All About You "L"

All About You "L"
Sampai Dirumah L



Mobil melaju dengan perlahan karena menanjak dan berliku-liku, hujan sudah mulai berhenti, meskipun gerimis kecil masih saja turun. Hari juga mulai pagi sehingga pemandangan disekeliling jalanan mulai terlihat.


Big3 yang daritadi tertidur karena musik yang menenangkan juga sudah terbangun, mereka tengah menatap keluar . Kabut mulai menghilang dan dari balik kaca tersebut mulai nampak hamparan perkebunan teh yang luas.


" Hei lihat bagus sekali pemandangan disini, Shin cepat ambilkan kameraku. " kata Jaehyun pada Shin yang sedang sibuk bermain game di ponselnya.


Shin sendiri tidak menghiraukan perkataan Jaehyun, ia hanya melihat pohon teh berjajar rapi disepanjang kanan kiri Jalanan, kabut masih menghalangi jarak pandang jadi ia belum melihat bahwa pemandangan sekarang sudah bagus.


" Apa yang hendak kau foto, itu cuma pohon teh dan kabut, bahkan tubuhmu saja lebih tinggi dari pohon teh itu, tunggu saja nanti setelah kabut itu benar-benar menghilang. " kata Shin santai


Dimobil yang lain, Bora, Jisoo, dan Sun-woo tampak menikmati pemandangan yang masih sedikit terlihat itu, meskipun kabut masih menyelimuti, namun mereka bertiga tetap merasa senang, dan mereka merasa sangat tenang.


" Hari kau beruntung tinggal didaerah sejuk seperti ini, tempat ini indah sekali, dan jauh dari kata stress. " kata Sun-woo yang baru kali ini bicara, selama perjalanan, dirinya memang lebih banyak diam


" Benar, aku sendiri sangat bersyukur bisa tinggal disini, meskipun aku kuliah dikota, tapi setiap waktu aku selalu merindukan tempat yang ini, setelah lama tinggal dikota dan Pulang ke rumah, semua rasa lelah dan stress yang kurasakan langsung sirna. "


Perlahan tapi pasti kabut mulai menghilang dan mentari mulai bersinar, cahayanya semakin jelas memperlihatkan betapa bagus dan indahnya pemandangan didesa tempat tinggal Hari dan L, hamparan perkebunan teh yang sangat luas bagaikan green carpet yang membentang, serta barisan pegunungan menjulang tinggi didepan dengan awan yang masih menyelimuti pucuk pucuk nya. Seakan gunung gunung tersebut masih menyelimuti diri mereka dengan selimut awan.


Semua orang terpana melihat pemandangan tersebut, Hari dan Arya memperlambat laju kendaraan agar mereka bisa menikmati keindahan alam tersebut lebih lama.


" Hei indah sekali pemandangan nya, kita seakan-akan sedang naik mobil menuju kahyangan. Lihat perkebunan teh itu, mirip sekali karpet yang dibentangkan. Aku ingin berlarian kesana. " Kata Jaehyun


" Wah gila ini , apa kah yang kulihat adalah nyata? tempat ini seperti surga saja. " sahut D.O


" Memang kau sudah pernah ke surga? " tanya Shin


" Itu kan hanya kiasan, tempat ini terlalu bagus. "


Shin dan Jaehyun mengerti maksud D.O.


Bora, Jisoo, dan Sun-woo juga tengah terpana melihat pemandangan yang sangat bagus itu, mereka bahkan sudah membuka jendela mobil dan udara yang sangat sejuk langsung memenuhi paru-paru mereka.


" Kalau kau menginginkan nya, maka tinggal lakukan saja. " jawab Jisoo


" Tapi kan aku tidak bawa team make-up, fotografer, dan baju yang bagus untuk pemotretan. "


" Kau tidak perlu semua itu, yang kau perlukan hanyalah aku sebagai pasangan mu, kau sudah sangat cantik meski tidak pakai make up, baju apapun yang kau kenakan pasti akan terlihat bagus di dirimu, dan masalah fotografer, disini kan ada Sun-woo dan adik-adik ku, minta saja mereka memotret kita. " kata-kata Jisoo membuat wajah Bora memerah seketika


" Ehemmm. " Sun-woo mengingatkan keduanya karena didalam mobil ini bukan hanya ada mereka saja. Bora dan Jisoo yang sedang dalam suasana romantis dan hendak berciuman langsung sadar dan membenarkan posisi mereka. Hari hanya bisa menghela nafas.


Big3 sibuk memotret pemandangan yang ada, sesekali mobil juga berhenti karena baik Bora dan big3 ingin sekali mengabadikan momen mereka disini. Berbagai gaya dan pose mereka perlihatkan. Hasil fotonya pun sangat bagus, selain memakai kamera profesional yang sengaja dibawa oleh D.O, pemandangan serta model yang keren membuat hasil foto mereka sangat memuaskan. Big3 tak henti-hentinya menyunggingkan senyuman.


" Untung saja kita ikut kemari, jika kita memutuskan ke Paris, saat ini pasti hanya mereka ( Bora, Jisoo, dan Sun-woo) yang menikmati kesenangan ini. "


Arya melihat Hari sedang sibuk menatap ponselnya " Hei bro, ada apa? "


Tanpa melihat ke arah Arya " Aku sedang mencoba menghubungi L, tapi nomernya masih tidak aktif. " jawab Hari.


" Katamu rumahnya sudah dekat, jangan cemas lebih baik kita segera melanjutkan perjalanan kita, mungkin saja dia memang sengaja menonaktifkan ponselnya dan sedang menunggu kehadiran kita, dan menyiapkan pesta penyambutan. "


Perkataan Arya ada benarnya juga, Hari memanggil Bora dan lainnya untuk kembali masuk ke mobil, karena jarak rumah L sudah semakin dekat, tinggal 15 menit lagi mereka sampai.


Awalnya mereka menolak karena sedang asuk berfoto ria, tapi begitu mendengar kata 15 menit mereka segera sampai, mereka langsung masuk kembali kedalam mobil.


15 menit berlalu, mobil putih tersebut semakin memperlambat lajunya saat sebuah gerbang terbuka.


Hari dan Arya akhirnya sampai didepan rumah L, gerbang telah terbuka seakan-akan L telah menyambut kedatangan nya. Mobil terparkir dihalaman rumah mungil bergaya Belanda, cantik dan rapi dikelilingi kebun bunga.


Hari melihat mobilnya juga terparkir disana, mobil sudah berhenti dan para penumpang nya pun mulai turun.