All About You "L"

All About You "L"
Sehari Menjadi Anak SMP



L memasang raut wajah kesalnya tapi Bora justru mencubitnya.


" Kau sangat manis, benar-benar adikku tersayang. " Belai Bora pada kedua pipi L.


" Bora berhenti bermain dengan wajahku, dan kenapa Kak Jukyung harus ikut? Aku kan hanya akan ke perusahaan Bibi Han saja, bukan mau pergi jauh. " Protes L pada Bora


" Oho! Panggil dengan benar! " Ucap Bora dengan suara tegas.


Jisoo yang berdiri dibelakang Bora memberi isyarat agar L mematuhi ucapan Bora.


" Kakak. "


" Aku hanya ingin memastikan kalau Bibi Han tidak memanfaatkan adik kesayangan ku, lagipula Jukyung tidak akan mengganggumu jadi biarkan dia ikut. " L tak bisa membatah, semakin dia menolak maka Bora juga akan semakin bersikeras lebih baik menurut saja diawal.


" Baiklah. "


" Anak baik."


Di dalam mobil suasana terlihat begitu sepi, L masih kesal jadi hanya bermain dengan gadget nya sedangkan Jukyung sendiri merasa tidak enak.


" Maafkan saya Nona, meski tidak nyaman tapi saya akan tetap mengikuti kegiatan anda hari ini, tenang saja , saya akan mengawasi dari jauh tanpa terlihat oleh anda "


" Kak Jukyung maaf aku bertingkah menyebalkan pada mu, padahal harusnya aku kesal pada Bora bukan padamu. "


" Tidak apa-apa Nona, saya mengerti. "


Sampai di depan perusahaan, L langsung masuk kedalam menuju kantor Direktur Han. Seperti yang dikatakan oleh Jukyung, L tidak melihat keberadaan nya namun merasakan jika Jukyung tengah memperhatikan nya.


Tok tok tok tok


Pintu dibuka oleh sekretaris Direktur Han, L di sambut dengan ramah.


" Hallo Yuna, kau sudah datang. " Direktur Han langsung memeluk L dan membawanya duduk di sofa.


" Iya Bi. Apa aku datang terlalu awal? "


" Ah bukan begitu, hanya saja ada beberapa masalah di studio jadi hari ini tidak ada pemotretan, mungkin lusa. "


" Ada apa Bi? "


" Setting tema untuk pemotretan selanjutnya cukup spesial dan perlu pengerjaan detail yang membutuhkan waktu cukup lama sehingga tidak bisa disiapkan secara mendadak. "


" Oh iya? Bukankah ini pemotretan terakhir? Kemarin kita sudah berganti tema sebanyak tiga kali, dan kali ini juga demikian? "


" Meski hanya satu produk tapi perusahaan yang membuat kontrak menginginkan pemotretan dalam empat tema musim yang berbeda, maafkan Bibi ya. Kau tahu Bibi sangat takut jika tiba-tiba kakak mu datang dan memarahi Bibi. "


" Jangan khawatir Bi, Bora biar aku yang urus. "


" Karena hari ini tidak jadi pemotretan kau boleh jalan-jalan di kantor, melihat ruang latihan, atau mau makan sesuatu biar Bibi pesan kan. Tapi maafkan Bibi tidak bisa menemani mu karena Bibi ada rapat sebentar lagi. "


" Tidak masalah Bi, aku akan berkeliling dan melihat lihat. "


" Apa perlu sekretaris Bibi menemanimu? "


" Tidak usah. "


" Baiklah , bawa kartu akses ini untuk masuk ke semua ruangan di kantor ini, berjaga-jaga siapa tahu ada petugas keamanan yang melihat mu berkeliaran.


Keluar dari ruangan L meminta ditemani Jukyung karena akhirnya merasa bosan jika harus berkeliling sendiri an.


" Jadi kemana kita pergi Nona? " Tanya Jukyung yang berjalan disamping L


Keduanya tengah berada di lantai tempat latihan para trainee, ruangan nya banyak terdiri dari beberapa ruang latihan. Paling banyak adalah ruang tari, itu pun terbagi dari berbagai ukuran, dari yang kecil hingga yang terbesar yang mampu menampung hingga dua ratus orang. Biasanya digunakan untuk tempat audisi.


