
Sora berlari menuju kelasnya, mencari-cari seseorang.
" Apa kau melihat Juwan? " Tanya Sora pada temannya.
" Juwan masih ada dilapangan basket bersama yang lain karena ditugaskan mengumpulkan bola usai olahraga."
" Terimakasih. " Sora lanjut berlari kembali ke gedung olahraga.
Disana ada beberapa siswa yang sedang sibuk mengumpulkan bola.
" Juwan! " Panggil Sora dengan suara lantang.
Juwan dan teman-temannya seketika menoleh.
" Ada apa Sora? " Juwan terlihat kebingungan, bukannya menjawab pertanyaan nya, Sora justru segera menarik tangan Juwan dan membawanya pergi. Teman-teman yang lain sampai berteriak protes dengan aksi Sora.
Di luar gedung Sora segera memohon Juwan agar membantu nya.
" Ketua aku butuh bantuan mu. Tidak. Kau harus membantu ku. " Ucap Sora dengan nada memohon.
Juwan sendiri merupakan Ketua OSIS sekaligus teman Sora.
" Hei Sora ada apa ini? Tiba-tiba kau menyeret ku saat aku sedang piket dan memohon untuk membantu mu, kau ini seperti sedang dikejar rentenir. "
" Ini sama seperti dikejar rentenir, hidup ku dipertaruhkan disini. "
" Apa ayahmu kembali meminjam uang rentenir atau kena tipu orang? Bagaimana bisa begitu, bukankah terakhir kali kalian hampir jadi gelandangan karena itu? "
" Bukan begitu, hari ini temanku yang sangat penting ingin datang kesekolah dan ingin makan di kantin sekolah kita?Dia bukan murid disini tentu saja tidak bisa bukan? Jadi aku memintamu untuk membantu ku? "
" Hah makan di kantin sekolah? Dia kira bisa berkunjung kemari seperti datang ke cafe atau mall? Ada ada saja, kalau ingin makan tinggal menyuruh nya ke restoran bukannya kemari. "
" Juwan dia itu bukan sembarang orang, dia adalah penyelamatan hidupku dan dia juga adalah orang yang memberiku kesempatan untuk debut menjadi penyanyi Solo. "
" Dia pasti laki-laki tua, jelek, dan gendut." Ujar Juwan
" Jangan bicara sembarangan, dia itu seorang wanita, oh bukan! Dia seorang gadis yang sangat cantik, lebih cantik dariku. Berhenti bicara yang tidak penting, aku sudah berjanji padanya sekarang kau harus membantu ku, aku jamin kau tidak akan menyesal. "
Juwan terdiam begitu mendengar gadis cantik, tapi ia membayangkan seorang tante tante atau wanita dewasa yang mencari lelaki muda seperti dirinya, sejenak ia merinding.
" Kau pasti becanda menyuruh nya kemari, ini sekolah bukan mall yang bebas dikunjungi, kali ini ak..... " Ucapan Juwan terhenti karena ponsel Sora berdering, ia semakin panik saat mengangkat panggilan tersebut.
" Apa kau sudah masuk kedalam dan sedang berada di halaman? Tapi bagaimana bisa? Ok tunggu aku jangan pergi kemana-mana ya. " Sora pergi meninggalkan Juwan begitu saja.Jelas Juwan kesal tapi ia merasa lega.
Sora berlari cepat menuju halaman depan sekolah, ia sangat penasaran bagaimana L bisa melewati pos satpam.
Kembali ke beberapa menit yang lalu.
Dari lokasi tempat penyewaan seragam tadi dengan sekolah Sora jaraknya tidak begitu jauh hanya lima belas menit dengan Bus. L turun dan segera berjalan mendekati gerbang sekolah dimana saat itu kebetulan ada satpam yang berjaga, awalnya L sempat ragu namun sang satpam yang melihat L justru dengan ramah menyapa dan mempersilahkan nya masuk. Meskipun bingung dengan sikap sang petugas keamanan itu, L nampak tak peduli dan dengan senang hati masuk melewati gerbang dengan mudah.
Dari kejauhan Sora berlari ke arah L, ia lari sekencang mungkin.
Berhenti tepat didepan L membuat L kaget sekaligus heran.
" Kak Sora kenapa berlari begitu kencang? Apa kau baik-baik saja? " Tanya L terlihat khawatir.
Sora sedang mengatur nafas sejenak, " Nona bagaimana kau bisa masuk kemari?"
