All About You "L"

All About You "L"
Calon Idol



Setelah kejadian pecahnya kaca pigura, pria misterius itu sibuk mencetak foto yang hari ini ia dapat. Dibagian foto yang menampilkan Daniel, pria misterius itu mencoret-coret dan melubangi nya, sebagian bahkan ia gunting dan diganti dengan foto dirinya.


Di dalam ruangan tersebut terdapat satu sisi dinding yang masih polos belum ditempeli foto L, disudut kanan dan kirinya terdapat lemari kaca berisi gaun pengantin dan sebuah jas berwarna putih senada dengan gaun tersebut. Pria itu tersenyum melihat gaun cantik didalam lemari kaca itu.


Tunggu sebentar lagi aku melamar mu dan menikahi mu, hanya aku lah yang pantas menjadi pasangan mu karena aku satu-satunya orang yang benar-benar mencintaimu. Orang lain hanya sampah pengganggu mereka tidak benar-benar mencintai dan menyayangimu. Ujar Pria misterius itu.


Ia telah jauh jauh harus memesan gaun pengantin dan jas untuk dirinya dan juga L.


Seringai dari wajahnya terlihat begitu menyeramkan kala membayangkan dirinya memakai jas tersebut dan disamping nya ada L yang berdiri sebagai pasangan nya.


****


Pagi pagi disaat semua orang telah kembali sibuk pada aktivitas nya masing-masing terlihat L sedang asik sarapan sambil tersenyum. Jisoo turun dan ikut bergabung sedangkan Bora belum juga selesai.


Jisoo menangkap adanya keanehan pada diri adiknya yang terus saja tersenyum sambil memakan sarapan nya.


" Ada apa dengan mu Yuna? Kelihatan nya kau sedang bahagia. Apa yang membuat mu jadi seperti itu?" Tanya Jisoo.


L tersenyum semakin lebar pada kakaknya " Tidak ada Kak, hanya saja suasana hati ku sedang baik karena ayah sebentar lagi pulang dan ia berjanji membawakan oleh oleh spesial untuk ku, aku jadi semakin tidak sabar. " Ujar L berkilah. Ia belum mengatakan bahwa ada seorang laki-laki yang menyatakan perasaan pada dirinya, jika ia bercerita mungkin kakaknya ini akan syok.


" Ouh iya nanti malam ayah akan pulang, aku hampir saja lupa. Pak Im tolong siapkan makan malam spesial untuk menyambut kepulangan ayah ya! "


" Baik Tuan akan saya siapkan. " Ujar Pak Im


Bora telah bergabung untuk sarapan " Ada apa ini? Memang nya nanti malam ada apa kenapa Pak Im disuruh menyiapkan makan malam yang spesial? " Tanya Bora.


" Sayang apa kau lupa kalau ayah kan hari ini akan pulang. "


" Oh ya ampun aku benar-benar lupa. Wah terimakasih telah mengingat kan aku sayang. Benar nanti malam Pak Im harus menyiapkan jamuan istimewa untuk menyambut kepulangan Ayah. Pak Im tolong hidang menu makanan kesukaan ayah ku ya! " Ujar Bora pada Pak Im.


" Siap Nona Bora. " Bora langsung memberi kan jempol untuk Pak Im.


" Jadi nanti malam pastikan kalian pulang tepat waktu jangan sampai terlambat mengerti! " Imbuh Bora.


" Mengerti. " Jawab Jisoo dan L serempak.


Usai sarapan ketiga langsung berangkat ke tempat tujuan masing-masing, Asisten Bora sudah menjemput nya sehingga ia berangkat lebih dulu sedangkan L berangkat bersama Jisoo menuju kampus.


Di kelas Yura dan Jungki sedang menunggu kedatangan L begitu orang yang ditunggu terlihat Yura langsung berteriak memanggil nya.


