All About You "L"

All About You "L"
Curhat



L telah sampai di rumah, Jukyung sudah menunggu kedatangan Nona mudanya di depan.


" Selamat datang Nona. " L tersenyum lalu menyerah kan tas nya pada Jukyung.


" Saya sudah menyiapkan air hangat untuk anda mandi Nona, apa anda mau langsung mandi atau makan terlebih dahulu? " Tanya Jukyung


" Aku mau langsung mandi saja.Oh iya Kak Jukyung tolong siapkan alat lukis ku di paviliun dan buatkan aku salad! Rasanya aku ingin makan sesuatu yang menyegarkan. " Ujar L


" Baik Nona akan saya siapkan. "


Sembari menunggu Nona nya mandi Jukyung dengan sigap menyiapkan peralatan melukis L di paviliun, sementara didapur salad buah pesanan L juga sedang dibuat.


Deru suara mobil sport terdengar, bagian CCTV melihat plat mobil tersebut langsung tahu kalau itu adalah mobil milik Tuan D.O sehingga gerbang otomatis terbuka. Petugas keamanan menyapa dan memberi hormat pada D.O.


Turun dari mobil Pak Im sudah berdiri di depan pintu dan menyambutnya.


" Selamat Sore Tuan D.O." Ujar Pak Im


D.O turun dari mobil dan melemparkan kunci pada pelayan didekat Pak Im.


" Sore Pak Im. Apa Yuna sudah pulang? "


" Nona sudah pulang dia sedang berada di paviliun Tuan. "


"Baiklah aku akan kesana. "


Sebelum meninggal kan Pak Im, D.O berbalik dan meminta dibuatkan cemilan rendah kalori untuk nya.


" Pak Im buatkan aku cemilan rendah lemak dan kalori ya! "


" Di dapur koki sedang membuat kan salad untuk Nona Yuna apa Tuan mau juga? Atau mau yang lain? "


" Ah iya buat kan aku salad saja, salad milikku harus memakai yogurt yang banyak dan sedikit mayones dan jangan diberi madu. " Ujar D.O


" Baik Tuan. "


D.O kembali berjalan menuju paviliun, disana dia langsung merebahkan tubuhnya di sofa.


L melihat D.O yang tampak kelelahan langsung duduk disamping nya.


" Kak D.O kenapa? Wajahmu kelihatan kusut dan kau tampak kelelahan. "


D.O terdiam, ia masih merebahkan tubuhnya dengan tangan menutupi wajah.


" Iya aku sedang lelah, sangat sangat lelah. "


" Kenapa? " Tanya L penasaran


Jukyung datang dengan membawa minum dan dua mangkuk salad pesanan L dan D.O


" Nona ini salad milik Nona sedangkan ini milik Tuan D.O." Ujar Jukyung.


L mengangguk " Terimakasih Kak Jukyung, letakkan saja disana dan kakak boleh mengerjakan yang lain."


" Baik Nona, jika butuh sesuatu katakan saja. " Jukyung langsung undur diri.


Kini fokus L kembali ke D.O yang masih dalam posisi yang tadi tanpa perubahan.


L mengguncang lengan D.O, sedikit khawatir melihat kondisi D.O yang lesu.


" Apa kakak sakit? Bagaimana kalau aku panggil kan dokter? "


" Tidak usah aku hanya lelah butuh istirahat dan sedikit hiburan. "


"Sebenarnya apa yang terjadi? " Tanya L yang makin penasaran.


" Aku kelelahan bekerja. "


" Hah? " L bingung " Kenapa bisa begitu? Apa bos kakak menberikan banyak pekerjaan"


" Iya sangat banyak, selain disuruh banyak bekerja aku juga tidak dikasih makan. " Sahut D.O


D.O menggeleng cepat " Jangan! Aku tidak bisa memakannya juga. Seandainya kau meminta pelayan mu membawakan makanan. " Jawab D.O yang tertunduk lesu.


" Jangan begitu Kak nanti sakit bagaimana? " L membujuk D.O agar mau makan.


" Ini kesalahanan ku dan kekejaman orang tua ku! " Ujar D.O


" Hah!!! "


" Sebenarnya sebelum aku pergi ke Indonesia aku minta ijin pada ibuku, karena dia hampir melarang jadi aku berjanji untuk bekerja di perusahaan selama setahun penuh, dan beberapa bulan ini ibuku benar-benar memanfaatkan nya. Dia membuat ku benar-benar sibuk, tawaran iklan, fashion show hingga drama diambil tanpa berdiskusi dengan ku padahal setiap aku bekerja aku akan memilih satu bidang dan menyelesaikan pekerjaan ku terlebih dahulu , sebelum menerima tawaran yang lain. Belum lagi ikut jadi tutor untuk menyiapkan debut girlband dan kesibukan menjadi model untuk fashion show membuat ku jadi manusia vegetarian selama berhari-hari. Sangat menyebalkan! Lama-lama aku bisa berubah jadi kambing. " Akhirnya setelah terdiam cukup lama ocehan D.O keluar lagi.


L yang tadinya khawatir langsung tertawa.


