All About You "L"

All About You "L"
Membawa Elis ke Korea



Malam harinya, Jisoo sudah kembali kerumah bersama Hari dan Sun-woo, pak Anwar dan Bu Lilis tetap menjaga L dirumah sakit.


Bora berlari keluar rumah saat mobil terparkir dihalaman, Bora segera menyerang Jisoo dan Hari dengan berbagai macam pertanyaan.


" Sayang tenang, ayo masuk aku mengatakan sesuatu pada mu. " Jisoo menggandeng tangan Bora kedalam.


Di ruang tengah semua sudah berkumpul, Hari menjelaskan kondisi L pada semua nya, Bora tampakan syok. Jisoo terus menggenggam tangan istrinya karena terus saja gemetar.


" Lalu apa yang kita harus lakukan? " tanya Bora pada suaminya


" Aku berencana membawa Elis ke Korea guna mendapat perawatan yang terbaik, di rumah sakit milik keluarga Lee ( keluarga Shin) aku yakin Elis bisa selamat. "


" Kalo begitu cepat bawa dia sekarang juga, aku akan menelpon ayah untuk menyiapkan jet pribadi untuk menjemput kita, dan kau Shin persiapan tenaga medis terbaik di rumah sakit keluarga mu untuk mengobati adikku. " kata Bora dengan suara lantang


Hari bingung " Apa benar kalian akan membawa Elis bersama kalian? "


" Benar Hari, kami akan kesulitan memeriksa kondisi L disini, aku juga meminta padamu untuk mempersiapkan semua keperluan L sebelum keberangkatan nya. "


" Kenapa tidak dioperasi di Indonesia saja? " Hari seakan tidak setuju kalo L dibawa ke Korea


" Hari, maksud kedatangan kami kemari sebenarnya untuk mengajak L untuk ikut bersama kami ke Korea, ayah Bora hendak menjadikan L sebagai anak angkatnya, ia sangat berhutang budi pada L, setelah kejadian ini kami sangat khawatir tentang keselamatan nya, dan tidak mungkin membiarkan nya tinggal sendirian disini setelah kejadian ini. "


Hari berfikir sejenak, yang dikatakan Jisoo ada benarnya, lagipula ia sendiri merasa belum bisa menjaga L dengan baik, dan orang tuanya pun sibuk dengan pekerjaan mereka, tidak bisa setiap waktu memeriksa keadaan L sepanjang waktu, Satu-satunya jalan yang terbaik adalah membiarkan L untuk bersama seseorang yang bisa menjaganya, orang itu adalah Bora, ia juga sudah cukup mengenal Bora dan lainnya, mereka semua tulus menyayangi L layaknya keluarga mereka sendiri.


" Aku akan mengatakan hal ini pada orang tuaku, lagi pula selama ini pamannya tidak pernah memasukkan nama L dalam daftar keluarga nya, jadi secara hukum sebenarnya wali Elis sudah tidak ada lagi. "


Beberapa Hari berlalu kondisi L masih tetap sama tidak ada peningkatan, Hari juga sudah mengatakan semuanya pada Ayah-nya, awalnya Pak Anwar dan Bu Lilis tidak setuju, tapi akhirnya mengijinkan Bora dan Jisoo membawa L ke korea.


Setelah beberapa hari berlalu, mereka telah melihat bahwa baik Bora maupun Jisoo benar-benar tulus menyayangi L, mereka setia menjaga L, dan mereka yakin bahwa L telah menemukan keluarga baru yang akan menjaganya dengan baik.


Butuh waktu seminggu untuk L bisa dibawa ke Korea, karena harus menunggu kondisi stabil, mengurus semua dokumen, dan tim medis yang akan membawanya ke Korea.


Rombongan mobil berderet didepan rumah sakit, Sun-woo sudah berada di mobil untuk memantau keadaan Elis bersama tim medis dari Korea, Big3 juga sudah masuk kedalam mobil. Sebelum masuk Bora dan Jisoo berpamitan pada Hari, Arya, Pak Anwar dan Bu Lilis.


" Terimakasih karena telah menjaga Elis ku dengan baik selama ini. " Jisoo menjabat tangan Pak Anwar dan Bu Lilis


" Itu adalah tanggung jawab kami, ayah Elis adalah sahabat dekatku, aku telah menganggap Elis sebagai putri ku. " membalas jabatan tangan Jisoo


"Hari, Arya terimakasih dan maaf karena telah merepotkan kalian selama ini, ini kartu nama ku, jika kau ingin menjenguk Elis di Korea hubungi aku, maka akan menjemput mu."Bora menyerah kan kartu namanya " Sekarang aku akan menjaga Elis dengan baik dan kupastikan dia segera bangun dan tersenyum pada kita semua."


" Aku percaya pada mu, aku yakin kalau kau dan Jisoo memang ditakdirkan oleh Tuhan untuk menjadi keluarga untuk L. Suatu saat aku pasti akan datang ke sana, kau harus menepati janjimu untuk membuat nya tersenyum kembali. " Hari memeluk Bora dan Jisoo sebelum keduanya masuk kedalam mobil.


Rombongan mobil telah meninggal rumah sakit itu, dan segera melaju menuju bandara, tim medis segera membawa masuk L, mereka dengan hati-hati memindahkan nya. Bora terus mengikuti dibelakang, didalam pesawat ia terus menggenggam tangan L yang mungil dan tak bertenaga dengan begitu sayang. Tak lama kemudian pesawat jet pribadi itu pun lepas landas membawa L yang terbaring dengan berbagai alat medis yang menempel ditubuhnya.


Pesawat mulai terbang meninggalkan Indonesia, dan menuju ke Korea.


Arya pamit pada Hari untuk kembali ke Jogja, ayah dan ibunya juga sudah pulang. Sebelum pergi, Bora menyerah semua milik L padanya termasuk rumah dan mobil. Kini ia kembali kerumah L, ia menatap rumah mungil itu dengan sendu, masuk kedalam rumah yang kosong dan terasa dingin, Hari berbaring di kamar L.


Hati Hari terasa kosong, wanita yang dicintainya telah pergi jauh, sangat sangat jauh darinya, ia masih menyalahkan dirinya karena kejadian buruk yang dialami L . Ia meremas ponsel yang memperlihatkan foto L tengah tertawa ketika berlibur di Jogja.


Maafkan aku L, aku sungguh lelaki bodoh dan lemah. Kata Hari sambil menangis menatap foto L


Sampai saat ini sebenarnya tidak ada yang tahu kejadian yang dialami L, hanya L, bibinya dan Tuhan saja yang tahu.


Kini L sedang sekarat, Bora dan Jisoo membawa L ke Korea untuk menyelamatkan nya, sedangkan Bibi Ellen sudah memarahi suaminya tanpa mau mendengar penjelasan darinya, Bibi Ellen bahkan mengancam akan bunuh diri didepan suaminya jika ia berusaha berkomunikasi atau bertemu dengan L.


Operasi yang dijalani Yoga berhasil, bibi Ellen dan paman Andrea sangat senang, tapi di balik senyuman itu, Paman Andrea sangat sedih sekaligus merasa bersalah pada L. Bagaimana pun juga, ini semua berkat L anaknya bisa selamat, namun sekarang ia tidak bisa bertemu dengan L lagi, karenanya istrinya mengancamnya. Walaupun paman Andrea menyayangi L, prioritas nya sekarang adalah keluarga nya, tanpa ia sadari karena ulah istrinya itu, L kini tengah berjuang antara hidup dan mati.