" KIM YUNA!! " Suara Yura mengalihkan perhatian semua orang , sedangkan L sendiri hanya terdiam di depan pintu karena kaget tiba-tiba dipanggil begitu keras oleh Yura.


Tepukan tangan di bahu L membuat nya sadar.


" Jangan melamun Yuna dan apa kau berniat tetap berdiri di depan pintu hingga Profesor Lee datang? " Ujar Jae Hwi yang menyadarkan L.


L tersenyum malu pada Jae Hwi " Maaf Kak aku tidak sengaja, aku hanya kaget tadi Yura memanggilku begitu keras kupikir ada apa, maaf jika aku menghalangi jalan mu. Silahkan masuk. " L segera bergeser agar Jae Hwi dan teman temannya yang lain bisa masuk kedalam kelas.


Jae Hwi tertawa ia tiba-tiba merangkul bahu L dan mendorong nya agar ikut masuk kedalam kelas.


" Kau ini bagaimana Yuna, Yura kan sahabat mu dan sudah sejak dulu suara Yura memang begitu bikin telinga orang sakit kau seharusnya tidak kaget lagi."


L ikut tertawa meski memang benar apa yang diucapkan oleh Jae Hwi tetap saja L sering kaget dan tertegun jika Yura sudah berteriak.


" Iya kak aku memang sahabat nya tapi tetap saja aku masih kaget jika dia sudah berteriak. "


Yura melihat L berjalan dengan bahu dirangkul oleh Jae Hwi berubah masam, ia tak suka Jae Hwi menyentuh L.


" Hei lepaskan tanganmu dari bahu temanku dasar buaya. " Ujar Yura sementara Jungki langsung menepis tangan Jae Hwi dari bahu L.


" Santai Yura, aku kan hanya menenangkan Yuna karena kaget kau tiba-tiba berteriak memanggil nya. " Jawab Jae Hwi


" Sudah tidak usah banyak alasan pergi sana! " Yura mengibaskan tangan agar Jae Hei segera pergi.


Tanpa banyak kata Jae Hwi pun berjalan ke dalam kelas dan duduk jauh dari mereka bertiga. Yura terus menatap nya dengan sengit sampai Jae Hei duduk.


" Jadi ada apa pagi pagi sudah berteriak memanggil ku? " Ujar L mengalihkan pandangan Yura.


" Oh iya aku hampir lupa. Sayang perlihatkan padanya!" Ujar Yura pada Jungki.


Dengan cepat Jungki mengambil laptop dan memperlihatkan layarnya pada L.


Dahi L mengkerut " Ini? "


" Ini peringkat ajang kecantikan kampus Yuna dan lihat! Posisimu sekarang naik jadi peringkat sepuluh kau hebat sekali, aku yakin kau bisa ikut menang dan jadi juara." Ucap Yura dengan gembira.


" Aku kira ada apa. " L terlihat acuh, ia duduk dan mengeluarkan buku serta laptop karena Profesor Lee akan segera masuk kedalam kelas.


"Hei kenapa kau biasa saja, harusnya kau senang. "Protes Yura.


L tersenyum sekenanya " Sudahkan. Cepat duduk karena sebentar lagi Profesor akan masuk ke dalam kelas. " Jawab L santai.


Yura dan Jungki duduk tanpa bisa membalas.


****


D.O baru saja keluar dari salon setelah melakukan perawatan. Pagi-pagi sekali ibunya menagih janji agar mau membujuk L. Sepanjang jalan D.O menghembuskan nafasnya dengan setengah hati, pusing memikirkan bagaimana membujuk L dan juga Bora.


D.O sudah memberi pesan pada L kalau setelah selesai kuliah dia akan menjemput nya dan L setuju. Di depan gerbang D.O tengah menunggu sosok L.


"Kakak maaf aku lama. " Ujar L


D.o tersenyum " Oh tidak masalah ayo masuk. " L segera masuk dan duduk di sebelah D.O.


