All About You "L"

All About You "L"
Festival



Kini L rutin menjalani konsultasi dengan Psikiater atau psikolog.


Beberapa waktu lalu Bora dan Jisoo memasang kamera CCTV di kamar L karena tidak percaya jika L mengalami insomnia, bahkan Jukyung sendiri sampai meyakinkan Bora dan Jisoo jika tiap malam Jukyung menunggu L hingga terlelap baru lah ia keluar dari kamar L.


Tapi semua itu terbukti benar, seminggu setelah dipasang nya kamera CCTV di kamar L, Bora, Jisoo,Sun-woo, dan dokter yang bertanggungjawab sebagai Psikiater L kaget dengan rekaman yang mereka lihat.


Jukyung memang menunggu L hingga terlelap, namun satu jam kemudian L tiba-tiba terbangun dan terlihat melakukan beberapa aktivitas.


Awalnya L hanya terlihat seperti terbangun karena haus atau ingin ke kamar kecil, setelah itu dia duduk tanpa melakukan apapun cukup lama.


Lima belas menit kemudian L berjalan menuju ruang belajar nya, membuka buku buku, seperti sedang mengerjakan tugas, membaca, menulis, kegiatan itu berlangsung sekitar tiga puluh menit.


Berpindah ke ruang lukis, L mengambil kanvas dan peralatan melukis nya. Meski tak menyelesaikan lukisan nya, L yang kelihatan sedang berhenti itu Bora dan Jisoo kira akan kembali tidur, nyatanya tidak.


L justru kembali terduduk di meja kerjanya yang terdapat komputer tab untuk menggambar webtoon.


Wajah L begitu fokus dan serius saat menggambar, satu jam kemudian L beralih ke laptopnya. Kegiatan L akhirnya berhenti saat waktu menunjukkan pukul tiga lebih tiga puluh menit.


L berjalan menuju tempat tidurnya dan barulah benar-benar terlelap.


Bora dan lainnya saling memandang, tak ada yang bersuara. Wajah Bora terlihat sedih ia tak sanggup lagi untuk melanjutkan melihat rekaman itu. Ia berdiri lalu pergi menyisakan tiga pria yang masih melihat rekaman CCTV itu.


Dari hasil rekaman tersebut, dalam satu minggu itu L selalu terbangun setelah Jukyung pergi dari kamar dan kembali tidur tepat pukul tiga lebih tiga puluh menit.


Kegiatan yang dilakukan pun selalu sama seakan itu adalah rutinitas yang memang biasa dilakukan oleh L.


Dokter Han menatap Jisoo dan Sun-woo dengan serius " Ini sangat tidak baik, trauma yang di miliki Yuna kurasa lebih serius dari yang kita bayangkan."


" Lakukan yang terbaik untuk menyembuhkan adikku Han! " Ujar Jisoo memohon. Untung saja istrinya sudah pergi jika ia mendengar apa yang di katakan oleh Han, Bora pasti akan sangat khawatir.


" Aku akan melakukan yang terbaik, dan aku yakin Yuna pasti bisa sembuh, selain kemauan untuk sembuh dari dirinya yang kuat. Dengan adanya keluarga yang mendampingi dan menyayangi nya, itu akan mempercepat proses penyembuhan. "Ujar Dokter Han.


" Lalu bagaimana untuk saat ini? Aktivitas malam yang rutin dilakukannya apa kita biarkan? " Sahut Sun-woo


" Untuk sementara waktu kita harus menghentikan aktivitas malamnya itu, jika dibiarkan akan mempengaruhi kondisi fisiknya. Aku tidak akan meresepkan obat tidur karena masih banyak cara untuk mengatasi insomnia, lagipula obat tidur memiliki efek candu dan tidak bagus untuk adikmu yang masih remaja dalam proses pertumbuhan. "


" Lakukan lah yang terbaik dan aman untuk adikku! " Ujar Jisoo


Dokter Han mengangguk mengerti.


Satu bulan berlalu, L terlihat melakukan aktivitas nya seperti biasa hanya saja tiap akhir pekan ia akan menjalani konseling didampingi keluarga, baik Bora atau Jisoo secara bergantian menemani.


L batal mengikuti pameran di Milan karena ia tak bisa menyelesaikan lukisannya. Hal itu membuat disayangkan oleh Daniel.


