All About You "L"

All About You "L"
Tanda Tangan Kontrak



D.O tiba-tiba tertawa mendengar ucapan sangat ibu.


" Sejak kapan ibu jualan? " Tanya D.O


Direktur Han langsung menatapnya dengan tajam dan itu berhasil membuat D.O seketika bungkam.


" Baiklah jika bibi sudah berkata seperti itu maka biar Kak D.O yang mengatakan trainee mana yang harus dikeluarkan dan aku pilih untuk debut Solo. " Sahut L.


D.O langsung protes " Hei kenapa aku yang memilih? Kan kau yang mau berbisnis, jangan libatkan aku! Nanti kalau kau rugi bisa bisa aku disuruh ikut ganti rugi. " Ujar D.O


" Tidak kakak ku sayang. Aku hanya memintamu untuk memilih trainee. " Ujar L dengan sabar.


D.O mengangguk, ia segera mengambil berkas biodata Trainee yang dimaksud dan langsung menyerah kan pada Direktur Han. L tersenyum melihat nama pada berkas tersebut.


" Kang Sora? " Tanya Direktur Han.


L mengangguk " Pilihan kakak memang tepat. Iya Bibi aku memilih Kang Sora. "


Direktur Han hanya bisa menghela nafas " Baiklah terserah dirimu. "


Diruang lainnya, Sora dan lainnya sedang beristirahat. Sora duduk menyendiri di sudut ruangan sedangkan yang lain berkumpul dan berbicara dengan gembira tentang kebahagiaan mereka karena sebentar lagi akan segera debut.


Tiba-tiba saja pintu terbuka dan masuklah seorang lelaki dan wanita dengan membawa sebuah map. Mereka adalah pelatih mereka bernama Pak Lee dan Nona Amber.


Semua segera berkumpul dihadapan keduanya. Pak Lee dan Amber memperhatikan mereka satu persatu dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan, tidak ada raut bahagia di wajah mereka dan Sora merasakan sesuatu yang tidak beres.


" Selamat untuk kalian karena sebentar lagi kalian akan segera debut, ingatlah perjalanan kalian baru saja akan dimulai. Setelah debut perjuangan sesungguhnya barulah akan dimulai, nasib kalian mungkin lebih beruntung dibandingkan ratusan atau bahkan ribuan anak diluar sana yang masih menjalani masa training tanpa tahu akan debut atau tidak. Jadi sebagai pelatih dan juga orang tua kalian disini aku berharap kalian mampu bertahan dan membawa mimpi kalian terbang lebih tinggi." Sejenak Pak Lee berhenti berbicara, ia menghela nafas dengan berat.


" Lakukan lah yang terbaik, jika kalian berlatih dengan sungguh sungguh dan berkerja dengan sepenuh hati, percayalah bahwa usaha tidak akan menghianati kalian. Dimasa depan jika akan ada banyak orang yang mendukung kalian maka akan ada banyak pula yang akan membenci kalian, ingatlah terus niat awal kalian menjadi seorang idol, jika kalian memiliki keteguhan hati yang kuat, semua ujian yang akan kalian hadapi akan semudah angin lalu. Apapun yang terjadi jangan pernah menyerah meskipun terlihat baik baik saja , jika tiba-tiba terjadi sesuatu dikemudian hari kalian harus tetap berdiri dan percaya akan usaha yang kalian lakukan. " Pak Lee lalu menatap Sora lebih lama sebelum memalingkan wajahnya kearah lain.


Semua orang terharu dan bersorak bahwa mereka akan tetap semangat dan berjuang bersama sama karena mereka memiliki satu mimpi yang sama. Menjadi seorang idol yang sukses dan berdiri dipuncak popularitas.


