
Meskipun tak ingin bertemu kembali dengan Pamannya,L tetap masih menganggap Pamannya sebagai keluarga dan ada rasa rindu saat ia melihatnya. Bagaimana pun ia pernah merasakan kasih sayang yang diberikan oleh pamannya walau hanya sebentar, sesaat dirinya berusaha kuat dan tak ingin memaafkan kejadian dimasa lalu yang menimpanya, tapi kemudian ketika sosok itu datang, L kembali menjadi lemah dan bahkan merasa khawatir melihat pamannya yang tiba-tiba datang ke rumahnya ditengah malam dengan keadaan basah kuyup.
Seakan melupakan kejadian di masa lalunya, L dengan nada khawatir mempersiapkan pamannya masuk.
" Paman silahkan masuk, kenapa datang tengah malam begini, baju paman jadi basah semua kan. " kata L lalu segera menutup pintu rumahnya agar hawa dingin tidak masuk lebih lama " Paman sebentar ya, Elis ambilkan handuk dan baju ganti" imbuh Elis yang sudah masuk kesalah satu kamar dan mengambil handuk beserta baju ganti
" Terimakasih Nak. " kaya pamannya pelan sambil berjalan menuju kamar mandi.
L tampak aneh melihat tingkah pamannya yang tidak seperti ia kenal. L tak berfikir jauh, sembari menunggu pamannya selesai berganti baju, L segera ke dapur dan membuat wedang jahe ditambah madu untuk pamannya.
L dan pamannya kini sudah ada diruang tengah, L menaruh gelas berisi wedang jahe pada pamannya.
" Paman, Elis sudah buatkan wedang jahe untuk menghangatkan badan, silakan diminum. " kata L pelan
" Bagaimana kabarmu nak? " tanya pamannya tiba-tiba
" Elis sehat dan baik baik saja paman. " menjawab dengan menundukkan kepala
" Benarkah? Tapi kenapa tubuh kamu jadi Kurus begitu? "
" Iya paman, Elis benar-benar sehat dan tidak kurus kok, ini mungkin karena Elis sedang memakai baju yang oversize jadi kesannya tubuh Elis kecil. " Kata L
" Baik paman. Paman juga beristirahat lah, kamar tengah bisa paman tempat ini. " kata L sambil berjalan meninggal pamannya
Dikamar L langsung jatuh terduduk, ia sebenarnya sangat takut dengan kedatangan pamannya, ia takut kalo pamannya datang kemari dan membawanya kembali kerumah pamannya, ia tidak mau kembali lagi kesana.
Setelah mengumpulkan semua keberanian untuk kabur dari rumah itu dan kembali ke desa nya, L bisa hidup dengan tenang dan bebas melakukan apa pun yang dia suka.
Selama ini L dengan perlahan berusaha melupakan keluarga pamannya, namun usahanya kini sia sia karena tiba-tiba saja ia muncul disini. L sungguh tidak mengerti kenapa pamannya bisa datang kemari, dilihat dari kedatangannya dan sikapnya. Paman L yang bernama Andrea adalah orang yang tegas, Ketika L duduk bersama pamannya di ruang tengah, ia sebenarnya takut jika pamannya langsung menarik dirinya untuk kembali rumahnya.Namun nyatanya tidak, dan itu semakin membuat L was was dan ketakutan.
Ada perasaan takut tapi juga penasaran, mencari berbagai kemungkinan maksud dari kedatangan pamannya. L bahkan sampai tidak bisa tidur malam itu, seakan melupakan rasa lelah yang ia rasanya seharian ini.
" Ada apa paman tiba-tiba kemari, apa dia ingin membawa ku kembali ke rumah itu? tidak! meskipun aku diseret aku tidak akan mau. " Kata L dengan sangat pelan
L terus berkutak dengan pikiran nya sendiri, rasa kantuk nya bahkan sudah lama pergi. Ingin sekali Ia menelpon Bora, namun jika melihat jam di ponsel nya yang menunjukkan pukul 01.35 ia pun mengurungkan niatnya. Dikorea kurang lebih masih jam 03.35 dan barang tentu Bora masih terlelap tidur.
L mencoba positif thinking, jika pamannya menginginkan nya kembali pasti sudah dari tadi pamannya bilang atau mungkin bisa langsung menyeretnya saat itu juga, namun nyatanya tidak. Ia masuk rumah dan berbincang sejenak dengan L tanpa membahas masalah yang penting.
Setelah berkutak dengan pikiran nya sendiri, L akhirnya memutuskan untuk tidur saja dan memikirkan masalah itu besok.