
Setelah menutup pintu gerbang rumahnya, L berjongkok dengan mengacak ngacak rambut dikepalanya, dirinya tampak sangat kesal. Sementara Hari memutari mobil baru yang terparkir disamping mobil miliknya.
" Wah gila, kau tau tidak berapa harga mobil ini, lihat mobilku jadi seperti mobil mainan, keliatan kucel sekali. "
" Aku tidak tahu, kalau mas Hari mau bawa pulang saja mobil itu. " L menyerah kan semua dokumen serta kunci mobil itu ke Hari, wajahnya tampak kesal dan berjalan memasuki rumahnya
Hari tertawa, dirinya tentu saja mau jika diberi mobil sebagus itu, ia segera mengecek ponselnya untuk mencari tahu harga mobil yang berjenis Alphard itu, matanya melotot dan mulut nya sampai menganga setelah tahu mobil yang ada dihadapannya itu mobil keluaran terbaru dengan harga lebih dari 1 M. Hari pun berlari menyusul L yang lebih dahulu sudah masuk rumah, ia hendak memperlihatkan harga mobil itu.
Didalam rumah Hari menaruh kunci dan dokumen kepemilikan atas mobil itu, ia naik ke lantai 2 dan melihat L tengah duduk didepan laptop nya dan menunggu panggil nya dijawab oleh Bora.
(percakapan memakai bahasa Korea)
Tak lama orang yang dihubungi pun menjawab video call L
" Kakak. " teriak L pada Bora yang sedang duduk, tampak bahwa Bora sesuatu ada di kantor nya.
" Hai adik kesayangan ku, ada apa kau teriak teriak memanggilku? " jawab Bora santai sambil tersenyum
" Kakak paket mu sudah sampai. " jawab L namun dengan wajah yang cemberut
" Benarkah, bagus kalo begitu."
" Kakak."
" Ada apa? apa kau tidak suka? "
" Jadi benar kakak yang membeli dan mengirim kan mobil itu kemari. "
" Bora bukan itu yang kumaksud, kenapa kau membelikan ku mobil, apa kau lupa kalo aku ini tidak bisa mengendarai nya, lagipula aku ini masih 14 tahun aku belum punya SIM, mau diapakan mobil itu. "
" Kan ada Hari, kau bisa bepergian dengannya memakai mobil itu, lagi pula 3 tahun lagi kau juga kau sudah punya KTP dan bisa membuat SIM kan. " jawab Bora dengan mudahnya tanpa rasa bersalah
" Tapi tunggu dulu, jika kau nanti sudah 17 tahun, bukankah mobilnya sudah jelek, ahh tenang aku akan membelikan nya lagi dengan model paling baru, sementara kau pakai saja yang itu ya." imbuh Bora
L sampai kehabisan kata-kata dengan Jawaban kakak angkatnya itu, dia benar-benar dibuat pusing dengan mobil itu, lagipula ia sama sekali tidak membutuhkan nya, kalaupun ia pergi keluar rumah paling ke pasar atau kerumah Pak Anwar, jaraknya tidak terlalu jauh dengan sepeda saja ia bisa sampai dengan cepat.
" Barang-barang yang kau kirimkan aku masih bisa menerima nya, tapi untuk mobil benar-benar membuat ku pusing kak, lagipula mas Hari kan tidak selalu ada, selesai liburan ia kan harus segera kembali ke Jogja untuk kuliah. Lalu untuk apa mobil itu jika tidak bisa kupakai, apa ini tujuan mu merenovasi rumahku dengan membangun garasi di samping rumah pohon?"
"Tentu saja, namanya juga garasi ya untuk mobil kan, hehehe. " Bora menjawab seakan tanpa dosa
" Kakak. " L sudah tidak bisa lagi berkata kata
" Ada satu hal yang ingin kusampaikan padamu, selain aku dan suamiku, akan ada orang lain yang ikut ke Indonesia. "
L yang tengah murung dengan menundukkan Kepala langsung mengangkat kembali kepalanya " siapa? " tanyanya setengah hati
" Sun-woo, Jaehyun, Shin, dan D.O."
" Benarkah? terserah kalian saja, aku senang jika ada yang mau mengunjungi gubuk reyot ku ini. " jawab L masih dengan ekspresi yang tidak bersemangat
" Hei jangan murung begitu, sebenarnya tujuan ku membelikan mu mobil adalah agar nanti kita bisa jalan jalan bersama sama, kemarin Hari sudah menawarkan diri untuk jadi supir kita, tapi setelah sun-woo dan trio sok ganteng adik suamiku minta ikut, aku berfikir pasti mobil Hari tidak akan muat kan. Makanya jangan marah dan Terima saja ya, jika aku dan suamiku sudah kembali ke Korea kau bebas menjual atau memberikan mobil itu kepada siapa pun, lagipula itu sudah atas namamu bukan. " Bujuk Bora
Mendengar penjelasan Bora, L pun akhirnya mau menerima mobil itu. Bora langsung tersenyum puas