Sora diam ketika Pak Lee melihatnya sebentar sebelum memalingkan wajahnya, ada sesuatu yang tidak beres dan itu membuat nya tidak tenang. Teman-teman nya yang lain sedang memberi semangat satu sama lain sedangkan Sora terus memperhatikan dua pelatih nya terutama Nona Amber yang membawa sesuatu dalam dekapan nya.


" Baiklah ujian baru saja dimulai. Aku ucapkan selamat untuk kalian dan teruslah berjuang. "


Semua mengangguk


" Tapi ada satu hal yang harus aku katakan dan ini mungkin membuat kalian sedih. " Pak Lee berusaha untuk tetap bersikap biasa saja , namun Sora bisa melihat jika Pak Lee sedang menyembunyikan kesedihan nya.


Sora merupakan salah satu Trainee yang dekat dengan Pak Lee, dan Sora sudah dianggap Pak sebagai adiknya sendiri. Pak Lee bahkan sering menemani Sora saat dia tengah berlatih sendirian saat semua orang sudah kembali ke asrama. Pak Lee merupakan salah satu orang yang melihat bagaimana Sora berjuang begitu keras tanpa pernah mengeluh demi meraih mimpinya.


Pak Lee sebenarnya masih muda, umurnya baru 31 tahun dan masih lajang. Orang-orang memanggilnya Pak Lee karena dia salah satu pelatih tari yang sangat galak dan tegas.


Kembali ke Nona Amber, wajah para gadis mulai tegang.


" Aku dan Pak Lee baru saja menerima berkas dan isinya mengenai kalian. "


Mereka saling memandang.


" Jumlah member debut untuk idol grup akan dikurangi dan dengan berat hati aku akan mengatakan jika salah satu dari kalian akan dikeluarkan dari line debut. "


Mata semua orang seketika berlinang.


" Ini bukanlah kuasa ku dan aku tidak bisa menentang keputusan dari atas, begitu pun dengan kalian. Aku dan Pak Lee hanya bisa mengucapkan kata maaf dan kuharap siapapun yang gagal debut tidak larut dalam kesedihan, anggap ini sebagai kesempatan untuk kalian berlatih dan menjadi lebih baik lagi. Kesuksesan seseorang tidak diukur dari umur, percayalah kesuksesan akan menghampiri kalian pada waktu yang tepat. Jangan pernah menyerah! " Suara Nona Amber yang tegas mulai melemah.


" Trainee yang dikeluarkan dari line debut adalah Kang Sora. Maafkan aku Sora mungkin belum waktu nya untuk mu untuk bersinar, aku tahu bagaimana perjuangan dan usaha mu selama ini tapi jangan pernah berkecil hati karena kau memiliki kemampuan untuk menjadi bintang. Tetap lah semangat. "


Seketika Sora ambruk dan menangis, dia tidak percaya mimpi yang sebentar lagi diraih harus terhenti. Ia terduduk dengan tangan menutupi wajahnya. Nona Amber dan Pak Lee berusaha menenangkan nya tapi semua itu sia-sia. Sedangkan teman yang lain hanya memasang wajah sedih dan mengucapkan kata kata agar Sora tetap tegar, tentu saja itu hanya pura-pura. Mereka senang karena Sora dikeluarkan.


Beberapa waktu berlalu Nona Amber dan Pak Lee sudah keluar, mereka memberikan Sora waktu untuk memenangkan diri bersama teman-teman nya. Begitu Nona Amber dan Pak Lee keluar wajah asli mereka langsung keluar.


" Seperti nya para atasan menyadari jika Sora memang tidak pantas untuk debut bersama kita. "


" Kau benar, mata para atasan memang bagus,mereka bisa membedakan mana calon Bintang dan mana calon pecundang. Aku sebenarnya khawatir jika harus debut dengan nya, ku pikir dia hanya akan menjadi beban untuk grup jika dia berhasil debut dengan kita. "


Semua mengiyakan.