" Bagaimana kuliah mu hari ini? " Tanya D.O


" Sangat menyenangkan, tadi kelasnya Profesor Lee. " Jawab L


" Hari ini apa yang kau lakukan kak? " Tanya L


" Apa lagi? " Tanya L penasaran.


" Ah itu sebenarnya aku ingin meminta bantuan padamu tapi aku takut kau tidak bisa melakukan dan aku pun tidak akan memaksa mu. "


" Bantuan apa Kak? Katakan dulu baru aku bisa memutuskan bisa membantu apa tidak. "


" Emm kau ingat saat kali kau menemani ku untuk pemotretan? " L mengangguk


" Ibu ku menyukai hasil fotomu dan ia meminta ku untuk menanyakan apakah kau tertarik menjadi seorang selebriti. Saat itu aku langsung mengatakan jika kau tidak tertarik untuk menjadi selebriti namun ibuku malah mengatakan bahwa dia mendapatkan telpon dari perusahaan yang mengontrak ku dan Esther, jika mereka sangat tertarik dengan mu dan ingin kau jadi model iklan untuk produk terbaru mereka. " Ujar D.O semakin lirih ia takut kalau perkataan nya membuat L marah.


" Yuna jika kau tidak bisa aku akan mengatakan pada ibuku, aku pun sebenarnya takut jika Bora sampai tahu dia pasti akan langsung membunuh ku. "


" Kakak memang benar aku tidak tertarik untuk jadi selebriti ataupun publik figur. "


" Tidak apa apa Yuna aku akan mengatakan pada ibuku jadi tidak usah khawatir. "


Setelah perbincangan tersebut mobil mereka telah sampai di lokasi syuting. D.O dan L segera turun.


L menemani D.O syuting di sebuah sekolah karena setting tempat untuk drama nya berada disana. D.O berkerja dengan baik dan terlihat sangat Profesional, selesai satu adegan, mereka segera bersiap untuk adegan selanjutnya hingga menjelang sore syuting baru selesai.


L duduk disebelah asisten D.O.


" Tuan Muda kasihan sekali wajahnya terlihat kelelahan dan kurang istirahat. " Ujar Asisten D.O tanpa sadar di dengar oleh L.


" Aku tidak tega melihatnya harus bekerja terus tanpa libur . " Imbuhnya lagi.


" Kenapa kakak bilang begitu? " Tanya L membuat asisten D.O tergagap karena lupa jika disebelah nya ada L.


" Ah tidak apa apa Nona Yuna, maaf saya hanya bicara asal mohon untuk dihiraukan saja. " Jawab nya dengan was was.


" Tidak bisa! Aku sudah mendengar nya jadi kau harus mengatakan ada apa sebenarnya dengan kak D.O. Cepat! "


Asisten D.O terlihat ragu namun dirinya tidak berani menolak permintaan L.


" Jadi yang dikatakan oleh tuan muda ada benarnya Nona. Direktur menginginkan Nona untuk menjadi artis dibawah naungan perusahaan namun tentu nya dengan perlakuan khusus seperti yang didapat kan oleh tuan muda. Jika Nona mau menjadi artis dibawah naungan perusahaan, Direktur akan memberi kan perlakuan khusus dimana Nona diperkenankan untuk bebas mengambil pekerjaan tanpa kontrak mengikat dengan perusahaan asalkan jika Nona mendapatkan tawaran kontrak dengan perusahaan lain, nama Nona akan tercantum sebagai artis dibawah naungan perusahaan. "


" Dan sebenarnya sekarang Tuan Muda sedang menjalani hukuman, apa Nona ingat saat Tuan Muda datang ke Indonesia untuk berlibur dengan Bora dan lainnya? " L mengangguk


