
Ada pesan dari Shin bahwa ia akan sedikit terlambat kembali ke cafe.
" Hallo Yuna, maaf aku sedikit terlambat untuk kembali ke Cafe, aku sedang mencoba memperbaiki mobil Jaehyun, kerusakan pada mesinnya tidak terlalu parah jadi aku bisa menanganinya. " Ujar Shin.
" Iya Kak Santai saja, aku akan menunggu. "
Yuna tengah berada di toilet saat menerima telpon dari Shin, setelah selesai ia kembali ke tempat duduknya.
Semakin malam suasana cafe semakin ramai, L sudah kembali duduk. Ada wajah baru tak jauh dari kursinya. Jae Hwi dan beberapa senior di kampus nya.
L tidak begitu mengenal mereka, dia duduk didekat Yura. Suasana di sana sedikit berbeda hingga L melihat sekeliling dan segerombolan pria dewasa masuk kedalam cafe tersebut dan duduk agak jauh dari meja L. Mereka Kakak senior tingkat akhir, semua menunduk dan memberi sapaan pada mereka. Ada seorang lelaki yang berjalan paling depan dengan gagahnya, mungkin itu ketuanya.
" Yuna selamat ya atas kemenangan mu, dan terimakasih kasih atas makan malam mu. " Ujar Jae Hwi
" Iya Kak terimakasih kembali. "
Jae Hwi berdiri dan mengajak semua teman-teman nya bersulang. Mereka serentak mengangkat gelas dan bersulang bersama. Ada beberapa teman L yang maju ke atas panggung mini yang ada dicafe tersebut. Mereka menyumbangkan beberapa lagu , suasana semakin riuh oleh tepuk tangan setelah mereka selesai bernyanyi.
" Yuna ikutlah dengan ku, ku perkenalkan kau pada kakak senior tingkat akhir di jurusan kita. Mereka ikut datang karena undangan yang ku buat di grup tidak apa-apa kan? "
L menuruti kata kata Jae Hwi, ia berdiri dari kursi nya dan berjalan menuju meja tempat para senior nya duduk.
Dengan sopan Jae Hwi menyapa mereka semua.
" Selamat malam Kak, saya perkenalkan Kim Yuna, dia lah mahasiswa junior kita yang berhasil menjadi juara dalam ajang kompetisi pencarian Seniman Muda di Museum Baru beberapa waktu lalu, dia juga yang mengadakan acara ini dan mentraktir kita semua. "
Para senior tersenyum dan mengucapkan terimakasih atas makan malamnya pada Yua. Yuna mengangguk dan memberi hormat pada semuanya.
" Kim Yuna. Nama itu sedikit asing bagiku, kenapa aku tidak pernah melihat mu, saat acara penerima calon mahasiswa baru kau dibimbing siapa? " Tanya salah satu satu senior.
" Maaf Kak aku tidak hadir karena saat itu aku baru saja mengalami kecelakaan dan dalam proses penyembuhan setelah operasi. " Mereka ber Oh ria.
" Benarkah sayang sekali, jika kau hadir aku pastikan kau menjadi mahasiswa baru terpopuler kala itu. " Sahutnya lagi
"Bagaimana caranya. " Imbuh teman senior yang lain
" Dengan menjadikan nya pacarku tentu namanya akan langsung melambung bukan, kalian tahu kan kalau aku lelaki tertampan di kampus. " Perkataan nya langsung di sambut tawa oleh yang lain.
" Mimpi saja kau. "
" Tapi apa benar kalau itu sakit? Soalnya ada beberapa anak yang juga tidak hadir dengan alasan yang sama, padahal setelah di cek mereka hanya para anak anak manja dari keluarga kaya yang tidak mau hadir di acara itu. " Selidik salah satu senior wanita, ia menatap L dengan sinis.
" I-iya Kak saya memang benar sakit. " Jawab L gugup.
" Hei seyeon tidak baik berburuk sangka, dan jangan pasang wajah seperti nenek sihir lihat dia jadi ketakutan. "
" Ck, dia pasti salah satu anak manja itu. " Celetuk teman yang lain, L hanya diam sambil menunduk.
" Hei hei jangan merusak suasana yang indah dimalam ini lebih baik kita minum sepuasnya. " Saat Yuna hendak berjalan pergi tangan salah satu senior menghentikan nya.
" Kau mau kemana junior? "
" Saya mau kembali ke kursi saya Kak. "
" Hei kenapa buru buru, bergabung lah bersama kami. " L menuruti perintah senior tersebut.
Para lelaki tengah mengagumi kecantikan L, sedangkan para wanita menatap nya dengan sinis dan terlihat tak suka, wanita wanita itu adalah pacar dari senior tersebut.
" Yuna bisa kah kau menuangkan soju atau biru pada kami? " Dengan kikuk L menuruti perintah senior nya lagi.
Mereka mengangkat gelas masing-masing dan bersulang sebelum meminum nya. Senior yang duduk disamping L terus melirik L dengan tatapan penuh ketertarikan. L diam saja saat merek minum, ia mulai tidak nyaman berada disana, sesekali ia melirik Jae Hwi tapi dirinya sibuk bercandaan dengan senior yang lain, L memandang Yura dan Jungki, mata mereka bertemu dan keduanya tahu bahwa Yuna sedang tidak nyaman duduk disana.