" Tentu saja dengan melewati pintu gerbang. " Jawab L sambil menunjuk ke arah pintu gerbang yang telah tertutup dan disana terlihat ada satpam yang berjaga di pos nya.
" Bu-bukan begitu. Maksudnya bagaimana kau bisa lewat pintu gerbang sekolah ku, disana kan ada satpam yang berjaga? "
" Oh kalau itu yang Kak Sora maksud, aku sendiri pun tidak tahu karena saat aku sampai di depan gerbang, Pak Satpam sendiri yang menghampiri ku dan mempersilahkan aku masuk. "
Ada banyak sekali pertanyaannya namun Sora nampak lega, ia tak perlu bantuan Juwan untuk membawa L masuk kedalam.
Sejak tadi Sora sibuk dengan masalah ijin masuk sampai sampai ia baru sadar dengan penampilan L yang memakai seragam sekolah seperti miliknya. Cantik, sangat cantik. Sora sampai terpesona.
" Nona anda cocok sekali memakai seragam ini. "
" Benarkah? Aku juga berpikiran yang sama. Aku dapat ide ini saat mencarimu di perusahaan, tanpa sengaja aku melihat beberapa trainee masuk dengan memakai seragam sekolah. Tanpa menunggu lama aku langsung ke tempat penyewaan seragam sekolah dan memakai nya, ini sangat menyenangkan, aku serasa sedang syuting menjadi anak sekolahan. " Ujar L dengan semangat.
Sora tersenyum melihat tingkah L.
" Jadi ayo kita berkeliling lalu makan siang dikantin sekolah. " L langsung merangkul lengan Sora dan menyeret nya ke depan.
Sora menyerah mengenai perijinan, ia berfikir jika orang-orang tidak akan menyadari jika L bukanlah murid di sekolah nya. Lagipula penampilan L sangat meyakinkan, bahkan petugas keamanan saja salah mengira jika L murid disini.
" Ayo berkeliling kak, dan usaha kan agar kau memanggilku Yuna, jangan Nona. "
Awalnya Sora menolak, namun karena L terus memaksa akhirnya Sora menurutunya.
" Baiklah hari ini kita berakting jadi anak sekolah, aku Yuna dan kau Sora, kita adalah teman dekat yang selalu bermain bersama."
Keduanya bergandengan tangan dan berkeliling ke beberapa tempat, untung saja ini merupakan jam pelajaran sehingga tidak banyak murid yang berkeliaran, ketika mereka berpapasan dengan beberapa Guru Sora akan berkata jika Sora adalah murid baru yang sedang beradaptasi dengan sekolah dan ia ditunjuk untuk menemani nya.
Perut L mulai berbunyi dan kebetulan jam makan siang segera tiba.
" Sora ayo makan di kantin aku lapar. "
Sora sempat ragu namun melihat L yang kelaparan dirinya jadi tak tega.
" Baiklah ayo kita ke kantin. "
Begitu bel berbunyi, para siswa berbondong-bondong keluar kelas menuju kantin. L dan Sora baru saja dari taman sehingga tiba di kantin sedikit terlambat, karena antrian sudah memanjang.
" Sora, biasanya kau makan apa di kantin? Apa ada spaghetti atau lasagna? " Sora mengerutkan keningnya sebelum menjawab.
" Yuna, ini kantin sekolah bukan cafe atau restoran tentu saja tidak ada menu seperti itu di sini. "
" Tapi di drama yang aku tonton ada. "
" Maafkan saya Nona Yuna, mungkin saja itu bisa terjadi jika Nona mendatangi sekolah elit yang mana mereka menyediakan menu makan siang yang mahal, sekolah ku adalah sekolah biasa jadi menunya sudah tersusun sesuai dengan hari nya. "
" Jadi hari ini menu makan siang kita apa? "
" Ada katsu, sup daging dan lobak , nasi putih, kimchi, capcay, buah potong dan susu pisang. "
" Wah keliatan nya enak. " Ekpresi L terlihat tidak sabar.
Sementara Sora tersenyum kecil, memang benar jika menu makan siang di kantin sekolah nya enak. Jika menurut orang lain itu terlihat sederhana bagi Sora tidak, karena keluarga nya yang sederhana mereka sering makan hanya dengan satu lauk saja, mungkin ditambah dengan kimchi.
Kantin terlihat ramai, kursi-kursi segera terisi oleh para siswa yang kelaparan. Sora mengambilkan piring untuk L dan menyuruh nya ikut antri seperti yang lain. L dengan patuh menurut, karena terlalu bersemangat piring yang ia pegang malah menabrak murid di depan nya.
