All About You "L"

All About You "L"
Pencarian



Keluar dari ruang pembimbing Jisung berjalan dengan wajah cemas ke arah kelas Sora, kebetulan jam istirahat berbunyi sehingga saat Jisung sampai di didepan kelas bertepatan dengan Sora dan Juwan keluar kelas.


" Sora! Juwan!" Panggil Jisung


" Oh hai Jisung, lama tidak melihat mu." Sapa Juwan


" Iya. "


" Tumben kau di kelas, ada apa? " Tanya Sora


" Aku butuh bantuan mu Sora. " Ujar Jisung


Sora dan Juwan saling pandang


" Bantuan apa?" Sahut Sora.


" Jangan bilang kau mau bertanya mengenai pelajaran atau soal sulit pada kami, kau salah orang otak kami bukan berada di level yang sama dengan mu." Jawab Juwan


" Bukan begitu , aku cuman mau bertanya apa kau tahu dimana Kim Yuna tinggal? "


Mata Juwan dan Sora seketika membola


" Darimana kau kenal Yuna? " Tanya Juwan dan Sora bersamaan, mereka kaget karena Jisung kenal dengan Yuna, setahu mereka di sekolah ini Yuna hanya kenal mereka berdua.


" Kemarin aku bertemu dengan nya di perpustakaan tanpa sengaja, saat aku sedang berlatih mengerjakan soal dia yang membantuku mengerjakan soal yang sulit. Saat guru pembimbing mengecek jawabannya ia bertanya bagaimana aku bisa mengerjakan soal-soal sulit itu. Guru ku sangat kaget karena aku bisa mengerjakan soal-soal itu. "


" Bukankah kau memang pintar kenapa guru pembimbing sampai kaget begitu. " Sela Juwan


" Masalahnya soal-soal tersebut belum di ajarkan dan merupakan materi untuk anak SMA Senior dan sebagian lagi materi untuk anak kuliah. " Sambung Jisung


" Wow Yuna benar-benar seorang jenius. " Ujar Juwan dengan semangat


Sora tak kaget mendengar nya namun ia hanya bisa tersenyum kecut " Begini Jisung, bukannya aku tidak mau membantumu tapi aku tidak tahu dimana ia tinggal. " Ujar Sora jujur.


" Tapi kau punya nomernya bukan coba kau hubungi dia dan tanyakan dimana dia sekarang. "


Sora menuruti kemauan Jisung dengan mengirim pesan pada Yuna, cukup lama untuk mendapatkan jawaban sehingga Jisung menyuruh Sora menelpon alih-alih mengirim pesan. Namun ternyata yang mengangkat telpon bukan Yuna melainkan Jukyung, dan berkata jika ponsel Yuna ketinggalan dan Yuna sedang berada di luar.


Jisung terlihat murung


" Aku bisa membantu mu. " Sahut Juwan


Jisung memandang Juwan dengan penuh harap


"Tapi tidak gratis. " Ujar Juwan


" Apapun yang kau minta asal masuk akal dan tidak melebihi uang saku ku, aku akan mengabulkannya. " Ujar Jisung.


Sora memandang Juwan " Bagaimana kau bisa membantu nya? "


Juwan menghentikan Sora yang kebingungan dengan wajah bangga " Tunggu sebentar. " Juwan mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.


" Hallo my bro kau dimana? "


Orang yang ditelpon Juwan adalah Jungki. Sementara itu , orang yang ditelpon sedang sibuk di festival merasa terganggu karena kedai sedang ramai. Melihat nama yang tertera adalah Juwan, Jungki hendak menolaknya sebelum sebuah pesan dari Juwan masuk menyuruhnya untuk mengangkat telpon nya karena ada hal yang sangat penting.


" Hallo ada apa? Jangan bilang kau membuat keributan di sekolah. " Ujar Jungki. Ia menepi ke tempat agak sepi untuk mengangkat telpon.


" Hallo my bro kau dimana? " Tanya Juwan.


