
" Hei kak Shin, Jaehyun, D.O kenapa kalian terlambat? " tanya salah satu teman big3 yang satu jurusan
" kami ada urusan. " Jawab D.O singkat, wajah nya tampak kesal begitu juga dengan Shin dan Jaehyun.
Ternyata yang membuat mereka kesal adalah sebelum mereka berangkat ke kampus, mereka terlebih dahulu mampir ke rumah L, mereka hendak menjemput nya dan berangkat bersama. Mereka tidak tahu kalau L tidak ikut acara ini, saat mereka sampai dirumah L tentu saja mereka langsung diusir oleh Bora yang kebetulan belum berangkat kerja.
Teman yang lain memperhatikan ketiganya " Hei ada apa dengan kalian, jangan murung begitu lihatlah wajah anak-anak baru, mereka cantik-cantik bukan. " memperhatikan pada Big3
Pandangan Big3 langsung terarah pada para mahasiswa baru yang dikatakan temannya tadi, mendapat tatapan dari tiga senior paling tampan dikampus mereka, semuanya langsung membungkuk memberi hormat. Yena pun juga ikut membungkuk lalu tersenyum pada Big3. Namun sayangnya mereka terlihat acuh dan tidak memperdulikan nya.
" Ya ampun Yena, lihat tiga senior kita sedang menatap kemari, andai kan salah satu dari mereka bisa kudapatkan." Ujar teman Yena yang bernama Sodam dengan gaya manjanya sambil memeluk lengan Yena.
Masing-masing jurusan mulai mengumpulkan para calon mahasiswa nya, mereka di absen sebelum masuk kedalam aula.
Di jurusan seni ada salah satu murid yang belum hadir.
" Kak dijurusan kita ada yang belum datang? " kata seorang senior pada temannya.
" Kau yakin? " Jawab senior itu
" Iya, namanya Kim Yuna. "
" Apa mungkin dia terlambat? cihh dasar anak baru sudah bikin masalah. "
"Siapa yang kau bilang anak baru bikin masalah? " kata kata Shin membuat mereka langsung terdiam, Big3 merupakan anggota organisasi mahasiswa dengan jabatan tertinggi jadi tidak ada yang berani terhadap mereka.
" Ini kak namanya Kim Yuna, dia belum datang. " mahasiswa tersebut terlihat gugup saat menjawab pertanyaan Shin
" Hemm dia tidak bisa hadir karena baru keluar dari rumah sakit, tadi ada seseorang yang mengantarkan surat ijinnya pada pihak kampus, dan aku baru diberitahu. " ucap Shin pada mereka
Senior dijurusan L langsung mengangguk paham dan tidak mempermasalahkan hal itu lagi.
Setelah kepergian mereka, Shin langsung mengehela nafas. Ia sendiri sangat setuju jika L tidak hadir dalam acara penyambutan ini. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana jika L tetap hadir. Yang ada ia hanya jadi pusat perhatian dan rebutan para buaya di kampus nya itu.
" Iya Bora. " Jawab L dengan cepat karena sedang fokus menatap taman dari balkon kamarnya.
Bora menghela nafas karena adiknya itu pasti sedang fokus ke arah taman.
" Jukyung awasi adikku jangan biarkan dia terlalu lama berada di taman, pastikan dia makan saat sudah waktunya tiba. Dia itu selalu lupa waktu jika berurusan dengan tanaman. " ucap Bora yang sudah siap meninggal kan kamar
Jukyung membungkuk pada Bora " Baik Nona Bora. "
" Kak ayo kita taman. " Baru saja Bora pergi L sudah bersiap pergi ke taman.
Selama musim dingin taman tertutupi salju , sekarang sudah mulai masuk musim semi jadi semua salju sudah mencair dan tunas tunas baru mulai tumbuh, begitu juga kuncup kuncup bunga.
Dibelakang rumah tepatnya dibelakang kamar L terdapat taman bunga yang luas, disana banyak ditumbuhi pohon sakura dan pohon blossom, ada jalan setapak dan kolam kolam kecil, bermacam-macam tanaman bunga yang tersusun rapi mengelilingi sebuah gazebo di tengah tengah taman.
L berlarian sambil membawa alat berkebun nya, terlihat sangat bahagia sekali.
" Nona jangan berlari nanti terjatuh. " Jukyung menyusul L dengan susah payah.
" Kak Jukyung lambat sekali, kau seperti nenek tua saja. " Canda L sambil tersenyum
" Nona yang berjalan terlalu cepat. " jawab Jukyung .
" Kemarikan bibit itu. " L mengambil bungkusan yang dibawa Jukyung.
L ingin menanam bunga di dekat kolam yang sekarang sudah tidak tertutupi salju, pinggirannya masih ada lahan kosong yang bisa L tanami.
" Nona kenapa anda tidak masuk kuliah saja, daripada berkebun seperti ini, nanti tangan anda jadi kotor. "
" Lebih mengasikkan di taman lah, lagipula Bora tidak mengijinkan ku untuk berangkat , begitu juga dengan ayah dan kak Jisoo. "
Jukyung baru sadar " Oh iya maaf kan saya baru ingat kalau Nona masih dibawah umur. "