serta retak.
Tak hanya sekali atau dua kali siluman itu menginjak Putri Kerisia, tetapi kali ini berkali-kali Putri Kerisia diinjak siluman raksasa itu, karena bagaimana pun perisai pelindung Putri Kerisia harus hancur agar sang siluman mudah membinasakan putri bangsa Barat itu.
Dan sadar akan kejadian yang mendesak itu, Arkta sebagai pengagum sang putri bangsa Barat mulai mengalami dilema kekhawatiran.
Maka dalam telepati, Arkta mulai mencurahkan kekhawatirannya dengan kalimat tanya. “Putri Kerisia, apa kau baik-baik saja?”
Putri Kerisia menyadari panggilan itu, dan dengan begitu santainya dalam telepati lagi, membalas, “Sembuhkan saja dulu yang lainnya, aku masih mampu bertahan.”
Arkta khawatir, tetapi dia juga tak bisa berbuat banyak, apalagi meninggalkan Haro disaat begini sehingga cukup berbahaya, jadi membalas titah Putri Kerisia dalam kepasrahannya Arkta hanya mampu berkata, “Baiklah ... kau juga bertahanlah, bila butuh bantuan, panggil aku segera!”