Aktivitas yang dijalani L cukup padat sehingga tidak ada waktu untuk membuat lukisan untuk pameran di Milan. Sebenarnya L bisa saja menyelesaikan nya hanya dalam waktu satu minggu hanya saja, lukisan itu hanya bisa ia selesai kan jika ia melakukan aktifitas nya dimalam hari, sedangkan untuk sekarang Dokter Han benar-benar berusaha keras agar L bisa terlelap dan tidak begadang semalaman.


Hal itu terbukti pada minggu pertama, dengan mengatur jam tidur L, memberinya asupan makanan yang bergizi, mengubah kamar tidur dan memisahkan meja belajar dan semua peralatan lukisan dan kerjanya di ruang terpisah sehingga tidak ada apapun lagi di kamar L kecuali ranjang yang besar dan nyaman untuk tidur.


Beberapa kali Bora bahkan tidur bersama L agar L tidak terbangun saat malam. Dan Itu berhasil, di minggu ketiga hingga saat ini L sudah tidak terbangun ditengah malam dan benar-benar tertidur hingga pagi.


Pagi yang cerah begitu juga wajah L. Ia berjalan menuruni tangga dan menyapa semua orang di ruang makan dengan ceria.


" Selamat pagi Kak. " L menghampiri Bora dan Jisoo bergantian lalu mencium pipi keduanya.


Bora dan Jisoo menyambut L dengan gembira, semakin lama perkembangan L semakin bagus. Keduanya sangat mensyukuri itu.


" Pagi juga Yuna. Sepertinya hari ini kau begitu ceria ada apa? " Tanya Jisoo.


" Tidak ada apa apa kak, hanya saja cuaca hari ini sangat cerah dan aku ingin jalan jalan nanti sepulang kuliah bersama Yura dan Jungki. Boleh kan? " Ujar L


" Tentu saja boleh, tapi jangan pulang terlalu malam ya. " Imbuh Bora.


L mengangguk.


Usai sarapan Bora dan Jisoo berangkat lebih dahulu, sedangkan L menyusul setelah nya karena memang dia belum menyelesaikan sarapannya.


Yura dan Jungki seperti biasa menunggu L di dekat gerbang depan. Turun dari mobil L langsung menghampiri keduanya.


" Yuna akhirnya kau datang. " Ujar Yura.


" Maaf aku sedikit terlambat karena macet tadi. "


" Sudahlah yang penting kan Yuna sudah sampai. Ayo! Kita ke kelas sekarang. Tugas kuliah ku belum selesai ku kerjakan. " Jungki menarik tangan keduanya gadis nya itu.


L tersenyum, keduanya selalu begitu jika ada tugas kuliah yang belum selesai mereka kerjakan. L disuruh berangkat lebih pagi agar Yura dan Jungki bisa menyalin nya. Apakah L marah? Tentu tidak. Meski dia seorang jenius tapi dia tidak sombong dan pelit, bahkan sesekali ia juga pernah tidak mengerjakan tugas nya agar bisa menyalin dari Yura dan Jungki.


Tingkah L itu membuat Yura dan Jungki terheran-heran .


Flashback


Malam hari L mengirim pesan pada Yura dan Jungki untuk berangkat lebih pagi.


Dan keesokan paginya L sudah di kampus menunggu keduanya.


" Tumben kau menyuruh kami berangkat pagi biasanya kan kami yang menyuruh mu. " Ujar Yura heran.


" Keluarkan buku tugas kalian! aku belum mengerjakan tugas jadi aku mau menyalin dari kalian. " Ujar L dengan polos.


Untung saja kelas masih sepi jadi hanya Yura dan Jungki yang syok mendengar ucapan L.


" Hallo! Jangan bengong! Cepat keluar buku kalian! "


Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Yura dan Jungki langsung mengeluarkan buku tugas mereka dan menyerahkan nya pada L. Keduanya tak bersuara sedikit pun, hanya memandang L yang terlihat gembira dan menikmati aksi menyalin tugas dari mereka.


Tiga puluh menit kemudian L telah selesai dan tersenyum penuh kepuasan.


" Ternyata menyenangkan juga . " Ujar L dengan santai nya.


" Yuna kau tidak sakit kan? Apa sekarang kau sudah tidak pintar lagi sehingga kau menyalin tugas dari kami? Bukan kah tugas dari Pak Kim itu mudah kenapa tiba-tiba kau mencontek kami? " Tanya Yura penasaran.


