All About You "L"

All About You "L"
Mengikuti Jejak



Big3 begitu antusias setelah menempuh perjalanan yang sangat Panjang akhirnya berakhir, mereka turun dari mobil dan melakukan peregangan karena tubuh mereka sangat kaku.


" Akhirnya kita sampai juga. " kata D.O dengan penuh semangat


Bora melihat rumah L yang rapi dan mungil itu, ia tersenyum, selama ini ia hanya melihat dari foto foto yang dikirim oleh L saja, tak menyangka rumah L ternyata sangat imut seperti pemilik nya.


" Sayang sepertinya kita akan betah disini, meskipun rumah L tampak imut tapi aku bisa merasakan kenyamanan dari rumah itu. " kata Bora memeluk lengan suaminya.


" Kau benar. "


Arya berjalan ke arah Hari " Rumah adikmu bagus seram sekali. "


" Apa maksud mu? "


" Bangunan lama kan biasanya banyak penunggunya. "


" Enak saja, kau benar kalo bangunan rumah ini adalah bangunan lama, karena dahulu rumah ini bekas rumah penjajah Belanda, tapi sudah lama ditempati dari jaman kakek dan nenek L, tidak ada hantu atau hal hal menyeramkan didalamnya, tenang saja dasar penakut. " ledek Hari


Semua sudah turun dari mobil tapi sang pemilik rumah tak kunjung menampakkan diri


" Kakak, apa budaya disini memang seperti ini ya, tamu tidak disambut sang pemilik rumah? apa kita langsung masuk saja? " Ucap D.O spontan


Semua langsung sadar karena L tak kunjung terlihat, Semua memandang Hari


" Hari dimana Adikku? apa tidak ada pesta penyambutan atau semacamnya?"


Hari juga bingung " Mungkin saja seperti itu, biar kupanggil. " mendekat kearah pintu dan memanggil nama L


Beberapa kali Hari memanggil nama L, tak ada jawaban maupun sosok yang dipanggil keluar dari balik pintu.


" Lebih baik kalian masuk, mungkin L akan segera muncul dan memberi kejutan untuk kalian. " jawab Hari


Bora dan lainnya mengikuti Hari masuk ke rumah mungil itu. Hari tak melihat L dimana pun, baik di dapur, kamar, ruang tamu maupun kamar mandi.


" Silahkan duduk dan beristirahat, kurasa L ada dilantai dua. "


Big3 langsung duduk di sofa ruang tamu bersama Sun-woo, sementara Bora dan Jisoo tengah menatap dinding ruang tamu yang terpasang beberapa pigura yang menampakkan foto-foto milik L. Mereka tersenyum, disana mereka melihat foto foto L yang masih kecil, sangat menggemaskan, ada pula foto seorang nenek dan kakek, juga sepasang lelaki dan perempuan paruh baya tengah tersenyum, foto yang memancarkan kehangatan.


" Mereka pasti orang tua L dan kakek neneknya, sayang lihatlah, ini foto L saat masih balita lucu sekali. " Bora menunjuk foto L saat berusia 3 tahun memakai baju berwarna pink


" Kau benar, dia sangat imut, aku berharap jika kita mempunyai anak perempuan, kelak akan seimut dan secantik L. " jawab Jisoo yang membuat wajah Bora memerah.


Hari sudah berada di lantai dua, mengejek segala sudut rumah hingga ke balkom tapi L tak kunjung ditemukan, ponselnya juga masih off, perasaan Hari jadi tidak tenang, sejenak ia menelpon ibunya siapa tau L sedang kepasar atau di rumahnya, namun nyatanya tidak.


Jisoo berjalan menuju dapur hendak mengambil minuman, sementara Bora masih asik memandangi foto-foto L, tak sengaja ada satu pigura yang terjatuh saat Bora menyentuh nya, foto L saat kelulusan SMP bersama neneknya pecah.


Jisoo langsung menghampiri istrinya takut terluka karena pecahan kaca " sayang menyingkirkan lah, biarkan aku yang membersihkan nya, ini berbahaya aku tidak ingin kau terluka karena kaca kaca ini. " Bora menuruti perintah suaminya, ia melihat suaminya dengan hati hati mengumpulkan pecahan kaca tersebut.


Sambil menunggu, Bora mengedarkan pandangannya ke sekeliling untuk mencari pecahan kaca di tempat lain, pandangannya mulai fokus ke lantai dan barulah ia sadar bahwa lantai dirumah L kotor. Bora melihat lantai yang putih itu menjadi kotor karena nampak jejak kaki dari tanah terlihat disana sini, beberapa helai kelopak bunga yang sudah layu juga terlihat.


" Siapa yang masuk kedalam rumah dengan kaki kotor seperti ini? " pikir Bora.


Jejak kaki yang samar samar itu mengarah ke sebuah pintu menuju halaman belakang, Bora mengikuti jejak tersebut tanpa mengatakan pada Jisoo yang memang masih sibuk memunguti pecahan kaca.


Bora berjalan sampai beberapa langkah dari pintu, mendapati halaman yang lumayan luas, dari sana ia bisa melihat pemandangan yang begitu menakjubkan, danau yang luas dikelilingi perbukitan yang sangat indah, Bora sempat terpana, ia hendak berbalik ingin memanggil yang lainnya untuk ikut menikmati pemandangan tersebut.


Tapi ada sesuatu yang menghentikan langkahnya, ia tampak tidak yakin tapi dengan pikiran yang positif ia kembali berbali memandang halaman itu. Betapa kaget nya Bora melihat pemandangan lain di bawah pohon bougenville.