All About You "L"

All About You "L"
Terpilih



Usai menelpon Hari, L masih belum bisa tertidur. Pikiran nya melayang entah kemana, ia hanya berbaring sambil memeluk boneka teddy bear nya yang besar.


Karena tak bisa tidur L mencoba mengambil laptop miliknya dan mencoba membuka email lamanya, begitu banyak pesan terutama dari editor webtoon dan novel miliknya. Sudah beberapa bulan ia berada di Korea dan tidak menyetor kan naskah pada editor nya. Tentu mereka panik dan kebingungan, lagipula karya miliknya termasuk dalam karya populer dan menempati ranking tinggi, jadi para penggemar nya banyak yang protes ketika bab baru tidak update sesuai jadwal.


L login ke akun webtoon dan novelnya, karena tidak update selama beberapa bulan kedua karya nya dinyatakan hiatus.


Aku melupakan kalian, maafkan aku. Gumam L.


Ia login ke akun nya lagi dan mencari naskah novel di penyimpanan, banyak naskah yang belum dikirim karena kejadian yang menimpa L, akhirnya naskah naskah tersebut masih ada di penyimpanan akun nya.


Baru beberapa menit aktif, seseorang mengirimkan email padanya. Orang tersebut adalah Bu Yulia, editor nya. Ia menanyakan kabar dan keadaan nya.


L tersenyum melihat isi pesan dari Bu Yulia, ia yakin sebenarnya buat Bu Yulia sedang pusing karena novelis andalannya tiba-tiba menghilang. L tidak menjawab pesan tersebut, ia hanya mengirimkan naskah baru namun hanya satu bab saja.


Beberapa detik kemudian Bu Yulia membalas email L dengan emoticon sedih karena L tidak mau membalas pertanyaan nya dan hanya mengirimkan satu bab naskah baru.


Lambat laut L mulai mengantuk dan akhirnya tertidur dengan posisi duduk bersandar dan laptop berada di atas pangkuan nya.


Pukul 06.30 Jukyung seperti biasa datang ke kamar L dan menyiapkan kebutuhan pagi nya. Saat masuk kedalam kamar, ia kaget karena L tidur dengan posisi duduk bersandar, Jukyung mengedarkan pandangan, ia juga melihat ruang lukis milik L terbuka dan sedikit berantakan seperti telah digunakan. Jukyung yakin kalau Nona muda nya itu semalam tidak tidur dan melukis sampai pagi.


Melihat L tidur dengan posisi yang kurang baik, Jukyung tidak tega membangun kan nya, ia mendekat dan membenarkan posisi nya.


Ketika sedang membereskan alat-alat lukisan milik L, Jisoo masuk ke dalam kamar L.


" Tuan. " Sapa Jukyung dengan membungkuk pada Jisoo


" Adikku belum bangun? " Tanya Jisoo


" Belum Tuan. "


Jisoo merasa heran karena pagi-pagi Jukyung membereskan alat lukis milik L.


" Apa yang sedang kau lakukan? Kenapa kau membereskan alat lukis milik L? "


Jukyung sedikit gugup " Maaf Tuan sebenarnya saat saya masuk kedalam kamar Nona, kamar Nona sedikit berantakan dan saya menemukan Nona tidur dengan posisi duduk bersandar dan laptop berada diatas pangkuan nya. Saya yakin kalau Nona begadang semalaman dengan melukis dan bermain laptop dan baru tertidur belum lama. Saya tak berani membangun kan Nona jadi saya mengambil laptop dan membenarkan posisi tidurnya. "


Jisoo menghela nafas, ia duduk disamping L dan mengusap kepalanya.


" Baiklah aku mengerti, biarkan ia tidur , dan yang paling penting jangan cerita kan hal ini pada istri ku nanti dia bisa jadi khawatir. Aku akan mengurus izin ketidakhadiran nya di kampus. Jika ia bangun nanti suruh istirahat saja di rumah. " Ucap Jisoo kemudian keluar dari kamar L.


Waktu sarapan, Jisoo sudah duduk menunggu Bora. Pak Im dan pelayan lain membawakan sarapan untuk kedua.


Bora berjalan dan duduk di dekat suaminya.


" Sayang dimana L? "


" Dia masih tidur. "


" Bukankah ada jadwal kuliah pagi? "


" Tubuhnya sudah membaik karena infus tapi aku masih khawatir jadi kupikir untuk membiarkan nya istirahat saja dirumah. "


" Kau benar, kalau begitu ayo sarapan dan berangkat. Pak Im tolong jaga adik ku selama dia di rumah ya. "


" Baik Nona. "


Selesai sarapan Jisoo dan Bora berangkat berkerja dengan mobil masing-masing.


Hari semakin siang dan L akhirnya terbangun, ia melihat diluar sudah sangat terang. Jukyung yang sedang menata baju di lemari L segera menghampiri nya.