" Lihat Nona, mereka pandai sekali menari. " Jukyung terlihat senang saat melihat sekilas ruang tari berisi para trainee yang sedang latihan.


" Mereka benar-benar berbakat, usianya pasti tidak jauh dari anda tapi bagaimana bisa mereka sudah pandai menari seperti itu. " Ujar Jukyung.


" Karena mereka punya cita-cita. " Jawab L.


Jukyung masih melihat para trainee latihan, lalu ia jadi penasaran " Nona sejak tadi kita berkeliling, aku tidak melihat idol yang sudah debut berlatih, apa mereka tidak perlu lagi latihan setelah mereka debut? "


L tertawa " Kak Jukyung itu tidak mungkin, kata Bibi, saat seorang trainee telah debut menjadi seorang idol, mereka tidak akan pernah berhenti yang namanya berlatih, justru mereka akan terus berlatih guna meningkatkan kemampuan mereka. Alasan kenapa kita melihat para idol karena ruang latihan mereka jelas berbeda dengan yang masih trainee. "


" Benarkah? Apa kita bisa melihat nya? "


Tatapan L menajam, ia melihat sesuatu yang mencurigakan, " Kak Jukyung ingin melihat siapa? Katakan saja, biar aku minta Bibi Han untuk mempertemukan mu dengan nya. " Ujarnya dengan senyum menggoda.


" Tidak tidak, aku tidak ingin bertemu dengan siapapun, hanya saja aku suka melihat lelaki tampan. " Kilah Jukyung, L tidak percaya sama sekali namun tidak melanjutkan karena ada sesuatu yang menarik tertangkap oleh kedua matanya.


Ada beberapa trainee yang baru masuk kedalam ruang latihan, saat melewati L dan Jukyung mereka membungkuk memberi salam karena L memakai kartu akses milik Direktur Han. Tidak ada yang menarik sebelum mereka melepas jaket dan seragam sekolah mereka masih melekat.


" Kak Jukyung mereka murid SMP atau SMA? " Tunjuk ke arah para trainee


Jukyung mengikuti arahan dari L " Mereka murid SMP Nona. "


" Keren, aku juga mau mencoba memakai seragam mereka. "


" Seragam? Maksud Nona? "


" Iya aku ingin berpakaian seperti mereka, memakai seragam anak SMP seperti itu, keren sekali seperti di drama drama. "


" Ouh. Kalau Nona ingin mencobanya Saya tau tempat khusus yang menyewakan seragam anak SMP dan SMA. "


" Benarkah? "


" Iya. "


" Ayo kita kesana, Kak Jukyung juga memakai seragam sekolah kaka ya. "


" Apa? Saya tidak usah Nona, saya sudah dewasa tidak cocok memakai seragam seperti anak sekolahan. "


" Ya ampun kak Jukyung itu masih muda dan wajah kakak juga masih terlihat seperti anak SMA. "


" Kenapa? Seperti nya kakak tidak suka memakai seragam sekolah, bukankah masa sekolah adalah masa paling indah? Begitu sih kaya orang-orang. Aku sering lompat kelas jadi tidak punya teman dekat. "


Jukyung tersedak ludahnya sendiri, ia berfikir sebenarnya sepintar apa majikan mudanya ini sampai sampai sering lompat kelas dan di umur yang seharusnya duduk di bangku SMP ini justru sudah masuk kuliah. Otak Jukyung masih sulit mencerna semuanya meski sudah lumayan lama tinggal bersama L.


" Masa sekolah saya biasa saja Nona, tidak ada yang spesial. Karena saya tidak memiliki kecerdasan seperti anda saya harus belajar dengan giat agar bisa lulus dan membanggakan ayah saya."


" Benarkah? Meski begitu Kakak pasti punya teman dekat dan sering bermain bersama setelah pulang sekolah kan, seperti makan tteokbokki di kedai pinggir jalan, bermain di area bermain di mall, atau pergi ke tempat karoke? "


Wajah Jukyung terlihat pias, ia mengenang kembali masa masa sekolah nya yang tidak begitu bagus untuk diingat.