" Iya aku ingat. " Jawab L


" Sebenarnya Direktur Han tidak mengijinkan namun Tuan Muda bersikeras untuk tetap pergi, dan akhirnya Tuan Muda membuat kesepakatan untuk mau mengikuti semua perintah Direktur sebagai artis dengan kontrak satu tahun penuh. Artinya posisi Tuan muda menjadi artis yang sepenuhnya pekerjaannya diatur oleh perusahaan terutama oleh Direktur selama satu tahun penuh. Itulah sebabnya sekarang Tuan muda sangat sibuk menjalani syuting drama, pemotretan dan aktivitas lainnya karena dia sudah berjanji pada Direktur. "


" Dan kemarin setelah Nona dan Tuan Muda melakukan pemotretan, Direktur Han menyuruh Tuan Muda membujuk Nona agar mau menerima tawaran untuk jadi model iklan, jika Tuan muda berhasil maka kegiatan Tuan muda akan dikurangi dan sebagian kontrak akan di batalkan menyisakan syuting drama saja karena memang itu proyek sangat besar. Namun jika gagal bisa dipastikan kontrak pekerjaan lain akan segera menyusul dan membuat Tuan Muda tidak akan bisa beristirahat apalagi libur untuk bertemu dengan Nona dan Lainnya. " Ujar Asisten D.O dengan sendu.


" Meskipun Tuan Muda menyukai bidang ini tapi ia tidak suka pekerjaan nya di atur. Karena kesibukannya Tuan Muda kurang istirahat dan selalu pulang larut aku jadi tidak tega. " Imbuh Asisten D.O


" Ya ampun kak D.O sungguh kasihan kenapa kakak tidak mengatakan yang sebenarnya padaku. " Ujar L


" Maaf Nona, sebelum bisakah anda tidak mengatakan pada Tuan Muda jika saya sudah membuka mulut pada anda. Saya masih butuh pekerjaan dan saya adalah penggemar nomor satu Tuan Muda jadi saya tidak rela jika harus dipecat nantinya. " Ujar Asisten D.O mengiba.


" Tenang saja aku tidak akan buka mulut. Jangan khawatir aku akan membantu Bias ( artis yang begitu di idola kan) mu. "


" Benarkah Nona? "


" Iya tentu, aku harus tahu diri Kakak dan Kak D.O sudah membantu ku bertemu dan meminta tanda tangan serta foto artis idolaku jadi sekarang waktu nya aku membantu mu meringankan beban artis idolamu. " Ujar L.


" Terimakasih banyak Nona, anda yang terbaik. " Mengacungkan jempol.


L tertawa.


" Apa yang sedang kalian lakukan? " Tanya D.O tiba-tiba


" Kakak sudah selesai? " Tanya L


" Iya, ayo kita kembali ke perusahaan! Waktunya melihat evaluasi untuk grup idola baru yang akan segera debut. " Ujar D.O meninggal Asisten dan L yang masih terduduk.


Dengan cepat Asisten D.O dan L berlari mengejar D.O.


****


Di ruang latihan tujuh orang gadis remaja calon idol yang akan segera debut sedang melakukan latihan seperti biasa. Mereka berasal dari berbagai daerah, merantau ke kota dan telah menjalani masa training cukup lama rata-rata dua sama lima tahun.


Mengikuti berbagai Audisi di usia begitu muda demi meraih mimpi menjadi seorang idol bukanlah hal yang mudah. Usia mereka masih sangat muda,rata-rata mereka menjalani masa training diusia masih belasan tahun atau dari awal sekolah menengah mereka telah berlomba-lomba mengikuti audisi agar bisa masuk ke agensi besar dengan harapan suatu saat bisa debut menjadi seorang idol.


Salah satunya adalah Kang Sora. Gadis remaja berumur tujuh belas tahun kelas dua SMA. Dia berasal dari pinggiran kota, dari keluarga yang kurang mampu.Tinggal bersama ayah, nenek, dan satu adik laki-laki. Ibunya sudah pergi meninggalkan rumah karena tidak mau hidup miskin bersama ayahnya, ia pergi bersama mantan kekasih nya yang kaya dan saat ini sudah tidak diketahui lagi keberadaan nya.


