
Meskipun sudah dinyatakan sembuh, Elis masih harus menjalani rehabilitasi paska operasi , serta tes tes lain untuk memastikan kondisi tubuhnya benar-benar telah pulih.
Besok adalah waktu yang ditunggu tunggu dimana L akhirnya bisa keluar dari rumah sakit, berita tersebut sampai ke telinga big3. Sejak pagi mereka sibuk memilih baju dan berdandan, pelayan yang membantu mereka sampai kewalahan.
Tak lama sebuah mobil mewah terparkir di depan rumah sakit, petugas keamanan langsung membukakan pintu, adegan keluarnya mereka bertiga bak sebuah adegan pangeran yang turun dari kuda. Orang-orang langsung memperhatikan mereka, karena penampilan mereka sangat mencolok, bak model yang sedang berkerja, terlihat sangat keren.
Staff rumah sakit segera menunduk ketika ketiganya berjalan melewati mereka, itu terjadi karena ada tuan muda mereka yaitu Shin yang merupakan anak dari pemilik rumah sakit tempat mereka bekerja.
Setelah L dirawat dirumah sakit, Shin dan lainnya sering berkunjung ke sana, alhasil membuat para perawat, dokter, pasien, dan pengunjung wanita menjadi tergila-gila pada mereka.
Big3 berjalan dengan gagahnya melewati lautan manusia yang tengah mengagumi ketampanan mereka. Mereka menghembuskan nafas sebelum masuk kedalam ruangan tempat L dirawat.
Tok tok tok
Shin masuk terlebih dahulu, disusul D.O dan Jaehyun, ketiganya melihat Bora, Jisoo dan Sun-woo sudah ada didalam dan mengelilingi L.
Bora dan lainnya menoleh sejenak lalu mengabaikan big3, berbeda dengan L yang tiba-tiba melambaikan tangan dan menyapa ketiganya dengan senyum manisnya.
" Kakak selamat pagi, apa kalian datang untuk menjemput ku pulang? "
Deg
Ketiganya sontak terdiam tak bersuara, baru kali ini mereka bertatap muka dan mendengar suara L secara langsung, wajah mereka memerah karena malu.
" Kenapa kalian kemari? " ucap Bora dengan malas
" Tentu saja untuk menjemput Elis pulang, kami akan menjadi bodyguard nya. " sahut D.O dengan merapikan rambutnya
" Pagi pagi sudah bikin mataku sakit. " Bora menutup matanya
" Sudah sudah ayo kita pulang sekarang. " Jisoo membantu L turun dan memapahnya berjalan.
Tiba-tiba ada seorang perawat masuk memanggil Sun-woo, L yang baru melihat perawat itu berhenti berjalan dan tubuhnya gemeter ketakutan.
Setelah bangun dan mengalami amnesia, kondisi L sebenarnya sudah kembali seperti semula, namun selain tidak mengingat kejadian yang menimpanya sewaktu di Indonesia ia juga jadi takut dengan orang asing atau orang yang belum ia kenal.
Jisoo yang merasakan tubuh L gemetaran langsung mendekap nya, Bora paham apa yang dirasakan L, ia langsung menatap tajam pada Shin dan Sun-woo.
Keduanya pun mengerti " Sudah ku bilang untuk tidak sembarangan masuk keruangan ini, apa kau ingin kehilangan pekerjaan mu? " bentak Sun-woo pada perawat yang masuk secara tiba-tiba tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Perawat itu langsung menunduk.
" Maaf dokter Han, saya lupa untuk mengetuk pintu karena ada pasien di ruangan VIP mengalami serangan jantung dan membutuhkan dokter sekarang. Sekali lagi mohon maaf kan saya."
" Baik aku akan segera kesana kau pergilah." perawat tersebut segera pergi meninggalkan ruangan itu " Maaf membuat takut L. " L berusaha tersenyum walaupun tubuhnya memucat
" Sudahlah tidak apa-apa lagipula memang ada keadaan darurat, kau pergilah bekerja. "
" Ok aku akan pergi, L selamat atas kesembuhan mu ya, jaga kesehatan mu. Aku pergi. " Sun-woo pun pergi meninggalkan mereka
Langkah L terhenti didepan pintu
" Ada apa L? " tanya Bora dengan lembut
" Kakak aku takut. " menggenggam tangan Bora dan Jisoo
" Sudah, kau hanya perlu berjalan dan kami akan menjaga mu dari tatapan orang-orang, tenang saja. "
Jaehyun, Shin, dan D.O berjalan didepan bak bodyguard yang melindungi L dari orang-orang, sementara L dengan wajah yang tertutup rapat terus menunduk sambil dipapah Jisoo dan Bora. Menggunakan Lift khusus, mereka sampai diparkiran, Jisoo segera mengambil mobil dan mereka pun pergi meninggalkan rumah sakit. Big3 masuk ke mobil mereka dan mengikuti dibelakang.
