All About You "L"

All About You "L"
Ajang Kecantikan



seperti biasa sampai di kampus Yura dan Jungki langsung menghampiri L saat mobil nya berhenti di depan gerbang kampus. Yura dan Jungki berjalan kearah nya dengan tergesa-gesa.


" Yuna! " Panggil Jungki dan Yura bersamaan.


" Apa apa? " Tanya L bingung.


Tanpa menjawab pertanyaan L, Yura dan Jungki langsung menangkap kedua tangan nya dan menyeret nya masuk kedalam kelas, L sampai kesusahan karena tangan kanannya membawa kotak makan yang cukup besar.


" Aduh bisa tidak jalan nya pelan pelan saja?! " L berjalan tertatih-tatih guna mengimbangi langkah kedua nya.


" Sudah kau diam saja! Kita harus cepat masuk ke dalam kelas. " Sahut Yura.


Sampai dikelas L terlihat kelelahan ia langsung duduk dan mengatur nafasnya.


" Ada apa sebenarnya? Kenapa kalian langsung menyeret ku ? Aku jadi lelah kan. "


" Pertama kau tidak boleh marah! kedua kami juga baru mengetahuinya! Dan ketiga bukan kami yang melakukannya! " Ujar Yura. Ucapan nya terlihat serius tidak seperti biasanya.


L mengerutkan kening tanda tidak mengerti.


Jungki tahu jika L pasti sedang kebingungan ia segera mengambil laptop dan menunjukkan sesuatu.


Mata L seketika membola saat melihat namanya tertera dalam ajang kecantikan yang diadakan saat festival nanti.


" Kalian! " Mata L menatap tajam pada dua sahabatnya.


L tidak merasa mendaftarkan diri jadi kemungkinan ini ulah dua sahabat nya terutama Yura karena sebelumnya dia yang selalu membujuknya untuk ikut.


" Kan sudah aku katakan 3 hal tadi. Kami juga baru tahu saat aku dan Jungki baru tiba dikampus. Itupun karena kami diberitahu oleh teman teman kita dikelas. " Ujar Yura.


Ajang kecantikan yang akan diadakan saat festival musim panas nanti adalah acara yang sangat ditunggu tunggu oleh semua orang, semua boleh mendaftar diri tidak harus satu jurusan mengirimkan satu Perwakilan. Selama acara puncak belum terlaksana semua orang bebas mendaftarkan diri lewat online melalui website kampus. Tinggal menyerah data diri beserta foto.


Setiap harinya para kandidat akan mendapatkan dukungan dari seluruh mahasiswa dan akan menentukan peringkat.Jadi tiap hari peringkat tersebut bisa berubah sewaktu-waktu tergantung dukungan yang didapat oleh para kandidat.


Pendaftaran sudah dibuka sejak awal bulan, setiap hari akan ada yang terdaftar dan juga tereliminasi. karena peringkat yang di ambil satu sampai tiga puluh orang saja. Dan sudah dua minggu ini banyak yang masuk dan keluar dari peringkat, kandidat favorit yang terus berada di peringkat satu dan menjadi favorit semua orang adalah Yena dari jurusan Bisnis, yang mendapatkan julukan Dewi nya Jurusan Bisnis.


Namun tiba-tiba saja nama Yuna masuk dalam peringkat dan sekarang berada di peringkat dua puluh. Padahal dirinya terlihat baru saja terdaftar satu hari yang lalu. Wajah cantik dan imut tanpa masker dan topi nya sudah terpampang di website kampus.


" Apa kau yakin ini bukan ulahmu? " Tanya L mengarah ke Yura.