" Sadari tempat mu Sora, kau itu tidak akan cocok jadi bintang, kau tidak pantas berada dipanggung apalagi dengan ku dan yang lain. Kau lebih baik jadi penonton dan mendukung kita karena kau ditakdirkan dibawah sedangkan kami diatas. Bermimpi sewajarnya jangan berharap terlalu tinggi. "


" Dan ya kupikir mau berlatih sampai kapanpun kau tidak akan berhasil, jikapun kau keluar dari perusahaan dan pindah ke agency lain pada akhir nya kau akan kembali ke rumah mu. Pulang saja dan bekerja untuk membantu ayahmu."


Sora benar-benar sedih ia tak mengindahkan kata-kata Trainee lain, ia hanya bingung bagaimana mengucapkan pada ayahnya nanti. Setelah evaluasi ayah Sora mengirim pesan agar cepat pulang karena mereka telah menyiapkan pesta perayaan untuk Sora, ayahnya bahkan berkata jika ia membeli daging sapi untuk dipanggang dan dimakan bersama sama. Hati Sora begitu sakit, tidak sanggup membuat ayah, adik, serta nenek nya kecewa. Ia tidak tega merusak kebahagiaan mereka, apalagi ayahnya berkata telah membeli daging sapi untuk menyambut keberhasilan debut nya, sesuatu yang sangat jarang di keluarga nya. Daging sapi harga nya sangat mahal dan sangat jarang Sora dan keluarga bisa menikmati, sehingga Sora benar-benar sedih.


Disaat Trainee lain masih mengucapkan kata-kata pedas mereka, pintu kembali terbuka dan masuk lah seorang gadis cantik yang langsung berlari memeluk Sora.


Sejenak mereka terpesona dengan kecantikan gadis tersebut namun mereka kemudian sadar dan berfikir jika gadis itu pastilah seorang Trainee juga.


" Kakak jangan sedih, kakak tidak boleh menyerah ikut lah dengan ku dan hapus air mata kakak. " Ujar gadis itu yang ternyata adalah L.


" Siapa kau? " Tanya salah satu Trainee.


" Bukan urusan kalian. "


" Aku akan bertindak sopan jika kalian juga sopan, sayang kalian begitu kurang ajar dan tidak berperasaan. " Ujar L tanpa melihat mereka berenam.


" KAU!! " Haneul langsung emosi tapi dihalau yang lain agar jangan membuat masalah.


" Biarkan Sora dan gadis itu menangis bersama, kita tidak ada waktu untuk melihat drama ini. Ayo pergi kita harus berlatih dan mempersiapkan diri kita. Orang seperti kita tidak selevel dengan mereka. " Ujar Sodam penuh percaya diri.


" Berhenti bicara omong kosong dan cepat lah pergi! Dan jika boleh aku beri saran, lebih baik kalian ikut kelas etika dan kepribadian agar sikap sombong dan angkuh kalian tidak jadi bumerang untuk diri kalian sendiri di masa depan. " Ujar L yang kini menatap Sodam dan lainnya dengan tajam.


Kini Sodam yang hampir meledak dan membalas ucapan L, namun aksinya terhenti karena seorang cleaning servis memasuki ruangan guna membersihkan nya. Alhasil Sodam dan lainnya terpaksa pergi dengan wajah memerah menahan amarah.


L memeluk Sora dengan erat dan membawanya pergi ke ruangan D.O.Sora tak sadar telah berpindah ruangan karena itu terus saja menangis dan menundukkan kepala. Ia tak menyadari ada D.O, asisten nya dan juga L yang tengah menatap nya.


Tak lama kemudian Direktur Han dan sekretaris nya masuk dan melihat semua orang tengah diam dan hanya memperhatikan seorang gadis yang masih menangis.


" Kalian apakan dia? " Tanya Direktur Han


D.O hanya mengangkat bahu dan kembali sibuk dengan gadget nya, sedangkan L dan asisten D.O menggeleng.