Jungki menatap layar ponselnya dengan aneh, merasa ada yang tidak beres dengan adiknya " Ada apa kau mencariku di siang bolong begini? Kau bertanya pertanyaan yang aneh, tentu saja aku di kampus. Jangan bilang kau membuat masalah dan meminta ku untuk membantu mu menyelesaikannya. Berapa umur mu tahun ini? Jangan menggangguku aku sedang sibuk. " Jawab Jungki panjang lebar.


Mendengar omelan saudara nya Juwan sebenarnya sangat kesal, namun mengingat tujuan dia untuk menelpon dia tidak akan berdebat dengan kakaknya untuk hari ini.


" Aku tidak membuat masalah dan tidak akan menggangu mu, aku hanya ingin tahu apa kakak sedang bersama dengan Yuna? "


Dahi Jungki mengkerut " Ada apa kau menanyakan Yuna? Sudah kubilang untuk mencari gadis lain saja yang sesuai dengan IQ mu. Yuna terlalu tinggi untuk kau kejar. "


Kata-kata Jungki benar-benar membuat Juwan kesal sekarang, itu seperti mengatakan jika Juwan bodoh dan tidak cocok untuk bersama Yuna.


" Kakak berhenti membuat ku kesal atau aku akan mengambil semua koleksi action figure milik mu! " Suara Juwan mulai meninggi.


Jisung yang menunggu tampak cemas, sedangkan Sora hanya bisa menghela nafas. Kakak beradik itu tidak pernah akur jadi dirinya yang lebih normal harus melakukan sesuatu.


" Berikan padaku!" Sora mengambil ponsel Juwan dan berbicara dengan Jungki.


" Hallo kak Jungki, ini aku Sora teman nya Juwan yang pernah belajar di rumah Juwan beberapa kali dengan Jisung. "


" Oh Sora iya hallo, kenapa ponsel Juwan ada padamu? Dia tidak membuat masalah bukan? "


" Oh bukan bukan, tenang saja Kak Jungki kami tidak membuat masalah sama sekali. Sebenarnya aku dan Juwan sedang ada dikelas saat tiba-tiba Jisung menghampiri kami dan menanyakan keberadaan Yuna, aku sudah menelpon nya tapi orang yang menjawab mengatakan jika Yuna sedang ada di luar dan lupa tidak membawa ponselnya. Jisung mencarinya karena kemarin dia bertemu Yuna dan dia membantunya belajar untuk persiapan Olimpiade. Kemudian Juwan tiba-tiba menelpon kakak, jadi kak Jungki apa kakak tahu keberadaan nya sekarang? Soalnya Jisung hendak minta bimbingan Yuna. " Ujar Sora


Jungki yang mendengar cerita Sora akhirnya mengerti.


" Oh, aku pikir bocah ingusan itu membuat masalah. Tapi aku penasaran bagaimana kalian mengenal Yuna? "


" Aku bertemu Yuna saat di perusahaan dan dia adalah investor yang membuat bisa debut dimasa depan. Kemarin dia datang kesekolah ku dan tak sengaja bertemu Jisung. Lalu bagaimana kakak mengenal nya? "


" Benarkah? Luar biasa ini berita yang harus dibagi dengan Yura, sayang sekali Yuna tidak berangkat ke kampus" Jawaban Jungki ini membuat Sora terdiam cukup lama. Hal itu membuat Juwan dan Jungki penasaran.


Sora mengaktifkan mode pengeras dan mencoba bertanya lagi " Maksud kakak bagaimana? Aku tadi tidak mendengar nya. "


" Yuna teman kuliah ku di kampus, hari ini ada Festival dan sudah tiga hari Yuna tidak keliahatan."


" Maksud kakak Yuna seorang mahasiswa? " Tanya Juwan dengan tak sabarnya membuat Jungki kaget dengan suara keras adiknya.


" Iya itu benar, dia seorang mahasiswa di Universitas Seoul jurusan Seni dan budaya. "


" Kak Jungki pasti bercanda,berapa umur Yuna? Dia sepertinya masih seumuran dengan kami. " Imbuh Jisung.


Sora masih terkejut namun itu menjelaskan semua pertanyaan nya beberapa waktu lalu.


