All About You "L"

All About You "L"
Bercanda



" Tragedi apa Profesor, kenapa lukisan jadi tidak bisa ikut pameran dan lelang?" L sedih


" Ada sedikit kecelakaan di ruang penyimpanan dan tanpa sengaja lukisan mu rusak jadi pihak Museum tidak bisa mengikutsertakan karya milikku dalam acara pembukaan tersebut. Tapi tenang lah, kau tetap menjadi juara, pihak Museum bertanggungjawab penuh atas kerusakan karya milikmu, kau juga tetap diijinkan datang walaupun tidak bisa melihat lukisan mu dipajang disana. " Ujar Prof.Lee


Wajah L terus saja ditekuk setelah keluar dari ruangan Profesor. Ia benar-benar sedih saat mendengar kalau lukisan nya tidak bisa dipajang dalam pembukaan itu.


Suasana hati L sedang tidak bagus, ia malas menemui siapapun dan hanya ingin sendiri. L memutuskan berjalan jalan dengan membeli cemilan ditempat biasa, datang ke cafe florist, dan berakhir di taman kota. Cukup lama ia duduk di bangku yang biasa ia duduki bersama Daniel. Berkali-kali ia menghela nafas , ingin menangis tapi tidak bisa.


Dari jauh seorang lelaki memperhatikan L, ia menyebrangi jalan dan menghampiri L.


" Yuna! " Sapa Daniel


L hanya menoleh sejenak lalu kembali fokus ke lukisannya.


Melihat L yang tak seceria biasanya Daniel jadi heran.


" Hei ada apa dengan mu? Kenapa kau menekuk wajahmu seperti itu, jangan melukis saat suasana hatimu sedang jelek nanti lukisan mu juga jelek. " Ujar Daniel berusaha menghibur


"Biarkan saja. "


" Hei ayolah, duduk dulu dan makan ini. " Daniel membawa dua bungkus es krim dan menyerahkan nya pada L


L menurut walaupun wajahnya masih saja cemberut.


" Makan lah yang manis agar suasana hatimu membaik. "


L memakan es krim yang dibawakan oleh Daniel, lambat laut ia terlihat menikmati dan akhirnya tersenyum.


" Enak bukan? " Goda Daniel


Dengan malu malu L mengangguk


" Kakak ini enak sekali. "


" Kau suka? " L mengangguk


" Maka habiskan, jika kau menginginkan nya lagi akan aku berikan asalkan kau bisa tersenyum. "


Dan setelah itu tanpa sadar L telah menghabiskan lima bungkus es krim, Daniel sampai memerintah Mr. Lee untuk membelikan nya lagi karena tadi dia hanya membawa kan dua bungkus es krim.


"Kak Daniel terimakasih ya es krim nya sangat enak, dan aku juga minta tolong sampai kan ucapan terimakasih ku pada paman Lee karena membelikan ku es krim ini lagi tadi."


" Tentu tidak masalah. Sekarang bagaimana perasaan mu? Apa sudah lebih baik? "


" Iya. "


" Bagus. "


" Oh iya Kak, apa kau sudah melihat lukisan yang ku kirim padamu? "


" Lukisan? "


" Iya, bukankah waktu lalu kau meminta lukisan ku saat kau menemani ku ditaman tempo hari, beberapa hari yang lalu aku sudah menyelesaikan nya dan sudah kukirim lukisan itu ke alamat yang kau beri. "


" Iya aku ingat sekarang, maaf aku lupa karena beberapa hari ini aku sangat sibuk dan sering lembur di kantor. "


" Iya tidak masalah, aku hanya memberitahu mu bahwa aku sudah mengirimkan lukisan itu, bahkan sudah kuberi tanda dengan menuliskan namamu di sana. "


" Benarkah? Aku jadi tidak sabar ingin melihat nya. "


" Hemm rasanya aku kecewa karena Kak Daniel melupakan lukisan ku, jika aku tidak mengingatkan pasti kau akan melupakan nya. " Wajah L langsung cemberut.


" Hahaha kau marah? Maaf maaf aku benar-benar lupa. "


" Iya aku tahu Kak Daniel kan memang sibuk dikantor, kau seperti kakak ku saja jika sudah sibuk tentang pekerjaan dia sering melupakan sesuatu. "


L membalas dendam senyuman kecil. Mereka menikmati waktu bersama dengan berbincang di taman sampai petang menjelang.