" Hei kau tidak tahu jika yang kelaparan itu bukan hanya kau seorang, mengantri lah dengan benar dan jangan menabrak orang di depan mu. " Ujar siswa laki-laki di depan L.
L kaget dan segera membungkuk minta maaf. Sora segera menengahi.
" Maaf kan teman ku Jay, dia baru selesai olahraga dan sejak pagi belum sarapan jadi sedikit tidak fokus sehingga tanpa sengaja menabrak mu. "
Orang yang mengantri di depan L ternyata Jay, teman satu kelas Sora yang termasuk dalam anak yang suka berbuat masalah. Jay dan teman-temannya hendak memarahi L dan Sora namun begitu mereka berbalik, piring yang mereka pegang jatuh bersamaan.
Mereka mematung melihat L, Sora bisa mengerti apa yang dirasakan Jay dan teman-temannya, mereka sedang terpesona dengan kecantikan L.
" Maaf aku tidak sengaja menabrak mu. " Ujar L sambil membantu memungut piring Jay yang terjatuh.
Jay kaget dan langsung berjongkok mengambil piring yang hendak diangkat oleh L.
" Ti-tidak masalah, semua orang pasti tidak fokus jika sedang lapar. " Setelah itu gerombolan Jay memberi jalan dan menyuruh L dan Sora berjalan terlebih dahulu, adegan mereka berjalan memotong antrian menarik perhatian yang lain, tadinya para siswa hendak mencibir namun setelah melihat L mereka langsung terdiam dan salah tingkah.
Siswa yang lain ikut ikutan mempersilahkan L dan Sora mengambil antrian lebih dulu.
Dari sudut ruangan, Juwan dan rombongan nya hanya melihat sekilas lalu kembali fokus pada makanan mereka. Mereka tentu tidak melihat L dan Sora karena siswa yang berada di dekat mereka mengerubungi keduanya.
" Tidak bisakah aku makan dengan tenang, gara-gara Sora aku jadi dihukum Pak Guru. " Ujar Juwan
" Salahmu sendiri karena tadi meninggal kan gedung olahraga tanpa pamit. " Sahut teman Juwan.
" Kalian kan bisa cari alasan kalau aku sedang di toilet atau kemana, kenapa malah mengadu kalau aku pergi dengan Sora. Dasar teman durhaka. " Juwan terlihat kesal namun teman-temannya malah menertawakan nya.
L dan Sora sudah selesai mengambil makanan.
" Kita duduk dimana? " Tanya L
Sora sedang mengambil susu dan snack yang lupa diambil oleh L jadi menyuruh duduk sesuka hatinya.
" Duduk dimana saja boleh. " Jawab Sora.
Para siswa yang berada di dekat L dan Sora langsung melambaikan tangan dan mempersilahkan L untuk duduk di dekat mereka namun L masih melihat ke sekeliling dan memutuskan duduk di sudut ruangan.
" Sora ayo duduk di sudut ruangan dekat jendela. "
" Kau duduk saja dulu nanti aku menyusul. "
L berjalan membawa nampan berisi makanan menuju sudut ruangan, adegan saat L berjalan seperti adegan film yang di perlambat.Banyak siswa terdiam dan langsung memberikan jalan saat L lewat. Lalu tiba-tiba L berdiri di belakang Juwan, sontak semua teman Juwan membisu.
Juwan heran dengan tingkah teman-temannya itu, " Ada apa dengan kalian? Wajah kalian sangat lucu, seperti sedang melihat hantu saja. "
" Hallo Kak Juwan aku boleh duduk disini kan? Aku kira aku salah orang ternyata itu benar-benar kau, kau adik Kak Jungki kan? " Ujar L
Juwan seketika berbalik dan tersedak karena L tengah berdiri di belakang nya.
" Yuna? Kim Yuna. K-Kau benar-benar Kim Yuna? "
" Iya ini aku? Aku lelah bolehkah aku duduk terlebih dahulu? "
Juwan membersihkan mulutnya lalu segera bergeser.
" Apa yang sedang kau lakukan? " Tanya Juwan.
" Aku? Tentu saja makan. " Jawab L dengan polosnya.
" Bukan itu maksudku, kenapa kau bisa ada disini?"
" Tentu saja karena aku ingin makan siang di kantin sekolah sehingga aku datang kemari. "
" Sendiri an? "
Jawaban datang dari Sora yang ikut duduk didekat L, " Tidak, dia datang bersama ku. Sudah tidak usah banyak tanya lebih kau diam dan makan saja, bukankah kau tadi menolak membantu ku. "
Juwan seketika salah tingkah, sementara teman-teman Juwan dan Sora begitu penasaran dengan sosok L dan ingin berkenalan.