" Dulu saya bersekolah di salah satu sekolah elit disini Nona, saya bisa masuk kesana karena kebaikan hati Tuan Besar. Sekolah itu berisi banyak murid yang tak hanya berbakat dan pintar tapi juga kaya, saya tidak punya banyak teman karena latar belakang ayah saya hanya orang biasa, tidak seperti teman-teman saya yang kebanyakan orang tua mereka punya latar belakang yang bagus. Mereka kebanyakan akan bergaul dengan orang-orang yang punya status sosial yang sederajat dengan mereka."


" Kakak di bully? "


" Bukan seperti itu Nona, hanya saja saya memilih fokus belajar agar bisa lulus dan segera masuk kuliah, saya bisa sekolah ditempat yang bagus meski otak saya tidak pintar jadi saya berusaha lebih keras agar tidak mengecewakan Tuan Besar dan ayah saya. "


L merasa terharu mendengar cerita Jukyung "Kak Jukyung sangat keren. " Mengacungkan dua jempol nya.


" Keren apa nya Nona, itu hal yang biasa saja. Dan sejujurnya saya lebih suka bergaul dan bermain dengan orang-orang yang bekerja di rumah Nona dibandingkan teman-teman saya, disana kami juga bisa makan tteokbokki bersama, bernyanyi dan bermain, lebih menyenangkan. "


L setuju dengan ucapan Jukyung, orang-orang yang berkerja di rumah nya memang orang-orang yang baik dan mereka penuh kekeluargaan, walaupun begitu pekerjaan mereka tetap bagus.


L dan Jukyung telah berada di tempat penyewaan seragam sekolah, L mencoba beberapa seragam dan semua tampak bagus di badannya.


" Anda terlihat sangat cocok dengan seragam itu Nona, biar saya foto. " Jukyung buru-buru mengambil ponsel dan mengambil gambar L. L melepas masker dan kacamata nya dan mulai bergaya.


Jukyung sampai terpana, beberapa karyawan toko tersebut yang tak sengaja lewat di depan L dan Jukyung sampai salah tingkah karena L sangat cocok dengan seragam tersebut.


" Ya ampun Nona sangat cantik, saya akan mengambil foto anda sebanyak mungkin. "


Setelah menentukan pilihan, ditoko itu juga menyediakan alat make up dan aksesoris yang bisa di pakai pelanggan dengan bebas. Jukyung mendadani L dengan mengikat rambut nya seperti ekor kuda dan di beri pita berwarna cerah. Tak banyak make up yang dipakai karena Jukyung sendiri tak bisa sembarangan memakai make up pada wajah L, make up yang tersedia tentunya dipakai banyak orang dan takutnya itu tidak higienis jadi Jukyung hanya memoleskan liptint berwarna lembut yang sesuai dengan umur L.


L terlihat menyukai nya sehingga seragam yang tadinya hendak ia pinjam justru ia beli.


" Kak Jukyung apa aku berhenti kuliah saja dan masuk ke SMA?"


Seketika Jukyung menjadi tegang " Nona jika anda berhenti kuliah anda harus bicara pada Kakak anda."


" Kau benar dan kurasa dia tidak akan memperbolehkan nya. "


Dalam pikiran Jukyung sangat jelas jika L tidak akan diperbolehkan, lihat saja penampilan nya sekarang, begitu cantik seperti seorang dewi. Jika L masuk ke SMA mungkin dia akan menjadi rebutan siswa laki-laki disana.


" Sekarang kita pergi kemana Nona. "


" Aku sudah puas berfoto, aku sebenarnya ingin mencoba makan di kantin sekolah seperti di serial drama yang pernah aku tonton, itu terlihat enak. "


" Makan di kantin sekolah? Itu...... saya tidak tahu bagaimana cara, tapi jika anda punya teman yang masih sekolah dan mengunjungi nya mungkin itu bisa walaupun saya tidak yakin. "


L nampak berfikir lalu ia menjadi bersemangat, ia ingat satu orang yang kebetulan masih bersekolah. Disaat yang sama telpon Jukyung berdering, itu panggilan dari Pak Im yang menyuruh Jukyung kembali ke rumah karena ada sesuatu yang harus ia kerjakan. L Menolak untuk pulang sebelum berhasil makan di kantin sekolah seperti keinginan nya.


