All About You "L"

All About You "L"
Mulai Mengatur



Paman Andrea dan L makan siang di kantin sekolah


" Paman ini kantin apa restoran, bagus sekali. " kata L penuh kekaguman


" Tentu saja kantin, sekolah ini sangat terkenal dikota ini, tidak sembarang orang bisa masuk kesini, karena sekolah ini menyediakan yang terbaik guna meluluskan generasi yang terbaik pula, dan kau akan menjadi lulusan terbaik yang pernah mereka miliki. " kata paman dengan penuh senyuman


Selesai makan siang, keduanya berjalan kembali keruangan test. Pak Agus, beserta beberapa orang yang merupakan Kepala sekolah, guru dan wakil dari Dewan sekolah menyambut dengan hangat.Sikap mereka benar-benar berubah, mereka begitu menyambut kedatangan keduanya.


Paman Andrea tersenyum penuh kemenangan, dan sejak saat itulah Elis menjadi murid emas disekolah itu.


Seragam sekolah dan peralatan sekolah sudah disediakan oleh paman Andrea. Jadwal juga sudah didapatkan, L mulai berangkat dan melakukan aktivitas nya sebagai seorang pelajar SMA. Tubuhnya yang lumayan tinggi tidak membuat teman-teman sekelasnya curiga bahwa ia adalah murid termuda disekolah tersebut.


Satu bulan lamanya L mulai menikmati menjadi murid SMA, dan penderitaan L saat itu barulah dimulai.


Sepulang sekolah, pamannya memanggil L ke ruang kerjanya


" Elis, coba kau perlihatkan jadwal sekolah mu pada paman. "


" Baik paman. " tak lama ia pun menyerah nya


" Baiklah sekarang kau kembali ke kamarmu dan belajar lah yang rajin ga nak. " kata pamannya, dan L pun segera kembali ke kamarnya.


Esoknya, paman Andrea menyerah kan sebuah kertas pada L. L melihat kertas tersebut dan bingung, disana tertulis jadwal keseharian L dadi bangun tidur hingga tidur lagi, tertulis sangat rinci disertai jam nya


04.00 - 05.00


Bangun dan membersihkan rumah ( mengapu , mengepel, area didalam rumah dan halaman rumah)


05.00 - 06.00


Memasak sarapan


06.00 - 07.00


Berangkat ke sekolah dengan naik angkot


Kegiatan disekolah sesuatu jadwal


15.00 - 18.00


Mencuci, menyetrika, dan merapikan rumah, membersihkan rumah dan membersihkan diri


18.00 - 22.00


Belajar


Itulah jadwal harian yang ditulis oleh paman Andrea untuk L, jadwal itu bisa berubah tergantung hari, tapi inti dari keseluruhan adalah seperti itu, diisi dengan belajar dan mengurus rumah.


L mulai melaksanakan nya tanpa mengeluh, ia mengira jadwal itu hanya berlaku dihari sekolah, dan ia bisa beristirahat di hari minggu, namun nyatanya tidak, Dihari minggu memang ia bisa bangun lebih siang yaitu pukul 06.00 , tapi setelah bangun ia tak diperbolehkan untuk bersantai, ia diharuskan berolahraga dengan berlari keliling lapangan sebanyak 10 kali, setelah itu berlatih Tenis bersama paman Andrea dan juga teman temannya. Siangnya ia disuruh mencuci mobil, membersihkan rumah dan merawat kebun.


Pekerjaan L bertambah berkali lipat, L tak pernah diberi istirahat, jika ia hendak mengeluh tentang apa yang diperintahkan oleh pamannya, maka pamannya akan menasehati kalo seorang anak itu harus patuh pada orang tua, tidak boleh malas, dan harus selalu rajin.


Ia bahkan pernah disuruh membersihkan taman malam-malam karena bibinya membeli banyak tanaman hias baru, bibinya yang menyukai tanaman hias itu tak pernah merawat nya, L lah yang selalu merawatnya, dan jika ada tanaman yang rusak keesokan harinya bibinya akan membeli tanaman dengan jumlah berkali lipat yang otomatis pekerjaan L pun juga bertambah. Sering kali jika tubuh kecilnya yang kelelah karena aktivitas yang begitu padat dan malamnya ia harus berkutat dikebun, air mata pun akhir jatuh.


Perlahan ia pun tahu kalo bibinya sangat tidak menyukai dirinya, meskipun tidak pernah diungkapkan secara langsung tapi L bisa merasakannya. Dari awal bibinya itu tidak banyak bicara pada L, ia hanya bicara seperlunya, dan jadwal yang diberikan oleh pamannya itu juga sebenarnya atas perintah bibinya, karena tanpa sengaja ia mendengar percakapan mereka.


Bibinya marah pada pamannya karena mengirim yoga ke akademi Kepolisian, padahal Yoga sendiri ingin berkuliah. Dan sekarang Paman membawa keponakan yang tidak diinginkan dan memperlakukan L dengan penuh perhatian yang tidak pernah dilakukan pada Yoga anaknya sendiri, L disekolah kan disekolah Elit dan diberi fasilitas terbaik, sedangkan anaknya dikirim ke sekolah asrama dimana ia tak bisa berjumpa dengan nya setiap saat.


Paman Andrea membujuk istrinya yang ingin menjadikan L sebagai anak mereka, jelas hal itu ditentang. Untuk meredam kemarahan istrinya, Pamannya pun memberi semua peraturan yang ketat pada L, agar istrinya tidak marah dan melihat kalo L itu anak yang rajin dan pantas menjadi bagian dari keluarga mereka.


Hal itu dimanfaatkan Bibi Ellen dengan baik, ia tak pernah memasak dan melakukan pekerjaan rumah, dan alhasil semuanya dilimpahkan kepada L.


Malam hari L sering menangis karena tertekan dengan pengaturan yang dilakukan padanya, ditambah bibinya ternyata membencinya. Tapi ia selalu berusaha menahan semua itu dengan kata-kata semangat yang dilontarkan pamannya, bahwa ini merupakan ujian untuk mendaki tangga kesuksesan, lagipula setelah sukses nanti ia bisa pergi dari rumah ini.


Meskipun selalu mendapatkan tugas yang berat dan membuat dirinya kelelahan, L hanya bisa menangis lalu kembali tersenyum menyemangati dirinya.


Jika dirumah ia tak pernah sekalipun diberi waktu istirahat, makan sekolah menjadi tempat nya. Ia sering meminta ijin ke UKS dengan alasan pusing guna bisa tidur dan beristirahat disana, selain UKS, perpustakaan juga menjadi tempat istirahatnya, tiap istirahat dan jam kosong L selalu memanfaatkannya untuk tidur. Karena jika jam pulang sekolah tiba ia harus segera pulang, pernah suatu ketika saat ia loncat kelas ke kelas 3, ia memiliki teman bernama Anita, dia adalah satu-satunya teman yang akrab dengan nya, karena merupakan anak orang kaya dan cukup berpengaruh jadi pamannya mengijinkan berteman dengan. Ia dan Anita pernah bermain ke mall setelah pulang sekolah tanpa memberitahu pamannya, dan tanpa diduga 1 jam kemudian Pamannya menjemput paksa L dan membawanya pulang.