
Yura dan Jungki terus saja seperti itu sampai Kelas terakhir.
L menarik mereka berdua karena sudah tidak tahan dengan sikap keduanya.
" Kak Yura, kak Jungki ada apa sih dengan kalian dari tadi bertingkah seperti orang linglung dan mengabaikan ku. " Mengguncang guncang kan tubuh mereka berdua secara bergantian.
" Ka-Kau siapa? " tanya Yura dengan terbata-bata
" Aku Kim Yuna, Yu-na, memang siapa lagi? "
Jungki dan Yura menarik tangan L ke sebuah taman di belakang gedung jurusan mereka yang sepi.
" Kau pasti bohong, katakan sejujurnya. " L mengkerut kan alisnya bingung
" Kau itu artis, anak konglomerat, atau putri raja yang sedang menyamar jadi rakyat jelata ya. " ucap Yura
" Hah. " L bingung dengan pertanyaan Yura
" Iya kau bahkan bisa tidak menghadiri acara penyambutan mahasiswa baru, padahal acara itu wajib loh. " imbuh Jungki sudah duduk dihadapan L
" Baiklah akan ku katakan siapa aku sebenarnya, aku Elycia Agatha itu nama asliku, aku pindah ke Korea karena ayah mengadopsi ku, Setelah pindah pindah ke Korea ayah memberikan Nama Kim Yuna padaku. Aku hanya orang biasa bukan artis atau putri raja. Apa kalian puas. "
Yura dan Jungki kembali menggenggam tangan L " Kau berkata jujur? "
" Iya aku jujur, aku itu berasal dari Indonesia, rumah lamaku bahkan sangat sederhana dan terletak di pelosok desa. " L menjelaskan dengan setenang mungkin, tapi raut wajah dua orang di hadapan nya seakan tidak percaya.
" Tapi kenapa wajah mu bisa begitu cantik, kupikir kau itu seorang putri raja. Ahhhhh kau imut sekali. " Yura dan Jungki tiba-tiba memeluk L dengan erat. Pipi L di cubit dan masker L dibuang entah kemana.
" Aduh sakit, kalian melakukan penganiayaan. " L mengusap usap kedua pipinya yang di cubit dua temannya itu.
L sampai sampai menekuk wajahnya dan bersembunyi dibalik tiang karena takut keduanya mencubit kembali pipinya.
" Jangan cubit pipiku, ini sangat sakit." Rengek L
Yura dan Jungki tertawa dan mendekati L
" Hehehe maafkan kami Yuna, aku tak menyangka wajahmu sangat cantik dan imut, kami jadi gemas dan ingin mencubitmu. Andai saja kau ikut acara penyambutan, sudah pasti predikat wanita tercantik di kampus adalah kau. " Yura tersenyum pada L tanpa rasa bersalah.
" Kemarilah kami tidak akan menggigit mu. " pintar Jungki
Dengan ragu-ragu L kembali mendekati kedua temannya.
" Ayo kita pergi, kami akan menemani mu berkeliling kampus." Mereka bertiga berjalan beriringan dengan posisi L ditengah
" Apakah harus berjalan seperti ini, aku sedikit kesusahan karena kalian mengapit ku. " Kata L dengan wajah datarnya.
Yura dan Jungki tidak memperdulikan hal itu, Jungki bahkan melepaskan topinya dan memakai kan nya pada L. Yura mengambil masker miliknya yang baru berserta kacamata hitam untuk menutupi wajah L.
" Apa yang kalian lakukan, aku tidak bisa melihat. "
" Tenang saja Yuna, kami sudah memutuskan akan menjadi sahabat sekaligus bodyguard untuk mu, wajah cantik mu adalah aset bagi jurusan kita. Wajahmu itu akan menarik seluruh lelaki di kampus kita jadi kami akan melindunginya. "
Masih banyak makan yang ingin L coba namun perutnya sudah tidak muat lagu, ia sudah sangat kenyang.
Mereka bertiga berjalan dengan pelan karena kekenyangan.
" Bagaimana Yuna,?apa kau masih mau mencoba yang lain? " tanya Jungki
" Sebenarnya aku masih ingin mencoba yang lain tapi hari ini perutku sudah hampir meledak, aku tidak sanggup makan lagi. " Mengelus elus perutnya
" Sebaiknya kita lanjutkan lain kali saja, ayo sekarang kita pulang. Oh iya Yuna jangan lupa nanti malam kita berkumpul lagi ya? " Ajak Yura menggandeng Yuna dan Jungki
" Nanti malam? Apa kalian mau mengajakku menunjukkan sesuatu yang seru lagi? " Tanya L
" Kau ini bagaimana , apa kau tidak melihat grup kampus? Nanti malam senior kita mengajak kita anak anak baru untuk makan malam di restoran X jam 9." Yura menjelaskan
" Oh. Apa acaranya hanya makan malam saja? Apa aku boleh absen? "
" Hei acara ini wajib bagi anak baru, kau mau cari masalah dengan senior? lagipula hanya acara makan, minum, dan saling mengenal saja kok. Kenapa kau malah mau absen tidak hadir. " ucap Jungki
" Kalau acaranya jam 9 malam, selesai nya kapan? aku bisa makan tapi tidak bisa minum, dan kurasa aku tidak akan di ijinkan oleh kakak ku. " Wajah L langsung mendung
" Ya bisa sampai tengah malam, dan kenapa juga tidak bisa minum apa peraturan di keluarga mu begitu ketat? Hei kau ini kan sudah cukup umur dan bukan anak SMA lagi, momen ini justru yang selalu kita nanti saat SMA. " Yura menepuk pundak L, mereka tidak tahu kalau L itu masih dibawah umur jadi hanya mengira kalau L itu anak rumahan yang dijaga ketat oleh keluarga nya.
" Kau bisa dapat masalah kalau tidak hadir di acara itu. " Ujar Jungki, L hanya mengangguk.
Sampai dirumah L langsung disambut oleh Jukyung.
" Nona anda sudah pulang, bagaimana dengan hari pertama kuliahnya? " tanya Jukyung sambil membawa barang L
" Sangat menyenangkan dan aku juga sudah punya temen namanya Yura dan Jungki, mereka sangat baik padaku. " Jawab L
" Benarkah? " tanya Bora yang membuat Jukyung dan L menoleh padanya
L berlari ke arah Bora dan memeluk tangan nya " Iya kak, sepulang kuliah mereka juga mengajak ku jalan jalan keliling kota, aku sangat senang. " Kata L dengan antusias
Bora tersenyum " Aku ikut senang jika kau menikmati masa kuliah mu. "
" Oh iya kak, nanti malam bolehkah aku pergi? "
" Kemana? "
" Senior ku mengundang para anak baru untuk makan malam di restoran X. " kata L
" Tidak boleh. " Jawab Bora tegas
L kaget dengan jawaban Bora " Kenapa? Kata Yura itu wajib, jika anak baru tidak hadir para senior itu akan menghukum nya. "
" Kau tenang saja, acara tidak penting seperti itu tidak perlu kau hadiri, aku akan bicara pada Shin untuk mengurus hal itu, dan tidak akan ada orang yang berani menghukummu." ucap Bora
Malam harinya direstoran X sudah dipenuhi anak anak muda yang menikmati hidangan makan malam ditemani bir dan soju.
Kebiasaan orang Korea adalah minum, hal itu diperbolehkan asalkan sudah cukup umur.