
"Berhenti menatapku seperti itu Erfan..!!"
"Serius kamu tambah cantik kalau marah seperti ini."
"Erfaaann....!"
"Kenapa Sayang terus memanggilku kangen ya..?" Sahut Erfan jahil, menggoda Elvina itu kegemarannya. Wajah gusar itu membut hati Erfan bahagia.
"Ya Tuhan, kerasukan apa temanku ini?"
"Kerasukan kamu." Erfan gelak melihat ekspresi Elvina yang masam. "Selama ini sudah tidak ada yang membuatmu tertawa lagikan, makanya aku di sini akan membuatmu terus tertawa." Erfan berucap tulus.
"Aisshh bahasamu dalam banget... kayak sumur bor."
"Na, nanti malam mau aku ajak ketemu temanku? Kebetulan baru beberapa bulan ini dia balik dari Kairo. Aku lama gak ketemu, jadi mau ajak kamu sekalian jalan. Mau yaa?"
"Iya, daripada bosan di rumah." Ujar Elvina tanpa pikir panjang.
"Gitu dong, biar aku puas melepas rindu denganmu." Goda Erfan lagi, kapan lelahnya Erfan menggoda Elvina.
"Berhenti menggodaku Erfan!!"
"Adek galak bener deh."
"Tapi beneran kamu gak kangen sama aku Na?" Lanjut Erfan.
"Ya Allah Erfan... iya kangen." Gusar Elvina, kalau tidak begitu Erfan tidak akan berhenti berulah.
"Alhamdulillah."
"Kangen kamu traktir makan, kangen dikasih hadiah. Kali ini kamu gak bawakan aku hadiahkan?"
"Astaga, dia banyak duit tapi masih tetap matre."
"Sekarang, belikan aku hadiah aja. Gak usah jalan-jalan."
"Baiklah, tapi habis itu kita tidur di hotel bareng ya?" Erfan mengerling manja.
"Iya."
"Yeess."
"Hotel rumah sakit, kutabrakkan mobil ini ke trotoar biar puas." Sudah habis kesabarannya meladeni manusia bernama Erfan.
"Na.. Na.. jangan. Cuma bercanda." Erfan tertawa dengan sangat puas.
"Kamu dari tadi tertawa, gak tau kalau aku menderita ya?" Ucap Elvina sendu, dia tau Erfan berusaha mengembalikan moodnya yang hancur ini.
"Aku menghiburmu Na, tapi kamu tidak merasa terhibur."
"Sekarang apa kamu mau cerita, siapa yang bikin sedih?"
"Aku lapar."
"Memang tidak pernah berubah. Ayo kita makan dulu."
"Maacih.."
"Jadi menyesal bertemu denganku?"
"Na,, bukan begitu.. kau seperti anak kecil."
"Akukan memang anak kecil Erfan, masih anak mama."
"Cukup Na, jangan buat aku jatuh cinta dengan tingkahmu yang seperti ini." Erfan memarkirkan mobilnya di depan rumah makan terdekat. Dari pada Elvina mengamuk kelaparan.
"Ayo kita makan di sini... cepat keluar."
"Gendong...!"
"Astaghfirullah Na.." Kesal Erfan, Elvina geli melihat reaksi Erfan. Cukup balik goda begini Erfan akan diam.
"Aku bisa turun sendiri. Kamu pikir aku beneran minta gendong." Elvina mendelik tajam. Mereka mencari tempat yang nyaman untuk mengobrol. Erfan memilih meja kosong yang ada di pojokan.
"Coba tadi minta nikahi langsung aku bawa ke penghulu."
"Gubraakk... males ah, belum minta nikahi aja udah menghilang terus, apalagi nanti pas bilang minta nikahi pasti kabur."
"Kamu pasti tersiksa banget ya Na menyembunyikan jati dirimu seperti ini di depan orang lain." Ujar Erfan sembari memesan makanan. Dia sudah tau apa kesukaan gadis itu tanpa perlu ditanya.
"Jangan pancing aku dengan pertanyaan seperti itu Fan, nanti aku nangis lagi."
"Oke.. oke.. makan yaa yang banyak." Erfan menggeser lalapan nila yang baru diantar pramusaji. Kata Elvina kepala nila itu enak banget.
"Ngapain makan banyak-banyak nanti jadi gentong gak cantik lagi saingan sama beruangku."
"Biar kamu jadi gentong aku tetap cinta Na."
"Idiihh, ngarep bangett bang... emang akunya mau gitu..."
"Itulah masalahnya kamu yang gak mau...hhuuhhh"
"Jelass.."
"Mau dong kali ini. Penuh perjuangan loh nemuin kamu Na."
"Ogah ah.. aku gak minta kamu datang ke sini."
"Tapi aku mau."
"Berarti bukan salah akukan?"
"Kamu gak ada romantis-romantisnya Na." Erfan berdecak kesal.
"Ngapain aku harus romantis sama kamu." Elvina meleletkan lidahnya.
"Bahagiain aku kek."
"Kamu yang bahagia, aku yang sengsara Fan." Erfan terkekeh.
Erfan selalu rindu senyum Elvina yang seperti ini. Kapan gadis itu mau menerima cintanya.
Di sudut ruangan ada yang sedang mengawasi dua orang itu. "Nana kamu selalu saja menyakiti perasaan orang yang sangat aku sayang. Tunggu saatnya nanti kamu akan menerima rasa sakit itu juga. Menyakiti Erfan sama saja kamu menyakitiku."