All About You "L"

All About You "L"
Tidak Tenang



Sore hari Bora dan Jisoo tengah bersantai diruangan mereka, Bora tampak sedang fokus dengan ponselnya hingga membuat Jisoo heran.


" Sayang ada apa dengan mu?" tanya Jisoo yang berjalan mendekati Bora


" Sayang coba ku pinjam ponselmu, dari tadi aku mencoba mengirim pesan pada L tapi belum juga dijawab, dan saat ku coba untuk menghubungi nomernya, malah tidak aktif. " kata Bora cemas


" Benarkah? ya sudah biar aku yang mencoba menghubungi nya. " Jisoo menekan nekan layar ponselnya dan menunggu telpon nya tersambung


" Bagaimana? " tanya Bora lagi


" Tidak aktif, tapi jangan terlalu cemas mungkin dia sedang sibuk menggambar atau menulis, atau mungkin dia sedang ada di greenhouse mengurus bunga-bunga nya, kau tau sendiri kan dia suka lupa waktu jika sedang ada disana. " kata Jisoo mencoba menenangkan istrinya


" Kau benar tapi untuk berjaga-jaga, biarkan aku menemui Hari, dia pasti tahu apa yang dilakukan L saat sore seperti ini."


Bora berjalan menemui Hari dikamarnya, ia segera mengetuk pintu.


tok tok tok


" Hari kau didalam? ini aku Bora. "


Tak lama pintu pun di buka oleh Arya " Bo-bora? Silahkan masuk, Hari sedang turun sebentar membeli sesuatu sebentar lagi dia akan segera kembali. " jawab Arya yang gugup, ia mempersilahkan Bora masuk dan duduk.


Ceklek


Pintu kamar kembali terbuka, Hari masuk dengan membawa bungkusan berisi kaleng minuman, ia bingung karena ada Bora di kamarnya.


" Bora? kau disini? "


" Iya aku mau bertanya sesuatu padamu cepat kemari. " Hari mendekat dan duduk di kursi dihadapan Bora


"Ada apa? apa kau butuh sesuatu? "


" Bukan, aku cuman sedang cemas, dari tadi aku mencoba menghubungi nomor L tapi tidak bisa? nomernya tidak aktif. Kau selalu bersamanya sepanjang waktu, dijam jam ini apa yang biasa ia lakukan? "


" Emmmmh biasanya kalo sore hari ia akan ada di greenhouse, tapi tidak setiap hari kok, hanya tiap senin, dan kamis,sedangkan hari ini hari Sabtu jadi tidak mungkin dia disana. "


" Lalu? "


" Dia pasti sedang bekerja, menggambar atau menulis novelnya. "


" Benarkah? tapi dia tidak pernah mengabaikan pesanku walaupun dia sedang bekerja, kecuali jika sedang ada di greenhouse, tapi kau kan baru saja bilang kalo dia hanya ada di greenhouse pada hari senin dan kamis saja. Apa kau tidak menghubungi nya sedari tadi? "


" Terakhir aku menghubungi nya saat tadi siang, saat kubilang sudah berada di hotel dan akan melanjutkan perjalanan besok pagi. "


"Aku pun sama, aku juga menghubungi nya bahkan sebelum kita makan. Lalu bagaimana cara kita mengetahui keadaannya?"


" Sebentar, aku bisa menanyakan keadaan L pada ibuku atau ayahku. "


Entah kenapa perasaan Bora jadi semakin tidak tenang.


"Hallo ibu." kata Hari saat telpon nya tersambung dengan ibunya


" Iya hallo nak? ada apa? apa kau sudah bersama dengan kakak angkat Elis? "


" Sudah Bu, Hari mau bertanya, L saat ini sedang apa ya, soalnya dari tadi Hari mencoba mengirim pesan dan menelpon nomernya tidak aktif. "


" Elis? Oh mungkin dia sedang ada dijalan. "


Hari terlihat bingung, ia menatap Bora lalu kembali fokus pada ibunya " Dijalan bagaimana Bu? memangnya dia pergi kemana? "


" Memberitahu apa? " kini Hari yang merasa cemas.


