All About You "L"

All About You "L"
Persiapan



Hari ini seluruh penghuni rumah tengah sibuk, meski acara pembukaan Museum diadakan malam hari tapi pagi pagi sekali para pelayan sudah sibuk menyiapkan berbagai keperluan untuk majikan mereka.


L dengan mata setengah terbuka berjalan menuju kamar mandi, sebenarnya ia masih mengantuk namun dari tadi Bora terus saja berteriak menyuruh nya bangun untuk pergi ke salon. L sangat malas, tapi ia tidak bisa menolak.


Jukyung sesekali tertawa melihat tingkah L yang lucu, ia merasa kasian pada majikan kecilnya itu karena masih terlihat sangat mengantuk. Jukyung terus memperhatikan L yang berjalan menuju kamar mandi dengan mata setengah terbuka.


Jukyung berjalan mendekati L takut majikannya itu menabrak pintu, baru saja hendak mencegah hal itu terjadi. Tubuh L sudah menabrak pintu kamar mandi, padahal pintu itu sendiri sudah terbuka cukup lebar.


" Auuuuuu. " Ujar L sambil mengusap usap kening nya, kini ia sudah sadar sepenuhnya karena pintu kamar mandinya sendiri.


" Kak Jukyung siapa yang menaruh pintu ini didepan ku? " Imbuh L memarahi pintu yang ada didepannya


Jukyung tertawa tapi buru-buru ia menutup mulutnya " Maafkan saya Nona, pintu itu memang sudah lama ada disana. "


" Kakak malah menertawai ku jahat sekali. " L merajuk dengan masuk kedalam kamar mandi tanpa menoleh pada Jukyung.


Setelah mandi dan berpakaian ponsel L berdering.


" Hallo, Kak Daniel ada apa menelpon? ".


" Nada bicara mu seperti tidak suka kalau aku menelpon mu. "


" Nada bicara yang bagaimana? Perasaan aku bertanya seperti biasanya. " Pikir L


" Iya aku percaya. "


" Jadi ada apa? "


" Kau benar benar hadir dalam pesta pembukaan Museum baru kan? "


" Iya Kak. "


" Bagus, dan aku punya satu kabar baik untuk mu. "


" Kabar apa? "


" Iya sesuai janjiku untuk memajang lukisan mu. "


" Hah yang benar? "


" Tentu saja benar, bahkan lukisan mu aku jadikan sebagai karya masterpiece, kau lihat saja nanti. "


" Hahaha sudah lah, kau sudah cukup menghibur ku kemarin kenapa kakak masih saja bercanda. "


Daniel mengerutkan dahinya, ia bingung dengan perkataan L, seperti nya lawan bicara nya itu tidak percaya dengan apa yang ia katakan.


" Hallo Kak Daniel, maaf aku harus memutus telpon nya, aku sudah dipanggil kakak ku. Sampai jumpa nanti. "


Telepon dimatikan, Daniel bahkan belum sempat mengatakan bahwa yang ia bicarakan semua adalah benar bukan candaan, namun sayang L sudah lebih dulu mematikan telpon nya.


Jika saja lukisan mu tidak sebagus itu mana mau kau kumaafkan karena memutuskan sambungan telpon dariku. Gumam Daniel sedikit kesal


****


Bora sudah menunggu di dalam mobil.


" Ayo L cepat. " Ucap Bora


L berjalan pelan karena baru selesai sarapan.


" Sebentar Kak, perutku baru saja diisi makanan dan kau langsung meminta ku untuk berjalan cepat, bisa bisa aku mual." Sahut L


" Hehehe maaf. "


" Jadi kemana kita akan pergi? Tidak bisakah aku di rumah saja, aku ingin merawat bunga hari ini. " L duduk di samping Bora dengan wajah tak bersemangat.



" Berbelanja dan ke salon. Tidak boleh kau harus ikut. Kau jangan mengambil pekerjaan orang lain, aku sudah mempekerjakan tukang kebun untuk merawat taman bunga mu itu, jadi sekarang tinggal pemilik nya yang melakukan perawatan supaya kau juga cantik seperti bunga bunga mu. "


" Bukan begitu, hanya saja. " Bora kebingungan menjelaskan karena L tidak seperti perempuan lainnya yang suka berbelanja dan ke salon.


" Ya intinya kau harus menemaniku berbelanja." L hanya mengangguk.