L melirik jam tangan nya dan kaget karena sudah hampir waktunya makan malam. Ia buru-buru merapikan alat lukis nya dan pamit pulang.


" Kak Daniel terimakasih karena hari kau menghibur ku, aku harus segera pulang. "


" Kenapa buru-buru? "


" Iya tadi aku sudah berjanji pada kakak ku untuk pulang sebelum makan malam. "


" Kalau begitu aku akan mengantar mu, jika kau pulang dengan naik bus nanti kau bisa terlambat. " L berfikir sejenak, apa yang dikatakan Daniel ada benarnya juga.


" Iya baiklah, tolong antarkan aku pulang ya Kak. "


Daniel membantu membawakan peralatan melukis milik L, mereka segera masuk kedalam mobil dan meninggal kan taman.


" Bolehkah aku bertanya? " Daniel memecah keheningan


" Iya tentu. " L sedang fokus dengan ponselnya.


" Kenapa kau sedih tadi sewaktu aku baru datang? "


" Emm sebenarnya aku mengikuti sebuah kompetisi melukis, anggap saja seperti itu, aku berhasil meraih juara satu namun karena suatu hal lukisanku mengalami sedikit kecelakaan dan rusak, harusnya lukisan ku bisa ikut pameran tapi karena rusak tentu tidak bisa bukan. Walaupun juara satu tetap ku raih tapi aku sedih karena keinginan ku bisa melihat karya milik ku bersanding dengan para seniman hebat yang lain gagal terwujud. " Ujar L dengan sedih.


" Kenapa bisa rusak? "


" Aku tidak tahu, kata mereka ada sebuah kecelakaan di tempat penyimpanan dan lukisan ku menjadi korban nya, mereka tetap bertanggungjawab tapi kan bukan itu masalahnya, aku ingin karya ku di pajang dan dilihat orang orang. " Imbuh L


" Sudah jangan sedih , kalau kau ingin ikut pameran aku akan mewujudkan nya. " L langsung menatap Daniel


" Maksud Kak Daniel? "


" Besok datang lah ke Acara pembukaan Museum baru di kota, bukankah kau sudah memberi ku sebuah lukisan? Aku akan membuat lukisan mu terpajang di acara itu, bagaimana? "


" Benarkah? Tapi bagaimana bisa? "


" Tentu saja bisa, tapi aku akan melihat dahulu lukisan mu, jika bagus aku bisa memajang lukisan mu, namun jika jelek aku tidak bisa memajang nya. " Goda Daniel


" Ihhh Kak Daniel kau hanya menggoda ku saja, jikapun bagus memang nya ada jaminan kalau lukisan ku bisa berada di sana? "


" Hei jangan meremehkan aku, aku ingin orang kaya dan cukup berkuasa. "


" Iya aku percaya, kau pasti mau bilang kalau Museum itu milikmu kan? "


" Iya memang benar. "


" Hahaha terimakasih sudah menghiburku, kau tahu Kak , tanpa kau undang aku akan tetap akan datang kesana karena lukisan ku adalah juara satu di kompetisi yang mereka gelar. " L tertawa dan tidak percaya dengan perkataan Daniel


" Hahaha kau sangat lucu mana mungkin anak SMP seperti mu menang dalam kompetisi itu. "


Wajah L langsung berubah cemberut, keduanya sama-sama mengira kalau apa yang mereka katakan hanya sebuah candaan.


Mobil yang di tumpangi telah sampai didepan sebuah gerbang besar.


" Nona Yuna apa benar disini tempat nya? " Tanya Mr. Lee yang sejak tadi jadi supir tanpa disadari oleh keduanya yang asik berbincang.


L menoleh " Benar kita sudah sampai, baiklah aku akan turun sekarang." L pun turun dibantu Daniel


" Kak Daniel dan paman Lee terimakasih atas tumpangan nya, apa kalian mau mampir? "


" Tidak Yuna, aku masih ada urusan jadi lebih baik aku langsung pulang saja, sampai jumpa besok di Museum. " Daniel melambaikan tangan nya sementara Mr.Lee membungkuk memberi hormat pada L


" Hati hati dijalan. "