" Hei Juwan siapa gadis cantik itu? Kenalkan padaku? "
" Kau sangat jahat, kenapa tidak bilang jika kau punya teman wanita secantik itu. "
" Apa dia sudah punya pacar, jodohkan aku dengan nya. " Teman-teman Juwan berbisik minta dikenalkan pada L.
Juwan sendiri sedang menahan diri untuk tidak bersikap konyol.
" Sora apa aku perlu memperkenalkan diri, rasanya tidak sopan jika aku duduk disini dan mengganggu mereka. "
" Sudah abaikan saja mereka."
Kelompok Sora tiba-tiba jadi pusat perhatian, banyak siswa yang makan sambil memperhatikan mereka, beberapa bahkan ada yang pura-pura lewat atau memberikan sesuatu pada L.
Juwan sangat kesal pada teman-temannya itu, tidak rela gadis yang disukainya jadi pusat perhatian namun mau bagaimana lagi, L memang sangat cantik dengan seragam sekolah nya dan penampilan nya sungguh mencolok.
" Setelah makan siang kau ingin kemana Yuna?" Tanya Sora.
" Aku ingin masuk ke kelas mu, tapi seperti nya itu sudah berlebihan. " Ujar L.
Teman-teman Juwan seketika menyikut Juwan agar memperbolehkan L masuk ke kelas mereka.Juwan tentu menolak hal itu karena L bukan siswa dikelasnya, nanti guru mempertanyakan identitas nya.
" Bagaimana dengan perpustakaan? " Juwan memberi ide.
" Perpustakaan?" Ucap L.
" Yang dikatakan Juwan benar, kau tadi bilang setelah pulang sekolah ingin bermain bukan? Tapi karena aku masih ada jam pelajaran dan kau tidak bisa ikut masuk kelas bagaimana kalau kau menunggu di perpustakaan saja? " Ujar Sora.
" Ide bagus, baiklah aku akan menunggu mu di perpustakaan. "
Begitu mengantarkan L ke perpustakaan dan kembali ke kelas Juwan segera mendekati Sora.
" Hai Sora bagaimana kabarmu? "
" Sudah jangan banyak basa basi, ada apa? "
" Biarkan aku ikut pergi bermain bersama mu ya. "
" Kenapa aku harus mau? Bukannya tadi kau menolak membantu ku saat aku kesulitan membawa Yuna masuk kemari? "
Juwan jadi salah tingkah sendiri namun ia tidak mau menyerah.
" Eh ayolah Sora, bermain setelah pulang sekolah itu lebih asik jika dilakukan bersama-sama, lagipula dia kan teman Kak Jungki jadi aku punya kewajiban untuk menjaganya. Sangat berbahaya jika dua orang gadis berkeliaran di tengah kota loh. "
Di sudut kelas mereka tampak ada satu orang yang sedang berusaha menguping, orang itu adalah Jay.
Sora sedang berfikir dan tidak ada salahnya jika Juwan ikut namun masih ada keraguan untuk mengiyakan.
" Oke sudah diputuskan kita pergi bersama. "
Di perpustakaan L disibukkan dengan buku-buku, sambil menuju jam pulang sekolah. Didalam perpustakaan ada petugas perpustakaan dan beberapa guru juga murid yang sesekali masuk keluar perpustakaan. Setiap mereka berpapasan dengan L, mereka akan terkejut dan segera pergi. Mereka mengira telah melihat hantu cantik di perpustakaan.
L mengambil beberapa novel yang kelihatan menarik dan mengambilnya untuk dibaca, L duduk di dekat jendela dan membaca dengan tenang.
Posisi duduk L yang berada dekat jendela membuat sosoknya semakin cantik, apalagi saat angin berhembus menyikapi tirai dan menerbangkan beberapa helai anak rambut nya. Petugas perpustakaan dan beberapa murid yang ada disana sampai menahan nafas dan segera mengambil fotonya.
" Wah gila! Siapa gadis itu? Dia sangat cantik. "
" Apa mataku baru saja dapat penglihatan? Aku seperti melihat seorang bidadari."
" Aku tidak menyangka, ditempat membosankan seperti ini akan melihat gadis secantik itu? Apa aku mabuk? "
"Jangan bercanda? Kau saja belum pernah minum bagaimana kau bisa mabuk. "