All About You "L"

All About You "L"
Mengagumi Mu



Prof. Lee. malah melamun.


" Profesor. " Panggil rekan kerjanya


Prof.Lee tersadar dari lamunannya, ia segera memanggil asisten nya dan menanyakan siapa pelukis dari lukisan tersebut.


Tak butuh waktu lama seorang lelaki tampan asisten Prof Lee bernama Jimin datang.


" Saya disini Profesor. " Membungkuk pada Prof. Lee dan lainnya secara berganti an.


" Bukankah kau yang mengatur penempatan semua karya siswa disini? " Tanya Prof. Lee


" Benar Prof, sesuai perintah anda. Apa ada masalah? " Prof.Lee menunjuk ke arah lukisan milik L


" Apa kau tidak salah menempatkan yang ini? "


Jimin mengecek tablet nya dan memeriksa lukisan tersebut.


" Tidak Profesor. " Wajah Jimin bingung


" Bukankah aku sudah menyuruh mu untuk menempatkan seluruh karya milik anak-anak berdasarkan tingkatan, dan jenis nya? "


" Iya saya sudah melakukan nya, bahkan saya sudah memeriksa nya beberapa kali. " Jawaban Jimin membuat semua orang kaget.


" Lalu siapa yang melukis lukisan ini? " Para pengamat seni itu sudah tidak sabar lagi


Jimin mengecek di tablet mikiknya.


" Lukisan bertema musim semi dengan judul ' Spring Prince ' adalah karya seni milik siswa angkatan baru bernama Kim Yuna umur 14. " Ujar Jimin


Semua orang tertegun, lukisan seindah itu adalah karya seorang gadis remaja yang baru berumur 14 tahun, namun dari semua orang, yang paling terkejut ada Prof.Lee karena baru mengetahui kalau di jurusan nya ada siswanya yang masih berusia sangat muda. Masuk jurusan seni saja adalah sesuatu yang luar biasa, karena ujian masuk nya sangat sulit, lalu tiba-tiba ada seorang gadis remaja yang bisa masuk jurusan nya dengan usia semuda itu, kalau bukan sangat pandai berarti orang itu jenius.


" Seperti nya Prof. Lee baru menyadari kalau dia memiliki seorang murid yang jenius, lihat saja raut wajahnya." ucap Tuan Han


Jimin segera undur diri setelah menjawab semua memberitahu informasi dari L.


" Profesor Lee kami memutuskan karya ketiga yang kami pilih untuk seleksi tahap selanjutnya adalah karya milik Kim Yuna. " Jawab bersamaan para pengamat seni itu.


Mereka tidak lagi ribut memperebutkan lukisan tersebut.


" Kami akan mengirim orang dari pihak kami untuk mengambil ke tiga karya tadi, dan Profesor kau harus lah bangga karena memiliki seorang murid yang sangat jenius, dia hanya lah mahasiswa baru tapi mampu menciptakan karya seni sebagus ini, aku berani bertaruh bahwa lukisan inilah yang akan terlihat menjadi pemenang nya, meskipun bukan kami yang menilai.


Penilaian telah selesai, para pengamat seni sudah pergi, rekan kerja Prof. Lee juga sudah kembali keruangan masing-masing.


Tinggal Prof. Lee yang masih berdiri di depan lukisan L, ia memanggil Jimin.


" Jimin kenapa aku baru menyadari ada murid ku yang jenius, kau tidak salah informasi kan kalau umurnya 14 tahun? " Tanya Prof.Lee masih ragu


" Tidak Profesor, disini tertulis dengan jelas namanya Kim Yuna lahir 17 November 2006 , berarti umur nya sekarang masih 14. Ouh iya aku baru ingat, kalau Kim Yuna adalah calon mahasiswa dengan nilai ujian masuk sempurna, dan mendapatkan undangan khusus dari seluruh jurusan di kampus kita. Dirinya juga mendapat beasiswa penuh, dan kalau tidak salah di adik dari Prof. Kim. " Jawab Jimin


" Nilai sempurna? Beruntung nya aku dia memilih masuk jurusan ku, sudah kuputuskan dia adalah anak emas jurusan kita, jangan sampai jurusan lain mengambil nya. Kau harus menjaga dengan baik Jimin. " Ujar Prof. Lee


" Ba-baik Profesor. "


" Kirim hasil seleksi kepada Park Ki Jun, Yoon Deok Hwa, dan Kim Yuna. Satu lagi, besok panggil kan Kim Yuna agar menghadap keruangan ku! " Profesor Lee pergi ke luar ruangan dengan senyum mengembang di wajahnya.


Jimin membalas semua ucapan Prof. Lee dengan anggukan, tidak pernah ia melihat Prof.Lee sebahagia itu.