Sadar akan sesuatu Sora mengangkat wajahnya dan bingung karena berada di ruangan yang tak ia kenali, tapi kesadaran nya kembali penuh setelah melihat Direktur Han dan juga D.O disana. Sontak Sora berdiri dan membungkuk memberi hormat.


" Salam saya kepada Direktur Han dan juga Tuan Kyungsoo, maaf saya baru menyadari kehadiran kalian dan maaf untuk penampilan saya yang begitu tidak enak dilihat. " Ujar Sora sambil menunduk.


"Duduk lah di disini! " Direktur Han menunjuk ke arah kursi dihadapan meja nya.


Meski bingung Sora segera duduk di sana dan menghapus air matanya. Ia masih saja menunduk dan tak berani menatap siapapun.


Direktur Han meminta sebuah map yang dipegang oleh sekretaris nya, lalu menyerah kan pada Sora.


" Bacalah dan jika kau setuju segera tanda tangani! " Ujar Direktur Han tegas.


Sora nampak pasrah, ini sudah sering ia lakukan jika dia ikut seleksi dalam sebuah agency untuk calon idol dan jika gagal biasanya perusahaan akan mengeluarkan nya, setelah ini ia akan jadi Trainee tanpa agency dan mimpi nya akan semakin jauh.


Dengan berat hati Sora mengambil map tersebut dan membacanya. Di sisi lain Direktur Han menatap D.O, L dan asisten anaknya yang sibuk dengan kegiatan nya masing-masing.


Tiba-tiba air mata Sora kembali mengalir bahkan lebih deras dari sebelumnya, ia menangis dengan kencang tidak memperdulikan siapa yang ada di ruangan tersebut.


" Itu adalah kontrak untuk mu Sora, kau dikeluarkan dari line debut karena setelah evaluasi terakhir dirimu tidak cocok dengan karakteristik dengan member lain sehingga aku memutuskan mengeluarkan namamu. Bukan berarti kau tidak punya potensi, justru seseorang melihat dirimu merupakan seorang gadis ya sangat berbakat dan bisa menjadi seorang bintang besar dikemudian hari. Hanya saja kau tidak cocok disandingkan dengan Trainee lain. "


" Orang yang tengah duduk di sana mengajukan diri untuk menjadi investor mu, dia menawarkan sebuah kesempatan untuk mu. Jika kau setuju perusahaan akan mendebutkan dirimu menjadi penyanyi Solo." Ujar Direktur Han.


Seketika Sora menoleh dan melihat L sedang tersenyum manis kepadanya, ia langsung berlutut dan mengucapkan terimakasih pada L. L kaget dan berusaha membujuk Sora agar berdiri.


" Nona terimakasih, terimakasih banyak karena telah memberi kesempatan pada saya. Saya kira mimpi saya akan berhenti sampai disini dan saya akan dikeluarkan dari perusahaan, anda bagaikan malaikat untuk saya jadi saya akan mengucapkan terimakasih dengan sangat untuk anda. " Ujar Sora dihadapan L.


Seperti nya Sora tidak sadar jika investor nya adalah seorang gadis berumur 14 tahun, gadis yang lebih muda tiga tahun darinya.


L bingung dengan suasana ini, ia menatap semua orang di ruangan itu seakan-akan meminta tolong. Sekretaris Direktur Han menenangkan Sora dan menyuruh nya untuk duduk kembali dihadapan Direktur Han.


Sora masih tidak percaya jika kesempatan ini datang kepadanya, ia sampai bingung harus berkata apa lagi untuk mengapresiasi kebahagiaan nya.


" Kau tahu Sora, kau adalah satu-satunya penyanyi solo wanita yang pertama perusahaan debut kan dari seorang Trainee. Karena sejauh ini penyanyi yang debut menjadi penyanyi solo sebelumnya tergabung dalam sebuah grup, jadi kau adalah yang pertama. Ini kesempatan yang sangat langka dan bukan lah sesuatu yang mudah."


