EL & KEN

EL & KEN
26



"Kak, tahan sebentar ya. Kakak tidak ingin dia sedihkan karena tau aku pemilik kalung itu." Ken berbisik di telinga Adnan yang ingin menghantamnya.


"Kak, kenapa marah dengan Ken?" Tanya Elvina heran melihat Adnan sangat marah pada Ken.


"Karena dia selalu menyakitimu Sayang, sudahlah kamu tidur lagi yaa Kakak tinggal keluar."


Adnan beranjak meninggalkan ruangan. Melihat wajah Ken membuatnya emosi saja. Seperginya Adnan, Ken mendekati Elvina.


"Apa sekarang sudah lebih baik El?"


"Alhamdulillah, terimakasih ya Ken buat semuanya. Aku ke ruangan dulu, sudah terlalu lama aku di sini."


Ken menganggu, "jaga kesehatan ya."


Elvina hanya tersenyum dan meninggalkan ruangan itu. Dia heran kenapa Ken berubah menjadi begitu lembut padanya. Sebenarnya apa yang terjadi? Apa maksud Adnan menyebut Ken pengecut?


***


"El, kenapa menangis?" Ken mendekati Elvina yang duduk sendirian di taman belakang. Wajah sendu gadis itu tidak dapat menyembunyikan kecantikan yang terpancar.


"Kenapa memanggilku El, aku tidak suka." Ujar Elvina yang baru menyadari Ken berada di sampingnya.


"Aku suka memanggilmu El. Nih minum cokelat hangat biar lebih tenang." Ken selalu menyiapkan cokelat hangat kalau mau mendekati Elvina.


"Terimakasih." Elvina meminum cokelat hangatnya. "Hanya satu orang yang boleh memanggilku dengan sebutan El."


"Siapa orang itu?" Ken menunjukkan wajah yang penasaran pada Elvina.


"Aku tidak tau dan juga tidak pernah bertemu." Elvina membuang pandangannya ke depan, tidak sedikitpun memperhatikan Ken yang terus menatapnya.


"Apa dia sangat spesial untukmu?"


"Sangaaat."


Ken tersenyum. Kamu juga sangat spesial Elvina. Bahkan tidak ada yang bisa menggantikanmu di hati ini. Hati yang sudah tergadai padamu.


"Bagaimana bisa menjadi spesial, sedang kamu tidak pernah bertemu dengannya?"


"Dia selalu menemani di setiap hariku." Jelas Elvina, tentu Ken tau siapa yang gadis itu maksud. Siapa lagi kalau bukan pemilik teddy bear.


"Aku tidak tau perasaannya padaku bagaimana Ken."


Kenapa kamu menjadi pengecut Ken, Elvina memiliki perasaan yang sama denganmu. Sesusah itukah mengungkapkan perasaan cinta.


"Andai orang yang spesial itu aku gantikan bisakah?" Goda Ken.


"Heemmm..."


"Tidak perlu kelamaan mikir, mau aja yaa." Desak lelaki itu dengan senyuman manis. Entah apa yang membuat Ken menjadi berubah seperti ini.


"Ken kamu selalu kejam, mana bisa cinta dipaksa." Elvina terdiam lalu berucap, "bisa aja sih kamu spesial untukku asal jadi martabak yang ditambah telor dulu."


"Indomie aja ya El, tetap spesial kalau pakai telor, lebih instan lagi." Ken terkekeh.


"Gak sehat, kayak kamu, bisa bikin penyakit."


"Aku minta maaf ya karena selalu menyakiti perasaanmu. Apa yang bisa aku lakukan untuk menebus kesalahanku?"


Ken kenapa kamu berubah drastis seperti ini, membuat bingung hati Elvina saja.


"Ajak aku jalan-jalan," ucap Elvina asal.


"Oke Nona, nanti kita jalan-jalan ya. Kenapa duduk di belakang, supaya tidak ada yang melihat kalau Bu Elvina yang garang ini menangis."


"Berhentilah mengejekku seperti itu." Elvina memberikan tatapan tajamnya pada Ken.


"Tidak perlu menatapku seperti itu nanti matamu copot." Ken terkekeh kecil, bahagia bisa berada di dekat orang yang dicintainya.


"Jelas copot kalau kamu congkel...!!"


"Mau aku congkel sekarang, aku akan melakukannya dengan penuh cinta." Ken tersenyum menatap wajah Elvina yang berubah cemberut.


"Keeen...!" Kesal Elvina


"Iya Sayang, kenapa?"


"Cukup Ken." Elvina memutar bola mata kesal, memberikan penekanan pada ucapannya. Jika Erfan atau Adnan yang memanggilnya sayang Elvina biasa saja. Tapi kalau Ken yang mengatakannya jantung Elvina langsung lompat-lompat.