All About You "L"

All About You "L"
Itu Aku?



Setelah rapat, Bora sudah kembali ke ruangan nya. Dia membuka map dan mengambil kertas gambar desain milik L. Bora merevisi desain tersebut dan menyerahkan pada asisten nya untuk di masuk kan kedalam daftar produksi limited edition.


" Berapa jumlah produksi untuk gaun ini direktur? " Tanya asisten Bora.


" Produksi gaun tersebut sebanyak 3 buah sana. " Jawab Bora


" Apa anda yakin direktur? Desain ini sangat bagus dan saya rasa desain ini akan sangat populer setelah kita me lauching nya. "


" Justru karena sangat bagus aku ingin membuatnya sebanyak tiga buah saja, nilai dari desain itu sangat tinggi maka akan membuat orang-orang di luar sana berlomba-lomba ingin memiliki nya. Oh iya jangan lupa semat kan inisial huruf L di samping merk brand kita, itu sebagai tanda bahwa gaun tersebut di buat secara spesial dan terbatas. " Asisten Bora mengangguk mengerti.


Perusahaan Key fashion


Seorang wanita berpenampilan modis dan stylish berjalan memasuki perusahaan, dia adalah Ketua Tim Desain di perusahaan tersebut, sekaligus ririval Bora sejak jaman kuliah, nama wanita itu adalah Tiffany Young.


Ia berjalan masuk melewati para karyawan nya, semua membungkuk memberi hormat namun Tiffany mengabaikan nya seakan mereka tak kasar mata.


Asisten nya yang bernama Hana berjalan beriringan dengan nya.


" Bagaimana? " Tanya Tiffany pada Hana


" Semua berjalan sesuai rencana Ketua, Kita berhasil menarik sebagian besar desainer senior di perusahaan Bellin Beauty. "


" Bagus, sekarang waktu nya kita buat mereka untuk bekerja dan membuat perusahaan ku unggul di penjualan musim panas tahun ini, dan persiapan untuk fashion show nanti suruh Tim Inti untuk berkumpul di ruang rapat, Aku ingin melihat sejauh mana persiapan kita untuk menghadapi mereka. " Ujar Tiffany sambil berjalan menuju lift khusus menuju ruangan nya.


Hana mengangguk dan segera mengeluarkan ponselnya.


Kantor Pusat Hwang Shang Grup di Korea


Mr. Lee tengah membacakan jadwal harian untuk Daniel.


" Setelah makan siang anda ada jadwal ke Museum Baru untuk memilih karya seni dan. " Ucapan Mr.Lee dipotong Daniel


" Bisakah kedatangan ku di Museum Baru dipercepat? Aku ingin segera kesana. " Ujar Daniel


Daniel sangat menyukai seni, sejak dulu salah satu cita-citanya adalah menjadi seorang pelukis, namun karena tanggungjawab nya sebagai seorang pewaris perusahaan kakek dan Ayah nya, ia tak bisa melakukannya, sebagai gantinya ia mengoleksi lukisan lukisan di galery dan Museum dari Yayasan yang di dirikan oleh Ibunya.


Mr.Lee melihat ke arah tab nya.


" Bisa Tuan, tapi anda harus menyelesaikan meeting dan menandatangani beberapa berkas yang ada untuk hari ini. " Sahut Mr.Lee


" Itu tidak masalah. "


Seperti yang di ingin kan, Daniel bisa menyelesaikan semua pekerjaannya. Ia dan Mr.Lee segera meluncur ke Museum Baru.


Hari ini hari penentuan untuk karya seni yang akan dipilih dan ikut di pamer kan saat acara pembukaan Museum.


Daniel sangat disambut oleh pimpinan beserta staf yang bekerja disana.


" Selamat datang Tuan Daniel, saya sangat senang anda menyempatkan waktu anda yang berharga untuk ikut memilih karya untuk pameran dalam rangka Pembukaan nanti. " Ucap Tuan Louis, selaku pimpinan disana.


Daniel masuk dengan di iringi para bodyguard dan asisten nya, Mr. Lee.



Didalam para pengamat seni dan penilai sudah hadir. Didalam ruangan yang luas terpasang rapi berbagai karya seni milik para seniman seniman muda termasuk milik.


Tak butuh waktu lama, mereka mulai berkeliling dan memperhatikan tiap karya dari berbagai universitas terkemuka di Korea.


Para tim penilai terlihat kagum pada beberapa karya seni, namun Daniel tampak masih biasa saja melihat nya.


" Menurut saya karya ini sungguh bagus dan penuh nilai artistik di dalamnya, seakan tiap warna mewakili arti yang dalam yang mewakili sang seniman. " Ujar seorang tim penilai.


Beberapa yang lain nampak setuju dengan penilai nya, Namun Daniel dan seorang pengamat seni hanya diam dan melewati karya tersebut.


" Seperti nya matamu masih tajam anak muda. " Ujar Pengamat seni yang bernama Tuan Lin, dia adalah kurator terkenal di galeri milik H&S Grup di Inggris.