" Dia adalah anak dari teman baik ku namanya Kim Yuna, dan dia adalah investor mu, dia menaruh harapan besar untuk mu karena dia percaya jika kau memiliki potensi untuk menjadi penyanyi yang sukses. Jika kau bersedia kau bisa tanda tangani kontrak kerja mu, di depan mu tersedia tiga map yang sama yang membedakan di tiap map adalah lama kontrak yang ada. Kau pasti tahu bukan rata-rata kontrak di perusahaan kita ini adalah 7 tahun, namun investor mu memberi mu pilihan yang sangat menguntungkan, kau bisa memilih kontrak kerja selama 3,5, atau 10 tahun. Jika kau memilih waktu 3 tahun maka setelah itu kau bebas menentukan akan tetap di perusahaan ini atau berpindah tanpa ada unsur paksaan atau syarat yang membebani mu. "


" Semua kembali kepada mu, jika pun kau menolak untuk menandatangani kontrak, kau hanya akan kembali menjadi Trainee dan menunggu kesempatan untuk debut. Pikirkan baik baik, semua keputusan ada ditangan mu, ini adalah pertama kalian aku sebagai Direktur memberikan keleluasaan untuk seorang Trainee menentukan pilihan nya sendiri. Jika kau setuju jalan yang akan kau lalui bukanlah jalan yang mulus melainkan jalan berbatu yang terjal, karena menjadi penyanyi solo yang debut dari seorang Trainee sangat berat, meskipun kau berasal dari agency besar, peluang kesuksesan ada pada kemampuan mu sendiri. " Direktur Han telah selesai mengatakan semua nya, kini tinggal menunggu keputusan Sora.


Sora meraih bolpoin dan tanpa ragu menandatangani map yang berisi kontrak kerja selama 10 tahun.


" Kau yakin dengan keputusan mu ini? Kontrak kerja selama 10 tahun berarti dalam jangka waktu itu harus harus terikat dengan perusahaan meskipun kau nanti telah sukses, dan semua aktivitas mu di dunia hiburan akan diatur oleh perusahaan. " Ujar Direktur Han lagi.


" Saya yakin dengan keputusan saya, karena orang yang memberikan kesempatan untuk saya juga yakin. Saya akan berusaha lebih keras lagi agar membuat Nona Yuna bangga karena telah menghabiskan uangnya untuk saya, begitu juga dengan Direktur dan juga perusahaan yang mendukung saya. " Ujar Sora.


Semua orang tersenyum mendengar ucapan Sora yang tegas dan berani mengambil keputusan tanpa ragu.


" Baiklah aku yakin jika dirimu pasti akan sukses dimasa depan dan membuat perusahaan semakin besar. Berjuang lah dan buat orang-orang yang menaruh harapan untuk mu menjadi bangga. "


Setelah semua nya selesai, Sora bergegas pulang ke rumah. Sepanjang jalan bahkan ia tidak henti-hentinya untuk tersenyum. Begitu sampai dirumah, ayah, adik, dan neneknya sudah menunggu nya.


" Ayah, Shinhwa, nenek.... Sora pulang. "


Adik Sora yang bernama Shinhwa menyambut kedatangan Sora dengan pelukan. Setelah memeluk adiknya, Sora segera memeluk ayah serta nenek bergantian.


" Sora hari ini sangat bahagia, ini semua berkat doa kalian. Terimakasih, ayah, Shinhwa, nenek, tanpa kalian Sora tidak akan bisa seperti ini.


Semua orang terharu.


" Tidak Sora, ini semua adalah hasil dari kerja kerasmu sendiri, jangan menangis. " Ujar Ayah Sora menenangkan.


Malam itu adalah awal dari kebahagiaan Sora dan keluarga, ia berjanji akan berusaha lebih keras lagi untuk semua orang, ia ingin melihat senyum itu setiap hari dikeluarga nya .