
Ini belum usai, bersama semilir angin dari Utara, Ketua Hamenka melompat mundur, 'Woush'.
Nurvati terpacu maju bergerak secepat mungkin melayangkan tebasan katananya, 'Swriing' 'Shriing' rerumputan nuansa pingai banyak terpotong dan Ketua Hamenka bergerak mundur ke kanan serta ke kiri 'Woush' 'Wush' selalu sukses menghindari serangan dari Nurvati.
Setiap detik yang jadi krusial terus berdetik mengiringi pertarungan guru dan murid itu. Jarak-jarak semakin meluas disebabkan Ketua Hamenka lebih banyak menghindar, terlebih serangan yang terjadi bukanlah main-main.
'Shriing' 'Swriing' 'Shriing' terus dan terus tebasan secara miring hingga vertikal dari katana Nurvati mengarah pada tubuh Ketua Hamenka. Namun 'Wush' 'Swosh' 'Woush' lagi dan lagi Ketua Hamenka hanya mampu menghindar.
Lalu 'SHRIING' tebasan dari salah satu teknik katana Nurvati dilakukan. “Teknik Kilat!”
Tetapi 'Siuw' kali ini cukup cepat Ketua Hamenka menghindar, dirinya melompat dengan salto di udara tepat ke belakang Nurvati.
Hanya saja momen ketika Ketua Hamenka hendak mendarat tepat di belakang Nurvati, itu pula yang selaras dengan kesiapan Nurvati untuk kembali menyerang. Membuatnya berputar badan ke belakang secara cepat dengan tebasan katananya pada Ketua Hamenka, 'Swoosh'.
'Siuw' hebatnya Ketua Hamenka mampu menghindari tebasan horizontal itu, dia memanfaatkan satu kali kepakan sayap kirinya, menarik kembali tubuhnya ke atas, selamat dari serangan cukup mematikan itu.
Tetapi belum selesai di situ saja, Ketua Hamenka yang baru saja kembali mendarat di rerumputan nuansa pingai mesti kembali direpotkan oleh serangan mendadak dari Nurvati.
'Shriing' 'Swriing' tebasan-tebasan katana dari Nurvati kembali mencecar Ketua Hamenka dan 'Swoosh' 'Wush' hanya mundur menghindar yang selalu dilakukannya.
Rerumputan terpotong-potong berkat kelihaian Nurvati menggunakan katananya dan berkat kelincahan Ketua Hamenka jarak bermeter-meter telah dilintasi demi menghindari setiap serangan katana Nurvati.
Kemudian 'Shriing' 'Swriing' gerakan yang agak berbeda dilakukan Nurvati, katananya lebih banyak menebas secara horizontal dengan kaki yang bergerak lincah dari kanan serta ke kiri. “Teknik Panglima Kegelapan!”
Kendati demikian, 'Woush' 'Swoosh' lincah pula Ketua Hamenka menghindar, akibatnya seluruh serangan Nurvati masih menghasilkan kegagalan.
Belum selesai! 'Syuut' 'Syuut' 'Shriing' Nurvati kembali mengubah teknik serangannya, kali ini katananya lebih banyak menusuk-nusuk yang ditutup dengan serangan secara horizontal. “Teknik Sayatan Bulan!”
Meski begitu, 'Swoosh' 'Woush' Ketua Hamenka dengan lincah masih mampu melompat ke kanan serta ke kiri menghindari serangan cukup mematikan dari katana Nurvati.
Hingga secara mengejutkan Nurvati menggunakan dua teknik serangan secara bergiliran. 'Shriing' 'Swriing' 'Syuut' 'Syuut' 'Shriing' katana itu menebas lagi, menusuk-nusuk lagi dengan ngeri menuju Ketua Hamenka.
“Teknik Panglima Kegelapan!”
“Teknik Sayatan Bulan!”
Serangan cukup mematikan itu mulai membuat Ketua Hamenka keteteran, 'Woush' 'Wush' dirinya masih melompat-lompat mundur tanpa perlawanan.
Serangan dari dua teknik katana Nurvati masih santer terjadi, bergantian menyerang Ketua Hamenka, lebih dari itu, serangan-serangan tersebut faktanya kian cepat seiring waktu berlalu, dan itu sukses membuat Ketua Hamenka keteteran.
Maka demi menutup dua teknik yang mematikan itu, Nurvati melompat tepat saat Ketua Hamenka mulai lengah, dengan kembali salto ke udara dirinya melakukan tebasan pada Ketua Hamenka.
“Teknik Angin Barat!” seru Nurvati.
Sadar kalau Nurvati menggunakan lagi teknik samurai mematikan itu, Ketua Hamenka dengan sigap mulai melindungi dirinya oleh perisai pelindung nuansa putih yang berbentuk cangkang telur.
'Duk' Nurvati telah mendarat dalam jarak 5 meteran berdiri tepat di depan Ketua Hamenka dengan katana yang masih lurus terarah ke depan.
