
Daniel sudah ada di mobil, ia terlihat sangat marah tidak ada yang berani berbicara padanya.
" Dimana Lee? " Tanya Daniel dengan nada suara tinggi.
Sopir Daniel yang sedari tadi tegang melihat ekpresi majikannya yang tak bagus langsung kaget.
" Tuan Lee masih di Museum Tuan." Jawab Sopir Daniel dengan hati-hati.
" Bawa aku ke apartemen, dan suruh Lee menemui ku! "
" Baik. "
******
Setelah dua hari berada dirumah dan tak diijinkan kemana-mana, akhirnya L bisa kembali bebas dan bisa kembali masuk kuliah.
Sejak pagi L terus saja menyunggingkan senyuman nya.
" Nona sepertinya sedang bahagia hari ini. " Ujar Jukyung
" Apa terlihat jelas? " Jukyung mengangguk sembari merapikan rambut L.
" Tentu saja aku senang, karena hari ini aku bisa kembali kuliah dan bertemu teman teman ku, aku bosan sekali dirumah dengan infus menempel di tubuhku, padahal aku baik baik saja. "
Usai berdandan L segera turun dan sarapan bersama Bora dan Jisoo, pagi terasa hangat dengan sarapan bersama.
Setelah sarapan Bora pergi lebih dahulu ketika asisten nya tiba untuk menjemputnya, kemudian L berangkat bersama Jisoo menuju kampus.
" Kakak nanti aku pulang sendiri saja ya. "
" Apa kau yakin? Kenapa tidak pulang bersama ku saja? "
" Aku ingin menemui Prof. Lee dan setelah pulang kampus aku ingin mampir ke suatu tempat. "
" Kemana? Dan bersama siapa? " Tanya Jisoo yang terlihat tidak setuju.
" Aku ingin ke taman Kota dan ingin melukis sebentar di sana, boleh ya. " L mengeluarkan jurus imutnya, tentu saja Jisoo tak bisa menolak nya.
" Iya baiklah, tapi pulanglah sebelum makan malam, kau baru sembuh dan dokter menyarankan agar kau menjaga kesehatan dan tidak boleh terlalu kelelahan. " Ucap Jisoo
" Siap kak."
Mobil yang mereka tumpaki tanpa terasa telah sampai di parkiran khusus pengajar. L turun dan berpamitan pada Jisoo.
" Kakak aku berangkat dulu sampai nanti. " Ujar L
" Iya belajar yang baik jangan tidur dikelas, kemarin aku mendapatkan pengaduan dari Prof. Lee bahwa kau sering tidur dikelas. " L hanya tersenyum
" Aku belajar dengan rajin kak dan tidak tidur sama sekali, aku hanya sedang memejamkan mata agar lebih fokus mendengarkan materi dari Prof. Lee. " Kilah L
" Banyak alasan, sudah sana. " L pun melambaikan tangan nya pada Jisoo.
Suasana hati L sedang bagus, ia membenarkan masker yang ia pakai dan berjalan menuju ruang kelasnya. L berjalan sambil mengutak atik layar ponselnya.
"Yuna! " Panggil Yura dan Jungki bersamaan dari arah belakang, L menoleh dan berhenti berjalan. Mereka berdua nampak sedikit berlari kearah L.
" Kau sudah sembuh? " Tanya Jungki
" Tentu saja, kalau aku masih sakit aku tidak mungkin berada disini. " Jawab L
" Kau sudah dengar kabar itu? " Tanya Yura
L menyipitkan matanya karena bingung
" Berita apa?"
" Tentang lukisan mu yang berhasil menjadi juara pemilihan karya Seniman Muda. "
" Oh tentu saja sudah, kemarin Pak Jimin menghubungi ku karena Prof Lee ingin bertemu dengan ku, namun karena aku sakit jadi Kak Jisoo yang datang menemui Prof. Lee , Profesor mengatakan tentang hasil nya dan ada undangan dari pihak Museum pada para Seniman yang berhasil menang. Dan sekali lagi aku tak bisa datang ke sana walaupun aku sangat sangat ingin, Kak Jisoo kembali akhirnya mewakili ku. "
" Kau sangat hebat L, namamu jadi trending di jurusan kita karena sebagai anak baru kau berhasil menang dan mengalahkan kak Deok Hwa. " Keduanya bertepuk tangan. L tersenyum dan ikut bergembira .
" Lukisan mu bahkan bisa meraih peringkat pertama dan kudengar karya milik ku akan diikutsertakan dalam acara lelang bersama dengan karya karya milik Seniman kelas dunia. " Yura berdecak kagum
" Aku juga kaget setelah kak Jisoo mengatakan hal itu, impian ku menjadi seorang pelukis terkenal akan semakin dekat. " Sahut L
" Itu tidak masalah, tapi jangan hari ini ya. Sepulang dari kampus aku ada acara jadi bagaimana kalau lusa saja. "
" Setuju. " Jawab Yura dan Jungki bersamaan.