" Kak Jukyung pulang saja sendiri, aku akan pergi sendiri. "


" Tapi Nona, saya hari ini diberi tugas oleh Nona Bora untuk menjaga Anda, bagaimana bisa saya kembali sendiri? "


" Bora menyuruh mu menjaga ku agar Bibi Han tidak membuat ku kelelahan dalam bekerja, sedangkan kegiatan hari ini dibatalkan jadi tugas kakak sebenarnya sudah selesai. Kakak pulang saja, aku akan pergi menemui temanku dan segera pulang kalau sudah selesai. "


Jukyung nampak ragu namun Pak Im mengirim pesan agar dirinya segera pulang.


" Baiklah saya akan pulang lebih dulu, tapi Nona harus berhati-hati jangan berbicara dengan orang asing dan jangan menerima apapun pemberian dari orang yang tidak dikenal. "


" Iya iya, sudah kakak cepat pulang sana, bawa sekalian mobil dan sopirnya. "


" Lalu bagaimana dengan Nona? Jangan bilang anda akan naik Bus atau kereta, itu berbahaya. Sebaiknya anda diantar oleh sopir saja ya. "


" Tidak mau nanti temanku jadi segan terhadap ku. Aku naik taxi jadi Kak Jukyung tidak usah cemas, sudah pergi sana! "


Jukyung akhirnya pergi, kini tinggal L sendiri. Ia menekan nomor seseorang dan menghubungi nya, orang tersebut adalah Sora. Sora sangat kaget ketika mendapat telepon dari L, hampir saja ponselnya terjatuh.


" Hallo dengan siapa ini? "


" Ini aku, Yuna. Kak Sora sedang apa? "


" Nona Yuna? Maaf saya kaget karena anda tiba-tiba menelpon, saya sedang ada disekolah dan hendak mengganti pakaian karena tadi kelas olahraga."


" Oh benarkah? "


" I-iya Nona. Apa ada sesuatu yang anda butuhkan?" Sora terlihat sangat gugup.


" Hari ini aku ke perusahaan karena ada pekerjaan dengan Bibi Han, namun karena ada sesuatu jadi ditunda. Aku tidak melihat mu diruang latihan dan aku pikir kau pasti masih sekolah, aku ingin bertemu dengan mu apa boleh aku kesekolah mu? "


Perkataan L membuat Sora terkejut " Ke sekolah saya? "


" Iya, aku baru saja membeli seragam dan aku ingat jika seragam mu sama seperti seragam sekolah yang sedang aku pakai. Hari ini aku ingin mencoba menjadi seorang siswa, dan makan di kantin sekolah. Kau adalah satu-satunya teman yang masih bersekolah yang aku punya jadi apa boleh aku ke sekolahan mu? "


Sedetik Sora bingung dengan kata-kata L yang mengatakan jika ia adalah teman satu-satunya yang masih bersekolah " Maksud Nona apa ya? " pikir Sora dalam hati.


" Kak Sora? "


Sora tersadar dari lamunan nya, " Itu.. saya tidak tahu karena hanya siswa di sekolah saja yang boleh makan di kantin sekolah, dan saya tidak pernah melihat orang luar masuk ke sekolah selain wali murid. "


" Benarkah? Jadi tidak bisa ya? " Suara L terlihat sedih.


" Nona datang saja kemari, saya akan bicara pada seseorang agar Nona bisa masuk kesekolah saya. "


" Kau yakin? Apa itu tidak merepotkan mu? "


" Tidak Nona. " L segera menutup telepon dan bergegas ke halte bus.


Sedangkan Sora bergegas mengganti pakaiannya dan mencari seseorang. Lebih tepat nya ketua OSIS.