
Sepanjang jalan L hanya tiduran di kursi tengah, sesekali sopir sewaan nya mengajak ngobrol namun L hanya menjawab sekenanya saja.
Wajah L tampak pucat dan tangan kanannya terus saja memegang tangan kirinya karena bekas mendonorkan darahnya terasa nyeri.
" Neng apa mau mampir sebentar? ini sudah jam makan siang, bapak liat wajah neng juga pucat sekali lebih baik makan dahulu. " kata sang sopir pada L
L mengambil beberapa lembar uang dan menyerahkan nya pada sopir tersebut " kita mampir ke tempat makan saja pak, terserah mau dimana, ini uang buat beli makan bapak. Dan kalo boleh Elis minta tolong dibelikan, biar dimakan didalam mobil. "
" Tidak ikut turun dan makan didalam neng? "
" Tidak pak, Elis berjaga semalaman di rumah sakit dan sekarang sangat ngantuk, ini juga belum mandi jadi ga enak mengganggu pengunjung di restoran kalo Elis masuk kesana. "
" Baiklah neng, bapak tinggal sebentar nanti bapak bungkus kan makanan, minuman, serta buah buat neng Elis. Bapak kira neng Elis sakit, tapi ternyata kelelahan karena habis menjaga orang yang sedang sakit. Kata orang memang sulit menjaga diri sendiri saat kita sedang merawat orang lain. "
" Iya Pak. "
Sopir sewaan itu akhirnya pergi meninggalkan L yang duduk bersandar dikursi dan memejamkan matanya.
Tubuh L mulai mengalami reaksi donor atau gejala-gejala yang muncul akibat donor darah. Seperti, mual, muntah, pusing, lemas, nafas cepat, berkeringat, dan bahkan pingsan.
Tubuh L yang sekarang merasakan pusing dan lemas, tapi setelah makan siang yang dibelikan oleh sopir sewaan nya, tubuhnya jauh lebih baik dan sudah tidak lemas dan pusing lagi.
Perjalanan pulang ke desa berlanjut, karena tidak mau mengalami kemacetan seperti saat berangkat, sopir sewaan itu melajukan mobil ke arah yang berbeda, walaupun sedikit berputar tapi Jalanan mulus dan tidak ada kemacetan.
Hampir 6 jam lebih kendaraan terus melaju, L lebih sering tertidur karena tubuhnya kembali merasa lelah dan lemas. Memasuki kota tempat tinggal nya, hujan seperti biasa turun dengan deras, pak sopir menurunkan kecepatan karena jarak pandang berkurang akibat hujan lebat disertai kabut.
Seharian berada dijalan benar-benar membuat L kelelahan, usai membayar jasa sopir sekaligus membayar ongkos ojek tadi, L mengucapkan terimakasih dan berjalan masuk kerumah dengan sedikit berlari menghindari hujan. Ia membuka pintu rumahnya dan merebahkan diri disofanya yang Empuk.
Akhirnya aku sampai di istana ku, ya ampun aku sangat lelah dan kepala ku pusing lagi, ini mungkin efek karena aku mendonorkan darahku, aku tak tahu jika setelah donor darah rasanya sangat tidak enak seperti ini, kepalaku berasa berputar putar, dan lenganku juga masih terasa nyeri. Kata L lirih
Ia melihat jam di dinding rumahnya, pukul 19.53.
Hah sudah mau jam 8 , pantas saja tubuhku rasanya sangat kaku, aku terlalu lama duduk di mobil jadi sakit semua, tapi ini termasuk cepat jika aku tadi kembali melewati jalur yang sedang dalam proses perbaikan, bisa bisa aku baru sampe rumah nanti tengah malam. Kata L lagi
Ia memaksakan diri untuk bangun, meskipun ia lelah, tubuhnya harus dibersihkan, dari kemarin sampai hari ini ia belum mandi jadi terasa sangat lengket dan gatal. L mengacak ngacak tasnya , melihat ponselnya sudah mati ia segera masuk ke dalam kamar dan men charger nya.
Dikamar mandi, Elis tengah asik berendam di bath up dengan air hangat. Rasa lelah ditubuhkan sedikit hilang walaupun pusing dikepala dan rasa nyeri di lengannya masih tetap ada.
Selesai mandi ia hendak membuka ponselnya tapi tak jadi karena perutnya tiba-tiba berbunyi. Di dapur, L mencari sesuatu, ingin rasanya memakan sesuatu yang hangat tapi tubuhnya masih terlalu lelah untuk memasak, akhirnya ia mengambil roti dan memakan nya.
Sesekali ia menguap saat mengunyah rotinya, ia juga merasa kepalanya semakin pusing jadi ia memutuskan untuk menghentikan acara makannya dan berjalan menuju kamar untuk tidur saja.
Kakinya berhenti saat sudah sampai dipintu kamarnya, L justru mengubah arah langkah nya menuju keluar rumah, L teringat bunga pemberian pamannya masih ada didalam mobil, jika tidak segera ditaruh didalam vas maka bunga-bunga itu akan semakin layu. L mengambil payung dan berjalan menuju mobil Hari, setelah mengambil buket bunga itu, tiba-tiba ada suara mobil berhenti dari balik pintu rumah nya.
L malah mengira kalo itu adalah Bora dan lainnya, reflek, L langsung berlari dengan semangat dan membuka pintu, begitu pintu terbuka
Deg
L diam mematung melihat bibinya ada dibalik pintu tersebut. L tiba-tiba seperti menjadi orang bisu, tubuhnya gemetar dan jantung nya berdetak sangat cepat, seakan-akan rasa takut telah menyelimuti nya. Bibinya menatap L dengan wajah penuh kemarahan