" Wah itu sangat menakjubkan, pantas saja dia dengan mudah bisa mengerjakan semua soal seakan-akan itu soal untuk anak TK. " Ujar Jisung dengan semangat. Ia berpikir akan sangat beruntung jika dia bisa membuat Yuna menjadi tutor nya. Jisung yakin seratus persen jika dia bisa meraih juara pertama.


Juwan semakin sedih dan pupus sudah harapan untuk mengejar Yuna, wajahnya terlihat menyedihkan namun kedua temannya tidak memperhatikan sama sekali, Sora dan Jisung sedang sibuk dengan pikirannya masing-masing.


" Jadi kakak tidak tahu keberadaan nya? " Tanya Jisung lagi.


" Maaf kan aku, tapi sejak Festival dimulai dia memang tidak terlihat dan tidak ada akan terlihat juga sampai Festival berakhir. Sebelumnya dia bilang jika dia sedang sibuk di perusahaan kakaknya, aku tidak tahu perusahaan yang mana karena dia terlalu punya banyak kakak. " Ujar Jungki.


Mendengar hal itu Jisung merasa sedih.


" Baiklah terimakasih Kak Jungki, maaf telah mengganggu mu, kalau begitu kami tutup telpon nya sampai jumpa. " Ucap Sora


" Sampai jumpa. " Jawab Jungki


Ketiganya saling pandang tanpa berucap untuk beberapa saat sampai akhir Sora bersuara.


" Emm kurasa aku perlu waktu untuk mencerna semua informasi ini, aku mau ke kantin membeli minuman. " Sora hendak berdiri pergi tapi di cegat oleh Jisung.


Juwan sendiri sedang bersedih karena harapan nya untuk mengejar Yuna pupus sudah, wajahnya tampak sangat menyedihkan untung saja Sora dan Jisung tidak melihat, jika mereka melihat nya itu pasti akan sangat memalukan.


"Tunggu! " Jisung mencegah Sora pergi.


" Ada apa? " Tanya Sora.


" Kau mendengar kan kalau Yuna sedang pergi keluar dan tidak membawa ponsel, dia juga tidak ada dikampus. " Imbuh Sora.


" Kau harus membantu ku menemukan nya. "


" Bagaimana bisa? " Sora jelas bingung.


" Dia kan Bos mu, dan tadi Kak Jungki bilang kalau Yuna ada di perusahaan, ayo kita ke perusahaan mu dan cari Yuna disana. "


Mata Sora melotot, " Jisung bukanlah kau juga dengar kalau Kak Jungki bilang Yuna ada di perusahaan kakaknya, tapi tidak tahu kakak yang mana? Bagaimana bisa kau punya ide untuk mencari Yuna di perusahaan agensi ku? Lagi pula tidak semua orang bisa keluar masuk disana, kau pikir itu perusahaan kakak ku? " Sahut Yuna " Hanya orang yang punya akses yang boleh masuk kesana, selain itu meskipun aku trainee disana, area yang bisa kumasuki terbatas. " Imbuh Sora, dia memijat pelipis nya karena pusing.


Jisung tidak mau menyerah dan terus membujuk Sora " Tapi aku yakin dia disana, ayo coba cari dulu. Sora bantu aku jika aku berhasil bertemu dengan nya aku akan mentraktir mu makan selama sebulan setelah pulang sekolah setiap hari bagaimana? " Bujuk Jisung.


" Setuju! " Jawaban itu tidak datang dari Sora atau Juwan, itu datang dari Jay.


Jisung memutar matanya dengan malas saat melihat Jay.


" Ayo pergi sekarang. " Jay langsung ikut duduk begitu saja di kelompok itu tanpa minta persetujuan.


Sora memijat pelipis semakin keras " Hah ada apa dengan hari ini? Dan sejak kapan kau jadi murid di kelasku? Kenapa duduk di bangku ini? "


Jay tak menggubris pertanyaan Sora, ia malah menawarkan bantuan pada Jisung.


" Bukankah kau mencari Yuna, ayo kita pergi sekarang. Asal kau tau , Bibiku bekerja di agensi Sora dia pasti akan membantu jika aku menghubungi nya. " Mendengar hal itu membuat Jisung semangat.