Sejak usia sepuluh tahun Sora mulai bermimpi menjadi idol untuk bisa membahagiakan keluarga. Sudah puluhan audisi ia ikuti dan akhirnya ia berhasil lolos dan masuk di agensi milik orang tua D.O. Usianya saat itu dua belas tahun dan ia sudah menjadi Trainee di sana selama lima tahun.


Dua bulan yang lalu tiba-tiba ada evaluasi mendadak dan tanpa diduga ia berhasil menjadi kandidat calon idol yang akan didebutkan oleh perusahaan. Bahagia menyelimuti dirinya, usahanya selama ini akan segera membuahkan hasil.


Dan setelah enam gadis lainnya disebut kan dan di beri pelatihan secara khusus dan intensif untuk melihat lebih dalam kemampuan dan kelebihan untuk menentukan posisi mereka di dalam grup perubahan mulai terjadi.


Gadis lain mulai menunjukkan ketidaksukaan nya pada Sora karena ia begitu menonjol dibandingkan yang lain. Sora begitu berbakat, ia sangat mahir menari dan hebatnya suaranya sangat bagus hingga para pelatih selalu memujinya. Wajahnya juga cantik tanpa operasi plastik sama sekali. Sehingga posisi center bisa dipastikan menjadi milik Sora.


Gadis lain mulai iri dan membully Sora, mereka sering memarahi dan melakukan tindakan tidak terpuji pada Sora, terlebih setelah mereka bertujuh ditempatkan dalam satu asrama yang sama. Seringkali Sora melakukan pekerjaan rumah dan melayani gadis lainnya. Sora tidak melawan karena merasa dirinya bukan siapa-siapa dibandingkan yang lain.


Diantara calon idol yang akan debut tersebut hanya Sora yang berasal dari kalangan orang yang kurang mampu, sedangkan yang lain berasal dari keluarga kaya. Mereka sering mengancam Sora jika tidak mau menuruti kemauan mereka, mereka akan menggunakan kekuasaan orang tua mereka untuk mengeluarkan nama Sora dari daftar calon debut. Tentu Sora takut karena impian untuk membahagiakan keluarga nya bisa pupus jika itu terjadi.


Saat ini adalah hari evaluasi, masih ada dua jam lagi sebelum dimulai namun Sora sedang menangis di toilet karena gadis lain sedang ada dihadapan nya dan memakinya.


" Hei Sora ingat agar kau jangan terlalu menonjol saat evaluasi nanti, kau itu harusnya tahu diri dan jangan serakah. Bisa masuk daftar debut itu sebuah keajaiban untuk mu yang berasal dari kalangan rendahan, aku heran dengan standar perusahaan yang meloloskan mu hanya karena kau bisa menari dan menyanyi lebih baik sedikit dari kami." Salah satu gadis bernama Haneul


" Kau benar Haneul. Posisi center harusnya menjadi milik kak Sodam, dia sangat cantik dan dari keluarga sangat kaya dia lebih cocok jadi center dan leader dalam tim ini. " Ujar yang lain.


Sodam adalah gadis cantik berusia sembilan belas tahun, sudah menjadi Trainee di perusahaan selama dua tahun dan itupun karena koneksi ayahnya dengan salah seorang pejabat di perusahaan milik orang D.O. Ayahnya juga menyuap para pelatih diperusahaan tersebut supaya nilai Sodam selalu tinggi dan mendapatkan rekomendasi jika akan ada proyek untuk mendebutkan calon idol. Dan Sodam lah yang menjadi calon idol yang menjalani masa Trainee paling singkat di antara yang lain


Sodam mengambil ember berisi air bekas pell dan menyiramnya pada tubuh Sora. Setelah puas membully Sora, mereka pun pergi begitu saja.