Serangan itu gagal, Ketua Hamenka lebih cepat melindungi dirinya dengan perisai. Akan tetapi, cukup hebat bila disadari kalau teknik Angin Barat dari katana Nurvati mampu membuat perisai pelindung Ketua Hamenka terlihat menorehkan garis lurus dampak dari teknik tersebut.
'Buuff' 'Buuff' 'Bouff' 'Bouff' tembakan-tembakan bola energi nuansa putih tertuju cepat pada Nurvati.
Hingga 'Buaf' 'Befh' 'Buaf' 'Befh' beberapa bola-bola energi berhasil Nurvati tangkis oleh katananya, hanya saja sisanya sukses mengenai tubuhnya, mengakibatkan Nurvati terdorong beberapa senti ke belakang, bahkan tak sanggup untuk maju menyerang gegara tembakan bola energi itu muncul cukup banyak.
'Buuff' 'Buaf' 'Buuff' 'Buaf' mulai keteteran Nurvati menangkis serangan-serangan bola energi tersebut.
Dan hebatnya kalau belasan bola-bola energi nuansa putih itu tertembak dari tendangan-tendangan kaki Ketua Hamenka, benar, ke dua tangannya masih terselip mantap di saku jubahnya, sehingga ke dua kakinya yang nampak lihai dan apik melancarkan tembakan energi. Seolah dia menggabungkan teknik menari dengan teknik menendang dalam sepak bola.
'Buuff' 'Buaf' 'Buuff' 'Buaf'.
Terpaksa Nurvati mundur-mundur dengan ke dua tangan yang cekatan meliukan katananya demi menepis setiap serangan bola energi itu.
Serangan itu pun semakin cepat, malahan Ketua Hamenka dengan melompat dan menendang dirinya juga semakin maju mendekati Nurvati.
Melompat dengan kemudian kakinya menembakkan bola-bola energi, lompat lantas tembak, melompat lantas menembak, terus demikian hingga tubuh Nurvati terhantam bola-bola energi tanpa sanggup menepis seluruhnya.
'Buaf' 'Buaf' 'Buuff' 'Buaf'.
“Gah ...,” keluh Nurvati yang mundur dan terus berjuang menangkis semua serangan sebisanya.
'Buaf' 'Buaf' 'Buaf' 'Buaf'.
Hingga secara mengejutkan, Ketua Hamenka melompat dengan memutar badan secara 360 derajat, lantas 'BOUF' sebuah bola energi nuansa putih yang lima kali lipat lebih besar dari biasanya tertembak dari sepakan kaki kanannya, tepat mengarah pada Nurvati.
Maka 'BUAFF' Nurvati berhasil tertembak hingga dirinya terhempas 5 meter ke belakang, kemudian 'Bruk' jatuh terkapar di rerumputan. “Argh ... gah ...!”
Sementara Ketua Hamenka telah mendarat dengan kalem tetap menyelipkan ke dua tangannya ke saku jubahnya, memandang jauh ke depan pada perbukitan.
Angin kembali bertiup kencang, menggerakkan rerumputan nuansa pingai seolah menari-nari dan sang angsa masih berdiri jauh dalam jarak aman, memantau pertarungan berlangsung. “Ngok ngok ngok ....”
Kendati demikian, Nurvati belum menyerah, dia lantas bangkit dengan melompat dan berdiri dalam kesiapan menghadap Ketua Hamenka.
Bukan itu saja, kali ini ke dua tangannya mulai memunculkan dua katana sekaligus, lebih-lebih dua katana itu pun dilimbur energi nuansa hijau dari tangan Nurvati.
Dalam ancang-ancang, dua bilah katana terliputi energi hijau itu mulai Nurvati rapatkan pada wajahnya dan dengan gaya katana yang menyilang, target terbidik.
Maka 'Woush' melesatlah Nurvati pada Ketua Hamenka, hingga 'Shriing' 'Buuff' 'Swring' 'Bouff' tebasan dari dua katana menerjang Ketua Hamenka, tetapi lompatan disertai tendangan berhasil pula dilakukan Ketua Hamenka yang sekaligus melancarakan tembakan bola-bola energi putih pada Nurvati.
Akan hal itulah, suasana semakin jauh lebih tegang dan pertarungan menjadi lebih sengit.
'Bouf' 'Swriing' 'Buuff' 'Shriing', serang menyerang pun tak dapat dielakan. Realitas saat ini diisi pekat oleh tebasan-tebasan dua katana yang berusaha melukai Ketua Hamenka, dan sebaliknya, serangan bola-bola energi dari tendangan Ketua Hamenka menerjang pada Nurvati.
Bola-bola energi itu berhasil Nurvati tangkis oleh dua pedangnya, selebihnya tebasan-tebasan dari dua katana sukses dihindari Ketua Hamenka dengan melompat lalu membalas lagi oleh tembakan energi.
'Bouf' 'Woush' 'Swriing' 'Buuff' 'Shriing' 'Wush', maju menyerang kemudian mundur menghindar, menyerang lalu melompat menghindar dan menyerang lantas mundur bertahan. Terus terjadi pertarungan yang sengit berkesinambungan.