
Bora berteriak sangat kencang membuat semua orang kaget dengan teriakan tersebut, Bora jatuh terduduk dan mematung tak bergerak.
Hari berlari kencang kearah sumber suara, jantung nya berdetak sangat cepat, dalam hati ia berharap tidak terjadi sesuatu yang buruk.
Orang pertama yang sampai setelah Bora berteriak adalah Hari, ia melihat Bora yang tengah jatuh terduduk, ia menggoyang goyang kan tubuh Bora, tapi Bora tidak merespon, Hari hanya mengikuti arah pandangan Bora. Bagai tersambar petir di pagi hari, ia melihat sosok yang dicari-cari sedari tadi.
Tubuh L tergeletak begitu saja di halaman yang masih becek bekas hujan semalam, ia berlari menghampiri L.
Bora sudah kembali sadar dan mengikuti Hari, ia menangis sejadi-jadinya melihat tubuh L tergeletak tanpa alas kaki itu sudah sangat pucat, bibirnya juga membiru. Tangannya berusaha meraih tangan L namun segera ia tarik kembali dan tubuh Bora bergetar hebat. Karena merasakan dingin dari jari jemari L.Tubuh L sangat dingin seperti sudah meninggal, tidak ada kehangatan sama sekali.
Jisoo , Sun-woo, big3, dan Arya yang sudah ada disana juga sangat kaget. Jisoo memeluk Bora yang tengah syok dan menenangkan nya.
Hari mencoba mengecek denyut nadi dan nafas L, Hari tidak bisa merasakan keduanya, dengan sigap ia segera melakukan CPR dan memberi nafas buatan pada L.
Wajah semua orang memperlihatkan ekpresi khawatir terutama Bora, Jisoo juga tak menyangka akan melihat hal seperti ini.
Bora menangis dipelukan Jisoo " sayang apa yang terjadi padanya, saat aku kemari aku melihat sudah tergeletak disana, wajahnya sangat pucat dan tangannya begitu dingin. "
Hari masih terus berusaha, tapi setelah beberapa menit melakukan CPR, ia belum juga merasakan denyut nadinya.
Sun-woo yang seorang dokter profesional meminta Hari untuk mundur, ia mengambil alih dan melakukan CPR, wajah semua orang tampak tegang, Bora tak henti-hentinya menangis dan Hari juga senantiasa menggenggam tangan L yang sudah sedingin es .
Beberapa menit berlalu, Keringat di dahi Sun-woo sudah bercucuran, ia mengecek nadi L dan akhirnya menghembuskan nafas.
" Sun-woo katakan bahwa adikku baik-baik saja. " kata Bora
" Cepat bawa masuk kedalam dan kalian . " menatap big3 dan Arya " cari selimut atau jaket untuk menghangatkan tubuhnya, cepat! Hari bawa tubuh L masuk kedalam, kondisi sangat buruk, denyut nadinya sangat lemah. " Kata kata Sun-woo terhenti
" Kenapa kau berhenti, cepat katakan apa yang terjadi padanya. "
" Suhu tubuhnya sangat rendah, denyut nadinya juga lemah, dia mengalami gejala hipotermia, kita harus segera mengembalikan suhu badannya, jika dibiarkan, fungsi system saraf dan organ lain akan mengalami gangguan dan itu sangat membahayakan nyawanya. " Mendengar perkataan Sun-woo, Hari yang juga calon dokter tentu tahu betul apa itu hipotermia, ia segera mengangkat tubuh L dan membawanya masuk ke rumah dengan tergesa-gesa, Bora dan lainnya mengikuti.
Hari menyuruh Bora untuk mengganti pakaian L secepatnya, penanganan pertama pada pasien yang mengalami hipotermia adalah mengembalikan suhu tubuhnya terlebih dahulu secara perlahan, usai menggantikan pakaian L dengan yang kering, tak lupa memakaikan jaket dan selimut tebal padanya.
L masih belum sadar dan itu membuat semua orang sangat khawatir, Sun-woo mengambil tas dokter nya. Meskipun ia tengah berlibur, ia selalu membawa tas dokter nya untuk berjaga-jaga.
Semua memandang L dengan penuh harap supaya ia baik-baik saja, Sun-woo melakukan pemeriksaan ke sekujur tubuh L, ia melihat ada sesuatu yang janggal. Perlahan ia memiringkan tubuh L dan memeriksa kepalanya, Ia kaget. Cepat cepat ia kembali mengecek nadi dan nafas L. Sudah berhenti.
Sun-woo menyuruh Hari kembali melakukan resusitasi jantung paru (CPR), Bora dan Jisoo panik.
" Ada apa? " tanya Bora yang panik
" Denyut nadi dan nafas L telah berhenti, sepertinya ia tak hanya mengalami hipotermia, aku juga menemukan bekas luka dikepalanya. "
Lalu Sun-woo bergantian melakukan CPR dengan Hari, mereka berusaha keras mengembalikan derak jantung L
" Kita harus segera membawanya ke rumah sakit sekarang, dia perlu di bawa ke IGD sekarang. " teriak Sun-woo yang masih melakukan CPR
Hari memerintahkan Arya mengambil kunci mobil dan menyalakan nya. Hari meminta tolong pada Jisoo untuk mengangkat tubuh L yang masih pucat itu kedalam mobil, sementara dirinya segera berlari menuju kursi kemudi. Mobil dengan cepat meninggalkan rumah .
Hari, Jisoo dan Sun-woo satu mobil, mereka melaju dengan cepat menuju rumah sakit, sedangkan Arya satu mobil dengan big3 dan Bora mengikuti dibelakang. Tidak ada tawa maupun obrolan diantara mereka, karena situasi itu membuat semua orang menjadi tegang, Bora masih menangis, Jaehyun dan D.O yang duduk di kursi tengah berusaha untuk menenangkan Bora.
Akhirnya mobil mereka sampai dirumah sakit terdekat, Hari berteriak kepada dokter dan suster yang ada disana, Hari yang biasa tenang terlihat sangat panik. Dokter dan suster yang bertugas di IGD segera keluar, dokter mengecek kondisi L sejenak lalu memerintahkan dokter dan suster lain masuk ke ruang IGD.
Dokter memberikan oksigen yang telah dilembabkan melalui selang hidung untuk menghangatkan saluran pernapasan dan membantu meningkatkan suhu tubuh, suster memberikan cairan infus yang dihangatkan, lalu penyedotan dan penghangatan darah, untuk kemudian dialirkan kembali ke seluruh tubuh menggunakan mesin cuci darah. Lalu pemberian cairan steril yang dihangatkan dimasukkan ke dalam rongga perut dengan menggunakan selang khusus.
Fokus utama dokter adalah meningkatkan suhu tubuh L, itu sangat penting agar fungsi system saraf dan organ ditubuh L tidak terganggu.
Semua menunggu dengan cemas diluar ruangan.