Nurvati

Nurvati
Episode 82: Kebersamaan Dalam Susah.



Situasi agak menyulitkan, bahkan salah sedikit mungkin akan berisiko kematian. Logia pun masih terbaring dengan bergigit menahan sakit, dia sebisa mungkin menyembuhkan lukanya sendiri.


Injakan bertubi-tubi terus digencarkan oleh kaki kanan sang siluman raksasa, tanah terus berdebam, dan Putri Kerisia terus melesak masuk ke dalam tanah malahan lebih dalam lagi.


Perisai pelindung Putri Kerisia syukurnya sangat kuat, sehingga tak sedikit pun adanya retak atau memudar, energi tenaga tubuhnya pun terus disalurkan, yang intinya Putri Kerisia memang harus mengalihkan perhatian siluman ini bagaimana pun caranya. Sehingga dalam waktu yang terus berlalu, serangan tanpa henti mencecar Putri Kerisia.


Hingga pada akhirnya, tubuh kiri Logia telah pulih kembali, malah dirinya lekas-lekas melesat pada Arkta, dia tahu betul kalau Arkta membutuhkan banyak energi untuk menyembuhkan Haro.


Memang mereka memiliki ilmu sihir Kesehatan yang dengan membaca mantra seketika sembuh, namun bila tubuh sekarat, mantra harus banyak dirapal dan energi wajib tersalur melimpah.


Maka ketika Logia mulai merapal mantra Kesehatan; Pemyembuh. Saat itu juga, sekujur tubuh Haro pulih kembali seperti sedia kala.


Tiga orang tim 12 kembali berdiri tegap, mempersiapkan diri untuk mengalahkan sang siluman raksasa.


“Eh ... maaf teman-teman, tadi apa yang terjadi?” tanya Haro yang lupa kalau dirinya baru sadar dari sekarat.


Namun tak ada yang menjawab pertanyaan Haro yang sudah biasa seperti itu, —sudah biasa Haro lupa— maka tanpa banyak membuang waktu, Arkta serta Logia melesat terbang menuju siluman raksasa.


“Sihir tidak mempan! Kita serang dengan serangan yang nyata saja!” teriak Arkta memberi tahu Logia, tetapi sulit untuk Haro karena dia pasti lupa.


Haro melihat siluman raksasa yang lantas menyadarkannya kalau sekarang tim 12 sedang berusaha melumpuhkan siluman tersebut, ya, terlihat dari situasi getir sekarang. Tanpa banyak bicara lagi, dengan raut muka seriusnya, Haro ikut melesat terbang untuk menyerang siluman itu.


Tanah terus berdebam, sampai-sampai agak membentuk cekung gegara kaki kanan siluman raksasa itu tak hentinya menginjak Putri Kerisia.


Lalu 'Buufs' 'Buufs' 'Buufs' beberapa tembakan energi nuansa merah berhasil mengenai kepala bagian belakang siluman raksasa itu, hingga membuatnya menghentikan menginjak Putri Kerisia, dan refleks memutar tubuh ke belakang, namun anehnya tak ada siapa pun di sana.


Hingga secara tak terduga, Arkta serta Logia membuat palu yang begitu besar, sangat besar hingga terlihat berukuran setengah dari kepala singa sang siluman raksasa.


Mereka memegang gagang palu bersama-sama yang rupanya muncul dari belakang sang siluman, tepat pada titik butanya, muncul dengan menghajar kepala siluman itu dengan palu dari baja itu.


'Buak' palu itu berhasil menghajar siluman raksasa, sampai-sampai sang siluman agak terhuyung-huyung ke depan lantas sesaat kemudian tanah berdebam keras, bergetar dengan mengepul karena telah terhunjam tak berdaya siluman itu ke tanah.


Tak sampai di situ saja, dari ketinggian 30 meter Arkta serta Logia melemparkan palunya tepat kearah mulut sang siluman, dan meluncur cepat mengenai pas mulut siluman itu, 'Buak'.


Siluman itu kali ini terbaring terluka, mulutnya telah mencurahkan darah ungu kehitaman, dengan meronta-ronta di sana, dia kesakitan. Kesakitan hingga memegang mulutnya.


Arkta serta Logia masih terbang di atas ketinggian 60 meteran dari tanah. Lebih-lebih mereka harus dikejutkan oleh sang siluman raksasa yang berguling di tanah sambil meraih palu bekas Arkta dan Logia, siluman itu berusaha membalas.


