All About You "L"

All About You "L"
Cantik



Mobil berjalan menjauh dari warung makan, Hari terlihat sedikit ngos-ngosan, ia berusaha mengatur nafasnya, sedangkan Lbmasih diam karena syok.


" Kau tidak apa-apa? " tanya Hari khawatir karena sedari tadi L hanya diam saja


" Mas Hari kenapa orang-orang begitu kepadaku? aku kan bukan artis dan kenapa mereka minta nomor telpon, minta foto, minta tanda tangan, terus tadi ada yang minta alamat rumahku? " wajah L menghadap Hari dengan tanda tanya besar


" Hemmm itu karena wajahmu? " jawab Hari


L segera bercermin, ia merasa wajahnya biasa biasa saja " Kenapa memang dengan wajahku? iya sih aku cantik tapi kan ga mungkin secantik artis artis yang ada di TV kan? " Masih menatap cermin sambil merapikan rambutnya


Hari tersenyum " Hahahah kau ternyata sadar bahwa kau itu cantik ya, terus kenapa kau diam saja seperti orang syok? Jangan jangan kau pura-pura ya? "


" Tidak, aku benar-benar bingung dengan sikap orang-orang yang mengerumuniku Mas, ya walaupun tadi aku sebenarnya sibuk dalam pikiran ku sendiri, bertanya apakah mata orang-orang sedang sakit, masa minta foto sama aku yang belom mandi ini, bahkan rambut ku saja seperti singa, lihat aku yang seperti gembel ini kok dibilang artis. " jawab L dengan penuh percaya diri


" Hah percuma aku menolong mu tadi , ternyata kau ini sangat narsis. Kau cuma mengerjai aku kan. "


L tersenyum penuh kemenangan " Oups ketahuan, maaf ya Mas hehehe. Yang penting kan Mas udah sarapan dan ikut kefoto juga bareng aku, tenang saja kalo aku nanti terkenal Mas Hari pasti ikutan juga walaupun nanti dikira bodyguard ku, hahahahaha. " L tertawa keras


"Dasar toge. " Hari memasang wajah cemberut


Perjalanan panjang mereka selama 5 jam akhirnya berakhir, mereka sudah sampai di Jogja. Meskipun masih satu pulau, entah kenapa atmosfer di Jogja terasa sangat berbeda, ada perasaan nyaman dan ingin jalan-jalan menyusuri tempat tempat wisata yang ada. Menyusuri jalanan Malioboro,Tamansari,keraton, museum, dan tidak lupa pasar pasarnya yang menyediakan berbagai pernak-pernik dan batik khas Jogja. L tersenyum melihat pemandangan diluar, ia sudah tidak sabar ingin jalan jalan kesana dan otaknya sudah menyusun apa saja yang akan dibelinya, terutama oleh oleh khas Jogja yaitu bakpia.


" Haduh ga bisa, kita harus ke kampusku dulu tugas-tugas ku harus segera dikumpulkan sebelum jam 10."


Wajah L langsung memperlihatkan ekpresi cemberut dan marah, Hari yang melihatnya langsung berpaling fokus kedepan karena wajah L jadi benar-benar sangat imut.


Dan sedetik kemudian, diatas pangkuan L sudah terdapat sekotak bakpia yang masih terasa hangat. L tersenyum bahagia sambil memakan bakpia nya, sedangkan Hari hanya menghela nafas, karena kalah dengan serangan wajah imut nya L.


Mobil kembali melaju menuju sebuah kampus paling bergengsi di Jogja. Melewati gerbang yang besar, dengan hati-hati Hari mencari tempat parkir yang kosong, karena sedang libur semester jadi suasana kampus tidak terlalu ramai, meskipun tetap ada mahasiswa yang berlalu lalang. Ia sangat hati-hati dalam mengendarai mobil milik L itu, selain mobil itu bukan miliknya, jelas jika ia membuat lecet di mobil itu biaya perbaikannya pasti sangan mahal.


Sebelum turun Hari perpesan banyak hal pada L, untuk menjaga sikap dan jangan membuat masalah apalagi membuatnya khawatir.


" Sebentar lagi aku harus masuk ke gedung jurusan ku untuk menyerah kan tugas, aku tidak tau akan lama atau tidak jadi bisakah kau menjaga sikap? "


L menghormat "Siap laksanakan pak. "


Hari tidak yakin dengan L yang ditinggal sendirian itu " Tingkahmu membuat ku tidak yakin untuk meninggalkan mu sendirian, kalo begitu aku antar kan kau di perpustakaan saja dan tunggu aku disana ya. Jangan lupa selalu bawa ponselmu, pakai topi dan masker mu. Kau mengerti? kau memang jenius tapi kau payah jika disuruh mengingat jalan karena itu diam saja di perpustakaan jangan pergi kemana mana nanti bisa bisa kau tersesat. "


" iya aku mengerti, dasar bawel. "