*****


L masih ingat kedai makanan yang ada didekat sana, dengan menaiki Bus selama kurang lebih 20 menit L sampai ditempat tujuan. Ia segera membeli aneka makanan yang dijual disana.


Tangannya kini sudah penuh dengan makanan, L berjalan menuju bangku di dekat pohon sakura terbesar di taman. Tak disangka, Daniel sudah ada disana sama seperti saat mereka pertama kali bertemu.


Dia tengah duduk sambil membawa kamera dan sesekali memotret pemandangan taman.


" Kak Daniel. " Panggil L yang mengagetkan Daniel


" Yuna, bagaimana bisa kau disini?" Melirik semua makanan yang ada ditangan L


" Tentu saja, aku baru pulang sekolah dan karena matahari masih bersinar cerah dan tiba-tiba aku lapar jadi aku datang ke kedai penjual disana " Menunjuk ke arah dia datang. "


" Dan Kak Daniel sedang apa? Jangan jangan kakak lagi bolos lagi ya? " Imbuh L


" Kalaupun aku bolos tidak akan ada yang memarahi ku, karena itu perusahaan ku. " Jawab Daniel bangga


" Hemm iya aku percaya, tidak mungkin muka tampan seperti mu seorang pengangguran. "


" Kau pintar menilai juga ternyata. " Menyusap usap kepala L sampai rambutnya jadi berantakan.


" Kak Daniel hentikan, kau membuat rambut ku berantakan. " Ucap L kesal


" Hahaha . Cepat duduk dan berikan aku makanan, apa kau tidak mau membaginya dengan orang lain, bukankah kata orang makanan akan lebih nikmat jika kita menyantapnya bersama seseorang. "


" Hei itu kata kata ku. " Protes L


Daniel tertawa melihat wajah L yang kesal. Dengan terpaksa L memberikan beberapa makanan yang sudah dibelinya kepada Daniel, mereka menikmati cemilan itu dengan santai sambil berbincang di Taman, serasa seperti kencan.


L memperhatikan beberapa kamera dan tas yang tergeletak di dekat Daniel.


" Sepertinya Kak Daniel suka dunia fotografer ya? "


" Kau benar, hari ini aku sudah berkeliling kota dan berakhir di Taman ini, musim semi bunga bunga sakura sudah bermekaran jadi banyak spot foto yang bisa diabadikan." Ucap Daniel sambil menikmati makanan nya.


" Kalau begitu mau kah kau memotret ku saat aku melukis nanti? " Tanya L


" Kau berani bayar berapa? Meskipun ini cuma hobi tapi hasil fotoku itu tidak kalah dari seorang fotografer profesional. " Daniel memperagakan gaya bak fotografer profesional


" Dasar om om pelit, aku bahkan tidak meminta bayaran saat kau meminta sebagian makanan ku. " Jawab L


" Hahaha iya iya aku hanya bercanda, dan jangan pernah memanggilku Om, membuatku sangat merinding. Aku ini sangat tampan dan kaya, dilihat dari mana pun aku ini masih muda, tidak kalah dari idol k-pop. " Giliran L yang tertawa.


Usai menghabiskan makanan nya dan menata perlengkapan menukisnya, L mulai melukis sedangkan Daniel menyiapkan kameranya.


L sudah melepas masker dan fokus menatap ke depan, melihat objek yang akan dia lukis. Perlahan kuasnya bergerak diatas kanvas. Sesekali L tersenyum saat dia sedang melukis.


Pemandangan sangat indah dengan background Taman yang di tumbuhi pohon sakura. Apalagi saat hembusan angin menerbangkan kelopak kelopak sakura dan menghujani L yang tengah melukis. Derai angin mengibas sedikit rambut L yang tergerai indah.


Deg... Deg... Deg...


Jantung Daniel terus berdetak tak karuan dan seakan waktu telah berhenti, Ia mencoba memfokuskan kameranya pada L. Jantung Daniel terus saja berdetak seperti itu, Daniel melihat L bak Dewi dengan senyuman yang menghangatkan hatinya.


Ia tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya, Daniel berfikir apakah saat ini ia baru saja jatuh cinta pada pandangan pertama. Tapi pertemuan nya dengan L bukan kali pertama, ini adalah kali kedua.


Meskipun sejak awal dia terpesona dengan kecantikan L, namun ia baru merasakan detak jantung nya sampai tak beraturan sekarang. Daniel tersenyum dan kembali sibuk memotret L dari berbagai sudut.


Meski ini bukan pertemuan pertama dengan mu, tapi aku yakin bahwa dirimu telah merasuk kedalam hatiku. Kau layaknya seorang dewi yang menjelma menjadi seorang manusia yang lugu dan rapuh, hingga tak kuasa ingin ku dekap dan melindungi mu. Gumam Daniel sembari menikmati pemandangan indah di hadapan nya itu