
Telah lewat waktu-waktu menjadi sebulan, dalam sebulan itulah Putri Kerisia menjadi objek interogasi penyidik khusus. Untung baginya dia mampu memfabrikasi fakta menjadi fiksi.
Sehari setelahnya, berita telah ditetapkan, bila pemboman gedung acara pada malam itu dilakukan oleh beberapa anggota sekte Masli, dengan tujuan agar perang dunia dihentikan.
Sekte Masli termasuk sekte ternama, mayoritas ras Peri di bangsa Barat ini tergabung di dalamnya. Provinsi Barat dan Timur adalah wilayah yang mereka kuasai dan memang mayoritas anggota sekte Masli pandai berpolitik, terlebih memang selalu terdapat pembimbingan untuk berpolitik.
9000 pribadi menjadi korban dalam malam suram itu, para petinggi negara adalah mayoritas daftar korban, dan hanya kebenaran itu yang diketahui mayoritas masyarakat, tidak pada kebenaran sesungguhnya.
Untuk itulah pertemuan penting dari seluruh anggota sekte Masli melangsungkan muktamar penting, di berbagai cabang kota hari ini mereka melakukannya. Tujuannya selain nanti malam mengklarifikasi segala agenda, tentu hari ini akan dilakukan lagi peninjaun anggota, takut-takut adanya pengkhianat.
Bersamaan dengan itu, di bawah tanah dalam ruangan rahasia. Institusi Perserikatan Penyihir bangsa Barat pun tengah melangsungkan muktamar penting. Akan tetapi di lain sisi, secara rahasia pula, Putri Kerisia tengah membina orang-orangnya demi misi negara.
Dalam ruangan itulah sepuluh orang penyihir dengan sayap yang menyelimuti tubuh mereka, lengkap dengan topeng dari emas yang menutupi wajah mereka, tengah berbanjar menghadap Putri Kerisia.
Ruangan ini dilapisi batu merah delima dengan lapisan dinding dari emas. Tak ada pintu apalagi jendela. Ruangan hanya dapat diakses oleh pintu teleportasi dan pribadi yang dikhususkan.
Bahkan untuk ini entitas dari sikap seorang wanita terhormat dari Putri Kerisia tak lekang. Berdiri dalam raut muka datarnya pun tak hilang.
Dirinya paham dengan baik kalau bangsa Barat dibawah kepemimpinan Raja Azer menjadi kacau.
Propaganda dan adu domba ini tidak akan berhenti, Raja Azer dengan keyakinan serta ideologinya akan terus gencar menggiring masyarakat untuk turut serta menegakkan keadilan, harapannya serta orang-orangnya demi kejayaan ras Peri tak mungkin surut kecuali dengan kehancuran.
Oleh sebab itu, Putri Kerisia secara lantang dan tegas menuturkan, “Kakakku sebentar lagi akan membunuhku, bila tak sanggup dirinya akan memfitnahku, bila tak sanggup juga dia akan membunuh mereka-mereka yang membelot dari kebenaran yang ia perasat ... masyarakat hanya tahu kalau kakakku yang nantinya dianggap pahlawan ... sedangkan pahlawan yang sesungguhnya akan ia bunuh ....”
“... oleh sebab itu, kalian harus mampu melenyapkan para pasukan yang bersekutu dengan ras Peri, habisi mereka saat di medan perang, usahakan untuk melenyapkan pemimpinnya lebih dulu dan jangan mencoba-coba untuk membunuh ras Peri ...,” titahnya dengan lugas dalam rencana matang.
Maka lima penyihir meninggalkan ruangan tersebut, yang kini menyisakan lima lagi penyihir mata-mata.
“Tetap awasi para siluman ... dan apa pun yang terjadi, jangan coba ikut campur!” pinta Putri Kerisia dengan sungguh-sungguh.
Maka lima penyihir pun meninggalkan ruangan tersebut, menyisakan Putri Kerisia sendirian.
Dirinya termenung untuk sesaat, menyadari kalau para Iblis sudah mulai bergerak dan dunia ini mulai mengalami kehancurannya.
Putri Kerisia mau tidak mau mesti merelakan mereka yang memilih menuju alam Neraka. Mandat dari Langit untuk menunjukkan alam Neraka setidaknya mulai dan telah ia jalankan, hanya kini tinggal menegaskan lagi kalau yang para pribadi itu pilih adalah demi membentuk alam Neraka. Dan untuk itu, Putri Kerisia tak mungkin bertanggung jawab bila mereka sendiri yang nantinya akan menjadi anak-anak Satan-nya dan menjadi santapan para Iblis.
Untuk saat ini Putri Kerisia telah berangsur-angsur memahami jati dirinya yang hidup di dunia ini. Selebihnya kini Putri Kerisia harus kembali ke istana Awan dan mengutarakan niatnya untuk pergi dari istana pada kakaknya; Raja Azer.
