All About You "L"

All About You "L"
Meminta Izin



Setelah keterkejutan Bu Lilis, pak Anwar pun juga sama, ia kebingungan mendapati sebuah mobil mewah terparkir dihalaman rumahnya, apalagi setelah tahu kalo mobil itu adalah milik L.


Kita lupakan sejenak orang-orang desa ini yang belum pernah melihat mobil sebagus itu, kini kita berpindah dengan Hari yang tengah sibuk memikirkan tempat yang bagus saat besok berjalan-jalan dengan L, tiba-tiba ia memegang dadanya seolah-olah detak jantung nya jadi tidak beraturan. Ia membayangkan sedang berjalan-jalan bersama L, makan berdua, dan duduk bersebelahan. Wajahnya bersemu merah


Kring kring kring


Ponsel Hari berdering, ia bergegas mengangkat nya, wajahnya yang semula dipenuhi senyuman berubah menjadi serius, tak lama ia berbicara dengan orang yang menelpon nya begitu selesai ia menghela nafas dan merebahkan tubuhnya.


Ternyata itu telpon dari Arya, katanya besok mereka disuruh hadir dikampus guna mengambil tugas baru, sekaligus mengumpulkan tugas tugas yang sebelumnya. Hari tampak tidak senang, karena dirinya sudah berjanji pada Elis untuk mengajaknya jalan jalan, tapi malah dia harus ke kampus padahal biasanya tugas-tugas yang ia kerjakan bisa dikirim kembali lewat email. Ia hendak menelpon L untuk membatalkan acara jalan jalannya, tapi ia terdiam dan menaruh kembali ponselnya, terlihat bimbang.


Ibunya masuk membawakan baju yang sudah rapi lalu memasukkan nya ke lemari


" Ibu besok Hari ke Jogja mau ngumpulin tugas sama ngambil tugas baru ya. "


" Tumben, biasanya kan cukup lewat email. " tanya ibunya penasaran


" Hari juga tidak tahu Bu, tadi Arya telpon begitu, mungkin ada pemberitahuan lain." Hari tampak berpikir sejenak seakan ragu berbicara dengan ibunya


" Hari boleh ajak Elis ngga Bu? " bertanya dengan hati-hati, meskipun L tinggal sendirian tapi ayah dan ibunya yang bertanggung jawab menjaganya, jadi kemanapun L pergi Hari wajib meminta ijin pada orangtuanya.


Mimik wajah Bu Lilis tampak tidak senang " Ngapain kamu ajak Elis kesana, kamu kan nanti sibuk dikampus trus yang jagain Elis siapa? Lagipula berapa hari kamu di sana? "


" Belum tau Bu, tapi Hari pikir cuman 2 hari saja kok, kalo masalah menginap biar Elis tidur di rumah temen Hari yang perempuan, lagian besok Hari sudah janji mau ajak keliling ke kota pakai mobil barunya, karena tiba-tiba Arya telpon masa dibatalin, kasian Elis Bu sejak dia kembali ke desa tidak pernah pergi kemana mana. "


Bu Lilis sependapat dengan anaknya, ia pun merasa kasian " Ya sudah Elis boleh ikut, tapi ibu pengen tahu dia nanti tidur dimana , kasih tahu nomer temen mu juga, pokoknya Elis ga boleh tidur di hotel kamu harus jagain dia Hari, dia itu anak gadis. Jangan biarkan ada yang mengganggu nya kau mengerti! " kata kata ibunya seolah olah kata kata dari ibu L sendiri.


" Baik Bu, Hari janji bakal menjaga Elis dengan segenap jiwa dan raga, ga bakalan ada cowo ataupun temen Hari sendiri ya bisa menyentuh nya."


Aku minta izin sama ibuku sendiri atau sama ibunya L si. Gumam Hari dalam hati


Setelah meminta izin pada ibunya sukses ia segera menelpon L, menyuruhnya mempersiapkan diri untuk pergi ke Jogja bersamanya. L yang diajak ke sana pun kegirangan, ia benar benar sangat senang. L segera mencari tas ransel nya yang sudah lama tak terpakai dan mengemas beberapa baju ganti karena kata Hari mereka akan menginap di Jogja.


Tak lupa L pun meminta izin pada Bora, ia akan pergi jalan-jalan ke Jogja bersama Hari sekalian mencoba mobil barunya. Bora pun menyetujui nya, kemanapun L pergi asal dengan Hari dirinya percaya L akan baik-baik saja.