
Hari tersadar dan langsung menghampiri L yang masih kesakitan memegang tangannya, ia begitu khawatir
"Elis maaf ya, kau tak apa apa? " Hari langsung bangun dan mengambil kotak obat
" Mas Hari lagi mikir apa sih,dari tadi Elis panggilin. "
Dengan berhati-hati, Hari memegang tangan L dan mengobati nya" Aduh maaf deh, tadi ga lagi mikir apa apa kok, cuman melamun aja, kamu juga sih ngapain pake teriak buat manggil , kan mas kaget jadi reflek mendorong mu. "
" Heheheh... Mas Hari mesti lagi mikirin cewe ya, hayo ngaku. "
Kamulah yang aku pikirkan L, jawab Hari dalam hati
" Diam kau, masih kecil juga, sana lanjutkan melukis nya, awas kalo ngga bagus ya, modelnya udah tampan dan calon dokter begini kok. " Usai mengobati luka ditangan L, Hari segera mengembalikan kotak obat itu dan dan membereskan meja yang terjatuh karena terdorong tubuh L tadi.
"Ouh iya didalam mobilku ada buku buku yang aku beli di jogja, buat menambah koleksi mu. "
" Benarkah? wah Mas Hari memang keren, tenang Mas, akan ku kerahkan seluruh kemampuan ku dan membuat lukisan mu ini menjadi sebuah mahakarya. " L seakan tak mengingat kembali luka yang ada ditangan nya
Dengan semangat 45 , L mulai menorehkan cat akrilik nya diatas kanvas. Baru saja kuas yang ia pegang hendak menempel tiba-tiba ponselnya berdering dengan sangat keras, sejenak ia terkaget sendiri,
L mengambil ponselnya dan dilayar terlihat sebuah panggilan video dari Kak Jisoo, ia segera mengangkat nya.
(seluruh percakapan menggunakan bahasa Korea, berhubung author tidak bisa bahasa Korea, jadi anggap saja sudah ditranslate ke dalam bahasa Indonesia)
" Hallo selamat siang kak Jisoo" sapa Elis dengan senyuman nya yang manis
"Iya selamat siang, bagaimana kabarmu? "
" Aku baik-baik saja kak. "
Jisoo menelpon L setelah sampai di cafe " Syukurlah, apa kau sudah makan siang? kenapa wajahmu terlihat pucat begitu.? "
" Ah pucat bagaimana, aku baik-baik saja kok, ini efek cahaya saja karena sedang berada di balkon. "
" Benarkah? tapi sepertinya disitu sedang hujan? "
"Iya memang sedang hujan , padahal tadi pagi cuaca cerah, sudah biasa tiba-tiba berubah. "
" Disini belum waktunya makan siang kak, masih pukul 11 lebih sedikit, tenang saja aku makan dengan sangat teratur berkat istrimu yang begitu perhatian. "
" Hahahaha, aku percaya itu, lalu apa yang sedang kau lakukan?"
" Aku sedang melukis kak, lihat aku baru saja membuat sketsa nya, tinggal ku warnai, bagaimana? bagus tidak? "
Kak Jisoo mengacungkan dua jempol nya tanda sangat bagus, timer di mejanya bergetar" sebentar ya aku ambil pesanan dulu, aku sedang ada di cafe ini untuk makan siang. "
" Iya aku mengerti. "
Jisoo meninggalkan laptopnya yang masih terhubung dengan L, sementara L melanjutkan kegiatan melukis nya sambil menunggu Jisoo kembali.
Big3 sampai di cafe tempat Jisoo berada, D.O dan Shin langsung duduk di meja nya Jisoo, sementara Jaehyun menghampiri kakaknya di meja kasir sekalian memesan sesuatu untuk mereka.
D.O dan Shin duduk dihadapan laptop milik Jisoo yang masih terhubung panggilan video dengan L, betapa kagetnya mereka sesosok gadis yang sangat cantik tengah fokus melukis. Kulitnya begitu putih, rambutnya panjang dan bergelombang, wajahnya kecil cantik alami tanpa make up, terlihat sangat natural. Keduanya tak bisa berpaling, mereka hanya diam sambil memandang gadis cantik itu.
" Kak. " sapa Jaehyun pada Jisoo
" Apa yang sedang kau lakukan disini? " Jisoo tampak heran melihat adiknya itu
Jaehyun memesan beberapa menu dan minuman pada pelayan cafe, wajah tampan nya membuat sang pelayan sampai tak berkedip " Tentu saja untuk makan siang, lihat sudah jam berapa sekarang. " memperlihatkan jam ditangannya lalu " Mbak, orang ini yang membayar ya" Jaehyun menunjuk ke arah Jisoo lalu berlalu pergi" Terimakasih kasih kakak"
" Dasar anak ini. " Jisoo sedikit kesal dengan tingkah adiknya itu tapi tetap membayar tagihan nya " Berapa totalnya mbak, saya bayar pake kartu lagi. "
Pelayan itu pun terpesona dengan ketampanan Jisoo " Sudah selesai tuan ini kartu dan struknya. "
" Terimakasih. " Tersenyum lalu berjalan menuju mejanya
" Aku pesan yang bi..a.. sa. " kata yang keluar dari mulut Jaehyun di akhir terbata bata, ia bingung melihat tingkah 2 sahabatnya yang senyam senyum memandang layar laptop milik kakakny, ia sampai mengetok meja agar keduanya memperlihatkan. "Hei kalian sedang apa, apa yang membuat kalian senyam senyum seperti orang gila hah?. " Karena penasaran Jaehyun pun berpindah dan menengok layar laptop milik kakaknya itu. Ia kaget ada seorang gadis disana dan dia sangat cantik sampai mulut Jaehyun terbuka tanpa bersuara.
Melihat tingkah adik-adiknya Jisoo segera menggeser laptopnya
" Kakak selingkuh ya? " Teriak D.O yang membuat mereka jadi pusat perhatian