
Kurator yang bertugas hari itu panik, apalagi lukisan tersebut adalah lukisan yang dipilih langsung oleh pimpinan mereka, dan lukisan yang rusak adalah milik L.
" Kenapa bisa sampai rusak seperti itu? Kalian ini sebenarnya bekerja atau tidur? " Bentak Kepala Museum pada petugas keamanan dan bagian CCTV
Mereka semua menunduk tidak " Maafkan kami Pak. "
" Tadi malam saya sudah mengecek ruang penyimpanan sampai dua kali sebelum menguncinya, dan tadi malam saya ber patroli juga masih baik baik saja pak. " Ujar petugas keamanan
" kami juga terus memantau layar CCTV, tidak ada orang yang keluar masuk setelah jam kerja usai. Terakhir hanya bagian keamanan yang terlihat sedang mengunci pintu dan tengah malam saat mereka berpatroli. " Ucap bagian CCTV.
Kepala Museum benar-benar pusing " Aku tidak mau tahu pokoknya kalian harus cari siapa pelaku yang merusak lukisan tersebut! "
Semua orang terlihat cemas
" Baik Pak. "
Staff lain sedang berkumpul menunggu kepala Museum.
" Kepala, Mr. Lee tadi sempat menelpon bahwa Tuan Daniel akan datang hari Jum'at untuk melihat sejauh mana persiapan yang telah kita lakukan untuk acara pembukaan nanti. "
" Apa! Baiklah aku mengerti. Semua kembali ke tugas masing-masing. Dan kalian cepat cari pelaku perusak lukisan itu, jika tidak ketemu aku akan memecat kalian semua. Aku memberi waktu pada kalian tiga harim." Bagian CCTV dan keamanan langsung membubarkan diri dan sibuk menyelidiki siapa pelaku perusakan lukisan milik L.
Hari Jum'at pun tiba, Daniel berserta Mr. Lee datang ke Museum. Semua orang menyambut kedatangan nya. Kepala Museum, manager, serta kepala kurator terlihat gugup dan wajah mereka pucat. Tapi mereka berusaha bersikap normal.
Daniel masuk dan melihat lihat keadaan, semua tampak normal dan persiapkan telah mencapai 90%, Mr.Lee dengan wajah kaku nya melihat tingkah beberapa orang yang tidak wajar, dan mereka adalah Kepala Museum, manager, dan kepala kurator seni.
Saat Daniel tengah asik melihat bagian lain, Mr. Lee undur diri karena ada urusan pada Daniel.
" Maaf Tuan, saya ke belakang sebentar. "
" Iya baiklah. "
Begitu pergi memisahkan diri dari Daniel, Mr. Lee langsung memanggil kepala Museum, manager dan kepala kurator seni.
Di dalam sebuah ruangan yang cukup besar Mr.Lee berdiri dihadapan mereka bertiga, wajahnya tidak menampakkan ekpresi yang ramah, begitu datar.
" Bisa kalian katakan ada masalah apa disini? " Ujar Mr. Lee dengan nada datar
Mereka bertiga saling berpandangan dan menunduk.
" Apa orang yang bekerja disini adalah orang-orang bisu? " Mendengar perkataan Mr.Lee nyali mereka semakin ciut, kepala Museum akhirnya maju selangkah dan mengatakan kebenarannya.
" Maafkan kami Mr. Lee, sebenarnya beberapa hari yang lalu ada masalah diruang penyimpanan kami. Ada seorang penyusup dan merusak salah satu karya seni di ruang tersebut. " Jawab kepala Museum dengan nada lirih.
" Lalu? "
" Iya penyusup tersebut merusak sebuah lukisan milik pemenang karya Seniman Muda. Kami sudah melakukan penyelidikan tentang orang yang masuk ke ruang penyimpanan tapi tidak ada jejak orang tersebut, bahkan saat kami mengecek rekaman CCTV, tidak terlihat siapapun yang masuk kedalam sana kecuali petugas keamanan. "
Mr.Lee terus memperhatikan mereka bertiga dengan tatapan tajam. Ini akan jadi masalah besar karena lukisan itu Daniel sendiri yang memilih nya.
Mr. Lee tidak mengatakan apapun pada mereka bertiga, ia hanya diam memperhatikan lalu mengambil tablet dan mengetik sesuatu disana. Ia juga menelpon seseorang.
" Apa kalian tahu bagaimana sampai CEO tahu? " Tanya Mr. Lee
Tiba-tiba beberapa pria ber jas masuk kedalam ruangan tersebut. Mereka adalah tim keamanan H&S grup yang terpilih.