" Benarkah? "


" Tentu. Kita kan teman. " Sora dan Juwan yang mendengar jawaban Jay mendengus , sejak kapan mereka jadi teman pikir keduanya.


Setelah berdiskusi akhirnya kelompok itu sepakat ke perusahaan Sora setelah pulang sekolah, sebenarnya hanya Jisung yang setuju. Sora memang harus datang karena ada jadwal latihan sedangkan Juwan diberi tugas oleh Sora untuk mengawasi keduanya agar tidak membuat ulah.


Yuna sendiri ternyata memang sedang ada di perusahaan Sora. Melanjutkan sisa pemotretan yang kemarin belum selesai.


Fotografer kali ini sudah melakukan pemanasan, dia bahkan menyuruh asisten nya untuk menyiapkan kamera cadangan dan mengecek semua peralatan beberapa agar tidak ada kendala saat pemotretan.


Dan benar saja begitu Yuna masuk dan memulai, sang fotografer seperti orang kesurupan , dia tak henti-hentinya menekan tombol klik dan entah berapa puluh kali lampu flash berkedib di dalam studio.


Asisten nya bahkan sempat dimarahi karena terlalu fokus melihat Yuna sehingga ia lupa mengganti lampu tema. Sebenarnya tidak hanya sang asisten, semua orang seakan terhipnotis oleh kecantikan Yuna dan mata mereka enggan berkedip takut Dewi mereka menghilang begitu mereka berkedip.


Sore hari seperti yang direncanakan Sora, Jay, Jisung, dan Juwan datang ke perusahaan. Sora meninggalkan mereka karena ada jadwal latihan sementara tiga pria menunggu Bibi Jay turun agar mereka bisa masuk. Untung saja Bibi Jay sangat menyayangi Jay sehingga saat Jay minta bantuan sang Bibi langsung mengiyakan.


Jay lalu menelpon Bibinya.


Drrrt drrrt drrrt drrrt


Ponsel Bibi Jay bergetar, dia ternyata sang fotografer yang bertanggungjawab memotret Yuna. Awalnya ia sangat marah saat mengetahui ada yang mengganggu nya saat bekerja. Meski sedang istirahat untuk menunggu Yuna ke toilet, tetap saja Bibi Jay kesal. Ia hendak memarahi sang penelpon saat melihat jika yang menelpon adalah keponakan nya sendiri.


Buru buru ia mengangkat nya " Hallo Jay. "


" Hallo Bibi aku sudah ada di depan. " Jawab Jay.


" Di depan mana? " Tanya Bibi Jay bingung.


" Bibi, bukankah kau sudah berjanji untuk membantu ku menemukan seseorang? Aku sedang ada di depan perusahaan tempat Bibi bekerja. " Ujar Jay dengan kesal.


" Oh maaf aku lupa, tapi Bibi masih bekerja dan belum selesai Jay, kau harus menunggu sebentar."


" Baiklah aku akan menunggu Bibi di cafe bawah. "


" Iya iya kau tunggu saja di cafe, pesan sesukamu nanti Bibi akan mengganti uangmu. Tapi sebelum nya siapa yang kau cari Jay? Sejak kapan kau tertarik mengejar seorang idol? "


" Aku tidak tertarik pada idol, orang yang kucari seseorang yang lebih keren dari seorang idol namanya Kim Yuna, dia teman temanku Sora dan calon istriku, mungkin Bibi mengenal nya, dia seorang trainee di perusahaan tempat Bibi bekerja. "


Kuping Bibi Jay berdengung " Kim Yuna" lalu berlanjut ke kalimat "Calon istri? "


" Berhenti bercanda, mana ada calon istri. Belajar yang benar dahulu dan berhenti membuat orang tuamu mengkhawatirkan mu. Untuk Kim Yuna kebetulan sekali aku sedang memotret seseorang bernama yang sama. " Bibi Jay mengirim salah satu foto Yuna guna mengkonfirmasi orang yang dicari Jay.


" Apa dia orang yang kau cari? "


Jay seketika melotot saat melihat foto Yuna dalam balutan kostum yang cantik, dia seorang seorang peri. " Itu benar Bi. "