Sepanjang perjalanan L hanya diam, dia merasa sangat gugup karena sebentar lagi akan sampai dirumah barunya. Kata Bora, Ayahnya sudah menunggu dirumah dan menunggu kedatangannya, L menjadi takut. Takut kalau ayah Bora tak menyukai nya.
Bora menggenggam tangan L dan tersenyum " L tenang lah, jika aku adalah kakak mu, maka ayah ku akan menjadi ayahmu, dia orang yang baik dan sangat menyayangi putrinya. Sekarang kau sudah menjadi bagian dari keluarga kami jadi jangan cemas, kami akan merawat mu dengan baik. Percayalah." L menatap wajah Bora dan melihat ketulusan dimatanya, L menjadi lebih tenang, Bora memeluk L sambil mengelus kepalanya.
Laju mobil berkurang setelah sampai di depan gerbang yang besar, petugas keamanan membukakan gerbang itu, bergitu memasuki gerbang mobil kembali melaju dan akhirnya sampai di depan rumah yang sangat besar, L yang melihat nya sampai melotot karena rumah besar itu lebih mirip istana yang pernah ia lihat di TV TV. Dari balik jendela mobil, Orang-orang berbaris didepan pintu seakan menyambut kedatangan tuan nya.
Big3 sudah turun dan membukakan pintu mobilnya, Bora turun dan memapah L untuk masuk kedalam rumah.
" Tenang ada aku disisimu. " ucap Bora
" Ada kami juga, apa kau mau kupeluk jika merasa takut?" canda D.O yang langsung mendapat pukulan dari Jisoo
L sedikit tersenyum dan mulai berjalan memasuki rumah bak istana itu, semua orang menunduk dan memberi salam dengan serempak.
" Selamat datang tuan muda, nona muda, tuan Jaehyun, tuan Shin, tuan D.O, dan nona Yuna. "
kata pelayan itu masih dengan posisi menunduk sempurna
Sejenak L tampak bingung dan canggung dengan sambutan para pelayan itu, sedangkan yang lain tampak biasa saja.
Didalam sudah ada tiga orang lelaki dan satu orang wanita, dia adalah tuan besar sekaligus ayah Bora, Tuan Kim Byung In. Sebelah kanan adalah asisten sekaligus orang kepercayaan tuan Kim, Tuan Yoo Min Kyung. Sebelah kiri Kepala pelayan yang sudah mengabdi melayani keluarga Kim dari generasi ke generasi, Tuan Im Dae So, dan asisten Kepala rumah tangga yang merupakan anaknya, Im Jaekyung.
" Ayah kami sudah pulang. "
Tuan Kim tak menghiraukan Bora, ia menatap lekat L dan langsung memeluknya dengan erat, L kaget begitu juga dengan yang lain.
" Yuna kau sudah sembuh, akhirnya aku bertemu dengan mu. " kata tuan Kim
Entah kenapa L tidak merasa takut kepada Tuan Kim, padahal ia baru bertemu dengan nya. Ia hanya merasa hangat saat dipeluk dan hatinya merasa tentram mendengar kata-kata yang diucapkan tuan Kim. Lalu ia tersadar, mengapa tuan Kim memanggil nya dengan sebutan Yuna, bukan Elis atau L?
" Ayah hentikan, dia baru saja sembuh dan harus banyak istirahat, aku akan membawanya kedalam kamar. " Bora segera memisahkan L dan membawanya kedalam kamar L yang luas dan cantik.
Kepala pelayan menyuruh Jaekyung menuntun nona Yuna ke arah kamar barunya.
" Kakak, siapa itu Yuna? apa itu panggilan untuk untuk anak perempuan? atau adik perempuan? " L masih bingung, ia hanya duduk dan memandang Bora.
Jiso dan Big3 sudah masuk kekamar L dan duduk di sofa disudut ruangan
" Itu namamu. " jawab Bora singkat
L semakin bingung "Maksud kakak? "
Bora memandang L lekat-lekat " Sekarang kau bagian dari keluarga ini, ayahku sudah memasuk kan namamu dalam daftar keluarga nya, dan ayah memberikan nama Korea untuk mu yaitu Kim Yuna, jadi itulah namamu. Yuna, cantik bukan seperti dirimu. "
L terdiam dan merasa terharu, ini bagaikan sebuah mimpi, yang ia ingat dirinya masih ada dikamar dan tertidur, setelah bangun tiba-tiba ia tidak ada dirumah malah berada di Korea, sekarang ia juga sudah mendapatkan keluarga dan mempunyai nama baru. L tidak bisa berkata-kata lagi. Ia hanya merasa senang dan sangat bahagia.