Sampai di tempat tujuan, Bora dengan antusias mengajak L berjalan jalan di mall dan membeli sesuatu yang menarik bagi mereka, bukan barang yang penting, tapi barang barang yang terlihat menarik bagi mereka akan langsung dibeli.


Selama berkeliling L lumayan tertarik saat berada ditoko aksesoris, ia melihat lihat dan mencoba beberapa barang salah satunya topi bunga yang cantik.



" Topi yang kau pakai lucu sekali. " Ujar Bora.


" Iya ini bagus apa boleh aku membeli nya? "


" Tentu saja lagipula dari tadi belum ada barang yang kau beli. "


setelah membeli topi, mereka melanjutkan kegiatan mereka dengan membeli gaun untuk menghadiri pesta pembukaan, keluar masuk toko Bora tidak terlihat lelah sama sekali, berbeda dengan L yang wajahnya sudah kusut karena kelelahan.


Setelah merengek minta makan, Bora akhirnya menyudahi acara belanja nya. Mereka sudah mendapatkan gaun yang cocok untuk dipakai di acara nanti malam, jangan bertanya apa yang dipakai L karena semua diserahkan pada Bora. Ia sudah lelah dan hanya ingin makan, ia tidak peduli dengan gaun seperti apa yang ia pakai nantinya.


Pergi dengan Bora benar-benar melelahkan dan L tidak ingin pergi lagi bersamanya.


Usai makan siang mereka sudah kembali ke rumah, harus nya mereka masih ada jadwal untuk ke salon, namun L sudah lelah dan terus saja minta pulang. Lagipula dirumah juga ada ruangan khusus perawatan jadi untuk apa pergi ke salon jika dirumah pun bisa.


Kegiatan dilanjutkan dengan perawatan, ini kesempatan L untuk melepaskan lelah dan tidur sejenak. Selama dua jam L tertidur, Bora yang berada di dalam ruangan yang sama sampai tidak tega membangunkan nya.


Bangun setelah tertidur selama dua jam membuat tubuh L jadi lebih segar dan fresh.


" Kau sudah bangun." Ucap Bora


" Sudah Kak. "


Bangun lah dan segera mandi, tim make up sudah menunggu mu sedari tadi.


L menggeliat sejenak lalu berjalan menuju ke kamar mandi.


Di luar beberapa penata rias dan hair stylish yang siap melayani L.


L duduk dengan tenang di depan meja rias yang besar, di depannya ada meja juga yang sudah dipenuhi berbagai macam alat make up.


" Wah banyak sekali make up nya, berapa orang yang hendak kau make up? " Tanya L polos.


Penata rias yang bernama Jason tersenyum , ia seorang MUA terkenal namun bersikap seperti perempuan. Meskipun gaya berpakaian masih seperti lelaki, ia lebih suka dipanggil miss Jeje daripada Jason.


" Nona kau manis sekali, aku hanya akan merias dirimu seorang. Sekarang duduklah dengan tenang, akan ku ubah dirimu jadi semakin cantik. " Ujar Jason dengan gaya centilnya.



Satu jam lebih Jason beserta asisten nya merias L, dengan gaun berwarna soft yang memperlihatkan sisi manis L, make up yang sesuai umur, dan hair style yang simple. Kecantikan L semakin terpancar.


Bora dan Jisoo yang menengok ke dalam sampai kaget dan langsung menyunggingkan senyuman karena L begitu cantik.


Merasa ditatap terus, L menjadi penasaran.


" Kak Jisoo dan Bora kenapa senyam senyum seperti itu? Apa ada yang aneh dengan penampilan ku? " L melihat pantulan dirinya dicermin untuk melihat apakah ada yang aneh dalam dirinya, tidak ada.


" Tidak L, kau sangat cantik. " Kata Jisoo


" Iya adikku sangat cantik, kau cocok sekali dengan gaun itu. Untung aku memilih nya. " Ujar Bora dengan bangga.


" Benarkan Nona, kalau anda jadi semakin cantik setelah aku rias. " Sahut Jason


" Terimakasih Jason, nanti aku akan memberimu bonus. " Ujar Bora.


" Jeje, namaku Miss Jeje buka Jason ingat! " Jason merajuk pada Bora karena memanggilnya dengan dengan nama aslinya.


Bora, Jisoo, dan L hanya bisa tertawa melihat tingkah Jason.