" Kenapa Yuna tidak kunjung kembali, apa sebaiknya kita menjemput nya? Ia terlihat tidak nyaman. "Ucap Yura
" Hei kau jangan berani, mereka itu senior kita, senior tingkat akhir dikampus kita. Jika kalian mengganggu kesenangan mereka, kalian bisa susah nanti. " Cegah salah satu teman Yura
" Tapi Yuna terlihat tidak nyaman duduk bersama mereka. "
" Tenang saja, mereka tidak akan melakukan hal buruk. "
" Yuna biarkan aku menuangkan bir untuk mu ya. "
L gelagapan, ini adalah momen yang tidak disukai nya namun ia berusaha tetap tenang agar tidak menyinggung senior nya.
" Maaf Kak perut ku sedang tidak enak dan aku sedang tidak minum minuman beralkohol. "
" Hei ayolah, ini suatu kehormatan untuk mu seorang junior, aku senior mau menuangkan minuman untuk mu. " Senior itu mulai tidak sopan dengan merangkul pundak L, sementara tangan satunya menuangkan bir pada gelas kosong.
" Ini minum lah, hanya sedikit tidak akan berpengaruh padamu, iya kan teman-teman. "
" Benar sekali Yuna, jangan takut dimarahin orang tua mu, Kak Taehyung sudah berbaik hati menuangkan minuman untukmu masa kau tolak. "
" Maaf kan aku kak Kau sungguh benar-benar tidak bisa minum minuman beralkohol untuk saat ini. "
Suasana mulai tegang, wajah Taehyung terlihat kesal.
" Maaf Kak, saya permisi hendak kembali ke meja saya disebelah sana, silahkan nikmati makan malam nya. "
" Hei berhenti! " Taehyung emosi karena baru kali ini ada anak baru yang menolak minum dengan nya dan bertindak tidak sopan padanya.
Yura dan Jungki melihat itu segera menghampiri L.
" Maafkan kami dan Yuna Kak jika kami menyinggung Kak Taehyung. " Ketiganya membungkuk
" Aku hanya menyuruh untuk minum segela bir kenapa kau jadi berlaku tudak sopan padaku dengan menolak nya hah! " Suara Taehyung mulai meninggi
Jae Hwi ikut maju ke depan dan berusaha melerai.
" Kak Taehyung tenanglah, Kim Yuna ini sebenarnya masih dibawah umur jadi dia tidak boleh minum minuman beralkohol. "
" Maafkan saya Kak, jika menyinggung Kak Taehyung. Sebagai permintaan maaf kakak dan teman teman kakak boleh memesan apapun yang kakak mau. "
" Kau pikir aku tidak mampu untuk membeli nya sendiri. Dan kau. " Menunjuk ke arah Jae Hwi
" Kau tidak usah berbohong, mana ada anak dibawah umur, dia hanya cari alasan saja tidak mau melayani senior mu bukan. "
" Tidak Kak. " L menunduk
" Kalau begitu turuti permintaan aku, kau harus meminum satu gelas berisi bir ini sampai habis. "
" Biar kami saja yang menggantikan Kak. " Sahut Yura dan Jungki
" Kalian sebagai tidak usah ikut campur. " Teman Taehyung menahan keduanya.
Yuna bingung harus berbuat apa, dia tidak mau meminum nya tapi suasana nya malah jadi begini.
" Kenapa kau diam saja, cepat ambil gelas ini! "
" Mungkin dia minta kakak membantu nya membawa kan gelas itu Kak, anak orang kaya kan biasanya selalu di layani oleh pelayan. " Senior wanita yang duduk di ujung meja menambah suasana semakin panas.
Taehyung dengan cepat mengambil gelas besar berisi bir pada Yuna, karena terlalu cepat isi bir yang penuh itu mengenai baju L.
L terus menunduk dan menggeleng tidak mau. Taehyung menyodorkan gelas itu sampai didepan wajah L, karena terus menunduk Taehyung semakin kesal dan membentak nya dengan suara keras hingga mengalahkan suara musik di cafe tersebut. Semua diam melihat ke arah Yuna dan Taehyung.
" Kak maaf aku tidak bisa meminum nya. " Bulir air mata L mulai jatuh.
Taehyung tetap memaksa Yuna untuk minum, tidak ada yang berani menghentikan Taehyung karena dia berstatus sebagai mahasiswa paling senior dan sudah sering membuat mahasiswa junior dalam masalah jika membuat nya kesal.
Karena tidak tahan dengan bau bir didepan wajahnya, Yuna menangkis gelas tersebut hingga membuat nya jatuh. Wajah Taehyung memerah marah.
" Kau! " Taehyung hendak meraih baju L namun sebelum tangannya menyentuh tubuh L, dari samping ada lelaki yang berjalan cepat dan menghampiri Taehyung dan memukul wajahnya hingga tersungkur ke lantai.
Semua orang kaget, L mengangkat wajah nya setelah melihat sosok yang di kenalinya ia berlari ke arahnya dan menghambur ke pelukannya.
Semua masih terdiam, tidak ada yang bersuara hanya ada suara musik yang terdengar.
Dari balik pintu masuk Shin dan Jaehyun yang baru masuk bingung dengan suasana didalam cafe.