All About You "L"

All About You "L"
Kembali Semangat



Suasana hati L sudah kembali membaik, ia dan Hari sudah ada dibalkon dan tengah sibuk dengan urusan masing-masing. L tengah fokus menggambar dan Hari sibuk di depan laptop nya.


Obrolan L memecah keheningan " Mas Hari, sebentar lagi Bora akan datang bersama kakak ku yang lain, biasakah kau membantu ku menjemput mereka? "


" Itu hal yang mudah, hanya Bora dan Jisoo kan? "


L menghentikan pekerjaan nya " Tidak, ada kak Jaehyun, D.O, Shin, dan juga Sun-woo."


" Wah kalo begitu mobilku tidak akan muat. " Hari diam untuk berfikir sejenak " Bagaimana kalo aku minta bantuan Arya? "


" Apa tidak merepotkan nya Mas, aku tidak enak. "


" Tenang saja, dia pasti dengan senang hati mau membantu, lagi pula dia itu sudah masuk fans garis kerasmu. " kata Hari dengan senyum menyeringai


" Hah Mas Hari ada ada saja, aku kan bukan artis, yang artis kan Mas Haru. "


" Diam kau. "


" Yeee, dibilang artis koh ga mau. " canda L


Hari tengah mengecek email, dan mendapatkan kiriman dari Arya yang tak terduga. Arya menyuruh Hari mengecek butik milik ibunya, butik online milih ibunya kini tengah viral, dan itu semua berkat L yang mau menjadi modelnya. Terpampang jelas wajah L menghiasi halaman utamanya. Wajah Hari tampak memerah, ia begitu terpesona dengan hasil fotonya, meskipun setiap hari ia bertemu dan melihat wajah L, tetap saja ia selalu terpesona akan kecantikan nya, ditambah lagi dengan memakai baju dan riasan itu , wajah L tampak anggun dan dewasa.



Hari terus saja tersenyum, membuat L curiga


" Mas Hari kok jadi gila si sekarang, suka senyum senyum begitu. Pantes aja yang jadi fansnya Mas Hari aneh aneh, orang yang diidolakan saja begitu, suka senyum sendiri. " L bergidik ngeri


" Untuk apa aku mengeceknya "


" Aku mau minta bayaran karena kemarin sudah menjadi supir pribadi mu. "


" Hah apa ga salah, yang nawarin aku jalan-jalan kesana kan Mas Hari, dan lagipula itu mobilku, aku ga pernah minta tuh diajak kesana, oh iya jangan lupa oleh-oleh yang kuberikan kemarin aku yang bayarin. " Protes L sambil cemberut


" Hahaha iya iya bos, gitu saja marah, Aku cuman bercanda, tapi lebih baik kau cek saldo rekening mu sekarang, siapa tau bertambah. "


" Awal bulan masih lama , Bora biasanya mentransfer ku tiap tgl 1 , begitu pula dari perusahaan . " L terlihat bingung namun ia tetap mencari ponselnya dan mengecek saldo rekeningnya, matanya membulat, saldo rekening nya telah bertambah banyak sekali, dan ia baru sadar ada notifikasi bahwa ia mendapat transfer dari nomor rekening yang tidak ia kenali. " Mas Hari, ini aku dapat transferan dari sapa iya, soalnya ini bukan nomor rekening Bora dan jumlahnya sangat besar, Haduh apa ada yang salah kirim ya. " L malah terlihat cemas


" Ah kau ini, itu honor mu. "


" Honor apaan, penerbit ku biasanya tranfer juga awal bulan. "


" Hadeh anak ini, kenapa mudah sekali untuk mu mencari uang. Itu uang dari ibunya Arya, kemarin bukankah kau dimintai tolong untuk difoto memakai pakaian miliknya? "L mengangguk pelan " Itu sebenarnya pakaian dari butik milik ibunya Arya, dan karena fotomu yang memakai pakaian itu sangat bagus, jadi ibunya Arya memasang foto mu di toko online nya. Dalam sekejap pakaian itu habis dan butik milik ibunya Arya kebanjiran order, mereka meminta model yang dipakai olehmu. Tentu saja keuntungan mereka menjadi berlipat, karena itu sebagai wujud terimakasih, kau diberi upah. Jumlah itu sebenarnya hanya setengah loh, kata Arya , ibunya biasanya harus mengeluarkan biaya yang besar untuk membayar model modelnya. "


" Eh tapi Mas kita kan udah ngrepotin dengan menginap disana, lagi pula L kan cuma make baju itu sebentar dan difoto asal bergaya saja. "


Kau bergaya asal asalan saja hasil fotomu begitu bagus, bagaimana kalo kau serius? mungkin perkataan Arya benar kalo L cocok jadi model. Kaya Hari dalam hati


" Sudah terimakasih saja, namanya juga rejeki. "


L terlihat tidak enak, lagipula ia tidak pandai berpose didepan kamera, ia malah membayangkan wajah jeleknya dipajang sebagai model pakaian milik ibu temannya Mas Hari. Ia malah malu sendiri, sampai menutupi wajahnya dengan kedua tangannya dan menggoyang goyang kan kepalanya.


Hari hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah L yang aneh.