EL & KEN

EL & KEN
34



"Andai pemilik boneka ini pernah melukai hatimu begitu dalam apa kamu masih bisa memaafkannya Na?"


"Tentu, aku akan memaafkan segala kesalahannya Kak. Termasuk saat dia tidak meninggalkan namanya untukku."


"Na, kalau aku kasih tau kamu sesuatu apa kamu mau memaafkan kakak dan Ken."


"Tentu aku memaafkan kalian, apalagi kamu Kak. Aku sangat menyayangimu."


"Na, coba lihat kode di belakang liontin ini dan di belakang pita bonekamu." Adnan membalik liontin dan pita boneka menunjukkannya pada Elvina.


"K3IV, apa ini dari Ken, Kak?" Lirih Elvina, dia baru menyadari ada tulisan di belakang barang kesayangannya itu.


"Iya Na, Ken memberikan ini untukmu. Dia menyayangimu sejak dulu." Adnan menatap mata sembab Elvina lekat. Dia juga tidak rela melihat mata itu menangis.


"Astaghfirullah Kak." Sulit untuk Elvina menerima semua ini. Setelah hari ini apa bisa dia menerima Ken dalam hidupnya.


"Sekarang kamu pahamkan kenapa sikapnya begitu padamu. Dia sangat menginginkanmu Sayang. Sampai dia harus begitu untuk tidak menuruti nafsunya. Dia ingin kamu halal untuknya. Abi ingin melamarmu untuknya, tapi dia selalu menolak karena tidak ingin membuatmu terpaksa menerimanya."


Elvina tak bergeming menerima semua kalimat yang Adnan ungkapkan.


"Kalau kamu selama ini tersiksa karena penasaran siapa pemilik beruang ini. Ken juga tersiksa merindukanmu Na." Jelas Adnan, berharap Elvina mau luluh.


"Tapi untuk sekarang aku belum bisa menerimanya, Kak." Tegas Elvina, dia tidak ingin jadi lemah karena Ken. Dia butuh waktu untuk menenangkan diri. Kenapa harus Ken pemilik liontin ini. Kenapa Ken harus putra pamannya. Kenapa mereka diam selama ini, membiarkannya terus mengalami mimpi yang sangat mengganggu itu.


"Sayang pikirkanlah dulu, Ken sangat menyayangimu."


"Aku merasa tertipu, Kak," gumam Elvina.


"Tidak ada yang menipumu, Sayang."


"Tinggalkan aku sendiri, Kak. Sekarang aku tidak ingin mendengarkan apapun lagi tentang Ken." Usir Elvina


"Ya sudah, kamu tidur ya. Selamat tidur Sayang."


Adnan menyelimuti Elvina dan mematikan lampu sebelum keluar kamar. Dia tidak bisa terus memaksa Elvina untuk menerima Ken.


***


Ken akan berjuang meluluhkan hati kesayangannya sampai mendapatkan maaf. Setelah pulang dari rumah Elvina tadi malam, dia langsung ke mall mencari teman untuk teddy bear.


"Pagi El, masih marah denganku?" Sapa Ken lalu masuk keruangan Elvina dan duduk di depannya tanpa izin.


"Mau apa ke sini?" Jawab Elvina ketus. Dia menatap sekilas pada Ken yang menggunakan kemeja abu tua, pria itu terlihat sangat tampan dilihat dari sisi manapun.


"Mau minta maaf, ini permintaan maafku buat nemenin beruangmu." Ken memberikan boneka beruang berwarna biru untuk Elvina. Ukurannya tidak sebesar yang ada di rumah gadis itu.


"Gak mau." Elvina memfokuskan tatapannya ke monitor sambil sesekali melirik Ken.


"Gak mau maafin atau gak mau bonekanya?" Goda Ken, lalu tersenyum.


"Gak mau lihat kamu ini sini!" Sarkas Elvina lalu menatap tajam Ken seperti ingin memangsanya.


"Baiklah nanti aku akan pergi jauh dari sini tapi setelah kamu maafin." Ken masih belum menyerah menghadapi kejutekan Elvina.


"Sekarang aja kamu pergi!" Usir Elvina dengan tegas.


"Tidak akan." sahut Ken sama tegasnya tidak mau kalah dengan sikap Elvina.


"Jangan buat aku tambah badmood!" Ucap Elvina kesal pada Ken yang belum menyerah juga.


"Aku akan menghiburmu. Ayolah El maafin aku yaa." Bujuk Ken, tak sedetikpun mengalihkan perhatikan dari perempuan yang duduk di depannya.


"Ken pergi dari sini!" Titah Elvina


"Aku akan tetap di sini." Tolak Ken, susah kalau keduanya keras kepala. Siapa yang akan mengalah.


"Baiklah kalau maumu begitu."


Elvina mengambil ponselnya lalu tersenyum smirk menelpon Adnan. Dia punya cara licik untuk membuat Ken pergi dari hadapannya.