" Kemarin Pamannya datang menemui L. "


" APAAAA." Hari berbicara dengan nada tinggi membuat Bora dan Arya yang ada diruangan yang sama kaget


" Kenapa kau berteriak pada ibu. "


"Maaf Hari hanya terkejut, kalau pamannya datang dan ibu bilang L sedang ada dijalan, apa kah berarti saat ini pamannya berhasil membawa L ke kota B? " Tanya Hari yang sekarang benar-benar cemas


" Tenanglah dulu, awalnya ibu juga kaget sekaligus khawatir, tapi ternyata dia tidak dibawa ke kota B. Maksud kedatangan pamannya adalah untuk memberitahu L bahwa sepupunya, Yoga sedang sakit dan hendak menjalani operasi, karena Yoga dikabarkan mengalami gagal ginjal. Kemarin L sudah pamit pada ibu, dia bilang ingin menjenguk sepupunya, pamannya juga sudah tidak memaksa dia untuk kuliah di kota B, malahan sekarang pamannya mendukung penuh apapun yang hendak dilakukan oleh L." Bu Lilis menjelaskan dengan perlahan hingga akhirnya Hari sedikit lebih tenang


" Oh iya, mobilmu dibawa L dan tadi siang ia sempat memberitahu kalo sedang ada dijalan untuk kembali ke desa, ia pulang dengan menyewa jasa sopir. Ponselnya juga katanya tidak sempat di diisi jadi kemungkinan kehabisan daya makanya tidak aktif. "


" Baiklah Bu, Hari mengerti, kalo begitu Hari tutup dulu telpon nya. " Dan telpon pun terputus.


Hari menceritakan tentang L yang sedang pergi ke rumah sakit dan menjenguk sepupunya yang tengah sakit, dan kemungkinan nomer L tidak aktif karena kehabisan daya.


" Begitukah? tapi kenapa tadi siang dia tidak bilang padaku atau padamu? " jawab Bora, raut wajahnya masih memperlihatkan kecemasan


" Mungkin agar kita tidak khawatir. " jawab Hari


Bora terdiam, ia sedang berfikir, meskipun ia sudah tahu keadaan L, tapi entah kenapa dia masih saja merasa cemas, apalagi setelah tahu kalo ia kembali ke kota tempat dulu dia tinggal bersama pamannya, walaupun hanya untuk menjenguk sepupunya tapi kekhawatiran Bora tetap tidak berkurang.


" Tenanglah Bora, pamannya sudah tidak mengekangnya lagi, dan saat ini dia pasti sedang ada dijalan dan sebentar lagi sampai di rumah, aku sudah mengiriminya pesan agar segera menghubungi kita, jika dia sudah sampai dan mengecek ponselnya, ia pasti segera menelpon ku atau menelpon mu. "


Mendengar penjelasan Hari, Bora mengangguk dan keluar dari kamar Hari untuk kembali ke kamarnya sendiri.


Bora tetap saja uring-uringan, setelah makan malam ia tak henti menatap ponselnya. Hingga akhirnya ia tak tahan lagi jika harus menunggu seperti itu.


Bora mendatangi Hari dan berkata " Hari aku sudah tidak tahan lagi, cepat kemasi barang barangmu dan kita lanjutkan perjalanan kita sekarang. " Bora langsung berjalan meninggalkan Hari . Hari yang kaget dengan perintah Bora hanya bisa bengong di tengah-tengah pintu kamarnya.


Arya yang mendengar pun juga heran " Hari, apa dia serius meminta kita untuk melanjutkan perjalanan ke rumah L sekarang? ini sudah malam, jika kita melanjutkan sekarang bisa bisa kita menyetir sambil tidur. " gerutu Arya pada Hari


" Sudahlah kita harus mengikuti kemauannya, cepat bereskan barang-barang kita. "


Big3, Sun-woo dan Jisoo juga terlihat bingung karena tiba-tiba disuruh berkemas dan meminta semuanya checkout dari hotel


" Sayang ada apa? " kata Jisoo perlahan pada istrinya yang terlihat tidak tenang


" Kita akan melanjutkan perjalanan ke rumah L malam ini, perasaan ku sangat tidak enak, dan aku tidak bisa menunggu sampai besok, jadi aku putuskan kita berangkat sekarang. "


Semuanya sudah berkumpul di lobi, Jisoo sudah membayar biaya hotel mereka, sementara Hari dan Arya mengambil Mobil di parkiran.


" Sayang ini kan sudah malam, Kenapa tidak kita lanjutkan saja besok? " Jisoo mencoba membujuk Bora


" Iya kak, aku juga masih butuh istirahat, aku mulai mengantuk, masa aku harus tidur di mobil? lelahku selama duduk di pesawat saja belum hilang. " Gerutu D.O


Bora seketika menatap D.O dengan tatapan super tajam, D.O pun langsung ketakutan dan bersembunyi dibalik tubuh kedua sahabatnya


" Hari juga tidak mungkin semalaman mengemudi kan? "


" Kalian kan laki-laki dan bisa menyetir bukan, jadi diam dan ayo kita berangkat sekarang. " Bora terlihat sedang tidak bisa dibantah oleh siapapun, bahkan oleh suaminya,


Akhirnya mereka semua masuk mobil dan melanjutkan perjalanan ke rumah L.