" Hahahaha. "


D.O menatap tajam pada L " Beraninya menertawakan orang yang sedang menderita, hati-hati do'a orang teraniaya itu sangat ampuh. " Ujar D.O yang membuat tawa L langsung sirna


" Ya ampun Kak D.O maaf kan aku, jangan kutuk aku jadi batu loh. Aku pikir ada masalah apa ternyata bukan apa-apa. " L dengan santai mengambil salad nya dan mulai memakannya.


" Bukan apa-apa bagaimana lihat wajah ku sudah mulai berubah jadi hijau dan mungkin sebentar lagi dibawah kaki ku akan tumbuh akar. "


" Bagaimana bisa? " Tanya L sambil melihat lebih dekat wajah D.O yang putih mulus bak permukaan porselen.


" Wajah kakak baik baik saja, putih, mulus, dan kencang, sangat bagus. Aku tidak melihat warna hijau di manapun. "


D.O mendengus kesal " Tentu saja tidak mungkin! tadi itu hanya kiasan kau ini bagaimana sih. Jadwal fashion show dan syuting iklan membuat ku harus menjaga bentuk badanku. Aku diharuskan mengurangi makan karbohidrat agar berat badanku tidak naik, apalagi beberapa iklan yang kuterima mengharuskan ku bertelanjang dada jika aku makan terlalu banyak tentu membuat perutku jadi buncit dan tidak seksi."


" Kak D.O aneh, kak D.O kan public figure jadi menjaga berat badan bukannya hal biasa? Kenapa jadi kesal begitu? "


" Sebenarnya tidak masalah tapi ada satu yang membuat ku kesal. "


" Apa? Karena jadi kambing? " Celetuk L membuat mata D.O membulat sempurna


" Ya!!! "


L segera menutup kedua telinganya karena D.O tiba-tiba berteriak " Kak D.O tidak usah teriak teriak kuping ku masih normal dan masih mampu mendengar frekuensi bunyi antara 20-20.000 hzhz. "


" Kau membuat ku kesal, kenapa kau mengataiku kambing? Tidak ada kah ewan lain yang lebih lucu! " Ucap D.O sambil memperlihatkan tampang cemberut, dan itu terlihat sangat manis apalagi D.O mempunyai lesung pipi tapi hanya sebelah.


L yang melihat tingkah D.O hanya bisa menghela nafas, tapi ia buru buru mencubit kedua pipi itu ketika D.O karena gemas.


" Kakak sangat imut aku suka lesung pipi kakak yang hanya satu itu. " Menggoyang goyang kan wajah D.O


Wajah keduanya saling berhadapan dan itu membuat D.O bisa melihat wajah L didepannya, ia melihat L tengah tersenyum manis padanya, tanpa D.O sadari pujian L membuat kedua pipinya bersemu merah.


L melihat pipi D.O yang bersemu merah langsung melepas nya. " Apa aku mencubit mu terlalu keras? Pipi kata kenapa jadi merah begitu? " Tanya L


D.O kelabakan " I-iya kau mencubit nya terlalu keras makanya jadi merah. "


" Jadi apa kakak masih kesal? " Kembali ke topik


" Sebenarnya aku lebih kesal karena harus ikut main drama bersama seseorang, biasanya aku ikut syuting drama hanya sebagai cameo atau pemeran pendukung saja. Aku tak ingin mendapatkan peran yang penting di drama itu karena itu akan menyita waktu ku. "


" Aku baru pernah melihat artis yang tidak suka syuting, apalagi mendapatkan peran yang bagus. Kakak aneh sekali. "


" Sejujurnya aku lebih suka bermain dibelakang layar menjadi produser atau sutradara, kegiatan seperti syuting iklan, film, drama atau modeling hanya hobi ku saja. Karena itu aku selalu pilih pilih saat menerima pekerjaan, karena tak ingin waktu lebih banyak ku habiskan di lokasi syuting. Aku lebih suka berkumpul bersama mu dan teman temanku. " Ujar D.O


Ya memang seperti itu sejak dulu,meskipun ia suka dengan gemerlap dunia entertainment dan juga popularitas yang ia terima, sejujurnya ia memiliki cita cita menjadi produser atau seorang sutradara.


L mendekat kan posisi duduknya hingga menempel pada D.O, ia mengusap bahu D.O.Baru kali ini ia tahu tentang kak D.O, biasanya Kak D.O adalah orang yang paling cerewet dan suka bercanda diantara tiga kakak serangkai nya. Jarang sekali bercerita tentang keluh kesahnya.


" Kak D.O sabar ya, ku harap waktu satu tahun ini kakak bisa melewati nya, kakak nikmati saja semua kesibukan itu. Jika kakak menikmati apa yang kakak kerjakan pasti semua akan terlewati dengan mudah."


D.O menatap wajah L " Terimakasih Yuna, tidak salah aku datang kemari semua penat dan kekesalan ku sudah hilang sekarang. Maaf ya aku mengganggu mu. "


" Tidak Kak justru aku senang, aku jadi tahu sisi lain dari dirimu jika kakak butuh teman bercerita datang lah kemari maka aku akan jadi pendengar yang baik. "


D.O tersenyum lalu memeluk L dengan sayang.