" Bawa mereka bertiga! " Perintah Mr. Lee pada anak buahnya.
Mereka bertiga langsung dibawa oleh orang-orang ber jas tadi. Mereka begitu panik dan khawatir.
Mr. Lee meminta anak buahnya sendiri menyusut pelaku perusak kan lukisan tersebut. Sambil menunggu, Mr. Lee terpaksa harus kembali kepada Tuan nya dan mengatakan kebenarannya.
" Kau sudah kembali Lee, dari mana saja kau? " Tanya Daniel
Mr. Lee sejenak ragu namun akhirnya mendekat dan mengatakan semuanya.
" APA!!!! " Wajah Daniel mengeras, ia marah
" Bagaimana bisa itu terjadi? Aku ingin melihat lukisan itu. " Staff yang menemani Daniel awalnya bingung namun ia kemudian sadar, jika CEO pasti sudah tahu mengenai rusaknya lukisan itu.
Semua terlihat takut, Daniel adalah orang yang ramah dan terlihat selalu tersenyum. Namun kali ini wajahnya benar-benar terlihat menyeramkan melebihi Mr. Lee, semua tidak berani menatap wajahnya dan hanya menunduk.
" Cepat antar aku lukisan itu! Apa kalian tuli" Bentak Daniel.
Staff yang paling dengan Daniel kaget, namun ia segera mengikuti perintah nya dan membawa Daniel ke ruang penyimpanan.
Terlihat jelas bahwa lukisan milik L sudah rusak dengan robek di beberapa bagian.
" Lee! " Panggil Daniel
Mr. Lee sudah mendekat dan berdiri disamping Daniel.
" Pecat semua orang yang bekerja di Museum ini! aku tidak mau melihat mereka lagi. Bekerja saja tidak becus, berani sekali kalian tetap bekerja dengan ku setelah merusak lukisan ini. " Ucap Daniel
Semua orang terkejut, beberapa dari mereka bahkan langsung jatuh terduduk, sementara para atasan berusaha memohon agar mereka tidak di pecat.
Tapi Daniel tidak peduli, ia berjalan meninggalkan Museum diikuti pengawal nya.
Beberapa atasan kemudian beralih pada Mr. Lee
" Tuan Lee, saya mohon jangan pecat kami. "
" Keputusan Tuan Daniel tidak bisa diubah kecuali pelaku perusak tersebut ditemukan jadi hanya perlu dia yang akan disalahkan. " Mr. Lee pun pergi meninggalkan orang-orang.
Sebelum meninggal kan Museum salah seorang karyawan menghentikan langkah Mr. Lee
" Tuan Lee benarkah jika pelaku perusak lukisan tersebut ditemukan, anda akan membujuk Tuan Daniel untuk tidak memecat semua orang? "
" Iya. " Jawab Mr. Lee datar
" Sebenernya saya mencurigai kepala manager pengelola, karena beberapa hari yang lalu saya tidak sengaja melihat pertemuan beliau dengan anaknya. Kepala manager yang bernama Tuan Yoon memiliki putri yang berkuliah di di Universitas Seoul jurusan seni, Putrinya seorang seniman dan ia juga mengikuti ajang pencarian karya Seniman muda, karya milik putrinya terpilih namun hanya mampu berada di posisi nomer dua. Beberapa hari yang lalu saat putri Tuan Yoon datang, dia terlihat sangat marah karena tidak berada di Posisi pertama. Putrinya sangat marah karena lukisan miliknya tidak bisa ikut lelang di acara pembukaan nanti, karena hanya karya di posisi pertama saja yang akan diikutsertakan lelang bersama karya seni yang sudah terkenal. Namun apa daya, semua sudah ditentukan bahwa lukisan 'Spring Prince' yang akan mengikuti lelang. Dan Pada hari itu Tuan Yoon menjanjikan pada putrinya jika lukisan miliknya lah yang akan ikut lelang, padahal kan itu mustahil karena hanya karya yang berada di posisi pertama yang bisa ikut lelang. " Ujar karyawan tersebut.
Mr. Lee terlihat berfikir " Baiklah aku akan menyelidiki masalah ini, jika terbukti kepala manager adalah pelaku perusak lukisan itu aku akan mengatakan pada Tuan Daniel untuk membatalkan pemecatan semua orang. "
Karyawan tersebut sedikit lega " Terimakasih Tuan Lee, saya harap hal itu benar, dan anda bisa membujuk Tuan Daniel untuk tidak memecat semua orang. "