******
Di Kantor Daniel terlihat sibuk dengan tumpukan berkas yang tiada habisnya, setelah kejadian di Museum mood Daniel jadi tidak bagus. Ia tengah memasang wajah tanpa senyum sedikitpun.
Mr. Lee tiba-tiba masuk dan membawa beberapa berkas baru. Daniel hanya meliriknya sebentar lalu kembali fokus pada pekerjaan nya.
" Ini berkas terakhir yang harus anda lihat dan tandatangani Tuan. "
" Bagaimana masalah mengenai Museum? " Ujar Daniel tiba-tiba.
" Saya sudah mengirim orang untuk menyelidiki nya Tuan sebentar lagi pelaku nya akan segera terungkap, dan saya ingin melaporkan bahwa Kepada Museum meminta ijin untuk mengajukan karya seni yang berada di peringkat kedua untuk maju dalam acara lelang menggantikan karya seni yang telah rusak. "
Daniel menghentikan aktivitas nya dan menghela nafas sejenak.
" Apa boleh buat, lukisan itu telah rusak jadi biarkan saja. Tapi tetap hadiah untuk peringkat pertama harus diberikan. Aku sangat kesal padahal aku sangat menyukai lukisan itu. "
" Maafkan saja Tuan. "
" Jangan meminta maaf, itu bukan salah mu. Oh iya setelah aku selesai dengan berkas berkas ini, apa jadwal selanjutnya untuk ku? "
" Hanya fitting baju untuk pesta acara pembukaan besok Tuan di tempat biasa. "
" Bawakan saja beberapa pakaian ke rumah, setelah menyelesaikan ini aku ingin langsung pulang. " Mr. Lee langsung membungkuk kan badan dan undur diri.
*****
L sedang asik makan bersama teman teman nya di kantin seperti biasa, lalu ada pesan dari Pak Jimin untuk nya agar segera datang ke ruangan Prof. Lee.
" Maaf teman teman aku pergi dulu ya. "
" Eh kau mau kemana L, makanan mu belum habis dan kelas selanjutnya masih lama bukan. " Ujar Yura, namun L sudah berlalu meninggalkan mereka.
Tak butuh waktu lama sampai akhirnya ia sampai di depan pintu ruangan Prof.Lee. Saat ia hendak membuka pintu dan masuk kedalam, tiba-tiba pintu terbuka lebih dahulu dan keluarlah seniornya yang bernama Deok Hwa. Ia menatap L yang berdiri mematung di didepan pintu.
Melihat wajah seniornya, L langsung memberi salam dan hormat padanya.
" Selamat siang Kak. "
" Seperti nya aku mengenal dirimu. "
" Nama saya Kim Yuna Kak. "
Wajah DeoK Hwa langsung sinis setelah L mengatakan namanya.
" Ah kau si anak baru ya, berani sekali kau bersaing dengan ku, dasar ingusan. " Deok Hwa segera berlalu setelah berbicara singkat pada L.
L bingung dengan perkataan Deok Hwa
Ada apa dengan kak Deok Hwa, sepertinya dia tidak menyukai ku.
Pak Jimin yang hendak keluar ruangan menemukan L masih berdiri di depan pintu.
" Yuna sedang apa? Cepat lah masuk Prof.Lee sudah menunggu mu. " Ucapan Pak Jimin menyadarkan L yang tengah menatap Deok Hwa dengan heran
" Iya Pak maaf, permisi. " L masuk kedalam menemui Prof. Lee
Didalam ruangan itu Prof. Lee sedang duduk sambil menatap L.
" Prof. Lee saya sudah datang. "
" Duduk lah. " L menurut
" Sebelumnya aku ingin mengucapkan selamat atas terpilih nya karya seni milikmu, tapi baru saja aku mendapatkan kabar dari pihak Museum kalau lukisan mu tidak bisa ikut pameran dan juga lelang. "
L kaget, kenapa begitu padahal jelas ia meraih peringkat pertama dan berhak ikut pameran dan lelang sekaligus, meskipun tidak ikut lelang setidaknya lukisan nya bisa ikut pameran.
" Kenapa Profesor? Bukankah lukisan ku meraih peringkat pertama? Harusnya aku bisa ikut dua-duanya. "
"Iya kau benar tapi ada sebuah tragedi di sana yang menyebabkan lukisan milik mu rusak sehingga tidak ikut pameran dan lelang. "