" Hei aku serius kali ini! Meskipun aku yang selalu membujuk mu untuk ikut ajang kecantikan itu, aku tidak akan mendaftarkan dirimu tanpa ijin. Dan lihat foto yang ada di dalam website! Terlihat jika itu adalah hasil jepretan seseorang yang sudah profesional dalam hal fotografer. Kau sendiri tahu bukan jika aku hanya menyimpan foto foto mu saat kita bersama, tidak ada foto mu yang sendirian berada dalam galeri ku, juga perhatian pakaian yang kau kenakan sangat bagus seperti sedang menghadiri sebuah pesta. Kita kan tidak pernah bertemu di pesta, mana mungkin aku punya fotomu." Jelas Yura.


L membenarkan ucapan Yura, kalau bukan Yura dan Jungki lalu siapa? Itu yang ada dalam benak L sekarang.


Saat sedang termenung teman teman L masuk ke dalam kelas dan menghampiri nya. Mereka memberi semangat dan sangat senang karena L mau mewakili jurusan mereka.


" Yuna aku sangat senang akhirnya kau memutuskan untuk ikut dalam ajang itu, aku yakin kau pasti jadi Juara nya. Wajahmu jauh lebih cantik dari Yena. " Ucap seorang teman L


" Iya benar apa yang dikatakan Sunny, kami semua akan selalu mendukung mu dan selalu memberi dukungan agar kau bisa masuk grandfinal nanti. Semangat Yuna! "Sahut teman yang lain.


" Kita harus buktikan jika di jurusan kita ada seorang malaikat yang lebih cantik dari seorang dewi. Aku bosan mendengar orang-orang memuji Yena padahal kita disini punya Yuna yang jauh lebih cantik. " Ujar teman L lagi


" Iya benar. Yuna kau berjuanglah kami akan selalu ada dibelakang mu. Semangat! " Ujar teman teman L serentak.


L menghembuskan nafasnya dengan kasar. Ia tak ada niat untuk mendaftar dan mengikuti acara itu , setelah kelas berakhir ia berencana menemui Kak Jaehyun selaku ketua dewan perwakilan mahasiswa untuk mengundurkan diri. Tapi melihat teman-teman nya yang memberi semangat dan dukungan L jadi tidak tega dan mengurung niat untuk mengundurkan diri.


Usai kelas berakhir Yura dan Jungki mengajak L untuk makan siang di kantin. L menurut dan berjalan dibelakang dengan tidak bersemangat ia masih memikirkan apakah akan tetap ikut ajang itu apa mengundurkan diri.


Di kantin L menyerah kotak bekalnya pada Yura dan Jungki setelah itu dia menyandarkan Kepala nya di meja.


Begitu dibuka oleh Jungki kedua terdiam dan tampak begitu penasaran dengan sesuatu yang ada didalam kotak bekal itu.


Yura hendak bertanya tapi melihat L sedang melamun Yura segera menepuk Jungki yang sedang asik memperhatikan kotak bekal.


" Yuna kau baik baik saja? Jika kau tidak ingin mengikuti kontes itu lebih baik mengundurkan diri saja, jangan hiraukan teman teman yang lain. Yang menjalani kan dirimu, jangan memaksa diri. Aku dan Jungki akan memberi penjelasan pada teman-teman kita jika mereka bertanya nanti. "


" Apa nanti teman-teman tidak akan kecewa padaku? " Tanya L .


Ingin rasanya mengundurkan diri, ia bisa saja langsung menelpon Jaehyun dan meminta nya untuk mengeluarkan namanya dari daftar. Tapi L kembali teringat dengan dukungan dan semangat dari teman-teman nya, mereka menaruh harapan pada nya, dan L tidak ingin mengecewakan mereka.


" Tidak usah pikir kan orang lain Yuna, kalau pun kau ikut belum tentu kau akan menang juga kan?" Ujar Yura dan langsung mendapatkan pukulan di lengan nya oleh Jungki.


" Aku yakin seratus persen jika Yuna pasti menang. " Sahut Jungki


" Hei kau ini bukannya membantu menenangkan Yuna malah berkata seperti itu dan memukul ku, kau sudah berani ya sekarang dengan ku! " Yura langsung membalas pukulan Jungki dengan pukulan yang sama di lengan berkali-kali sampai Jungki memohon ampun dan meminta Yura agar berhenti memukul nya.


