All About You "L"

All About You "L"
Hasil Pemotretan



Selesai pemotretan, D.O dan L segera menuju lokasi syuting yang berada di sebuah sekolah. Wajah L berbinar ditangan nya juga sudah lengkap paperbag berisi buku, spidol permanen, mug, serta kaos.


D.O mendengus kesal ketika diperjalanan L merengek minta berhenti ke sebuah toko untuk membeli barang-barang itu.


" Bisakah kau berhenti tersenyum seperti orang gila! " Ujar D.O pada L


" Ada ap dengan Kakak? Wajah kakak kelihatannya sedang kesal. "


" Aku memang sedang kesal. " Jawab D.O cepat


" Kesal kenapa? Pada siapa? "


" Padamu! "


L bingung " Kenapa kakak kesal padaku?" Tanya nya heran.


" Untuk apa kau membeli barang-barang itu ? "


" Tentu saja untuk ditandatangani oleh idolaku nanti di lokasi syuting. Lihat aku beli spidol permanen jadi setelah mug dan kaos ku ditandatangani, tanda tangan mereka akan tercetak abadi dan aku jadikan mug dan kaos ini sebagai barang kesayangan ku. Lalu untuk kertas ini, nanti aku simpan dalam pigura dan ku pajang di kamarku. Wah! membayangkan saja pasti akan sangat bagus. Oh iya aku juga mau minta foto berdua dengan mereka, hihihi.... " L terlihat sangat bersemangat.


" Apa wajahku kurang tampan? Kenapa kau malah minta tanda tangan dan foto orang lain jika disamping mu juga seorang artis? "


" Hahaha... kakak cemburu? " Tanya L


" Tidak! Hanya saja kau menyia-nyiakan emas yang ada dihadapan mu untuk sebuah perak yang jauh dari matamu. " Jawab D.O ketus, lalu keluar dari mobil dengan cepat.


L yang masih berada didalam mobil tertawa dengan kelakuan D.O yang cemburu seperti seorang remaja.


Sampai di lokasi syuting, L dan Asisten D.O berjalan mengekori D.O menuju ke sebuah aula. Disana sudah banyak orang yang datang, syuting belum resmi di mulai. Hari itu mereka berkumpul untuk meeting serta pembacaan naskah scenario dari tiap peran.


Meeting dihadiri banyak pihak, mulai dari sutradara, produser hingga jajaran artis papan atas yang sangat dikenal oleh L.


Mata L berbinar kala melihat mereka, namun ia hanya diam karena tidak mau mengganggu meeting tersebut. L menunggu diluar ruangan, meski menunggu diluar dirinya tetap senang karena masih bisa melihat idolanya karena ruangan tersebut berdinding kaca.


Waktu berjalan cukup lama namun L tidak menyadari hal itu karena dirinya sibuk memperhatikan idolanya, hingga akhir nya rapat selesai ia sudah bersiap di luar ruangan dengan paperbag nya.


Begitu D.O keluar tangan nya langsung dicekal oleh L agar mau menemani meminta tanda tangan. Awalnya D.O menolak tapi karena mulut L tak berhenti mengoceh akhirnya Ia mau juga.


Pukul sepuluh malam D.O mengantar L pulang ke mansion, harusnya masih ada kegiatan lagi di lokasi syuting namun sejak pulul sembilan Bora terus meneror D.O agar segera memulangkan L secepatnya.


Meskipun L sudah meminta izin pada Bora dan Jisoo, keduanya juga sudah mengijinkan namun sebagai gantinya Bora terus saja mengirimkan pesan pada D.O. agar pulang secepatnya. Bora tak mau terlihat terlalu mengekang L sehingga ia mengiyakan saja, padahal orang lain yang mengajaknya pergi yang harus menjadi bulan bulanan Bora.


" Kak D.O terimakasih telah mengajak ku pergi bersama mu ya. Besok kalau kau butuh teman aku siap menemani mu karena jadwal kuliah ku tiga hari kedepan kosong. "


" Iya iya. " Jawab D.O dengan malas. Rasanya hari ini dia yang menemani L bukan dia yang ditemani.


Setelah membunyikan klakson mobil D.O mulai meninggalkan mansion mewah itu.


Bora dan Jisoo sudah menunggu di rumah tengah " Bagaimana hari ini? Kelihatannya kau sangat bahagia. " Ujar Bora.


" Tentu saja kak, lihat aku akhirnya mendapatkan tanda tangan idolaku. Bagus bukan.Kak Jukyung! " Panggil L dengan suara cempreng nya.


