
Usai makan malam D.O dan L sedang bersantai di paviliun taman bunga. Satu persatu L membuka oleh oleh dari D.O, dia begitu antusias dan sibuk dengan kegiatan nya.
D.O memanfaatkan momen itu dengan memotret nya dan mengunggah kebersamaan mereka disosial media dengan hastag ' menyenangkan hati putri cantik ku' begitu di post foto itu langsung dibanjiri like dan coment.
Foto yang di upload adalah foto D.O dan L yang duduk membelakangi camera, tidak terlihat wajah L namun siluet tubuh kecil, rambut yang tergerai indah dan kulit putih seperti porselen berhasil mencuri perhatian dan membuat fans D.O penasaran.
Lain halnya dengan Shin dan Jaehyun, mereka berdua langsung melotot dan berlari keluar rumah. Pelayan mereka sampai kebingungan dengan tingkah majikan nya.
" Tuan anda mau kemana? " Tanya masing-masing pelayan pada Shin dan Jaehyun.
" Ke rumah Yuna. "
" Ke rumah Yuna. "
Jawaban keduanya sama.
Tiga puluh menit berkendara mereka telah sampai dan masuk begitu saja tanpa menghiraukan Pak Im dan pelayan lain yang menyapa keduanya.
" Yuna. " Panggil keduanya dengan lantang.
" Nona Yuna ada di paviliun taman bunga Tuan." Jawab salah seorang pelayan.
Shin dan Jaehyun melihat L sedang asik makan dan D.O dengan tengilnya memandang dua sahabat itu dengan pose sesantai mungkin.
" Hallo brothers. "
" Sejak kapan kau pulang? "
" Sejak tadi sore. "
" Hari ini?"
" Iya. "
" Kak Shin, Kak Jaehyun lihat Kak D.O membelikan aku Hanfu, cantik sekali bukan. Sudah lama aku ingin memilikinya, aku melihat drama Mandarin dan melihat para pemain nya memakai pakaian ini terlihat sangat cantik seperti seorang Dewi. " Ucap L memperlihatkan pakaian tradisional China yang bernama Hanfu.
" Iya cantik sekali. " Jawab Shin
Jaehyun melihat pakaian yang dikenakan D.O adalah piyama.
" Kenapa kau memakai piyama? "
" Kenapa lagi? Kalau mau tidur ya pakai piyama, otakmu sudah mulai beku ya Hyun. "
Jaehyun seketika itu juga menjitak kepala D.O
" Auuuuu. Sakit bodoh. "
" Maksud ku kenapa kau memakai pakaian itu dirumah L. "
" Tentu saja karena aku menginap disini, iya kan L? "
" Iya Kak D.O tidur dirumah ku, kasihan dia baru saja sampai di Korea bukannya langsung pulang tapi malah kerumahku karena ingin memberikan oleh-oleh untuk ku. "
D.O tersenyum pada Shin dan Jaehyun.
" Kalau begitu juga akan menginap disini. " Ujar keduanya kompak.
" Kalian pulang saja jangan mengganggu kami. "
" Aku tidak meminta ijinmu lagipula ini bukan rumah mu. Boleh kan L? "
" Tentu saja boleh, aku senang kalian disini semakin ramai semakin bagus. "
" Tapi L. " D.O hendak protes tapi tak jadi.
****
Ada restoran yang menjual makanan Indonesia tapi harganya mahal dan mereka tentu tidak bisa membeli nya sepanjang waktu. Lebih hemat masak sendiri, apalagi ada Chef Hari dan asisten nya Arya. Mereka sudah jadi patner sekamar sejak di Jogja dan sering memasak sendiri.
" Bro kau mau minum apa? "
" Aku teh hangat saja. "
" Ok siap. "
Makanan sudah tersaji di meja tinggal Arya yang membuat minuman nya.
Saat mereka hendak mulai makan tiba-tiba ada suatu ketukan pintu.
Hari yang telah selesai membukakan pintu, ternyata Carol dan Ana.
" Selamat malam Hari, maaf kami mengganggu.Hari ini Dimas ulang tahun, dia mahasiswa jurusan Bisnis satu angkatan dengan kita dan berangkat bersama kita. Dia mentraktir kita dengan membelikan pizza, kami disuruh memberikannya juga padamu dam Arya. Ini. " Ana memberikan satu kotak pizza pada Hari.
Dengan santai tanpa tersenyum Hari menerimanya, " Terimakasih. " Jawab Hari datar " Aku akan menghubungi Dimas nanti dan mengucapkan secara langsung, kalian boleh pergi. " Hari langsung menutup pintu apartemen nya.
Ana dan Carol diam mematung didepan pintu.
" Ya ampun itu orang apa tembok sih, ga ada senyum senyum nya sama sekali." Ujar Ana.
" Mas Hari sangat keren dan tampan. " Sahut Carol sambil tersenyum.
" Ya ampun Carol kamu yakin suka sama orang model begitu? Diluar masih banyak lelaki, kenapa harus si muka tembok itu sih. "
" Justru itu pesona nya, sejak aku melihat nya di Jakarta aku langsung jatuh cinta pada pandangan pertama, kau mau membantu ku kan? Nanti aku akan mentraktir mu makan enak. "
Ana tentu saja tidak menolak " Baik lah kalau begitu, kau harus janji. "
Keduanya akhirnya pergi dan kembali ke apartemen mereka.
Hari membawa kotak isi pizza itu dan meletakkannya di meja.
" Kau pesan pizza Ri?"
" Tidak. "
" Lalu? "
" Itu Carol dan Ana yang memberikan nya, katanya Dimas Ulang tahun dan dia mentraktir teman temannya."
" Terus Carol nya mana? Kenapa ngga diajak masuk. "
" Sudah pergi. "
" Sudah pergi atau kau mengusir nya. " Hari hanya diam dan makan dengan tenang.
Sudah bisa dipastikan bahwa Hari pasti langsung menutup pintu nya. Mau di Korea atau di Indonesia sikap Hari masih sama saja, dingin dan cuek terhadap lawan jenis hanya pada Elis saja dia bersikap ramah dan penuh perhatian.
" Kau ini masih saja pasang muka datar begitu, padahal si Carol anaknya cantik banget loh Ri, dia kayaknya tertarik sama kamu. "
" Aku disini itu tujuan mau kuliah dan ketemu sama Elis ga ada waktu buat ngurusin cewe lain. "
Arya menghela nafas " Iya iya terserah kau saja lah. Tapi kapan kau mau bertemu Elis, bagaimana dengan Mas Jisoo? "
" Jadwal kuliah kita kan masih padat dan belum ada waktu luang, sedangkan Mas Jisoo juga lagi di luar Kota, baru akan kembali minggu depan. "
" Tapi kan Elis juga satu universitas dengan kita, kenapa tidak cari sendiri dan langsung bertemu saja? "
" Kau pikir kampus itu selebar daun kelor, kita di Fakultas Kedokteran sedangkan Elis di Fakultas Seni dan sastra, sangat berjauhan. Kita juga ga tau dia sedang sibuk atau tidak, aku tidak mau mengganggu nya. Aku mau nunggu Mas Jisoo dan bertemu secara santai dengan L. "
" Iya iya. Tapi aku sangat penasaran bagaimana rupa Elis sekarang. Makin cantik pastinya ya kan. "
" Pasti. "