" Nona sudah bangun? " Jukyung mengambilnya segelas air untuk L.


" Sekarang sudah jam 10 Nona. " L terbelalak


" Hah kenapa kau tidak membangun kan aku, aku ada kelas pagi ini. " L buru buru bangun dan hendak berjalan menuju kamar mandi, infus yang masih terpasang di lengan nya sampai tertarik dan lepas secara paksa dan membuat nya berdarah.


" Auuuuu. " L baru sadar bahwa lengan nya masih terpasang infus dan belum di lepas.


" Nona apakah anda baik baik saja? " Jukyung panik melihat darah keluar dari lengan L.


" Aku lupa kalo infus ku belum di lepas. " Wajah L mengkerut karena menahan sakit.


" Nona duduk lah dahulu, hari ini Nona istirahat saja dirumah tidak usah ke kampus, Tuan Jisoo menyuruh anda beristirahat dan beliau juga sudah mengurus izin anda. " L akhirnya menurut dan duduk di kursi.


Jukyung keluar sejenak untuk mengatakan bahwa L sudah bangun pada ayahnya, dan tak lama kemudian Jukyung masuk bersama Pak Im dan Dokter Cha.


Dokter merawat tangan L yang terluka akibat infus yang lepas secara paksa. Jukyung membawakan sarapan dan obat milik L.


" Bagaimana kondisi Nona Yuna dok? " Tanya Pak Im


" Nona sudah sembuh dan tekanan darah nya juga sudah normal." Dokter Cha memandang L " Nona lain kali hati-hati ya jangan asal menarik infus, nanti bisa melukai tangan anda. "


L tersenyum malu " Terimakasih Dokter, tadi aku panik dan berlari menuju kamar mandi tanpa sadar infus yang masih menempel di lenganku tertarik dan akhirnya lepas. "


" Baiklah sudah selesai, Nona sudah tidak membutuhkan infus lagi jadi tak perlu dipasang lagi. Sekarang lebih baik Nona makan dan minum obat dengan teratur, jagalah kesehatan Nona." Ujar Dokter Cha


" Iya aku mengerti."


Setelah selesai dokter Cha dan Pak Im keluar, Jukyung menyuapi L sarapan lalu minum obat.


" Kak Jukyung, bisakah kau membungkus lukisanku yang berjudul 'Alone' dan kirim ke alamat ini. " Pinta L disela sela makan nya.


" Baik Nona akan saya kirim lukisan itu, tapi apa Nona semalaman tidak tidur dan begadang untuk menyelesaikan lukisan tersebut? "


" Iya. " Jawab L singkat tanpa memandang Jukyung


" Nona jangan lakukan itu lagi, bukankah Nona masih sakit kenapa Nona malah begadang. Tuan Jisoo sangat khawatir pada anda. "


" Bagaimana dia bisa tahu? "


" Tentu saja Nona, saya menemukan ruang lukis anda berantakan dan anda tertidur dengan posisi duduk bersandar. "


" Hehehe, aku tidak bisa tidur semalam jadi lebih baik aku melukis saja. Lalu apa kah Bora tahu? "


" Nona Bora tidak tahu, Tuan jisoo meminta saya tidak mengatakan pada Nona Bora agar beliau tidak khawatir pada anda."


" Kakak ku memang bijak. " Mengacungkan jempol


Dikampus Deok Hwa sedang menunggu Prof. Lee di ruangan nya. Tak lama Prof. Lee muncul bersama Jimin.


" Selamat pagi Profesor. " Sapa Deok Hwa.


" Duduk lah. " Deok pun duduk dihadapan Prof. Lee


" Ada berita bagus untuk mu, aku baru saja mendapat informasi dari pihak Museum Baru kalau karyamu telah terkonfirmasi menjadi karya yang dipilih dalam acara pembukaan Museum Baru. " Ucap Prof. Lee


Deok Hwa sangat senang mendengar berita tersebut, sebelum keluar Prof. Lee meminta Deok Hwa untuk datang ke Museum tersebut karena dari pihak sana, Seniman yang karya nya terpilih diminta datang.


Deok Hwa tentu sangat bersedia, setelah selesai berbicara dengan Prof. Lee Deok Hwa pun keluar. Tapi baru beberapa langkah pergi dari ruangan Prof. Lee, Deok Hwa tanpa sengaja mendengar perbincangan Prof. Lee dan Jimin jika selain karya milik Deok Hwa, ada satu karya lagi yang terpilih karya tersebut milik siswa baru bernama Kim Yuna.


Deok Hwa kaget, bagaimana bisa seorang mahasiswa baru yang baru beberapa minggu masuk malah berhasil mengalahkan nya. Wajah Deok Hwa nampak mengeras, ia mengepal tangannya. Gumam Deok Hwa