Saat segala niatnya untuk pergi dari istana hendak diungkapkan pada kakaknya. Tepat ketika di lorong megah nan mewah istana Awan, Putri Kerisia yang hendak menuju aula singgasana Raja, malah tiba-tiba dirinya terpaksa berhenti melangkah, karena telah tercetus sebuah petunjuk dari sang Diri Asli.
“Kerisia ... alangkah baiknya kamu tidak perlu meminta izin pada kakakmu itu, pergilah tanpa diketahui oleh pihak kerajaan ... dan ingatlah ... jangan pernah menghadapkan dirimu ke arah Barat hingga matahari terbenam.”
Petunjuk itu berhasil membuat Putri Kerisia tergerak untuk membuat pintu teleportasi, dia tak bertanya, karena memang belum pantas dirinya bertanya. Lantas bergegas dia pergi dari istana.
Selebihnya bersama waktu yang berputar dalam jarak yang telah jauh terlewati. Sebuah hutan di provinsi Timur menjadi destinasinya.
Berdiri di dalam hutan itu dengan hanya ditemani pohon-pohon tinggi menjulang. Cahaya mentari senja sedikit menyingkirkan kegelapan dan masih mampu mendapatkan jarak pandang yang bagus.
Rerumputan nuansa putih menjadikan alas pijakan kakinya, rumput-rumput lembut ini pun terasa dingin, terlebih suasana hutan ini sunyi sepi nan damai. Gemerisik dedaunan pohon cukup tedas terdengar kala angin bertiup-tiup kencang.
Tak ada yang dilakukan Putri Kerisia, kecuali hanya tetap berdiri dalam pose wanita terhormatnya. Di sana hanya bersama kesepian nan sejuk yang melingkupinya membiarkan suasana itu mengiringi diamnya selama berlalunya waktu.
Detik demi detik yang direnggut realitas, menjadikan hari semakin lama semakin gelap dan mengalihkan segala bentuk senja menuju malam gulita.
Berangsur-angsur tanpa merasa sungkan nan jemu, tetap kokoh Putri Kerisia berdiri, pandangan tajamnya terfokus pada kekosongan di depannya, dan itu pun mulai memudarkan cahaya menuju kegelapan malam.
Sempat dimomentum itu dirinya hampir bertanya, mengapa tak boleh menghadap ke Barat selama berlalunya hari.
Tetapi rasa penasaran itu berhasil diredam oleh tekadnya menunggu hari berganti, dan meski waktu entah bagaimana terasa lama berkerja, syukurnya dirinya masih bisa mengalihkan perhatiannya pada dedaunan pohon yang bergoyang-goyang nan bergemerisik.
Langit oranye perlahan beralih menuju langit kebiruan dan menghitam, selebihnya pancaran gemintang sedikit mencerahkan langit dan untuk itu matahari perlahan namun pasti bergerak tenggelam.
Entah apa yang terjadi bila dirinya menghadap pada arah Barat, selain memang belum layak dirinya bertanya, sang Diri Asli pun belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai keganjilan itu.
Tetapi terlepas dari semua keanehan itu, mulai detik ini juga, Putri Kerisia telah meninggalkan kerajaan dan tak mau lagi menjadi seorang 'putri'. Karena bersama kemangkatan orang tuanya dulu, sejak itu pula, dirinya tak lagi merasa bangga menjadi bagian dari keluarga kerajaan. Dia mencintai orang tuanya dan berat baginya tinggal di istana dengan pribadi yang telah melenyapkan orang tuanya.
Untuk saat ini, fokus utama hidupnya hanyalah, menjalankan mandat dari Langit demi mencapai Diri Rahasia.
Oleh sebab itu, dalam malam yang mulai dingin, di hutan itu, seluruh busana Putri Kerisia diubah, kerlip-kerlip gaun merah menawan kebanggaannya kini berganti menjadi jubah panjang nuansa merah, menutupi seluruh anggota tubuhnya, dengan tudung jubah yang menutup pula kepalanya. Belum sampai di situ saja, kemudian tangan kanannya memanifestasikan tongkat sihir nuansa hitam, dan dengan tongkat sihir itulah Putri Kerisia membentuk pancaran sinar kemerahan.
Selepasnya, dia menghancurkan tongkat sihir tersebut dan dengan tepat meraih pancaran sinar kemerahan itu, yang ternyata dilakukannya demi menutupi wajah jelitanya, seperti topeng. Membuatnya tampak tidak dikenali lagi.
Lantas 'Woush' Putri Kerisia mengepak sayap dengan terbang menuju suatu tempat. Sebuah tempat yang kemungkinannya akan menjadi persembunyiannya.
_______________________________________________
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
✅Demi mendukung /menghargai kinerja Author, cukup memberikan Like/Vote poin/koin.
(Bila ada kritik/kesan enggak perlu sungkan untuk menuliskannya dalam kolom komentar. Terima kasih.)