" Iya maaf. Benar yang dikatakan oleh Yura. Lakukan saja apa yang ingin kau lakukan, jika kau mengundurkan diri kami akan menjelaskan pada yang lain jikalau kau tetap maju kami berdua akan berada di garda depan untuk mendukung mu! "


L tersenyum dengan tulus pada Yura dan Jungki, hatinya merasa hangat mendengar ucapan keduanya.


" Aku akan memikirkan lagi nanti setelah pulang, aku juga perlu pendapat kakak ku. "


" Tapi kau sangat hebat Yuna, baru sehari tapi sudah langsung masuk peringkat ke dua puluh. Sayang sekali foto yang diambil terlalu jauh, hasilnya memang bagus, tapi jika diambil dengan posisi lebih dekat, wajah cantik mu pasti akan lebih terlihat. Mungkin saja kau bisa langsung masuk sepuluh besar dan mengalahkan si dewi ular Yena. " Ujar Yura.


Jungki tertawa saat Yura menyebut Yena sangat Dewi kampus sebagai dewi ular.


" Yura jangan bicara seperti itu! Wajah Kak Yena memang lebih cantik bukan. "


"Jangan panggil dia Kakak Yuna! Dia tidak pantas dipanggil seperti itu!" Ucap Yura


"Tapi dia kan lebih tua empat tahun dari ku. "


" Ah sudahlah aku malah jika membahas umur jika dengan mu, itu menyebalkan. Sekarang bisa kah kita makan siang dengan tenang dan bisa kau jelas pada kami apa isi dari kotak makanmu ini!? Keliatan cantik tapi kenapa nasinya berwarna kuning? "


" Iya aku sangat penasaran dengan bekal yang kau bawa, aromanya juga enak dan aku bisa merasakan bahwa makanan ini kaya akan aroma rempah. " Imbuh Jungki


L tersenyum "Tadi pagi aku mampir ke asrama nya Kak Hari karena dia sudah berjanji membuat kan aku menu makanan spesial kesukaan ku yaitu nasi kuning. Nama makanan ini adalah nasi kuning. " L membuka kotak bekalnya yang bersusun itu.


Susunan teratas adalah nasi kuning nya. Tingkat kedua dan ketiga berisi aneka lauk. Dan terakhir ada buah potong.


L menjelaskan jika nasi nya bisa berwarna kuning karena diberi pewarna dari kunyit, Yura dan Jungki terlihat begitu tertarik karena warna nasi yang berbeda dan aroma yang sangat harum.


" Bisakah aku mencoba nya? " Tanya Yura


"Tentu saja, aku sengaja membawa banyak karena tadi pagi aku sudah sarapan dengan bubur." L menata nasi kuning dengan aneka lauk diatas piring Yura dan Jungki berganti.


Sedikit ragu tapi begitu satu suapan sudah masuk kedalam mulut Yura dan Jungki langsung menikmati nya. Terutama Jungki, ia berkata bahwa makanan itu rasanya sangat enak.


" Ini sangat enak Yuna. Lain kali kau harus membawakan lagi ya! "


"Aku senang jika kalian menyukai nya. Jika kalian suka aku bisa ajak kalian berkunjung ke asrama nya Kak Hari atau kita bisa berkumpul di rumah ku dan menyuruh Kak Hari untuk memasak untuk kita karena Kak Hari yang pandai memasak. "


" Benarkah ini buatan Kak Hari? Wah dia itu calon dokter apa calon koki? Rasa masakan nya sungguh enak. " Jungki mengacungkan jempolnya.


" Dia memang sangat pandai memasak, sejak dulu jika dia datang ke rumah ku, Kak Hari pasti akan jadi koki untuk ku. "