" Tidak! Aku masih pintar kok. Hanya saja aku ingin mencoba mencontek saja dan ternyata itu sangat menyenangkan, jantung ku berdebar debar , aneh sekali tapi seru. " Ujar L membuat Yura dan Jungki menjitak kepala L berganti an.


" Auuuuu. " M memegangi kepalanya yang dijitak.


"Yak! Kim Yuna! " Teriak Yura penuh kesal.


" Harus nya aku yang berteriak bukan kau. Kepalaku sakit, jika aku gegar otak dan betulan jadi bodoh bagaimana? "


" Kau ini benar benar ya. " Yura sudah tak tau lagi harus bagaimana melihat kelakuan teman kecilnya itu.


Jungki mengusap lengan Yura untuk menenangkan nya lalu menatap ke arah L " Yuna kenapa kau bilang itu menyenangkan? bagi ku dan Yura itu sama sekali tidak menyenangkan loh. Dan ku mohon jangan ulangi lagi ya! " Pinta Jungki dengan penuh kelembutan.


" Kenapa? " Tanya L.


" Karena itu tidak baik, tugas rumah harusnya di kerjakan di rumah bukan? Lagi pula tidak selamanya kami bisa memberi contekan padamu. Kau tahu sendiri kan otak kami jauh di bawah otak mu. Bagaimana jika suatu saat kami juga belum mengerjakan tugas? "


" Ya sudah kita mencontek sama sama saja pada teman yang lain. Di kelas kita kan banyak anak pintar selain aku dan kalian. " Jawab L dengan enteng nya.


" Yak! Kim Yuna! " Kini Jungki yang berteriak.


L tertawa terbahak-bahak melihat dua sahabatnya itu.


" Hahaha kalian lucu sekali. "


Flashback end


Selesai kuliah L, Yura, dan Jungki segera menuju kantin.


Di perjalanan tiba-tiba mereka berhenti karena beberapa mahasiswa tengah berkerumun didepan papan pengumuman.


" Ada apa? " Tanya L.


Jungki berjalan ke arah kerumunan tersebut guna mencari tahu. Dan tak butuh waktu lama Jungki sudah kembali .


" Jadi ada apa? Kenapa mereka pada berkumpul di depan papan pengumuman? " Tanya Yura tak sabar.


" Itu ada pengumuman akan diadakan festival musim panas dikampus kita. "


" What! " Yura berteriak histeris.


" Hobimu itu berteriak ya Yura? Kuping ku lama lama bermasalah jika kau terus terusan berteriak di dekat ku. " Ujar L yang sedang menutupi kedua telinganya.


" Aduh tentu saja aku berteriak, ini momen yang sangat menyenangkan. Kau pasti belum tahu kan? " L menggeleng cepat.


" Ini ada festival tahunan yang rutin di gelar di kampus kita, disan banyak kegiatan yang menyenangkan. Mulai dari perlombaan antar jurusan, pemilihan ratu kecantikan, di buka nya stan stan dari tiap tiap jurusan, ada panggung musik, banyak makanan, dan di hari terakhir ada pesta kembang api." Yura menjelaskan dengan begitu semangat


" Banyak makanan? " L fokus pada kata makanan.


Jungki menghela nafas saat mendengar pertanyaan L.


" Tidak bisa kah dalam sehari kau tidak membahas masalah makanan?" Sahut Jungki yang mendapat cengiran dari L.


" Yuna kau harus ikut kontes kecantikan. " Ujar Yura tiba-tiba.


" Aku tidak mau! "


" Kenapa? Kau kan cantik dan aku yakin kau pasti bisa menang. "


" Aku tidak tertarik. "


" Hei ayolah! sekali kali buat jurusan kita bangga dan terkenal di kampus kita ini. " Bujuk Yura.


" Kakak ku pasti akan langsung melarangnya. Jika kau mau aku ikut kontes itu, kau harus meminta ijin dari kakak ku. Jika iya memperbolehkan maka aku akan ikut. "


Yura langsung menatap Jungki


" Hahaha sebaiknya jangan, lagipula nanti kami juga akan ikutan repot jika kau ikut dalam kontes tersebut. Aku yakin 100% kau pasti akan jadi pemenang nya, jika nanti kau jadi pemenang otomatis ku akan jadi terkenal dan nanti kau dikelilingi fans fans lalu melupakan kami. Ah membayangkan saja itu mengerikan. " Ujar Yura