Daniel tersenyum " Tentu saja, aku ini kan murid mu. " Sahut Daniel


" Sejak kapan aku mengakui mu menjadi murid Ku? Jangan bermimpi. " kata Tuan Lin dengan serius


" Kau jahat guru. " Imbuh Daniel, kemudian keduanya tertawa.


Mereka berdua memisahkan diri dari tim penilai lain, mereka melihat tiap karya dan saling memberikan penilaian terhadap karya tersebut.


Hampir dua jam lamanya mereka melihat karya yang jumlahnya lumayan banyak itu, beberapa tim penilai menunjukkan beberapa karya pilihan mereka pada Daniel dan Tuan Lin. Kedua menggeleng tidak menyukai nya.


Daniel meninggalkan guru nya dan mencoba berkeliling sendiri.


" Apa tidak ada karya seni yang bagus menurut anda Tuan? " Tanya Mr.Lee pada Daniel.


Ia bertanya karena sedari tadi ekpresi wajahnya tampak tidak puas dan tidak menyukai karya karya yana ada disana.


" Kurasa tim yang meloloskan karya karya ini sudah buta, kenapa lukisan ini bisa ada di Museum ku, mau ditaruh dimana mukaku jika mereka terpampang dalam pameran nanti. " Ujar Daniel kesal.


" Masih ada beberapa lukisan yang belum anda lihat Tuan, mungkin saja ada salah satu dari lukisan tersebut ada yang mena. " Ucapan Mr.lee terhenti dan tiba-tiba Daniel maju ke arah Mr. Lee dan memintanya untuk menyingkir.


Ada sesuatu yang menarik perhatian nya, seakan ada magnet dan cahaya yang menyilaukan dari nya.


Mr. Lee bingung dan tetap diam dihadapkan Daniel.


Daniel kesal dan menggeser tubuh besar Mr. Lee dengan tangannya.


" Cepat minggir kau menghalangi ku. " Mr. Lee yang ada di hadapan Daniel kaget karena tuan nya menggeser tubuh nya secara tiba-tiba.


Kini Daniel dengan jelas bisa melihat sebuah karya yang membuat matanya berbinar, ia menatap lukisan karya Kim Yuna berjudul 'Spring Prince'.


Ia memperhatikan lebih intes lukisan tersebut, seakan mengenal sosok lelaki yang ada di disana. Dan background lukisan itu seperti nya ia kenal. Karya background dilukis secara abstrak Daniel jadi tidak bisa mengingat dengan jelas.


Cukup lama Daniel berdiri disana dan menyuruh Mr.Lee memanggil gurunya. Ia sudah menentukan karya masterpiece untuk pemilihan karya baru untuk pembukaan nanti.


Tuan Lin dan tim penilai lain terperangah melihat keindahan lukisan itu. Mereka jelas setuju kalau lukisan tersebut menjadi pemenang dan dipilih sebagai karya masterpiece untuk pembukaan Museum nanti.


Daniel menyuruh Mr. Lee mengurus semaunya.


Karya yang dipilih sebanyak 5 buah . Semuanya akan dipamerkan dan dua dari karya teratas akan di ikut kan lelang.


Pemilihan telah selesai, karya yang tidak lolos akan segera dikembalikan sementara karya yang terpilih akan langsung diproses dan disimpan untuk pameran nanti.


Semua orang sudah pergi kecuali Daniel dan Mr.Lee.


Daniel merasa familiar dengan dengan sosok lelaki tersebut. Ia memperhatikan lebih dekat karya itu dan matanya terbelalak.


" Lee, bukankah itu aku? " Ucap Daniel sambil menunjukkan lukisan L


Mr.Lee melihat antara lukisan tersebut dengan tuannya. Ia bingung


" Maksud Tuan? "


" Lihat baik baik! Sosok lelaki yang ada di lukisan itu bukankah aku? "


Mr.Lee mencoba memperhatikan lebih dalam lukisan tersebut namun tidak mendapati adanya kemiripan antara lukisan itu dengan Tuan nya.


"Maaf Tuan, saya tidak bisa melihat adanya kemiripan antara anda dan sosok didalam lukisan tersebut. " Jawab Mr. Lee dengan jujur


" Dasar kau ini, jelas tidak mirip. Kau lihat pakaian yang ia kenakan dan tanda di kerahnya. Bukankah hanya aku yang memakai kemeja itu. "


Dalam lukisan milik L, Daniel dilukiskan tengah memakai setelan jas dengan kemeja putih tanpa dasi. Detail lukisan itu sangat jeli termasuk inisial nama Daniel di kerah kemejanya yang terbuka di sebelah kanan dan kiri. Pakaian nya adalah pakaian khusus yang dipesan dari Italia. Dan tiap pakaian milik nya ada inisial namanya yaitu D di bagian kerah jika pakaian itu berupa kemeja.


Mr. Lee melihat itu dan barulah ia percaya.


" Benar Tuan, lelaki yang ada di lukisan ini seperti nya menang anda. Apa anda mengenal pelukis nya? " Tanya Mr. Lee penasaran.


Daniel menggeleng, ia melihat tanda tangan pelukis nya di pojok kanan bawah berupa inisial L. Nama pelukis nya adalah Kim Yuna. Tapi ia tidak memikirkan kalau Kim Yuna itu adalah Yuna yang ia kenal.