All About You "L"

All About You "L"
Memberi Pelajaran



Shin memperhatikan keadaan cafe yang hening, Orang-orang tengah berdiri dan dipojok ruangan ada seseorang yang tengah mengerang kesakitan di lantai dan suara tangisan kecil.


" Ada apa ini? " Tanya Jaehyun pada seseorang didekatnya.


Orang tersebut sadar dengan kehadiran Jaehyun dan Shin didekat nya, ia nampak gugup dan menjawab dengan terbata bata.


" Senior Jaehyun dan senior Shin? " Shin dan Jaehyun menatapnya dengan tajam untuk segera mengatakan apa yang terjadi.


" Ma-maaf Kak, itu Kak Taehyung sedang marah terhadap mahasiswa baru yang bernama Kim Yuna, dia sedang mengerjai nya meminta menuangkan bir dan soju lalu menyuruhnya minum, karena Yuna menolak Kak Taehyung hampir menarik baju Yuna, tapi sebelum itu terjadi orang yang memakai jaket kulit itu mendekati Kak Taehyung dan memukul sampai jatuh. "Jelasnya


Mata Shin dan Jaehyun langsung membara wajah nya merah dan sangat marah. Mereka segera menghampiri Yuna.


" Brengsek siapa kau? Kau tidak tahu siapa aku hah, aku akan membalasmu. " Taehyung berdiri hendak memukul orang yang memukul nya, tapi dari balik lelaki itu tiba-tiba muncul dua sosok lelaki tampan yang membuat nyali Taehyung menciut. Tinju yang hendak mengarah pada lelaki itu malah ditangkap oleh Jaehyun dan Shin segera menendangnya. Taehyung jatuh kembali.


"Shin, Jaehyun? " Ucap Taehyung dengan gugup.


" Sedang apa kau? Baru masuk setelah wamil mau bikin masalah? "


" Ti- tidak , aku hanya sedang mendisiplinkan anak baru, dia bertingkah tidak sopan jadi aku sedikit memberinya pelajaran. " Ujar Taehyung dengan nada rendah.


Umur Taehyung lebih tua dan lebih senior tapi dia begitu takut pada keduanya karena Taehyung pernah membuat masalah pada keduanya ketika masih menjadi mahasiswa baru. Taehyung pernah babak belur dihajar Big3 karena menantangnya dan berlagak sok berkuasa menjadi senior. Ketiga sama sekali tidak takut dan dengan mudah mengalahkan nya, bahkan hanya dengan melawan Jaehyun saja di sudah kalah sampai harus dirawat dirumah sakit selama beberapa minggu karena tulang rusuknya patah.


Shin melihat ke arah lelaki yang menolong Yuna kaget karena Yuna berada di pelukan nya, dengan cepat ia memisahkan mereka.


" Hei lepaskan tangan mu dan jauhi adik ku! " Ucapan Shin cukup membuat semua orang terkejut.


Jaehyun yang baru sadar juga kaget ketika Yuna berada dipelukan seorang lelaki.


" Hei berani sekali kau menyentuh adik ku! " Orang-orang diam membisu, semakin bingung dengan suasana yang ada di hadapan mereka.


Wajah Taehyung langsung berubah ketakutan ketika Shin dan Jaehyun mengatakan kalau Yuna adiknya.


Lelaki yang sedari tadi menjadi pusat perhatian dan menolong Yuna adalah Daniel. Ia pun menuruti perintah Shin dan Jaehyun. L melihat kalau Shin dan Jaehyun sudah ada dia kembali berjalan ke arah keduanya. Shin dan Jaehyun melihat sorot mata L penuh dengan rasa takut.


Jaehyun menatap Shin. Shin seakan mengerti arti tatapan Jaehyun, ia memeluk L yang terus menunduk dan membawa nya keluar. Daniel mengikuti dari belakang.


Sekarang giliran Jaehyun yang menatap Taehyung.


" Kau dalam masalah. "


"Hyunjae." Panggilan Taehyung pada Jaehyun " Maafkan aku, sepertinya aku sedang mabuk sehingga tidak sadar dengan apa yang kulakukan.Tolong jangan lakukan hal itu. " Ucap Taehyung berlutut dihadapan Jaehyun, ia seakan tidak perduli dengan orang-orang yang menatap nya dengan heran. Seorang mahasiswa senior yang ditakuti rela berlutut dan memohon pada Jaehyun.


Jaehyun menatap ke sekeliling ia segera menyuruh yang lain kembali ke mejanya dan jangan sampai mereka merekam kejadian ini.