Maka sang siluman berdiri kembali dengan palu di tangan kanannya yang mulutnya telah terluka parah, bahkan berdiri saja agak kesulitan.


Konyolnya, baru saja berdiri dan hendak menyerang, sang siluman raksasa harus kembali ambruk menerima sebuah hantaman dari gada berlian milik Haro. Gada yang besar, yang memang Haro memiliki tenaga yang kuat.


Tanah berdebam kembali, retak dan mengepul, bahkan mengerang kesakitan sang siluman di sana. “GWAAAAAAH ...!”


“Bagus Haro!” sanjung Logia secara spontan yang masih terbang di udara.


Sedangkan Arkta langsung melesat pada Putri Kerisia, yang mana Putri Kerisia juga telah melayang di udara dalam ketinggian 40 meter dari tanah.


“Putri Kerisia, kau tidak apa-apa?” tanya Arkta dengan berteriak khawatir.


Lalu dia telah berada di samping kiri Putri Kerisia, tetapi dalam raut muka tak berperasaannya Putri Kerisia malah memberikan komando, “SEMUANYA, SEGERA BENTUK FORMASI MENYERANG RENCANA A!”


Arkta yang terkaget dengan terbata hanya bisa berkata, “Ba-baiklah!”


Maka dia meluncur mendekati Logia, bareng dengan Putri Kerisia. Logia yang mendengarnya lantas melayang pada posisinya. Sayap kiri Putri Kerisia dipegang oleh Logia sedangkan sayap kanannya dipegang oleh Arkta. Dan Putri Kerisia mengulur ke dua tangan menghadapakan telapak tangannya pada siluman raksasa.


Untuk Haro, dia masih melayang di udara memerhatikan rekan-rekannya dalam tanya. Dia lupa, sehingga tak tahu apa yang hendak dilakukan teman-temannya. Hanya saja melihat sang siluman raksasa hendak bangkit berdiri, membuat fokus perhatian Haro seketika kembali pada siluman raksasa tersebut.


Sinar ungu di depan ke dua telapak tangan Putri Kerisia semakin merekah, hingga Arkta meneriakan sebuah kalimat yang menandakan adanya serangan mematikan. “SERANGAN PERTAMA!”


Maka dari sinar ungu itu, menembakkan energi bola nuansa ungu yang dua kali lipat lebih besar ketimbang bola energi pada umumnya.


'Siuw' bola energi ungu itu meluncur cepat pada sang siluman. Sang siluman yang berusaha bangkit dan bahkan menyadari kekuatan dari tembakan itu secara spontan dan tak terduga-duga, dia melompat tinggi ke atas, melompat menghindari bola energi itu.


Hal itu pun menggugah Haro melesat terbang menuju sang siluman.


Dan suara 'Duar' menjadi tanda kalau bola energi ungu telah mengenai permukaan tanah, dan membentuk ledakan yang cukup besar, ledakan api yang panas, laksana ledakan bom.


Siluman berada di udara, disusul oleh Haro yang melesat dengan masih memegang gada berliannya, dia tak akan membiarkan siluman kali ini lolos dari serangan.


Sadar akan hal itu Putri Kerisia dengan rekan-rekannya mulai membidik lagi sang siluman raksasa, meninggalkan lubang cekung bekas ledakan energi ungu tadi.


Akan tetapi, Putri Kerisia yang ke dua tangannya terbidik pada sang siluman tak serta merta langsung melancarkan serangannya. Bukannya apa-apa, Haro tengah meluncur di sana, takut-takut Haro malah terkena serangan bola energi ungu.


Telah sampai sang siluman di titik tertinggi loncatannya, dan Haro pun meluncur pada sang siluman dengan mengarahkan gadanya.


Dan ketika siluman meluncur kembali turun, dia tak lengah, Haro yang menyerangnya dengan gada miliknya harus terhempas terkena pukulan dari tangan kiri sang siluman.


Haro terpental sejauh 70 meter yang lalu menghantam tanah dengan berdebam dan mengepul. Dan gadanya jatuh di tempat lain. Tapi Haro mampu membuat gadanya lagi dengan energinya kalau dia mau.


Kejadian itu sebenarnya sangat cepat, hingga tak terduga oleh rekan-rekannya.


———————————————————————————————————————————


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


✅Untuk mendukung /menghargai kinerja Author, cukup memberikan Like/Vote poin/koin.


(Bila ada saran/kesan bisa cantumkan dalam kolom komentar)