"Iya Nona. "


" Mulai saat ini aku hanya mau minum dari gelas ini. Ingat! Kakak harus mencucinya dengan hati hati! Aku punya tiga, dua kakak simpan baik baik, sedangkan satu aku pakai untuk minum. "


Bora dan Jisoo hanya menggeleng dengan tingkah L, jika seperti itu sikap L tidak ada bedanya dengan remaja pada umumnya.


***


Di kantor D.O tengah disidang oleh ibunya karena dengan seenaknya mengganti Esther Yu dengan L.


" Bagaimana bisa kamu mengganti Esther dengan Yuna? Kau tidak bisa seenaknya seperti itu kyungsoo! Ingat! Satu tahun ini semua kegiatan mu di dunia hiburan ibu yang mengatur nya. " Ibu Han sangat marah begitu asisten nya melapor kejadian yang ada di studio pemotretan.


Pemotretan tersebut sengaja diatur perusahaan untuk mendongkrak popularitas Esther Yu dan D.O. Berita tentang kedekatan mereka awalnya membuat perusahaan takut karena menjadi pesohor di negeri harusnya bersih dari skandal. Tapi nyatanya fans keduanya malah banyak yang mendukung dan menjadikan mereka sebagai pasangan paling serasi di Korea.


Popularitas yang meningkat tentu membuat banyak tawaran iklan, drama, film, hingga menjadi brand ambassador yang didapat.


Ibu Han sungguh kesal dengan ulah anaknya itu, ia memarahi D.O dan asisten nya. Tapi D.O malah duduk dengan santai tanpa memperhatikan ibunya, ia terus fokus pada ponselnya sembari tersenyum.


" Do Kyungsoo! Ibu sedang marah dan kau malah tidak mendengar ibumu! "


" Ibu jangan memarahiku saja! Tapi marahi juga Esther.Dia yang meninggal kan lokasi pemotretan tapi kenapa hanya memarahiku saja? Itu tidak adil! "


" Kau kan sudah dengar jika saudara nya mengalami kecelakaan, dan pemotretan yang belom selesai dilanjutkan minggu depan."


" Ibu ku sayang, ibu kan yang mengatur pekerjaan yang aku terima dan saking banyaknya pekerjaan itu jadwal ku sudah penuh bahkan tidak ada waktu untuk berkumpul dengan Shin dan Jaehyun. Aku ini anakmu apa budak mu! Menyedihkan sekali hidup ku! Aku mau mengadu pada ayah kalo ibu terus terusan mengeksploitasi ku! " Ujar D.O


Pletak


Ibu Han langsung menjitak kepala D.O " Dasar anak durhaka, bisa bisa nya kau berkata seperti itu pada ibu mu, mengancam mau melaporkan juga pada ayah."


D.O malah tertawa lebar. Ayahnya sedang dinas ke luar negeri, dalam keluarga D.O merupakan anak kesayangan ayahnya bahkan ibunya tak pernah berani menyuruh D.O melakukan apapun karena suaminya begitu sayang pada D.O.


" Sudah kau pergi saja sana! Kau hanya bisa membuat kepala ibu pusing. Untung saja kau anak ku jika tidak sudah ibu blacklist dari dunia hiburan. "


" Maafkan aku ibu, sayangnya aku ini anak ibu dan juga anak kesayangan suami ibu. " D.O pergi setelah mencium kedua pipi ibunya.


Asisten nya juga ikut pamit, meski mendapatkan tatapan tajam dari ibu Han.


Ibu Han memijat keningnya. Lalu sekretaris masuk sambil membawa beberapa berkas untuk ditandatangani.


" Permisi Direktur, saya membawa berkas untuk anda tanda tangani, selain itu saya juga membawa hasil pemotretan antara Nona Esther dengan Tuan Kyungsoo dan juga seorang gadis yang saya belum tahu Identitas nya. " Sekretaris ibu Han menyerah kan pada Ibu Han.


Dibantu asisten nya Ibu Han dengan cepat semua berkas ditandatangani setelah dicek. Tinggal melihat hasil pemotretan anaknya.


Ibu Han tersenyum melihat hasil yang bagus antara Esther dengan D.O.


" Hasil foto mereka sangat bagus Direktur. Mereka memang pantas dinobatkan sebagai pasangan paling serasi di negeri ini. " Puji asisten Ibu Han


Tapi sedetik kemudian ucapannya langsung terhenti ketika melihat foto L.


" Sangat cantik. " Ucap Asisten Ibu Han reflek.


Ibu Han mengkerut kan alisnya, ia mengambil foto itu dari tangan asisten nya.Matanya melotot melihat hasil foto L, baik yang solo maupun dengan anaknya. Sangat bagus dan Fotogenik.


" Telpon anakku sekarang! Suruh dia kembali kemari! " Perintah Ibu Han dengan tak sabarnya.