" Kembali ke meja kalian dan anggap saja di hanya sebuah pertunjukan, jika kalian mengambil gambar atau video dan aku melihat sesuatu tentang kejadian ini besok pagi di kampus, saat itu juga masa depan kalian akan selesai. " Ucap Jaehyun dengan nada biasa tapi menakutkan, Orang-orang segera kembali ke mejanya masing-masing dan bersikap seperti tidak melihat apa pun yang tengah terjadi disana.


Jaehyun mencengkram baju Taehyung dan membawanya keluar dari cafe, di sebelah selatan ada gang sepi yang jarang dilewati orang-orang yang letaknya dibelakang cafe tersebut.


Dengan gerakan cepat Jaehyun langsung menghajar Taehyung tanpa ampun, beberapa menit kemudian wajah Taehyung sudah babak belum oleh Jaehyun.


" Apa kau tahu siapa gadis itu? " Taehyung menggeleng.


Setiap kata yang di ucapan Jaehyun membuat Taehyung semakin ketakutan, dia melihat wajah Jaehyun tanpa ekpresi sungguh sangat menyeramkan. Ia terus menunduk dan menyeret tubuhnya mundur.


" Hei kenapa kakak seperti ketakutan, junior mu ini sudah berlaku tidak sopan. Kau harus mengajarinya agar tidak jadi sok jagoan dan melawan senior. "


" Maaf kan aku Hyun, maaf, aku mengaku salah tolong ampuni aku. " Taehyun memohon


Sudut dibibir Jaehyun tertarik keatas.


" Senior apa yang kau bicarakan kenapa kau jadi bertingkah aneh seperti ini, aku jadi tidak enak. " Jaehyun berjongkok dihadapan Taehyung


" A-aku benar-benar brengsek dan bodoh karena bersikap seperti itu pada Yuna, aku mengaku salah dan aku akan meminta maaf padanya, ku mohon ampuni aku. "


Dengan senyuman yang membuat Taehyung ketakutan Jaehyun mendekati Taehyung dan berbicara pelan disamping telinga nya.


" Aku memaafkan mu kali ini karena kau belum menyentuh adik kesayangan ku, aku tidak mau mendengar kau membuat membuat masalah lagi baik dengan Yuna atau dengan yang lain, kau ini senior tingkat akhir Kak, kau harus memberikan contoh yang baik untuk adik adik mu. Ingat baik baik kata-kata ku, jika sampe kau buat masalah lagi aku pastikan setelah lulus dari Universitas. Oh tidak. Sebelum lulus aku bisa membuat mu menjadi gelandangan, aku tahu orang tua kakak mempunyai sebuah usaha, apa kau ingin usaha orang tua kakak kuhancurkan? " Jaehyun menatap Taehyung dengan senyuman.


" Ti-tidak, jangan kumohon padamu Hyun. "


Jaehyun berdiri dan merapikan pakaian nya, ia mengambil ponsel dan dompet. Sejenak ia seperti sedang menelpon seseorang, sambil menatap Taehyung yang sudah sangat tak berdaya ia mengambil sapu tangan dan menyeka tangan nya yang ada bercah darahnya. Tiga pria berjas hitam berdiri dibelakang Jaehyun.


" Tuan. " Hormat ketiganya.


Jaehyun mengambil beberapa lembar uang didompet nya dan dilemparkan ke arah Taehyung.


" Urus dia pastikan bahwa dia tak melakukan hal bodoh!" Ujar Jaehyun pada anak buahnya itu


" Baik Tuan Muda. " Jawab ketiganya dengan serempak.


" Kakak maaf ya aku tidak bisa bermain denganmu lebih lama, itu uang untuk membeli vitamin, kakak harus membeli dan meminumnya agar sehat selalu. Sampai jumpa. " Jaehyun pergi meninggalkan Taehyung.


Diparkiran Shin melepaskan jaketnya dan memberikan nya pada L.


" Yuna kau baik baik saja, maafkan aku yang terlambat datang. " L menggeleng


" Siapa kau? " Ujar Daniel


Shin baru menyadari Daniel mengikuti dibelakang nya " Aku Shin kakak Yuna, bukankah anda Tuan Daniel CEO H&S Grup? Bagaimana bisa Anda disini?"


" Oh iya aku ingat sekarang, kita pernah bertemu di acara pesta pembukaan Museum Baru. Maafkan aku karena tadi memeluk Yuna. Aku sebenarnya ada janji bertemu dengan teman kuliah di cafe ini, saat aku masuk aku melihat Yuna tengah diganggu oleh lelaki tadi, karena ku lihat Yuna ketakutan dan lelaki tadi hendak bertindak kurang ajar jadi aku memukulnya. "


" Aku sangat berterimakasih kasih pada anda Tuan karena telah menyelamatkan adik saya. "


" Jangan memanggil ku seperti itu, ini diluar acara resmi panggil saja aku Daniel. "


" Kak Daniel saja bagaimana? "


" Itu lebih baik. "